[Fanfic] Special Guy for B2utiful Girl (part 2)

“Noonaaa… Noonaaa…”teriakan kencang Mikka membuat aku harus menghentikan pekerjaan di dapur dan segera menemuinya.

“Ada apa, dongsaeng?”

“Noona, Nickhun Hyung sedang berada di Korea ya?”tanyanya yang aku jawab anggukan. “Kenapa dia bisa berada di Seoul?”

“Yoon Doojon,”

“Doojon Hyung? Wae?”

“Dia cemburu dengan Doojon, Mikka,”jawabku lalu menghela nafas.

“MWO?? CEMBURU? Yang benar saja, Noona, apa dia lupa dengan perselingkuhannya?”

Aku mengedikkan bahu lalu menatap Mikka dengan lesu. “Molla,”
“Aku tidak setuju kalau kau kembali padanya, Noona. Aku tidak setuju,”

“Arasso..arasso.. Aku juga tidak mau kembali padanya. Kau tenang sajalah, Mikka. Kenapa kau bisa pulang jam segini? Bukankah D-Na ada wawancara di radionya Heechul ssi?”

Mikka hanya meringis. “Iya, Noona.. Aku izin sebentar.. dan sekarang aku sudah di telpon oleh Manajer Hyungku,”kata Mikka lalu menunjukkan ponselnya yang menyala karena ada yang menelepon.

“Dasar,”
“Noona, aku pergi sekarang. Bye, Noona.. Ne.. Manajer Hyung….”

Aku hanya memandang pintu yang tertutup dengan helaan nafas. Kenapa Nickhun harus menganggu Mikka. Aku tidak mau Mikka menjadi terlibat oleh keegoisan Nickhun.

Aku segera kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaanku. Namun, pikiranku terus berkecamuk sehingga pisau yang aku gunakan mengiris jari tengah tangan kiriku.

CROOTT..CROOTT..

“Ahhh.. Astaga.. Oh My God..”seruku panik melihat darah yang mengucur membasahi celemek yang aku gunakan.Tangan kananku segera menekan nomor yang sangat aku kenal. Aku segera berbicara ketika telpon tersambung. “Doojon.. auuucchhh… Tolong aku..auuucchhhhh…Jariku teriris pisau dan darahnya sangat banyak.. Nee~~Aku di apartmentnya D-Na..arasso..arasso… Gomawo,”
**

Aku memandang jari tengahku yang telah dibungkus perban. Meskipun telah diobati, masih terasa denyut dan tentu saja perih. Doojon mengomel tanpa henti gara-gara kecerobohanku.

“Mianhae,”seruku pelan.

“Ceroboh sekali dirimu, Vanie. Apa yang kau pikirkan sehingga pisau mengiris jarimu bukan wortel yang akan kau masak?”tanyanya yang tidak aku jawab. “Nickhun? Kenapa lagi cowok Thailand itu?”

“Dia menganggu Mikka, Doojon, dan aku tidak akan membiarkan Nickhun melibatkan Mikka ke dalam keegoisannya,”

“Vanie, aku akan membantu sekuat mungkin agar kau dan Mikka tidak diganggu oleh Nickhun…”

“Doojon, aku sungguh berhutang budi padamu. Terima kasih banyak,”
“Sudah semestinya aku melakukan ini karena kau adalah yang terpenting buatku. Arasso?”

SSSIIIINGGG…

Keheningan segera menyergap kami berdua. Detak jantungku kembali berdegup kencang beriringan dengan denyut di tangan kiriku.

“Arasso. Kamsahamnida,”seruku pelan.
**

Tok..Tok..
Terdengar ketokan di pintu kamarku. Aku segera bangun dari kasur dan membukakan pintu. Wajah Karam dan Injun muncul dihadapanku.

“Noonaaa…”seru Karam lalu segera memegang tangan kiriku. “Maafkan kami karena tidak ada di sini ketika tanganmu teriris pisau,”

“Noona, jeongmal mianhaeyo,”balas Injun.

“Tidak apa-apa, Karam, Injun. Aku baik-baik saja meskipun jari tengahku masih terasa sakit dan perih.

“Jjinjja?”

Aku mengangguk lalu tersenyum. “Gwenchana. Tadi aku meminta Doojon untuk mengantarkanku ke rumah sakit. Sekarang sudah larut, kalian istirahatlah. Besok pagi kan kalian akan menjadi guest star di WGM Beauty Vanilla Love,”

Mereka berdua hanya meringis dan tersenyum. “Siap, Noona.. Kamu juga istirahat ya,”
“Kamsahamnida,”seruku lalu mengecup pipi mereka berdua.

“Ahh.. Noona.. Hhhee.. Good night,”seru Injun memegang pipi kirinya.
Good night,”
**

Episode WGM kali ini adalah tumbuh-tumbuhan dan yang menjadi guest star kali ini D-Na serta Hyunseung dan Junhyung Beast. Aku sangat menikmati pengambilan gambar episode ini karena bisa menikmati daerah pertanian yang sangat indah. Padi menguning di sawah dan lahan pertanian khusus cabai dipenuhi warna merah.

“Baiklah.. Sekarang kita sudah berada di daerah pertanian Busan yang sungguh indah… Pada kesempatan ini, kami telah kedatangan bintang tamu.. Give your claps for them.. D-Na serta Junhyung dan Hyunseung Beast… Terimakasih untuk tepuk tangannya.. Lho, bukankah D-Na berjumlah 5 orang, kenapa disini hanya ada 4 orang, apakah kita kehilangan seseorang?”seru MCnim dengan gaya yang memancing tawa.

