Sunshine After The Rain (I’m Yours) (part. 1)

Annyeong haseyo..
cloudy here..
i’ve made this FF just for fun
you can enjoy my FF without permission
but, if you will take out this FF, you MUST don’t claim them as yours…
of course, you must write credit belong to cloudyeppeo Entertainment in cloudyeppeo.wordpress.com, because i REALLY HATE a thief and plagiator
::::::::::
This FF i dedicated for my “besties”..
::bat in http://www.twitter.com/@wookietis as Park Eun Min::
::snower in http://www.twitter.com/@wida_wk as Jung Nun Mi::
::sweet dongsaeng in http://www.twitter/@mikku_fank as Hwang Min Rin::
::::::::::
Tittle: Sunshine After The Rain (I’m Yours)
Cast: Yong Junhyung, Son Dongwoon, Kim Kibum, Choi Minho, Jung Tae Ran (Jung Tara), Jung Nun Mi, Park Eun Min, Hwang Min Rin
Other Cast: rest of Beast and Super Junior
Disclaimer: of course, i don’t have guys cast because Super Junior and Choi Minho belong to SM Ent.; Beast belong to Cube Ent.; girls cast belong to cloudyeppeo Ent.
::::::::::

Aku memasuki kamarku dengan lesu dan membiarkan kamarku dalam keadaan gelap namun lampu jalan memberikan sedikit cahayanya untuk menerangi kamarku. Aku segera merebahkan tubuhku ke kasur. Stiker bintang glow in the dark yang menghiasi langit-langit kamarku memberikan sedikit kenyamanan hati. Hembusan angin dari air-conditioner memberikan sedikit kesejukan pada tubuhku. Yah..sedikit… Aku mencoba memejamkan mata untuk menghilangkan lelah…lelah batin dan pikiran yang menjadi temanku hari ini.

Perlahan aku bangkit dari kasur dan beranjak menuju meja kerjaku. Desk lamp pemberian sepupuku, Lee Donghae, yang bertemakan laut menambah penerangan di kamarku yang gelap. Aku mengeluarkan beberapa buku kerja dan meletakkannya di atas meja dan mulai membacanya.

CKLEKK..

“Yaa.. Jung Tara..sudah aku bilang, kalau membaca itu jangan dalam keadaan gelap,”suara Eonnieku, Jung Nun Mi, memecah keheningan di kamarku lalu menekan saklar lampu kamarku.
“Eonnie, kau mengangguku,”seruku lalu menatapnya. “Aaaaaa~~~”
“Yaa~~”katanya lalu menowel kepalaku keras. “Kenapa kau berteriak?”
“Mukamu,”kataku lalu refleks menunjuk mukanya.
“Ooo.. ini masker.. Aku akan menggunakannya setiap malam agar kulit wajahku kencang dan kau seharusnya juga melakukan hal yang sama…”katanya lalu duduk di kasurku.
“Aku mana sempat melakukan hal seperti itu,”kataku menutup buku lalu duduk menghadapnya. “Kenapa kau ke kamarku?”

Dia hanya tersenyum lalu mengambil boneka beruangku dan merapikan pitanya.
“Yaa~~ Kau kesini hanya mau merapikan pitanya BriKa?”tanyaku dan menunjuk boneka beruangku.

Dia tertawa lalu kembali meletakkan BriKa ke tempatnya dan menatapku dengan penuh selidik.
“Yaa~~ kenapa kau menatapku seperti ini? Don’t waste my time, Eonnie,”kataku lalu membelakanginya untuk melanjutkan membaca buku kerjaku.

“Tara, apakah kau tidak capek dengan semua ini?”tanyanya yang sungguh dan sangat menohokku.
Aku mengerti maksud dari pertanyaannya. Pertanyaan yang berhasil membuatku terdiam di tempat dan menghentikan kegiatanku.
“Jadilah dirimu sendiri, Tara,”katanya lagi lalu segera keluar dari kamarku.

Aku diam memandangi punggungnya yang semakin menjauh dari kamarku. Aku tau apa yang dimaksudnya.
“Jadilah diriku sendiri?”kataku sambil memandangi foto seorang cowok yang telah menyebabkan aku tidak jadi diriku sendiri, Son Dongwoon.

Aku berubah demi dia. Aku berbohongpun juga demi dia. Aku sangat suka bernyanyi, namun, aku rela meninggalkan hobiku itupun demi dia. Apakah aku bahagia dengan semua ini? Apakah aku mendapat kepuasaan setelah melihat kebahagiaan dari Dongwoon?

Aku menyandarkan punggungku ke sandaran kursi. Perlahan mataku basah oleh air mata. Aku..sudah menjadi Jung Tae Ran yang berbeda demi Son Dongwoon, tapi apakah Son Dongwoon berubah demi aku?

CKLEK..

Lagi-lagi wajah Eonniku muncul. Dia tersenyum memandangku.
“Tidurlah, besok kau harus bangun pagi. Good night.. Sweet dream..”katanya lalu menekan saklar lampu kamarku.
**

Nun Mi POV…
Jam di dinding menunjukkan pukul 11 malam. Dorama yang aku tonton sudah habis. Aku segera membereskan laptop yang sedari tadi aku gunakan untuk membalas chat dari fans-ku dan segera menuju kamarku. Namun, aku menyempatkan diri mampir ke kamar dongsaeng tercintaku. Aku melihat sisa air mata di pipinya. Aku tersenyum memandangnya.

“Tidurlah, besok kau harus bangun pagi. Good night.. Sweet dream..”kataku lalu menekan saklar lampu kamarnya.

Aku menghela nafas setelah menutup pintu kamarnya dan bersandar.
“Apakah kau mencintai Son Dongwoon, Tara?”tanyaku lalu menatap pintu kamarnya.
“Pasti..pasti kau sangat mencintainya karena kau rela berubah demi dia.. Tapi.. ah sudahlah..”kataku lalu segera masuk ke kamarku.

Aku merebahkan tubuhku setelah meletakkan laptop ke atas meja. Mataku tidak bisa terpejam gara-gara Tara. Gadis itu kini sudah dewasa namun kedewasaannya tidak mampu membuatnya berpikir jernih untuk masalah percintaannya.

Drrtt..Drrtt..
Ponselku bergetar. 1 pesan masuk. Tara dongsaeng. Mataku terbelalak membaca isi pesannya yang hanya 1 kata.

“Tired,”

Air mataku tanpa kompromi jatuh perlahan membaca isi pesannya.
“Sudah tau kau capek, kenapa kau teruskan, Tara?”
End of Nun Mi POV…
**

Bbibbbip..Bbibbbip…
Aku menggapai-gapai untuk mencari sumber suara yang menganggu tidur nyenyakku. Mataku terbelalak melihat jam weker kesayanganku.
“Gosh.. aku telat,”kataku lalu langsung turun dari kasur dan segera menyambar handuk lalu masuk ke kamar mandi dan 15 menit kemudian aku sudah keluar dari kamar mandi.

Aku membuka lemari bajuku dengan kasar dan menarik begitu saja baju yang ada.
BRUKKHH..BRUKKKHH..

