Sunshine After The Rain (I’m Yours) (part. 2)

“Selamat sore, Nona…”

Aku terkejut ketika mendengar sebuah suara lalu segera mematikan aplikasi games tersebut dan melihat ke arah mereka. Mataku terbelalak melihat sosok yang menyapaku..

S.O.N D.O.N.G.W.O.O.N“kataku tercekat.

Sosok tersebut hanya bisa terpaku di tempatnya. Matanya juga terbelalak ketika menyadari siapa yang menjadi tamunya. Suasana di ruangan ini hening seketika.

“Apakah kalian sudah saling mengenal?”sebuah suara memecah keheningan di antara kami.
Aku segera tersadar dari terdiamku dan mengulurkan tangan pada sosok yang berdiri di sebelahnya.
“Jung Tae Ran imnida. Anda bisa memanggilku dengan Tara,”kataku lalu tersenyum.

“Aku benar-benar meminta maaf karena membiarkan gadis secantik kamu menunggu lama,”katanya lalu mempersilakan aku duduk.
“Aku merasa tersanjung, Ambassador Jang, terima kasih,”
“Ambassador Jang Hyunseung,”

Ambassador Jang ini sungguh menggoda, memiliki tinggi badan yang proporsional dan ditunjang dengan kulit wajah yang seputih susu dan mulus. Rambutnya yang lurus diberi warna blonde. Senyumnya sungguh menawan. Tatapan matanya sangat tajam. Aku tidak berani menatapnya lama-lama kalau tidak ingin kesentrum dan terpikat.

“Ahh..Tara ssi, mungkin kau sudah mengenal cowok tampan yang membuatmu terkejut seperti tadi, Son Dongwoon, dia merupakan Justice of Supreme Court yang baru…”
Aku hanya tersenyum simpul mendengar penjelasan dari Ambassador.
“Aku senang bisa bertemu dengan Anda, Tara ssi,”katanya lalu mengulurkan tangan.
“Aku juga.. Aku tidak menyangka bisa bertemu Anda di sini,”

“Baiklah, sesi perkenalan sudah selesai. Tara ssi, bisa dijelaskan mengenai baju yang akan kami gunakan untuk pemilihan ambassador yang baru?”

Aku segera menjelaskan mengenai baju yang akan digunakan. Aku sebisa mungkin menghindari kontak mata dengan Dongwoon agar kisahku dengannya tidak keluar dari kotak hatiku.

“Ahh.. Aku sungguh bersyukur Doojon ssi mengutus kamu untuk menjelaskan permintaan kami,”kata Ambassador Jang mengeluarkan senyum mautnya dan tanpa permisi beliau memegang daguku.
Aku menepis tangannya dengan sopan dan menatapnya tajam.
“Aku harap, Anda bisa bertindak professional, Ambassador Jang,”

“Hahhahaha.. Tara, apakah kamu menolak jika aku menginginkan berkencan denganmu?”tanyanya lagi yang membuat amarahku berada di ubun-ubun.
Aku berusaha tenang untuk menghadapi cowok mata keranjang seperti Ambassador Jang ini.
“Maaf, Ambassador Jang, aku terpaksa menolak permintaan Anda, karena aku sudah memiliki seseorang,”kataku lalu menunjukkan cincin -bohongan- yang melingkar di jari manisku. “Aku tidak akan mengkhianatinya,”

“Sungguh beruntung cowok yang bisa memilikimu,”katanya lagi lalu menatapku dengan tajam.
Aku membalas tatapan matanya dan tersenyum sinis. “Terima kasih. Kalau begitu, saya permisi dulu,”
“Pertemuan berikutnya…”
“Aku akan meminta Doojon ssi yang akan menemui Anda. Terima kasih. Ambassador Jang, Dongwoon ssi, permisi,”
**

Suasana restoran mewah siang itu tampak ramai. Seluruh pengunjung menikmati keramaian yang terjadi di dalam restoran tersebut namun tidak untuk sepasang kekasih yang sedang menempati salah satu meja VIP. Park Eun Min hanya menatap bingung kekasihnya yang melamun di meja makan. Beberapa kali dia menghela nafas. Tatapan kosong sang kekasih membuat banyak tanda tanya dalam hati dan pikirannya. Kibasan tangannya tidak dihiraukan oleh Dongwoon.

Eun Min kembali menghela nafas karena tidak ada satu patah kata yang keluar dari bibir sang pacar. Perlahan Eun Min menyuap pudding kesukaannya dan kembali menatap sang pacar.