Seluruh member D-Na tertawa. “Mikka Hyung tidak bisa hadir, Hyungnim,”

“Yaa~~ Vanie.. Kenapa Mikka tidak bisa hadir?”
“Saekyung ssi, Mikka harus berangkat ke Prancis hari ini,”

“Arasso.. Baiklah.. kalian akan dibagi menjadi 2 tim. Doojon tim dan Vanie tim. Disini kita sudah menentukan siapa saja yang menjadi anggotanya..”

“Kita tidak bisa memilih sendiri anggotanya, Hyungnim?”seru Hyunseung.
“Tidak bisa, Hyunseung,”
“Aku akan memilih menjadi anggotanya Vanie…”
“Sudah dibilang, kalian tidak bisa memilih sendiri. Kami yang menentukan..”
“Baiklah, tapi kalau tidak setuju, boleh pindah kan?”

“Yaa~~ Hyunseung.. you are so stubborn.. Baiklah, Anggota untuk Doojon tim..Injun, Hyunmin, Jay.. Berarti, Karam, Junhyung dan Hyunseung menjadi anggota di Vanie tim,”

“Hyuuungggnim.. Kamsahamnidaaa~~”seru Hyunseung lalu memeluk Saekyung ssi.
“Yaa~~ aku menitipkan Vanie pada kalian.. Jagain dia baik-baik,”seru Doojon tiba-tiba.

“Arasso, Doojon. Kami akan menjaga Vanie dengan baik,”

“Baiklah. Ada 2 tugas yang akan kalian laksanakan. Tugas pertama adalah menanam benih-benih cabai pada lahan yang sudah di sediakan dan tugas kedua adalah memanen serta memilah cabai. Sekarang tidak ada menang atau kalah, namun, yang dinilai disini adalah kekompakan kalian. Araaa???”

“Ne.. Arasso..”

“Vanie, dengan tangan seperti itu, apakah kau bisa melakukannya?”
“Gwenchana, Saekyung ssi, aku bisa melakukannya,”
“Jangan khawatir, kami akan memperhatikan Vanie Noona, Hyungnim,”seru Hyunseung.

“Hahaha.. Tapi aku tidak percaya padamu Hyunseung.. Junhyung, tolong perhatikan Vanie,”
“Ne, Hyungnim,”

“Baiklah.. Lokasi untuk Doojon tim di sebelah kiri dan Vanie tim di sebelah kanan. Start..”
**

“Noona, kau jangan memakai alat ini, tugasmu adalah memasukkan benih-benih cabai ke dalam tanah,”
“Baiklah, Hyunseung,”seruku mengembalikan cangkul kecil ke tempatnya lalu mengambil benih cabai yang sudah dikeringkan.

Junhyung, Hyunseung, dan Karam bertugas mencangkul tanah sedangkan aku bertugas memasukkan benih cabai. Sudah hampir setengah jam, lahan yang disediakan untuk kami sudah terisi benih cabai semua.

“Noona, sudah selesai, coba kau tanyakan apakah benih cabai yang di plastik itu harus dihabiskan atau tidak,”kata Karam.

“Ne,”seruku lalu menuju ke tempat si pemilik lahan. “Ahjusshi, pekerjaan kami sudah selesai, tapi benih cabai di plastik ini masih bersisa..”

“Saya akan mengecek pekerjaan kalian terlebih dahulu,”seru Ahjusshi menuju ke lahan pertanian dan aku mengekor di belakangnya.

Aku mengikuti kemanapun Ahjusshi pergi. Mereka bertiga segera menyusul kami dan mendengarkan penjelasan Kim Ahjusshi. Kami berkali-kali mendapat pujian dan akhirnya 100% pekerjaan kami benar. Kim Ahjusshi menyatakan kami sukses untuk misi pertama. Yayyy…

“Kalian sudah berhasil untuk misi pertama. Bagaimana kalau kita langsung ke misi selanjutnya?”

“Ahjusshi, bolehkah kami istirahat terlebih dahulu?”seru Hyunseung. Kami semua mengangguk mendukung usul Hyunseung.

“Baiklah, kebetulan istri saya sudah menyiapkan sedikit kue-kue buat kalian. Mari,”

“Jjjinjja??? Kamsahamnida,”seru kami berempat lalu segera mengikuti Kim Ahjusshi.
**

Sementara di tempat Doojon, mereka berebutan alat.

“Hyung, cangkul ini berat, aku tidak nyaman menggunakannya,”celoteh Hyunmin lalu berusaha merebut cangkul yang dipegang Doojon.

“Enak aja.. Kan aku duluan yang mengambilnya. Coba kau tukar dengan Jay atau Injun,”seru Doojon sembari menjauh dari Hyunmin.
“Yaa~~ Doojon Hyung.. Yaa~~”teriak Hyunmin lau bergegas menuju tempat Injun dan Jay. “Injun~ah.. Jay~~ apakah kalian mau tukar cangkul denganku?”

“Tentu sajaaa… Tidaaakkk~~”seru Injun dan Jay lalu melanjutkan pekerjaannya.

Hyunmin putus asa dan dia kembali ke tempat alat. Wajahnya suntuk sekali.
“Hyunmin, wae? Kenapa wajahmu seperti itu?”tegur MCnim, Song Saekyung.
“Mereka tidak mau menukar cangkulnya dengan cangkulku, Hyungnim. Aku sama sekali tidak nyaman menggunakan cangkul ini,”

“Siapa yang bertugas memasukkan benih cabai di tim kalian?”tanya MCnim yang dijawab gelengan oleh Hyunmin. “Kalau begitu, kau saja yang bertugas memasukkan benih cabai tersebut,”

“Hahhh.. benar sekali.. Kamsahamnida, Hyungnim,”seru Hyunmin ceria lalu segera bergabung dengan Doojon, Injun, dan Jay.
**

“Yaaakkk… waktunya sudah selesai.. Vanie tim dan Doojon tim dimohon kembali padaku…”seru Saekyung ssi menggunakan loudspeaker.