“Hahh.. Nanti saja aku bereskan,”seruku lalu membubuhkan bedak di pipiku tanpa memperdulikan baju yang jatuh dan segera memoleskan lipstik ke bibirku. “Yosh,”

Aku keluar dari kamar setelah menyambar kacamata yang tergeletak angkuh di samping desk lamp dan dengan tergesa-gesa menuju dapur. Sebuah kertas tertempel di pintu kulkas. Aku membaca kertas itu sambil minum susu.

“Tara, jam 8 malam ada acara di agensiku. Aku harap kau bisa hadir untuk meramaikan acaranya. Hugs and Kisses.” -Nun Mi-

“Oukeh, Eonnie,”seruku lalu keluar flat dengan tergesa.




Pukul 10 lewat 15 menit aku sampai di ruanganku. Mata Son Dongwoon segera menatap tajam ke arahku. Aku hanya mengangguk lalu tanpa basa-basi aku menuju meja kerjaku.
You are a liar,”katanya tiba-tiba yang memaksaku memandangnya. “Kenapa kau bohong padaku, Tae Ran?”
Aku terbelalak melihat foto yang dipegangnya. Fotoku sedang bernyanyi.
“Darimana kau dapatkan foto itu?”

“Kau berbohong padaku kan? Wae? Wae?”teriaknya lalu melempar foto itu dan menatapku tajam.
“Aku tidak berbohong padamu…”jawabku pelan tanpa memandangnya.
“Tae Ran… Aku benci padamu…”
“Geurae.. AKU BERBOHONG PADAMU.. AKU MELAKUKAN INI SEMUA HANYA DEMI KAU.. APAKAH KAU TAU BAGAIMANA PERASAANKU AGAR BISA MENJADI KEKASIHMU YANG BAIK? AKU BERUBAH DEMI KAU, DONGWOON.. TAPI KAU? CIIHHH.. KAU MEMBENCIKU?? OKAYYY.. IT’S OKAY..”teriakku kencang lalu keluar ruangan dan membanting pintunya dengan kasar.
**

Kibum POV…
Aku hanya memandang gadis itu dengan tatapan sedih. Jung Nun Mi, 8 bulan ini resmi menjadi kekasihku, menangis gara-gara perkataanku. Aku meminta dia untuk melupakanku. Aku tidak bisa menjadi kekasih yang baik untuknya. Aku..Kim Kibum sama sekali tidak bisa membahagiakannya. Aku…Kim Kibum sama sekali tidak pernah menemaninya untuk berbelanja. Aku…Kim Kibum yang menyebabkan Jung Nun Mi mendapat predikat pembohong gara-gara tidak bisa menunjukkan siapa yang menjadi kekasihnya. Aku…Kim Kibum yang menduakan dia dengan penelitian dan bahan-bahan kimia. Ya, aku..Kim Kibum yang sekarang menjadi penyebabnya menangis.

Aku ingin sekali merengkuhnya, namun..aku tidak bisa melakukannya. Aku hanya memperhatikan gerak-geriknya. Aku mendengar dia menghela nafas dan menatapku.
“Baiklah, Kibum, aku menerimanya meskipun aku menjadi membencimu,”katanya lalu membelakangiku. “Harusnya kau tertawa karena sukses membuatku hancur,”

“Nun Mi..mian..”
“Mian? Cihhhh…Hanya mian?”
“Nun Mi~ah.. Aku…”
“Kibum.. aku harap kau tidak menyakiti hati yang akan menjadi penggantiku.. Kau percaya karma kan?”katanya lalu menatapku dengan sedih. “Thanks for everything,”
End of Kibum POV…
**

Min Rin POV…
“Minho~ah.. Aku mendapat beasiswa ke Korea…”
Aku hanya menatap wajahnya dengan sedih. Aku, Hwang Min Rin, seseorang yang tidak bisa dan tidak percaya akan pacaran jarak jauh. Oleh karena itu, aku akan menghentikan hubungan kami, meskipun aku dan dia akan merasakan sakit.

“Omedetto,”serunya lalu menatapku dingin. “Aku bangga padamu, dear,”
“Tapi.. aku mau kita menyudahi hubungan ini..”seruku pelan lalu mengenggam tangannya.

Minho menepis tanganku dan menatapku tajam. “Putus?”
Aku mengangguk pelan dan berusaha menatapnya. Hatiku sedih sekali melihat matanya seperti ini.
“Minho~ah…”
“Baiklah..aku akan mengabulkan permintaanmu..namun, setelah ini kau jangan menunjukkan wajahmu di hadapanku karena..karena.. aku saat ini membencimu, Min Rin,”

Aku terhenyak mendengar kata-katanya. Aku berusahan menampilkan senyum meskipun hatiku menangis. “Baiklah, aku tidak akan menunjukkan wajahku padamu setelah ini,”
“Aku akan pegang janjimu,”katanya lalu meninggalkanku.

Air mataku menjadi saksi bahwa perpisahan ini sangat menyakitkan. “Hwang Min Rin, kau pasti bisa melewati hari-harimu tanpa dirinya,”
End of Min Rin POV…
**

Junhyung POV…
Aku seakan tidak percaya perkataan kekasihku. Hari ini, harusnya kami merayakan hari jadi kami yang pertama, tapi, dia malah memintaku agar meninggalkannya. Aku mencari kejujuran dari matanya yang sedang menahan tangis.
“Kau tau kan, aku sangat mencintaimu?”tanyanya yang aku jawab anggukan.
“Kau tau kan, aku selalu mengingkanmu tetap berada di sisiku?”lagi-lagi aku mengangguk.
“Kau tau kan, aku sungguh menyayangi kedua orang tuaku?”aku mengangguk.
“Aku..hmm..orang tuaku meminta bahkan memohon agar aku tidak lagi berhubungan denganmu..”

Aku ternganga mendengar penuturan Eun Min. Aku mengerti, orang tua Eun Min adalah ahli politik yang sangat terkenal di Korea, pasti menginginkan kehidupan yang pasti untuk anaknya. Kehidupan yang pasti seperti apa? Aku merupakan artis terkenal di Korea, penghasilanku sudah termasuk berlebihan, apalagi yang kurang dariku.

“Junhyung~ah.. Orang tuaku tidak menilaimu dari materi namun..”
“Dari background pekerjaan?”tanyaku pelan. Dia mengangguk. “Jahh.. Kalau soal itu, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi,”
“Jeongmal mianhae,”
“Gwenchana..”kataku menenangkannya.
“Jjinjja??”

Aku mengangguk lalu tersenyum. “Gwenchana,”
“Kamsahamnida,”
End of Junhyung POV…
**

Aku kaget ketika membuka pintu rumahku. Terdengar suara tangisan dari ruang tamu. Tiba-tiba aku bergidik ngeri. Jangan-jangan ini hantu. Aku melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku, baru jam 4 sore. Nun Mi eonnie tidak akan mungkin sudah berada di rumah. Aku memberanikan diri untuk masuk, tentu saja aku sambil berdoa pada Tuhan agar hantu tersebut tidak mengangguku.