“Aku butuh keajaiban,”lirihnya lalu bersandar di punggung kursi.
Namun, keajaiban itu tidak kunjung datang menyambangi Eun Min dan Dongwoon.
“Dongwoon~ah.. Gwenchana?”tanyanya kesekian sambil menyentuh tangan sang kekasih.

“Huh?? Ohh.. Mianhae, Eun Min..Kau berbicara padaku?”

Eun Min hanya menghela nafas dan berusaha tersenyum. “Aku bertanya padamu, sayang,”
“Ahh.. Apa yang kau tanyakan?”
“Gwenchana?”
“Ahh..Gwenchana..”kata Dongwoon lalu meneguk teh pesanannya.

Eun Min menatap kekasihnya curiga. Namun, dia tidak berani mengungkapkan kecurigaan karena pasti akan menambah beban kekasihnya.

“Sayang, kau kenapa?”tanya Eun Min pelan.
“Aku? Hahaha.. Aku tidak apa-apa. Hanya ada kejadian yang membuat guncangan di hatiku…”
“Huh? Guncangan di hati?”tanya Eun Min curiga.
“Tapi sudah hilang setelah melihat wajahmu, sayang,”
“Jjinjja?”
“Iya, sayang,”
“…”Eun Min hanya mengangguk meskipun di kepalanya penuh dengan tanda tanya.
**

Aku hanya termenung di meja kerjaku setelah menyelesaikan tugasku untuk bertemu Ambassador Jang. Cowok yang selama ini telah aku kunci di dasar hati muncul secara tiba-tiba dan merusak kotak hatiku.

“Yaa~~ Tara.. JUNG TAE RAAAANNNN~~~”teriak DooPa di telingaku.

Aku sadar dari lamunanku dan memandang kesal ke arahnya. “Aku benar-benar ingin membunuhmu, Oppa,”
“MWO?? Kenapa?”tanyanya lalu menatapku dengan jenaka.
Orang ini sungguh-sungguh menambah kekesalanku.
“Aissshhh…Jjinjjaaaaa…”teriakku kencang lalu menyandar di punggung kursi.

Hahahaha…

“Aku tidak akan mau lagi menemui Ambassador Jang, DooPa.. Beliau sungguh mata keranjang…”
“Sebentar… Siapa yang mata keranjang, ohng?”
“Siapa lagi.. Ambassador Jang.. Kau tau, hampir saja tangan ini mengenai wajahnya yang mulus itu kalau saja aku tidak mengingat dirimu,”ketusku lalu menyerahkan berkas dari Ambassador Jang.

“Gomawo,”katanya lalu membaca berkas tersebut. “Tara, cintaku, sebenarnya…tujuanku mengutus kamu ke sana adalah..Sekali lagi, jeongmal mianhae.. Agar kau bertemu dengan Dong…woon,”

Aku menatap tidak percaya perkataannya. Aku hanya meminta penjelasan sedetail-detailnya dari orang sok tampan yang berstatus atasanku.

“Jaa~~ sudah waktunya aku menjelaskan ini semua,”katanya lalu mengajakku duduk di sofa dan segera mengenggam tanganku. “Aku tau, kau pasti marah dengan semua ini, sayang…”
“Teruskan,”dinginku dengan dada bergemuruh.

“Tara, aku melakukan ini semua demi kebaikanmu… Yaa.. Aku seharusnya tidak berhak ikut campur dengan urusan pribadimu, namun, kau sudah aku anggap adik kandungku sendiri..”

“DooPa..jangan berbelit-belit,”

“Aku menemukan foto ini di atas meja kerjamu,”katanya lalu mengeluarkan sebuah foto dari map yang di pegangnya. “Aku mengenal dia, Tara.. Aku kepikiran membaca ulang CV yang kau berikan sewaktu melamar kerja di sini.. Mataku tertuju pada Pengalaman Kerja di CV-mu. Feeling-ku mengatakan ada sesuatu di balik ini semua.. Yaa..sekali lagi aku meminta maaf.. Feelingku semakin kuat setelah Eonniemu menjelaskan semuanya…”

Tubuhku gemetar mendengar pengakuan dari DooPa. Aku menerima foto itu lalu merobeknya dengan ganas. Aku berusaha tersenyum agar air mataku tidak tumpah di hadapannya.

“Tara,,mianhae,”

Aku menggeleng dan segera memeluk dia dan menangis. Pertahananku untuk tidak menangis akhirnya runtuh gara-gara kehangatan tatapan DooPa.