SREKK..SREKKK…

“Hahhh.. Panas sekaliii…”seru Hyunseung melepas topi bambunya, topi caping.
“Iiiyyaaa.. haahhh.. panas sekali,”seru Karam juga ikut-ikutan melepas topi caping bambunya.

“Araa..Araaa.. Hari ini sangat panas…”ujar Saekyung ssi sambil mengelap dahinya.
“Hee?? Yaa~~ Hyungnim.. kau kan hanya duduk di gazebo itu. Kenapa bisa kena panas?”celetuk Hyunseung.

“Hahahahaa… Karena panas menyambangiku. Bagaimana pengalaman kalian bercocok tanam?”
“Seru dan menyenangkan,”kataku lalu sumringah.

“Ternyata Vanie Noona takut dengan ulat bulu dan cacing, hhahaha,”seru Hyunseung senang yang memicu tawa semuanya. Aku hanya meringis mendengar penuturan Hyunseung.

“Kau takut sama ulat bulu dan cacing, Vanie?”tanya MCnim yang aku jawab anggukan. “Doojon, ada satu point lagi yang harus kau ketahui dari istrimu. Dia takut dengan ulat bulu dan cacing,”

“Nee~~ Hyungnim,”seru Doojon sambil melihat ke arahku lalu tersenyum. Aku membalas senyum itu.

“Tim yang dinilai sangat kompak dan bersemangat adalaaahhhh… Vanie tim.. Selamat buat Vanie tim,”
“Yaaayyyyy~~~ Kamsahamnidaaa…”seru kami berempat bareng.
**

Minhyuk POV…
Hari ini adalah jadwalku untuk menjaga perpustakaan. Aku sibuk menata buku-buku yang berserakan dan mengembalikan ke tempatnya. Cukup menguras tenaga namun aku mendapatkan kepuasaan setelah buku-buku tersebut rapi di tempatnya.

Akupun kembali ke meja depan setelah selesai merapikan buku-buku di rak 10, Music and Entertainment. Sesekali aku melihat jam yang terpasang di dinding, masih 15 menit lagi jam 10.30.

“Berarti aku masih ada waktu untuk berisitirahat. Aku sungguh penasaran siapa tamu yang dimaksud Yonghwa Hyung,”

.

.

.

.

20 menit kemudian…
Mataku menatap tak percaya sosok yang sedang berdiri di pintu masuk. Sosok itu masih ragu untuk masuk ke dalam. Aku menghampirinya setelah berhasil menenangkan jantungku yang tiba-tiba berdegup kencang.

“Selamat datang..”seruku lalu mengulurkan tangan.

“Kang Minhyuk?”tanyanya yang aku jawab dengan anggukan. “Namaku Vanie Lee,”

“Nee.. Vanie ssi, silakan masuk,”seruku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Vanie Lee, sosok yang berhasil membuatku jatuh hati kini berada di depanku, jarak kami hanya beberapa sentimeter saja. Aku terus mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena diberi kesempatan untuk bertemu dengan Vanie Lee.

“Kang Goon…sebelumnya saya meminta maaf karena terlambat datang ke minilib ini,”
“It’s okai, Vanie ssi..”
“Panggil saja Vanie Noona..”
“Dan kau cukup memanggilku dengan Minhyuk ssi, Noona,”
“Ne…”
End of Minhyuk POV…
**

Episode WGM kali ini adalah Minilib?? OMO~~. Pihak FNC Music sudah dihubungi oleh pihak MBC dan mereka menyetujuinya meskipun CN Blue kecuali Jung Yonghwa, belum mengetahui rencana shooting.

Tergambar kebingungan di wajah Minhyuk setelah mendengar penjelasan PDnim WGM. Dia menurut saja ketika wardrobe Eonnie dan make-up artist menggiringnya ke salah satu ruangan untuk berganti baju dan memberikan sedikit sentuhan pada wajah dan rambutnya. Sedangkan aku duduk di sebelah PDnim sambil memahami script yang dibuat oleh Park cakkanim.

“Yaa~~ Vanie.. Kenapa dirimu lebih suka memanggil pria yang usianya lebih tua darimu dengan Hyungnim? Wae?”

Aku tersenyum mendengar penuturan dari PDnim. “Hahaha.. PDnim, aku lebih nyaman dengan Hyungnim daripada Oppanim, selain itu, aku lebih banyak bergaul dengan Namja daripada Yeoja,”

“Apa yang kau rasakan ketika mulai memasuki dunia entertaint?”

Aku lagi-lagi tersenyum mendengar penuturan PDnim yang ditimpali oleh Cakkanim. “I can’t explain what i feel now, PDnim, Cakkanim. Yang pasti, aku lebih nyaman berada di dunia bisnis dibanding dunia hiburan,”

Hahahahaa…

“Hyungnim, i’m ready for this,”seru Minhyuk yang lebih tampan dibandingkan pertama kali bertemu lalu duduk dihadapanku.

“Van, apa yang kau rasakan ketika melihat Minhyuk seperti ini?”
Aku terkesiap mendapat pertanyaan seperti itu. “Tampan, dan mirip Onew,”

Lagi-lagi perkataanku memicu tawa mereka. Aku hanya bisa meringis malu. Minhyuk juga meringis malu akibat perkataanku.