“Huuuhuuu…Huuuhuuuu…”

“Huhh.. suara Eonnie,”kataku lalu segera mempercepat langkah menuju ruang tamu dan menekan saklar lampu.
Benar saja, yang aku kira suara hantu menangis ternyata Nun Mi Eonnie.
“Eonnie..Wae??”cemasku lalu mendekatinya.
Make-upnya hancur gara-gara keringat dan air mata. Sudah berapa lama Eonnie tercintaku ini menangis.
“Tara…Hikss,,Hikksss,,”
Aku berdiri lalu ke dapur untuk mengambil air putih. Aku kembali ke ruang tamu dengan gelas kebangsaannya yang telah aku isi air putih dan mengulurkan padanya.
“Minum dulu, Eonnie,”
“Makasih,”katanya lalu menenangkan diri. “Hahh.. inilah akhir dari kisah cintaku, Tara,”
“Mwo?”tanyaku kaget.
Nun Mi Eonnie mengangguk dan dengan lancar menceritakan kejadian di laboratorium kekasihnya. Air mata menjadi saksi bahwa dia sangat terpukul atas kejadian itu. Mataku memanas melihat air mata yang tidak berhenti turun. Aku mengulurkan tissue padanya agar menyusut air matanya.
“Inilah yang terbaik buat Eonnie,”kataku pelan.

Aku tidak akan menambah bebannya dengan menceritakan kandasnya hubunganku. Aku mengambil keputusan untuk meninggalkan Dongwoon dan semua yang berhubungan dengannya. Aku harus melupakannya dan akan menjadi diri sendiri. Aku yakin, jauh di luar sana ada seseorang yang akan menerima aku apa adanya.

“Tara..gwenchana?”tanyanya.
Aku mengangguk lalu tersenyum manis. “Aku akan menjadi diriku sendiri, Eonnie. Aku capek dengan semua ini,”
Aku melihat mata Eonnie melotot mendengar penuturanku.
“Hhheee.. Aku akan meninggalkan semuanya dan kembali menjadi diriku,”kataku sambil garuk-garuk kepala.

“Tara, sebentar,”katanya mencegah langkahku. “Eonnie senang mendengarnya. Ada hal penting yang ingin Eonnie sampaikan padamu,”
Aku kembali duduk di hadapannya.
“Jeongmal mianhae sebelumnya, Tara..A-a-aku..memutuskan untuk pindah ke Jepang..”
“Huhh?? Jepang?? Yaa~~ Eonnie, terus aku bagaimana?”
“Kau akan tetap di Korea, sayang..”
“Aku kan sangat kepengen ke Jepang, huwaaa~~ Eonnie kejam…kejam…”
“Mianhae, sayang,”
“Baiklah.. Kalau begitu, aku akan pindah ke apartment lamaku saja, siapa tau aku menemukan pekerjaan baru di sana,”
“Pekerjaan baru? Berarti kau sekarang lagi menganggur?”tanyanya yang aku jawab anggukan. “Kau bisa menemuinya,”

Aku menerima kartu nama yang diulurkannya dan membacanya. “Yoon Doojon.. Designer,”
“Nee~~ Yoon Doojon merupakan designer ternama dan merupakan langganan agensiku. Kebetulan dia sedang mencari seseorang..”
“Aku akan menemuinya, Eonnie, kau tenang saja. Kebetulan, kantornya dekat dengan apartment lamaku,”
“Baiklah kalau begitu. Eonnie jadi tenang meninggalkanmu,”
Aku mengangguk dan tersenyum. “Yoon Doojon,”
**

“Yoshh..”kataku dan Nun Mi Eonnie duduk di sofa sambil meregangkan pinggang. Keringat bercucuran di sekujur tubuh. Aku berdiri lalu mengambil 2 buah gelas dari dalam kulkas.
“Terima kasih…”

Kami berdua menikmati kelelahan dengan canda dan tawa. Besok, dia akan berangkat ke Jepang meninggalkan kisah cintanya yang tragis dan tentu saja aku. Ingin sekali aku melarangnya untuk pergi ke luar Korea, tapi, demi kebahagiaan dan kesembuhan hatinya, aku tidak tega melakukannya. Terdengar suara ribut-ribut dari arah luar. Kami berdua tidak menggubris keributan tersebut karena sibuk berbicara dari hati-ke-hati.

“Hyung… lantai 9 ini hanya diisi 4 flat?”
“Sepertinya begitu.. Namun, aku tidak tau flat lain sudah terisi atau belum,”
“Memangnya, penanggung jawab apartment ini tidak menjelaskan siapa saja yang menghuni 3 flat ini.. Yaa~~ Hyuuuungg.. toloooongggg…”
“Aishhh.. kau itu manja sekali, Soebi,”

“Kau ada teman Tara,”
“Amieeeennn…”
**

Junhyung POV…
Aku terpaksa pindah ke DongTae Apartment dikarenakan agensiku, Cube Entertainment, pindah kantor. Pindahan merupakan hal yang paling aku benci. Tapi untungnya, pihak agensi memilihkan aku flat yang sudah complete dan mewah seperti di lantai 9 ini. Penanggung jawab dan pengelola apartment dari DongTae Apartment mengatakan kalau lantai 9 merupakan lantai yang paling mewah dan cukup private. Lantai 9 ini hanya diisi 4 flat, gymnastic room, swimming pool dan cafe. It’s my heaven.

“Hyung…lantai 9 ini hanya diisi 4 flat?”tanya Yoseob padaku.
Aku mengangguk. “Sepertinya begitu.. Namun, aku tidak tau flat lain sudah terisi atau belum,”
“Memangnya, penanggung jawab apartment ini tidak menjelaskan siapa saja yang menghuni 3 flat ini.. Yaa~~ Hyuuuungg.. toloooongggg…”
“Aishhh.. kau itu manja sekali, Soebi,”
End of Junhyung POV…
**

Kibum POV…
Aku berjalan menuju cafe yang terletak tidak jauh dari laboratoriumku. Menikmati kopi merupakan salah satu kebiasaanku yang tidak bisa aku hilangkan. Kopi, mampu membuat pikiranku kembali terang. Sweetbitter yang terdapat dalam kopi mampu menghadirkan suasana yang lebih fresh padaku.

Aku memilih duduk dekat jendela. Jendela, salah satu spot favourite-ku setelah balkon. Aku bisa menikmati kehidupan yang lain melalui sebuah jendela. Aku akan berdiri menghadap jendela apabila aku mempunyai sebuah masalah. Jendela akan mengambil beberapa bagian dari masalahku menggunakan angin. Kopi dan jendela..sangat tidak bisa dipisahkan dari hidupku.

Aku menikmati kopi pesananku sambil melihat ke jendela. Aku sangat menikmati setiap kejadian yang terjadi di hadapanku sekarang. Namun, hanya satu yang cukup membuat aku penasaran. Gadis itu.. Rambut hitam ikalnya bergerak-gerak karena angin menyentuhnya. Kacamata menambah cantik wajahnya. Style casual dan pembawaan confident menambah pesona yang dimilikinya. Senyum dan keceriaan dari wajahnya membuat aku merasakan ketertarikan padanya. Namun, sepenggal ingatanku membawa ke sebuah wajah yang tidak asing, wajah gadis yang telah pergi ke Jepang dengan membawa pedih. Yaaa.. Gadis itu adalah Jung Nun Mi.