“Onew? Hahahaa… Kau orang kesekian yang bilang begitu. Baiklah, kita akan mengambil scene Minilib dulu. Nah, Minhyuk, lebih baik kau memahami script-mu dulu, setelah itu kalian berdua latihan sebelum memasuki scene masing-masing,”intruksi PDnim.

“Ne, Hyungnim,”seru kami bareng.
“Hyungnim?”kaget Minhyuk yang aku jawab tersenyum.
**

Minhyuk POV…
Aku tidak bisa menyembunyikan rasa grogiku ketika bersebelahan dengan Noona. Aku dinobatkan sebagai King of NG gara-gara kesalahan yang aku buat. Aku benar-benar merasa bersalah pada Noona dan PDnim.

“CUT..”teriak PDnim. “Yaa~~ Minhyuk.. Kenapa kau selalu tersenyum ketika mulai berdekatan dengan Vanie?”

Aku lagi-lagi meringis. Ini pertanyaan yang kesekian kalinya ditujukan padaku.
“Apakah kau akan menjawab sama seperti jawabanmu tadi?”
“Hehehe…Iya, Hyungnim,”

Gara-gara jawabanku, ekspresi Noona berubah, seperti merasa bersalah. Aku jadi tidak enak karena perubahan muka Noona tersebut. Akupun mendekati Noona untuk menjelaskan semuanya.

“Minhyuk, jeongmal mianhae..”

“Noonaaa…”seruku dan tanpa pikir panjang aku mengenggam tangannya. “Jangan seperti ini. Akulah yang seharusnya meminta maaf. PDnim selalu teriak cut akibat kesalahan aku. Jeongmal mianhae Noona,”

Jantungku berdebar kencang gara-gara Noona memelukku. Aku harus menyembunyikan perasaan ini. Aku tidak tau apa yang akan dilakukan oleh FNC music, MBC serta SM Entertaintment ketika mereka semua mengetahui perasaanku sebenarnya.

“Apa yang kau rasakan, Minhyuk?”tanyanya lalu menatapku dalam-dalam.
“Noonaaa…Aku sudah lebih baik dibandingkan yang tadi,”jawabku malu-malu.
“Baguslah kalau begitu,”katanya diiringi senyum.

“Vaniee…”panggil PDnim. “Bisakah ke sini sebentar?”
“Ne~~”Noonapun berdiri dari kursi dan menghampiri PDnim.

“Noona, saranghaeyo,”lirihku.
End of Minhyuk POV…
**

Jam menunjukkan pukul 11 malam ketika pengambilan gambar di perpustakaan CN Blue selesai.
“Terima kasih atas kerjasama,”seru PDnim WGM.
“Ne, Hyungnim.. terima kasih atas kerjasamanya,”seru aku dan Minhyuk bareng.

Drrttt…Drrttt…

Aku melihat LCD ponselku menyala. -Doojon Fake Yobo- terpampang jelas di LCD.

“Aku ada telepon, sebentar ya,”pamitku lalu segera mengangkat telepon. “Hallo…Nee.. baru saja selesai.. Hahh?? Kau ada di depan perpustakaan?? Masuk saja, masih ada briefing dengan PDnim buat shooting untuk besok.. Tidak apa-apa daripada kau menunggu di mobil.. Nee…”

Aku kembali ke tempatku semula setelah menyudahi telepon.

“Baiklaahhh.. Vanie, Minhyuk, ini script untuk besok…”
“Hyungnim, hanya ini?”tanyaku memastikan.
“Nee.. Kami menginginkan kalian mengembangkan script itu…”

“Selamat malam…”

Kami semua melihat ke pintu depan. Sosok Doojon muncul di depan kami semua.

“Hahhh.. Selamat malam, Doojon ssi.. Apakah kau ke sini mau menjemput istrimu? Romantis sekali,”ujar PDnim lalu melihat ke arahku dan Doojon bergantian.

“Hahaha.. sudah menjadi tanggung jawab suami untuk menjemput istrinya,”seru Doojon tanpa pikir panjang.

Hahahahaha…

“Vanie, kau beruntung sekali memiliki suami seperti Doojon. I hope both of u dating for real,”

“Hee?? I hope too,”ujar Doojon yang tentu saja memicu memerahnya wajahku.

“Baiklah, Doojon ssi, silakan duduk. Kami percaya pada kalian berdua Vanie dan Minhyuk,”

“Kami mengerti Hyungnim,”

“Noona..”seru Minhyuk.
“Ne..”
“Besok pengambilan gambarnya kan jam 2 siang, apakah kita perlu latihan dulu?”tanya Minhyuk.
“Tentu saja, aku akan ke sini sekitar jam 9 pagi…”
“Aku saja yang menjemput Noona…”
“Itu akan merepotkan Minhyuk. Aku yang akan mengantarkan Vanie ke sini,”
“Hah.. Baiklah Hyung,”

“Kalau begitu, kita berdua pamit duluan, Minhyuk. Selamat malam,”seru Doojon.
“Ne, Hyung, Noona. Aku sangat-sangat berterimakasih atas kerja samanya hari ini,”
“Aku juga.. terima kasih, Minhyuk,”kataku lalu kembali memeluk Minhyuk.

“Kamsahamnida. Selamat malam,”
**

“Aku rasa dia menyukaimu,”kata Doojon sembari memasukkan beef burger ke dalam mulutnya.
“Hee?? Nugu? Kau jangan bikin gosip. Aku sudah capek berurusan dengan paparazzi, mamarazzi dan dedengkot-dedengkotnya,”

“Hahaha… Sebentar lagi kita bakal diliput ama media karena tertangkap sedang makan bareng pada tengah malam begini,”
“Dan ini kan yang kau inginkan? Dasar.. Siapa yang kau maksud? Nickhun?”

“Bukan cowok Thailand itu. Kalau dia sudah bukan rahasia lagi. Minhyuk…Kang Minhyuk,”

Aku menatap Doojon lurus-lurus. “MWO?? Minhyuk? Kau tau darimana?”
“Vanie..kau ini.. Apakah kau tidak bisa membaca mimik wajahnya? Selama kalian briefing tadi, aku beberapa kali menangkap mata Minhyuk melihat ke arah kau..dan..aku takut..”

“Takut?”

Doojon mengangguk. “Takut kau juga akan menyukainya,”

Aku menunggu reaksi selanjutnya yaitu tertawa ngakak setelah dia mengatakan hal itu. Namun, yang aku dapat hanyalah senyum dan tatap mata yang tidak bisa aku jelaskan.

“Aku serius, Vanie. Aku takut kalau kau juga akan menyukainya, karena itu akan melukaiku,”

“Hahahaha.. Kau jangan berbicara sepuitis itu.. Aku jadi takut,”

“Terserah.. Yang pasti, aku akan terluka kalau kau menyukai cowok lain, Vanie,”
**

Minhyuk POV…
Aku tidak dapat mengatur nafasku yang memburu ketika kembali mendapat pelukan Noona.

“Haahhhh… Ini tidak boleh terjadi.. tidak bolehhh… Andwae..andwae…”seruku lalu menggeleng-gelengkan kepala.
“Yaa.. Minhyuk, kenapa kau?”seru Yonghwa Hyung menatapku penuh tanda tanya.

“Hyuuuunggg~~ ottokhae…ottokhae…”
“Wae?”
“Aku…aku…tidak bisa menenangkan jantungku, Hyung… Tidak bisaaaaa~~”kataku sambil meremas-remas rambut.

Are you crazy tonight?”tanya Yonghwa Hyung yang aku jawab anggukan. “Wae? You’re crazy because Vanie Lee?”

“Ne, Hyung.. Ottokaji??

“Ceritakan apa yang terjadi selama kau menjadi bintang tamu di WGM hari ini, Minhyuk?”
Aku pun menceritakan sedetail-detailnya kepada Hyung mulai dari awal sampai selesai briefing.

“Dan Doojon mengetahui perasaanmu?”

Aku menggeleng. “Aku tidak tau, tapi beberapa kali aku menangkap mata Doojon Hyung melihat ke arah aku,”

“Baboya..Itu artinya dia mengetahui perasaanmu ke Vanie…”
“Ottokae, Hyung?”

“Apanya yang bagaimana? Cara menyampaikan perasaanmu ke Vanie atau menjelaskan ke Doojon yang sebenarnya?”

“2-2nya Hyung,”
“…”
Aku hanya menatap penuh harap ke Yonghwa Hyung namun sepertinya dia belum bisa memberikan cara untuk mengatasi gundah yang aku hadapi. OTTOKAJI?
End of Minhyuk POV…
**

Channel TVku menayangkan acara Flower Boy Generation dimana SHINee yang menjadi Host dan CN Blue yang menjadi bintang tamunya. Aku terus menonton acara ini karena ini salah satu cara untuk memahami pribadi CN Blue. Aku ikutan tertawa ketika Onew melakukan gerakan-gerakan yang disebut Onew Condition. Lagi-lagi aku terbahak ketika melihat Key hampir terjatuh dari kursi gara-gara disenggol Jonghyun.

“SHINee benar-benar idol,”gumamku sambil senyum.

“Sekarang giliranku untuk melontarkan pertanyaan yang cukup panas. This is hot question from Onew..attack…”kata Onew yang segera disertai bunyi orang terjatuh.

“Hahahahaa.. Onew..kenapa kau lucu sekali,”kataku melihat Onew terjatuh dari sepeda.

”Baiklah.. tadi itu hanya intermezzo. Saya lanjutkan pertanyaan panas pada CN Blue… Siapa perempuan yang sangat kalian idolakan selain ibu dan kakak perempuan? Attack…Yonghwa.. siapa yang menjadi idolamu?”

Secara giliran, mereka menjawab pertanyaan panas dari Onew. Tanpa malu-malu Yonghwa, Jonghyun, dan Jungshin mengungkapkan siapa yang menjadi idola mereka.

“Yaa~~ Minhyuk.. Kenapa kau diam saja? Ayo.. sekarang giliranmu…”

Tiba-tiba jantungku ikut berdebar kencang dan nafasku seakan tertahan menunggu jawaban dari Minhyuk.

“Hyung, apakah lucu jika aku tidak menjawab pertanyaan darimu?”

“Kalau kau tidak menjawabnya, berarti SHINee menang…”

“Baiklah.. Saat ini aku memang sedang mengidolakan seseorang…Aku..Ahh.. Sosok itu sangat mempesona bagiku…”

“Para boice.. apakah kalian siap mendengarkan curhatan Minhyuk? Kau harus siap reaksi boice, Minhyuk..”
“Aku percaya dengan Boice kok, hhhee… Aku mengidolakan.. Vanie Lee..”
“MWO?? Kau mengidolakan Vanie Lee?? Yaa~~ Vanie.. apakah kau menonton acara ini? Minhyuk mengidolakanmu…”
“Baiklah..baiklah..sekarang aku minta kau meninggalkan pesan untuk Vanie,”
“Yaa~~ Jonghyun Hyung…”
“Startt..”