“Tidak mungkin itu Nun Mi. Beberapa hari lalu dia mengabarkan kalau dirinya sudah berada di Jepang. Kenapa gadis itu sangat mirip sekali dengannya? Apa jangan-jangan dia hanya berbohong padaku mengatakan bahwa dirinya sudah berada di Jepang?”kataku sendiri sambil tetap melihat pada gadis manis itu.
End of Kibum POV…
**

Hari ini aku sangat bahagia. Aku sudah menemui Yoon Doojon dan beliau menerimaku sebagai asistennya. Aku dinyatakan lulus setelah melewati beberapa tahap test yang menurutku sangat konyol. Aku segera mengangkat ponselku ketika benda itu bergetar.

“Eoniieeeeee….Puji Tuhan, aku lulus.. Senin besok aku sudah mulai kerja.. Iyaaaa… Kerja pertamaku adalah menemui seorang artis dan singer terkenal.. Hmm.. hahaha.. aku lupa namanya siapa.. Sebentar, Eonnie,”kataku lalu membuka buku catatanku. “Hahaha.. aku harus membuka buku catatanku dulu.. Yong Junhyung, Eon.. Namanya Yong Junhyung.. Iyaaa.. Doojon ssi mengatakan artis itu baru menjadi klien mereka setelah dirimu berangkat ke Jepang.. Nee.. Mwo? Kau sudah menemukan pengganti pacarmu dulu?? Ohhh.. Kau masih belum bisa melupakannya? Eonnie.. buka hatimu untuknya.. ooo.. Orang Korea juga.. Choi Minho namanya?? Aku berharap bisa menemukan pengganti Dongwoon.. Yaa~~ kalau aku mendekati Doojon ssi, aku bakal dibunuh sama Vanie Lee Eonnie.. Araa.. I Love you, Eonnie,”

Aku merasa Tuhan berada di pihakku saat ini. Aku sungguh sangat bersyukur pada-Nya karena diberikan kesempatan untuk bekerja bersama Yoon Doojon.
**

Choi Minho dan Jung Nun Mi duduk berhadapan di salah satu cafe yang terletak di prefecture Shibuya. Beberapa orang yang ada di dalamnya sesekali curi-curi pandang ke arah mereka berdua.

“Nun Mi-san, aku sungguh berterima kasih karena mendapat kesempatan bekerja sama denganmu,”
“Seharusnya aku yang mengucapkan seperti itu, Minho-kun, aku masih newbie di sini. Berkat bantuanmu, aku berhasil beradaptasi dan berjalan sesuai koridornya,”
“Hahahaa.. Semua ini berkat anugerah Tuhan.. Aku dipertemukan Tuhan padamu, yang mampu membuat aku tertawa…”
“Aku juga.. Thanks to God,”

Minho dan Nun Mi sama-sama terdiam menikmati pikiran mereka masing-masing. Semburat mereka segera terlihat dikarenakan secara tidak sengaja tangan mereka bersentuhan ketika akan mengambil kecap manis.

“Nun Mi.. 2 minggu lagi aku akan berangkat ke Korea…”
Nun Mi tersenyum memandangnya dan mengangguk. “Manajermu sudah memberitahuku. Aku ikut senang mendengarnya…”
“Nun Mi..”
“Minho, aku percaya hubungan jarak jauh kok.. Aku akan menjaga hatiku di sini, tentu saja kau juga harus menjaga hatimu.. Aku PERCAYA padamu,”
“Hontou?”

Nun Mi tertawa dan kembali mengangguk. “Hontou ni, Minho-kun,”
“Waahhhh.. Terima kasih, Nun Mi-chan, aku akan menjaga hati di sana,”
**

Min Rin POV…
Aku membaca surat keterangan praktikkum yang ditujukan padaku. Aku harus mengerjakan praktikkum di salah satu laboratorium yang tidak jauh dari kampusku.
“Tidak adil..Tidak adil..”kesalku. “Kenapa hanya aku harus praktikkum di Pearl Laboratorium?”

Aku tidak percaya kenapa professorku, Professor Park, mengirimkan aku ke laboratorium sahabatnya. Padahal, teman-teman seangkatanku semuanya praktikkum di laboratorium kampus.

“Yoshh.. aku pasti bisa,”seruku kemudian lalu membuka majalah yang baru aku beli di toko buku.

Mataku terbelalak membaca salah satu headline dari majalah tersebut.
“Choi Minho, Captain and Photographer in Love,”

Perlahan mataku bergerilya membaca artikel tersebut. Jantungku sedikit berdebar kencang ketika menemukan tulisan “Aku akhirnya menemukan dirinya”. Bibirku membentuk senyum meskipun mataku memanas.

“Minho.. omedetto..”seruku lalu perlahan mengusap wajahnya yang terpampang indah di majalah tersebut.
End of Min Rin POV…
**

Aku kembali membaca alamat yang tertera di kertas kecil yang sedang aku pegang untuk mencocokkan dengan bangunan yang sedang bediri gagah di depanku.

“Cube Entertainment,”bacaku lalu mendongakkan kepala untuk melihat tulisan yang tertera di atas gedung. “Yoshh.. Puji Tuhan aku tidak nyasar,”

Aku menunjukkan tanda pengenalku dan surat kerja yang melengkapi kunjunganku ke agensi ini.
“Ohh.. Kau dari JoonDo Entertainment?”tanya petugas keamanan sambil melihat tanda pengenalku. “Jung Tae Ran,”
“Nee~ Seharusnya, Doojon ssi yang akan menemui Yong Junhyung ssi, namun, beliau ada meeting mendadak dengan atasan,”
“Ahh.. Silakan masuk,”
“Kamsahamnida,”
“Nee~,”

Aku segera menuju ke ruangan Manajer Lee, Lee Gikwang, manajernya Yong Junhyung. Aku mengetuk pintu setelah membaca tulisan yang tertera di pintu. Lee Gikwang.

“Silakan masuk,”
Aku segera menundukkan kepala tatkala bertemu dengan Lee Gikwang. Aku tersenyum menyadari kebodohanku. Aku bertaruh pada diriku kalau Lee Gikwang itu sudah berumur 40an dan ternyata, cowok tampan yang seusianya hampir sama denganku yang sedang berdiri di hadapanku adalah Lee Gikwang.

“Jung Tae Ran, dari JoonDo Entertainment, Gikwang ssi,”kataku memperkenalkan diri lalu mengulurkan tangan.
“Nee~ Lee Gikwang,”balasnya lalu menjabat tanganku. “Silakan duduk. Yong Junhyung dan Yang Yoseob sebentar lagi akan menemuimu,”

Aku menjelaskan secara terperinci mengenai desain yang akan dipakai untuk penampilan comeback stage 2 artis mereka. Terdengar ketukan dari luar ketika aku menjelaskan point-point penting dari desainku dan bahan yang akan digunakan.