“Noona..Neol saranghae,”seru Minhyuk sambil membentuk LOVE dengan jari-jari tangannya.

Kepalaku pusing mendadak mendengar penuturan Minhyuk. Aku segera melihat di tivi tidak ada tulisan Live, apakah ini script? Apakah FNC Music sudah mengetahui perasaan Minhyuk?

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?”
**

Apartment B2ST
Doojon hanya menatap nanar TV yang berada di depannya. Jantungnya berdetak kencang ketika mendengar penuturan dari Minhyuk.

“Minhyuk, apakah kau sudah gila?”lirih Doojon pelan.

Kikwang, Dongwoon dan Hyunseung hanya melongo ketika mereka mendengar penuturan Minhyuk di acara Flower Boy Generation.

“Noona, neol saranghae,”kata Hyunseung menjiplak perkataan Minhyuk. “Aissshhh,, jeongmal.. Dia mencuri perkataanku.. Aiguuu…”
“MWO? Mencuri perkataanmu? Mana mungkin,”kata Kikwang.
“Nee.. Harusnya aku yang mengatakan hal itu pada Vanie Noona..”
“Dan kau kalah start, Hyunseung Hyung. Minhyuk yang duluan mengatakannya, di TV pula,”seru Dongwoon lalu tersenyum.

“Hyung, Doojon Hyung…”panggil Kikwang.
“Ne?”
“Apa yang kau rasakan ketika mendengar penuturan Minhyuk?”
“Aku khawatir…”
“Khawatir?”tanya Kikwang yang dijawab anggukan oleh Doojon. “Wae?”
“Hahh.. Aku harus keluar sekarang,”

“Ya~~ Doojon Hyung.. Doojon Hyung..Aisshhh,, jjinjja..”sewot Kikwang.
“Apakah Doojon Hyung mulai menyukan Vanie Noona?”tanya Dongwoon.
“MWO???”kaget Hyunseung dengan mata melotot.
“Aku rasa juga begitu, Dongwoon, sepertinya Hyung mulai menyukai Noona,”
**

Jam 9 kurang 10 menit aku sudah berada di perpustakan CN Blue namun belum kelihatan tanda-tanda kehadiran Minhyuk di dalam ruangan. Aku memilih duduk di depan sambil menikmati pemandangan orang berlalu lalang.

“Vanie ssi, apakah kau mau memesan sesuatu?”tawar salah satu pekerja di perpustakaan.
“Memesan?”
“Ne, apakah Minhyuk ssi tidak menceritakan bahwa perpustakaan ini juga dilengkapi dengan cafe?”tanyanya yang aku jawab dengan gelengan. “Minhyuk ssi mungkin lupa. Bagaimana? Apakah kau mau memesan sesuatu?”

“Baiklah, aku mau frappucino cookies saja,”
“Ne, ditunggu pesanannya Vanie ssi,”
“Ne, gomawo,”

Beberapa saat kemudian, sosok Nickhun muncul di hadapanku. Aku hanya diam tanpa peduli kehadirannya.
“Sepertinya kau akan syuting disini, Vanie,”serunya tanpa basa-basi duduk di depanku.
“Kenapa kau ke sini?”tanyaku dingin.
“Memangnya tidak boleh? Ouw ya, buat apa Mikka ke Prancis?”

“Nickhun, kenapa kau bertingkah seperti ini? Bukankah kau sendiri yang bilang semiga aku bertemu dengan cowok Korea? Aku tidak ingin kau melibatkan Mikka ke dalam keegoisanmu,”
“Memang aku pernah bilang seperti itu sebelum aku melihat acara itu…”
“Nickhun, aku mohon dengan sangat, jangan ganggu kehidupanku lagi. Jangan menyakitiku lagi, aku cukup tersakiti ketika mengetahui perselingkuhanmu dulu…”

“Van..”
“Nickhun, aku akan kembali tersakiti bila kau menganggu Doojon..”
“Kenapa?”
“Karena aku mencintai dia. Arasso??”
**

Minhyuk POV…
Keadaanku sangat kacau setelah acara Flower Boy Generation disiarkan di TV. Para boice mengejarku dengan pertanyaan-pertanyaan seputar yang aku utarakan di acara tersebut. Meskipun setengah bebanku terangkat. Penuturanku disana merupakan pernyataan yang tulus dari hatiku meskipun sudah pasti Noona tidak akan menjawab Ne, i wanna be yours.

Jam di pergelangan tanganku menunjukkan pukul 9 kurang 5. Aku segera mempercepat langkahku menuju perpustakaan. Namun, dari jauh aku melihat Noona bertengkar dengan seorang cowok yang sangat tampan. Aku memperlambat langkahku untuk mendengar apa saja yang mereka perdebatkan.

Hatiku kembali remuk redam mendengar perkataan Noona.

“Nickhun, aku akan kembali tersakiti bila kau menganggu Doojon…”
“Kenapa?”
“Karena aku mencintai dia. Arasso??

JDAAARRRR…

Aku sudah tidak ada harapan lagi untuk mendapatkan Noona. Aku menguatkan hati dan menampilkan senyum termanisku ketika Noona melihatku.

“Minhyuk~ahh.. lama sekali dirimu,”
“Noona, mianhae…”
“Siapa dia?”
“Hmm.. Maaf, Hyung, namaku Kang Minhyuk, aku menjadi bintang tamu di acara WGM…”
“Nickhun, aku terpaksa meninggalkanmu sekarang, kami akan berlatih untuk syuting siang nanti. Maafkan aku,”

“Baiklah, silakan,”
“Hyung, permisi,”
Aku segera ditarik oleh Noona untuk segera masuk ke dalam perpustakaan. Aku tersenyum meskipun hati ini menangis.
End of Minhyuk POV…
**

Doojon sedang membersihkan meja-meja yang kotor ketika Nickhun datang ke Popsicle Cafe.
“Selamat datang,”seru Karam dan Injun bareng.
“Aku mau bertemu dengan Doojon,”kata Nickhun lalu duduk.

Doojon segera menghentikan pekerjaannya dan memandang ke arah Nickhun.
“Aku perlu bicara sama kamu, Doojon,”
“Baiklah,”kata Doojon lalu menghampiri meja Nickhun dan duduk dihadapannya.

I’ve gave up…

Nickhun dan Doojon terlibat pembicaraan yang cukup serius. Karam dan Injun berkali-kali saling pandang dan melihat ke arah jam dinding.

“45 menit sudah berlalu,”bisik Karam ke Injun.
“Iyaaa, Hyung.. Sekilas aku mendengar nama Noona disebut-sebut…”bisik Injun.
“Sudahlah, kita memeriksa bahan baku saja. Kau memeriksa persediaan untuk membuat pancake ya,”
“Ne,”

“Tolong jaga Vanie…”
“Nickhun ssi…”
“Dia akan tersakiti bila aku menganggumu dan itu yang tidak ingin aku rasakan. Vanie tersakiti, aku juga akan tersakiti, Doojon ssi,”
“Kamsahamnida..”

I hope both of u real for dating,”
“…”Doojon hanya tersenyum misterius.
**

“MIKKAAAAA~~~ YOUR HAIRRR~~ TIDAAAAAKKKK~~~”histerisku ketika melihat rambut Mikka yang dipanjangin.
“Apa-apaan sich kau, Noona…”kata Mikka lalu meletakkan koper dan duduk di sofa. “Kok sepi? Yang lain pada kemana?”

“Mereka ke Open World Entertinment,”kataku lalu memberikan minuman dan makanan padanya.
“Gomawo, Noona. Ouw ya, ada titipan dari Appa,”seru Mikka lalu mengeluarkan kotak kecil berwarna biru dan menyerahkannya padaku. “Bukalah..”

Aku menerima kotak itu dan membukanya. 2 liontin berbentuk Saturnus. Aku berdecak kagum melihat liontin tersebut. Aku mengambil 1 buah lalu memberikannya pada Mikka.

“Noona, liontin ini semuanya buat kau. Appa berpesan agar diberikan pada orang yang benar-benar kau cintai, yang pasti bukan Nckhun Hyung,”

“Arasso..”kataku lalu menutup kembali kotak itu dan menaruhnya di meja. “Yaa~~ rambutmu kenapa seperti ini. Kau seperti Jang Geun Seuk di Minami Ssineyeo, kau seperti vampire, dengan rambutmu seperti ini, kulitmu semakin pucat,”

“Tapi tetap tampan kan?”
“Tampan sich tampan, tapi.. Sudahlah, aku akan berusaha untuk menyukainya,”
“Aku tergabung dalam project baru di agensi. Aku bersama Karam dan Jay membentuk sub grup baru bernama Popsicle,”

“Jadi ini rambut untuk debut tersebut?”pertanyaanku dijawab anggukan oleh Mikka. “Baiklah,”
“Noona, aku benar-benar berharap kalian berdua real for dating,”

“Kalian berdua? Nugu?”
“Tentu saja kau dan Doojon Hyung. Kau mulai menyukainya kan? Ungkapkan saja, Noona..”
“Bagaimana dengan Beauty?”
“Mereka pasti mengerti, Noona..”
“Doojon Hyung…mencintaimu, Noona,”
**

at MBC…
Pihak MBC menyelenggarakan konferensi pers untuk mengumumkan bahwa WGM DJ Vanie akan berakhir. Oleh karena itu, aku dan Doojon serta perwakilan dari Cube dan SM Entertainment diundang untuk menghadiri acara ini. Beberapa fans terpilih termasuk presiden dari Beauty juga dipersilakan masuk untuk menyaksikan konferensi pers ini. Acara ini berjalan dengan lancar dan dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan. Salah satu fans mengangkat tangan.

“Saya akan bertanya pada Doojon ssi,”
“Ne..”
“Ketika kami, sebagai fansmu, menginginkan kalian berdua benar-benar dating, apakah yang akan kamu lakukan? Beauty di seluruh dunia terutama di Korea sangat menginginkan itu,”

Aku sangat tidak percaya mendengar pertanyaan dari presiden Beauty tersebut. Tidak hanya aku, perwakilan dari Cube dan SM juga tidak percaya.

“Hmm.. Aku tetap akan melakukannya meskipun ini bukan keinginan Beauty,”
“Maksudnya?”
“Aku sudah yakin dan mempersiapkan mental selama mungkin untuk mengatakan ini. Aku..menginginkan Vanie bukan hanya di WGM tapi juga di dunia nyata…”

Seluruh wartawan yang diundang segera menyiagakan recorder dan kamera mereka untuk mengabadikan moment ini, seakan-akan mereka tidak ingin melewatkan satu detikpun peristiwa yang penting ini.

“Aku mohon maaf sebesar-besarnya buat SM Entertainment dan company saya, Cube. Aku..mencintai Vanie..”
**

Seminggu kemudian…
Mention di twitterku, @Vanillyeppeo, penuh dengan harapan agar aku dan Doojon berbahagia. Tidak hanya dari fans, namun dari beberapa sahabatku serta teman-teman artis juga mengucapkan selamat setelah berita itu terungkap. Aku hanya tertarik satu mention dari seluruh mention yang ada, dari Doojon.