“Manager Hyung, maaf, kami terlambat menemuimu,”
“Okeh.. Silakan duduk,”
Aku menganggukkan kepala ketika mereka melihat kepadaku.
“Tara ssi, mereka ini yang akan memakai desainmu. Junhyung~ah, Yoseob~ih, dia adalah utusan dari JoonDo Entertainment,”
“Senang bertemu dengan anda,”
“Nee~”

Akhirnya aku menjelaskan kembali mengenai desain yang akan mereka gunakan. Konsep sweet-man yang aku gunakan mengingat mereka comeback ketika Valentine. Secara keseluruhan, mereka bertiga menyetujui akan desainku meskipun ada sedikit perubahan di bagian warna.

Yong Junhyung, chic of prince. Tampan dan kharismatik. Sedangkan Yang Yoseob, prince of mood, amazing voice. Aku merasa sangat beruntung bisa bertemu dan bekerja sama dengan mereka bertiga.

“Catatan ini akan saya teruskan pada Doojon ssi,”kataku lalu membereskan berkas-berkas yang berserakan.
“Hmm.. Apakah kau ada waktu? Bagaimana kalau kita makan siang bersama?”

Aku menatap Manajer tampan itu dengan bingung.

“Kita?”tanyaku yang dijawab anggukan.
“Jangan khawatir, aku tidak punya niat apa-apa untuk mengajakmu makan siang. Aku hanya ingin kau mendalami karakter Junhyung dan Yoseob,”
“Ahh.. Baiklah.. Saya tidak keberatan. Bagaimana dengan YongYang?”
“YongYang?”
“Nee~~ YongYang.. Yong Junhyung dan Yang Yoseob,”

Hahahahaha…

“Mwo?? Kenapa kalian malah ketawa?”
“Junseob.. Junhyung Yoseob,”koreksi Yoseob.
“Hahhh..tapi aku akan memanggil kalian dengan YongYang,”
With pleasure. YongYang? i think it’s a nice name,”
“Yaa~ Hyung…”
**

Aku mengalami pusing mendadak melihat tingkah laku duo YongYang ini. Mereka selalu saja melakukan hal-hal yang aneh. Salah satunya adalah saling menyuap satu sama lain. Apakah mereka tidak takut akan menimbulkan kecaman keras dari netizen? Apakah mereka tidak takut akan mendapat predikat HOMO?

“Soebi, kalau makan itu jangan berantakan seperti ini dong,”seru Junhyung lalu mengusap sudut bibir Yoseob dengan jempolnya.
Yoseob hanya tertawa mendapat perlakuan seperti itu. “Gomawo, Hyung,”

Aku hanya tersedak melihat apa yang mereka lakukan. Apa-apaan ini. Aku hanya tersenyum sedikit ketika mereka berdua menatapku. Kepalaku penuh dengan dugaan-dugaan yang menjurus ke HOMO mengenai YongYang.

“Tara ssi, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk makan siang bersama kami,”
“Gikwang ssi, harusnya aku yang mengucapkan terima kasih karena mendapat kesempatan makan siang bersama kalian,”
“Sama-sama, Tara ssi,”
“Kalau begitu, saya permisi duluan, maaf, saya sudah ditunggu Doojon ssi di kantor,”
“Nee.. Tara ssi, terima kasih,”
“Gikwang ssi, YongYang, terima kasih. Saya permisi dulu,”kataku lalu berlalu dari hadapan mereka.

“Gadis yang sangat menakjubkan,”komen Gikwang.
“Menakjubkan dari mana, Hyung? Menakjubkan karena memanggil kami dengan YongYang? Jahhhh~~”sewot Yoseob.
“Dia..menakjubkan…”
“Hyung, kau menyukainya?”tanya Junhyung sambil menatap Manager Hyung penuh selidik.
“Yaa~~ kau jangan menatapku seperti itu, Junhyung,”
**

“APA??? HOMO?? Siapa yang Homo, ohng?”kaget Doojon ssi setelah aku menceritakan pertemuanku dengan Gikwang ssi dan YongYang.
“YongYang, Doojon ssi..”
“HUH?? YongYang?? Nugu??”tanyanya lalu menatapku.
“Aisshhh.. kau ini bagaimana.. YongYang.. Yong Junhyung dan Yang Yoseob, siapa lagi..”

Hahahahahaa…

“Tara, kenapa kau mengatakan kalau mereka berdua Homo?”
“Habis, mereka..Mereka..aaaaaaa…”seruku kencang sambil mengingat kejadian yang cukup mengerikan di restoran ketika makan siang.
“Tara..dengar.. Junhyung dan Yoseob itu bukan homo.. Mereka berdua bersahabat sejak zaman trainee di Cube..”
“Kau yakin mereka tidak homo, Doojon ssi?”tanyaku pelan.
“Yakin 100%.. Mereka straight, kok. Ouw ya, bagaimana pendapatmu tentang Gikwang? Kau sama sekali tidak tertarik padanya?”
“Haaaa?? Kenapa pula kau tiba-tiba menanyakan hal ini, ohng?”
“Aku bertanya seperti ini karena beberapa kali mendapat curhatan kalau asistenku menyukai bahkan mendambakan Gikwang..dan akhirnya mereka berhenti dari sini dikarenakan tidak berhasil mendapatkannya…”
“Tenang…meskipun sekarang aku tidak memiliki pacar, aku tidak akan tertarik pada manajer tampan itu..”
“Hmm.. kenapa?? Hahh… Aku tau.. Kau tidak akan tertarik padanya karena kau sudah tertarik dan mendambakan diriku kan?”tanya pede.

“Yaa~~”teriakku lalu melempar pulpen ke arahnya.

Pede sekali Tuan Desainer ini. Kedua kalinya dia membuatku mangap. Pertama kali yang sangat sukses membuatku mangap adalah permintaannya untuk dipanggil Oppa. Bagaimana mungkin seorang bawahan seperti aku memanggilnya Oppa di tengah waktu kerja. Bisa-bisa seluruh klien mengira aku punya hubungan dengan dirinya.

“Yaa~~ pulpenmu ku kembalikan,”katanya lagi lalu melempar pulpen tersebut dan mengenai kepalaku. “Tara, mau sampai kapan kau bersikeras memanggilku dengan -ssi?”
“Aduuhhh..Doojon ssi, aku tidak bisa memanggilmu Oppa…”
“Kenapa??tanyanya lalu mendekatkan wajahnya padaku.
“Aissshhh.. Apa-apaan kau ini? Kalau kau tetap memaksaku, aku akan mengabulkannya, aku akan memanggilmu dengan DooPa,”
“DooPa?”
“Iyaaa.. Doojon Oppa,”
“Menarik.. Bagus kalau begitu,”
**

Min Rin POV…
Sungguh aku terkesima dengan Professor Kim, Kim Kibum. Tatapannya seperti salju yang berhasil membuat hangat di hatiku. Senyumnya yang menawan mampu menembus dinding hatiku yang sudah lama membeku. Suaranya yang lembut membuat aku melayang-layang di udara. A.K.U T.E.R.P.E.S.O.N.A padanya.

“Min Rin ssi, kau mendengarkanku?”
“Huh?? Hahh.. Iya, aku mendengarkanmu, Kibum ssi,”
“Jam kerja di laboratorium ini mulai dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Berhubung kau masih ada jadwal kuliah, maka jam kerjamu mulai dari jam 9 sampai jam 1 siang,”
“Nee~~”
“Kau akan diberi honor 50 won per jam, karena kau bekerja di sini selama 4 jam, maka sehari kau akan menerima 200 won. Hari kerja aktif laboratorium hanya 5 hari, senin sampai jumat, sehingga seminggu kau akan menerima honor 1000 won. Bagaimana?”
“Honor?”
“Iyaaa.. Jadi kira-kira sebulan kau akan mendapat honor sekitar 4000 won. Makan siang ditanggung oleh laboratorium,”
“Aku sungguh berterima kasih, Kibum ssi. Aku akan menerimanya. Aku bisa praktikkum di sini saja sudah sangat bahagia,”
“Kapan kau bisa mulai bekerja di sini?”
“Secepatnya,”

Kibum ssi hanya mengangguk dan segera melihat kalender lalu kembali menatapku. Jujur, aku ingin sekali berlama-lama di dekatnya meskipun tidak di honor.
“Kalau begitu, hari Senin besok kau sudah bisa mulai… Yaa~~ Min Rin ssi, apakah kau mendengarkanku?”
“Huh?? Ohh.. Nee~~ Senin besok aku akan mulai bekerja di sini. Hmm.. Bisakah kau membuat surat keterangan untuk kampusku?”
“Baiklah.. Aku akan membuatkannya untukmu. Kau tunggulah sebentar.. Kalau kau berkenan, kau bisa tanya-tanya dengan para laboran di sini,”
“Aku mengerti, Kibum ssi,”
End of Min Rin POV…
**

Minho POV…
Aku memandang tulisan yang tertera pada gedung yang berdiri angkuh di hadapanku. DongTae Apartment. Apartment yang akan menjadi tempat tinggalku selama aku berada di Korea. Aku..Choi Minho sudah bersahabat dengan Negeri Ginseng ini gara-gara Jung Nun Mi. Aku sudah tidak takut lagi apabila aku bertemu dengan mantanku, Hwang Min Rin. Aku tersenyum lalu bergegas masuk ke dalam untuk menemui pengelola apartment ini.

BRUKKHH…BRUKKHH…

Aku terjatuh gara-gara ditabrak oleh seseorang. Aku menatap tidak percaya wajah gadis yang terjatuh di atasku. Cantik. Aku segera mengenyahkan pikiran nakal itu mengingat janjiku pada kekasihku, Nun Mi.

“Ahhh..Maafkan aku..Maafkan aku..”seru gadis itu lalu membantuku berdiri.

Aku terkesima melihat gadis itu. Cotto.. Gadis itu mirip sekali dengan Nun Mi. Aku segera menangkap tangannya ketika gadis itu akan berlalu dari hadapanku.

“Nee?”
“Nun Mi…”

Gadis itu terkejut ketika aku mengucapkan “Nun Mi” lalu tersenyum dan kemudian menggeleng.
“Nun Mi? Hahaha.. Jangan-jangan kau Choi Minho ya?”tanyanya.

Refleks aku mengangguk dan tersenyum.
“Ahh.. ternyata kau orangnya. Aku beruntung Eonnieku bertemu dengan orang sepertimu.. Oo.. Mian, aku tidak bisa berlama-lama, senang bertemu denganmu…”

“Yaa~~Tung.. Jahhh.. Cewek aneh..”seruku lalu mengangkat koperku dan bergegas menuju ke ruangan pengelola apartment.

Langkahku terhenti gara-gara teringat perkataan gadis yang menabrakku tadi.
“…Aku beruntung Eonnieku bertemu dengan orang sepertimu..”

“Eonnie? Jangan-jangan gadis itu adalah adiknya Nun Mi?”tanyaku lalu segera merogoh kantong celana gara-gara ponselku bergetar.

“Nun Mi.. Puji Tuhan, baru saja aku sampai di DongTae Apartment… Ouw ya.. Adikmu?? Hahaaa..sepertinya aku sudah bertemu dengannya.. Iya, dia menabrakku… Jung Tara? Ohh.. Jung Tae Ran.. Arasso.. Saranghae…”

Aku tersenyum lalu memasukkan ponselku ke tempatnya semula dan bergegas menuju ruangan pengelola apartment.




ruang pengelola apartment…
“Ahh.. jadi kau yang bernama Choi Minho?”tanya pengelola apartment padaku.
“Iya,”
“Baiklah, kau penghuni terakhir yang melengkapi lantai 9…”
“Huh? Maksudnya?”
“Ini,”serunya lagi lalu menunjukkan daftar penghuni beserta foto yang mengisi flat lantai 9. “Yong Junhyung, artis dan singer terkenal. Kim Kibum, dokter sekaligus ahli kimia, dan satu-satunya cewek yang menghuni flat lantai 9, Jung Tara atau Jung Tae Ran, adik dari artis terkenal, Jung Nun Mi. Tara ssi merupakan desainer junior dari JoonDo Entertainment, asistennya Yoon Doojon…”

“Ohh..”kataku mengangguk tatkala melihat foto dari Jung Tara, gadis yang menabrakku.
“Kau, Choi Minho, penghuni terakhir yang melengkapi flat lantai 9, atlet basket dan photographer handal. Semoga kalian berempat bisa membantu satu sama lain,”
“Aku mengerti,”
“Mari.. saya akan mengantarkan anda ke flat,”
“Kamsahamnida
End of Minho POV…
**

Aku merasa curiga ketika memasuki gedung berlantai 3 ini. Seluruh pekerja memakai baju dengan warna colourful. Kecurigaanku semakin bertambah ketika sampai di lantai 2. Sweet-love pop terdengar dari ruangannya DooPa. Sejak kapan DooPa mengizinkan musik terdengar di ruangannya. Aku dikejutkan dengan seseorang ketika aku membuka pintu….

“Tara ssi…”teriak seseorang lalu menyodorkan bungkusan padaku.
“Vanie Eonnieeee…”kagetku lalu refleks menunjuk dirinya.
“Yaa~~”katanya lalu mengibas-ngibaskan tangannya. “Kenapa kau kaget, ohng? Aku semakin bertambah cantik ya?”

“Huh???”kataku setelah sadar dari kagetku dan berjalan menuju mejaku. “Apa-apaan ini?”

Sang tersangka tertawa terbahak-bahak. Pasti ini kerjaan Vanie Eonnie. Meja kerjaku dihiasi dengan gambar love berwarna pink dan vas bunga yang berisikan bunga mawar berwarna putih. Pinggiran mejaku dihiasi dengan kertas berwarna-warni.

“Eon..”lemasku melihat perubahan dari ruangan tempat kerjaku.
“Tara, adik tersayangku..Sebentar lagi kan mau valentine..”
“Hahh?? Vanie Eonnieku yang sangat cantik.. Valentine masih berapa minggu lagi…”
“Suasana..Aku menghadirkan suasana valentine di sini..”

Aku hanya menatap cewek cantik itu dengan pasrah. Aku hanya terbelalak melihat DooPa yang memakai baju berwarna pink plus bulu-bulu di tangannya.
“Eonnieee…”
“Buat kamu…”
“Kamsahamnida, Eonnie,”seruku lalu membuka bungkusan darinya. Coklat asli Prancis sebanyak 4 kotak.