“Neol saranghae, kkkk”

Aku tersenyum melihat tulisan itu. Aku tidak perlu ragu lagi untuk menjadikan Doojon sebagai pacarku. Seluruh Beauty dan Vanilla Love mendukung kami berdua. Akupun membalas mention dari Doojon tersebut.

“G.O.O.D Love :P”

Drrtt…Drrrttt…
Manager Hyung terpampang di LCD ponselku. Aku segera menghentikan keasikanku berpetualang di twitter dan mengangkat telepon tersebut. “Ne~ Hyung.. Mwo? Hari ini aku harus jadi bintang tamu di Youngstreet?.. Heechul Hyung yang meminta? Baiklah.. Hahh?? Doojon juga??.. Pihak Doojon udah setuju? Iyaaa.. aku setuju.. jam berapa? Ne~~”

.

.

.

.

Youngstreet…
Aku dan Doojon jadi bulan-bulanan Heechul Hyung. Dia sangat senang melihat mukaku dan Doojon memerah.

“Pengantin baru kita ini sangat malu-malu sekali. Yaa~~ ucapkan sesuatu,”
“Hahh?? Hyung.. Kami harus berbicara apa?”tanyaku polos.
“Vaniee.. Neol..Jjinjjaaa..”
“Aku tau..”seruku semangat lalu merebut mic dari Heechul Hyung. “Annyeonghaseyo.. i’m cheonsa..”

PLETAAKKK!! Kepalaku dipukul oleh Heechul.
“Hyung, sakit..”
“Kau sangat narsis, Vanie. Aku mau kalian menggunakan judul lagu Super Junior untuk mengungkapkan isi hati. Start…”

“Vanie.. I believe you’re a miracle for me. You’re my endless love. i hope we can live Happy together,”kata Doojon mengundang Heechul untuk menggoda kami kembali.

“Waa.. ini kalimat yang paling romantis yang pernah aku dengar,”
“Kamsahamnida, Hyung..”

“Ne, sekarang giliran Vanie. Kau menggunakan judul lagu Beast untuk mengungkapkan isi hatimu. Start…”

“Hyung, katanya menggunakan judul lagu dari Super Junior, kenapa aku harus menggunakan judul lagu Beast,”
“Jjinjja.. Kau sungguh keras kepala, Vanie.. I’ve changed the rules.. Start now..”

A Mystery have opened..
“Yaa~~ kok kau malah diam?”
“Camkanman, Hyung…A mystery have opened. A mystery is you, my special guy, i like you the most. You’re so special and i really so beautiful. Chan ruk kun, Doojon ssi.. Of course, Special Guy for Beautiful Girl,”kataku narsis.

“Hah.. Chan ruk kun.. Kau menggunakan bahasa Thailand, Vanie?”
“Ne..”kataku lalu menyerahkan satu liontin pada Doojon.
“Apa itu?”tanya Heechul Hyung.
“Liontin, Hyung, Appa memintaku agar memberikan liontin ini pada orang yang benar-benar aku sayang..”

“Dan, akulah orang yang paling kau sayang?”tanya Doojon yang aku jawab anggukan. “Oh my beautiful girl, i like you the most,”
“Me too..”

“Aku mengucapkan selamat kepada Doojon dan Vanie, semoga mereka berbahagia selamanya,”
“Kamsahamnida, saranghaneun Hyung..jjinjja.. 너무좋아해,”

:::::::::::::::FIN:::::::::::::::

Advertisements

4 thoughts on “[Fanfic] Special Guy for B2utiful Girl (part 2)

  1. aku ngakak2 baca ffmu dumzzz
    sukaaa
    ngilangin stress 😀
    kukira crtnya bakal panjang ternyata cuman 2 part keke
    berharap bakal diramein sama anak2 suju hehe
    udh baca dr part 1 tp komennya skalian d sini aja ya
    gpp kan? XD

    ga nyangka Doojon bakalan saling jatuh cinta beneran ama Vanie apalg inget2 pertemuan mrk yg pertama
    dan plg pngn ngakak pas bgn mrk d pertemukan sblm WGM mulai

    “YAA~~ SIAPA YANG MAU BALAS DENDAM.. AKU KESINI MAU BERTEMU DENGAN LEADERNYA BEAST, BABOCHOROM,”

    wkwkwkw kebayang mukanya Doojon

    tp kasian dink ama Minhyuk, keliatan cinta banget soalnya
    sini Minhyuk ada bat noona *ditendang massa*
    dan finally Nickhun ikhlas jg ngelepas Vanie
    happy ending beneran hihi

    btw dumz
    buat tokoh2 yg berakhir jomblo d bikinin one shot aja biar rame gyahahaha

    PS: spotted stubborn guy Seunghyun wkwkwkw dan komen soal rambut Mikka yg rada2 nyeremin buat comeback Popsicle lol

    • @batgirl

      PS: spotted stubborn guy Seunghyun wkwkwkw dan komen soal rambut Mikka yg rada2 nyeremin buat comeback Popsicle lol

      ^^ hahahaa.. itu isi hatiku yg sebenarnya, bat.. andai aq bisa mng-inggriskan FF ini, mw aq kirim ke d-na dan beast, wakakakakak..

      btw dumz
      buat tokoh2 yg berakhir jomblo d bikinin one shot aja biar rame gyahahaha

      waaahhhh..ide bagus, bat
      tpi ntar2 dulu, msi nunggu ide keluar, wakakakaka..

      waahhh..
      terima kasih sekali udh baca dan komen, bat

      hheee..
      -cloudy-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s