“Yobo, bocah ini akhirnya memanggilmu dengan Oppa?”tanyanya lalu menatapku dan tersenyum.
“Iyaa, tapi dia tetap tidak mau menyebut “Oppa” padaku…”
“Yaa~~ aku kan sudah bersedia memanggilmu dengan DooPa, Doojon Oppa…”

Hahahahha..
Cewek cantik yang sudah beberapa tahun menemani DooPa hanya tertawa mendengar penuturanku.
“Aku senang.. Akhirnya ada yang menjaga suamiku selama aku di Prancis,”
“Vanie Lee Eonnie..dengar ya..aku…”
“Aku berjanji, Tara, kau akan segera mendapatkan kekasih sebelum valentine karena sudah bersedia menjaga dan menemani suamiku,”

Aku hanya terhenyak mendengar penuturan cewek cantik ini. Sepasang kekasih ini sama-sama suka memaksa dan narsis.
**

Beberapa minggu kemudian…
“Tunggu…”teriakku ketika lift akan tertutup. Aku segera berlari menuju lift dan masuk ke dalamnya. Aku segera menyunggingkan senyum pada orang yang terlebih dahulu sudah berada di lift.

Lagi-lagi terdengar suara tunggu ketika pintu lift akan tertutup. Sosok 2 cowok tampan yang sudah aku kenal. Junhyung dan Minho.
“Taraa~~”
“Kalian??”
“Lantai berapa?”
“Gu (9),”jawab kami bareng dan saling pandang.
“Aku juga lantai 9,”

Hahahhaa..

“Aku tidak menyangka selama ini kita bertetangga, Tara,”seru Junhyung tertawa.
“Hahahha.. Iyaaa.. Aku juga tidak menyangka kalau kau tinggal di lantai 9,”seruku.
“Sepertinya kita belum saling kenal. Namaku Kim Kibum, dokter sekaligus ahli kimia di Pearl Laboratory,”
“Yoroshiku ne. Aku Choi Minho, atlet basket dan photographer.. Aku baru beberapa minggu tinggal di Korea…”
“Yong Junhyung.. Aku seorang penyanyi.. Tanggal 14 februari besok merupakan tanggal comeback stage-ku..”

Aku senang sekali akhirnya bisa berkenalan dengan tetangga-tetanggaku. Betapa egoisnya diriku.
“Sekarang giliranmu,”
Aku mengangguk. “Jung Tae Ran, nama bekennya Jung Tara. Desainer Junior dari JoonDo Entertainment. Senang berkenalan dengan kalian semua,”
**

Eun Min POV…
Akhirnya aku kembali ke Korea setelah sekian lama menempuh pendidikan di Australia. Betapa menyenangkan akhirnya aku kembali ke tanah kelahiranku setelah melanglang buana di negeri kangguru tersebut. Aku bisa menikmati kimchi dan ttokpoki buatan ibuku. Aku bisa menikmati hangeul setelah sekian lama berkutat dengan bahasa inggris.

Langkahku terhenti ketika menyadari sosok yang pernah mengisi hariku, Yong Junhyung. Aku tersenyum ketika mendapati dirinya dengan seorang gadis yang menurutku sangat cantik itu.

“Yo~~”sapaku lalu tersenyum manis.
“Eun Min.. apa kabar?”tanya cowok itu lalu mengulurkan tangan.
Aku membalas uluran tangannya dan tersenyum. “Aku baik. Kau apa kabar? Aku senang akhirnya bisa melihatmu lagi, Junhyung,”
“Hahaha.. aku juga. Ouw ya, kenalin, Jung Tae Ran..”

“Ohh..namanya Tae Ran.. Aku berharap kau bisa menggantikanku untuk membahagiakan Junhyung”

“Hellow..kau bisa memanggilku dengan Tara,”
“Huh?? Haha.. maaf.. Eun Min imnida,”
“Dia ini mantanku dulu,”celoteh Junhyung pada Tara.
Aku hanya tersenyum mendengar celotehan usil Junhyung.
“Yaa~~ Junhyung, kau jangan ngomong seperti itu ah,”seru Tara.
“Aku memang mantannya kok,”
“Aduhh.. kalian berdua ini.. Jangan bilang mantan dong,, Teman.. lebih enak didengar,”

Hahahaha…

“Gadis yang cukup menarik,”

“Eun Min, maf, kita berdua tidak bisa berlama-lama, masih ada urusan,”
“Ahh.. Tidak apa-apa,”
“Eun Min, lain waktu kita ngobrol lagi ya,”kata Tara lalu memelukku.
“Iyyaaa.. Tara, aku sangat senang bertemu denganmu,”aku membalas pelukannya.

Aku hanya mengangguk ketika mereka berdua berlalu dari hadapanku. Aku merasa bersyukur melihat keadaan Junhyung. Aku bahagia akhirnya Junhyung bertemu dengan seorang gadis seperti Tara.

“Honey..”
“Ahh.. Dongwoon..Kau mengagetkanku,”kataku lalu tersenyum melihat sosok yang menemaniku sejak di Australia.
“Siapa mereka?”tanya kekasihku lalu menunjuk ke arah Junhyung dan Tara.
“Ohh..mereka berdua? Teman lamaku, honey,”
“Ahh.. Ouw ya, setelah ini, kita harus mencari cincin pertunangan…”
With pleasure, honey,”
“Eun Min, aku sungguh mencintaimu, sayang,”
“Aku juga, Dongwoon,”
**

“Yaa~~ DooPaaaa… Aku benci kau,”teriakku kencang.
“Yaa~~ Tara, mian, aku lagi-lagi tidak bisa menemanimu bertemu Ambassador Jang…”
“Kau..Aishhh.. Jjinjjaaaa..”teriakku lalu menatap atasanku dengan kesal.
“Tara sayang.. Nanti Oppa belikan kamu es krim..dan balon…”
“Aku bukan anak kecil lagi, DooPa.. Kau ituu.. Huhuhuhu…”

Aku mendengus kesal menatap atasanku, Yoon Doojon. Dia *lagi-lagi-dan-lagi* membatalkan janji untuk bertemu dengan kliennya. Aku sama sekali tidak menyangka bahwa aku HARUS bertemu dengan Ambassador.

“DooPa…”
“Tara.. Aku akan menelpon ke sana untuk mengatakan bahwa asistenku yang akan menemui mereka..
Aku hanya menghela nafas sambil membaca materi yang akan dijelaskan pada Ambassador Jang. Memahami mengenai tugasku.
“Tara..mereka mengatakan tidak masalah kalau kau yang akan menemui mereka. Jangan khawatir, sayang, kau hanya mengirimkan contoh baju yang akan mereka pakai untuk pemilihan Ambassador. Aku percaya, kau pasti bisa melakukannya. Trust me, dear.. You CAN do it,”
Aku mengangguk lesu mendengar perkataan DooPa. Aku tidak akan mengecewakan orang yang selama ini menjadi atasan, teman, serta guruku. Aku akan melakukan sebaik mungkin.
**

Aku sudah berada di ruangan Ambassador dari 30 menit yang lalu. Namun, sampai sekarang, orang yang bernama Ambassador Jang sama sekali belum menemuiku. Yang menemuiku hanyalah sekretarisnya yang mengantarkan minuman dan makanan. Aku melihat jam yang melingkar di pergelangan tanganku, menunjukkan pukul 15:30.

“Hahhh..aku bosan,”seruku lalu memainkan wallpaper ponselku yaitu Doojon Oppa dan Vanie Lee.
Aku tidak habis pikir akan mereka berdua. Memaksaku untuk memasang wajah mereka sebagai wallpaper ponselku.

“Yakk.. aku sudah 40 menit berada di sini,”seruku lalu mengarahkan kepalaku ke pintu. “Mau sampai kapan aku berada di sini?”

Aku segera memainkan games dari ponselku untuk mengurangi kebosanan.
CTAAANGGG…CTAAANGGGG…
“Yayyy… ayoo..ayoo.. Pukul lagi..pukul lagi…”seruku tanpa memperdulikan keadaan sekeliling.
CTAAANGGG…CTAAANGGG…
“Yaaaayyyy… Kyaboo~~kyabooo~~ Hit..hit…”

“Selamat sore, Nona…”

Aku terkejut ketika mendengar sebuah suara lalu segera mematikan aplikasi games tersebut dan melihat ke arah mereka. Mataku terbelalak melihat sosok yang menyapaku..

“S.O.N D.O.N.G.W.O.O.N”
**

Advertisements

6 thoughts on “Sunshine After The Rain (I’m Yours) (part. 1)

  1. onnie i’m comin ^^
    huwaa ini castnya rame amat onn?
    aq bgg bacanya
    hahaha

    smua dikisahkan saling memutuskan hubungan
    dan pd akhirnya, slg bertukar pasangan
    ckckck
    onnie, so complicated
    lols

    kyaaaaaa
    knp Dongwoonku segalak ntu?
    Dongwoon ga akan setega itu onn
    dy ga akan memaksa org kok
    hahaha

    jiah, ini pula
    Doojoon mah sll dan kapanpun
    narsis dimanapun
    brsm sang istri tercinta
    wkwkwk

    ntu knp Junhyung ngenalin mantannya k pcrnya yg skrg, pk blg ky gt?
    tega ah >.<
    kasian tau mantannya
    jiah, mlh mantannya ama Dongwoon
    hadeh

    Kibum kerjaannya d lab trs sih
    Eunmin jd terlantar
    untung Eunmin nemuin Minho d jpg
    dan Kibum ktmu ma Minrin
    kebetulan sekali

    onnie, bnran aq bgg mau komen apalagi
    saking bgg ama FFnya jg
    wkwkwk
    *plak*

    lanjut onn
    kabarin yah ^^
    gomawo uda dikasih tau FFnya

  2. akhirnya dipossstttttt ^^
    makasih say udh bikin ff yg ada diriku (ama dongwoon) hihi

    dumzzzz
    aku dag dig dug baca fanfic ini
    ga tau kenapa
    mungkin krn ada Junhyung juga? LOL

    ngakak bagian YongYang trus si Tara nyangka mereka homo
    jd inget adegan teaser JunSeob yg Thank You XDD

    btw aku baca ffnya 2 kali say
    soalnya pusing mereka semua tukeran pasangan
    biar inget nama tokohnya juga
    huahaha
    trus penasaran si Dongwoon dulu (waktu ama tara) kenapa yah?
    kayaknya annoying banget
    jgn blg dia psycho?? kekeke

    trus daku bingung say
    Nun Mi kok tiba2 udh jadian ama Minho?
    tp sayang lgsg ditinggal lagi
    si Minhonya malah ke Korea T^T

    feelingku ke cerita ini kurang dapet pas bgn Kibum
    mgkn terpengaruh ama diany yg udh ngilang lama kali ye

    tp seneng ada Vanie ama Doojoon
    jd inget crtmu yg WGM kmrn hihi

    dan ada Gikwangieee 😀
    anyway curiga Gikwang bakal ikutan masuk ke hubungan ala benang kusut XDD

    lanjutin saayyy
    aku dan dongwoon menunggu!
    *reader sarap*

  3. Kyaaa,,cloudy,,nun mi jadi tuker pasangan ma minho.tara punya pribadi yg unik.like it,,
    Cepetan post smbgnny y.aq gg sbr nh pgn bca.

  4. @nisia: hahahhaha..
    Iiyyyaaaa… Klo difilm-kan mungkin gg akan bingung ya..
    Wkkwkwkk

    Hmm.. Gomen dah karna mnggambarkan Dongwoonnu galak, wkwkkwkwkwk..

    Doojon mah slalu narsis brsama istri tercinta, hhhheee..
    Hmm.. Sbenarnya Tara dan junhyung msih blm jdian kok
    Mreka kan trlibat krja bareng c:

    @bat: dagdigdug??
    Wkkwkwkk..
    Aq juga pusing bwtny, bat
    Hhhee..

    Jujur, aq jg gg dpt feel loh nulis part-ny kibum
    Aq gg tw mukany kibum yg skrg
    Hhahahaha..

    Bahhh..
    Junhyung?? Dirimu dmen junhyung jg??
    Nun Mi msi blm jdian kok ama Minho mskipun mreka b2 sring bilang ”saranghae, aishiteruyo”

    Hmm.. Pnsaran ama tara dan dongwoon??
    Spertiny bakalan ada one-shot lgi dah unt flashback, hahhahaha..

    @wida: nyahahhaha~
    Tara punya kpribadian unik??
    Hmmm..
    unik drimana ya??

    @all: author lgi liburan, jdi unt smentara author blm bisa publish
    Hoho..
    Thx for coming, read, and comment

    -cloudy-

  5. annyeong,chan imnida^^
    u know what? i’m falling in love w/ all ur fanfic!
    KYAAAA,BAGUS BANGET,SUMPAH! XD mana castnya anak2 b2st lg 8D

    aku pkir km bakal pke sdut pndang org ke3, krn castnya byk..
    tp trnyata km pake pov msg2 dr cast! saluuut~
    krn menurutku kalo castnya byk,trus crita njelimet xD rada susah kl pke pov msg2 cast.kkk

    kalo ttg ffnya, aku suka. suka bgt malah^^ critnya complicated bgt, psangannya pada ketuker.

    lanjut y cloudy.hwting

  6. @chan..
    Annyeonghaseyo, chan..
    Bangaseumnida
    Kamsahamnida krna kmu mampir ke wordpress, baca, dan komen, hhheee…

    Hmm..
    Hahaha.. aq make pov msing2 cast agar pmbaca ngerasain apa yg dirasain oleh cast
    Hhhee..

    Kmu suka dgn critanya??
    Waaahhhh.. Trima kasih banyak atas pujianny
    Jujur, aq sama skali gg dpt feel wktu nulis bgian kibum, wakakakkka..

    Skali lgi trima kasih banyak, chan..
    scepatny akan aq publish part 2
    *aq lgi liburan di jkt*

    -cloudy-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s