“Aku..benar-benar ingin membunuhmu, DooPa..”kataku di sela-sela isak tangisku.
“Apa kau masih belum bisa memaafkannya?”tanyanya pelan.
“Aku…belum bisa memaafkannya,”
**

Kibum POV…
Aku semakin penasaran dengan Jung Tara setelah perkenalan kami yang pertama di lift beberapa hari yang lalu. Aku selalu berupaya mencari cara agar bisa mendapat kesempatan untuk berdua dengannya. Aku memiliki segudang pertanyaan kepadanya.

Hari ini, aku pulang lebih cepat dari biasanya karena kondisi badanku yang tidak begitu sehat. Aku segera menuju lift setelah menegur sapa orang-orang yang aku kenal. Aku ingin segera masuk kamar agar bisa mengistirahatkan tubuh dan kepalaku, namun aku mengurungkan niat tersebut setelah menyadari sosok Tara duduk dengan tatapan kosong di singgasana lantai 9.

Perlahan aku mendekatinya dan duduk di hadapannya. Dengan jarak beberapa senti ini, aku bisa dengan jelas kecantikan yang dia miliki dan aku melihat dengan jelas sisa air mata di pipinya. Dia menghela nafas lalu berusaha tersenyum ketika melihatku.

“Ohh..apakah kau sudah lama berada di sini?”tanyanya sambil mengusap matanya lalu membersihkan tissue yang berserakan di atas meja.
Aku menggeleng lalu membantunya membereskan tissue-tissue tersebut.
“Gwenchana?”tanyaku pelan lalu menatapnya.
Lagi-lagi senyum itu, senyum yang sangat tidak aku suka. “Gwenchana,”
Belum waktunya aku menanyakan soal Nun Mi meskipun sekarang aku mendapat kesempatan berdua dengannya.

“Hahh.. Kibum ssi.. Apa yang akan kau lakukan apabila bertemu secara tiba-tiba dengan mantanmu?”tanyanya yang menohokku.
“Mantan?”ulangku yang dijawab anggukan olehnya.
“Iya, mantanmu.. Apakah kau lupa waktu kita sharing beberapa hari lalu di sini, kau menceritakan mengenai mantanmu,”

Aku hanya tersenyum mendapati serangan darinya. Aku menghela nafas lalu berusaha setenang mungkin menjawab pertanyaan darinya.
“Aku..akan meminta maaf padanya setelah apa yang aku lakukan padanya. Aku ingin, aku dan dia bisa berteman seperti sebelum kami memutuskan untuk pacaran,”
“Minta maaf?”tanyanya lagi lalu menatapku dengan sedih. “Apakah aku harus meminta maaf padanya?”

Aku hanya tersenyum mendengar penuturannya. Aku sangat mengerti bahwa dia telah bertemu dengan mantannya. “Tara, lebih baik kau jernihkan pikiranmu terlebih dahulu.. Kau sangat kusut saat ini,”

“Hahaha.. Terima kasih, Kibum, kau sudah memberikan advice secara tidak langsung,”katanya lalu berdiri.
Aku langsung menahan dirinya dan meminta dia untuk duduk.
“Tara, kau kan sudah mendengar kisahku dengan mantanku, seandainya kau adalah adik dari mantanku, apakah yang akan kau lakukan kepadaku?”tanyaku pelan.

“Hmmm…”katanya lalu tampak berpikir. “Aku akan mengucapkan terima kasih kepadamu karena telah menjaga kakakku meskipun akhirnya kakakku tersakiti olehmu…”

Aku terpana mendengar penuturannya. Sama sekali tidak tersirat dendam.
“Kau tidak membencinya?”
“Benci?”tanyanya lalu tersenyum “Aku tidak akan pernah membenci orang yang tidak pernah menyakitiku, meskipun orang itu pernah menyakiti kakakku. Ouw ya, apakah kau mengenal Jung Nun Mi?”

Aku tersedak mendengar pertanyaannya.
“Yaa~~ aku bertanya,”
“A-a-aku mengenal dia, Tara..kenapa?”tanyaku pelan.
“Pertama kali kau melihatku, apakah kau mengira aku ini Jung Nun Mi?”tanyanya yang aku jawab dengan anggukan. “Jjinjja.. Kenapa semua orang mengira aku Jung Nun Mi? Padahal aku ini adiknya,”

Aku tidak percaya mendengar penuturan darinya.
“Kau adiknya?”tanyaku lirih.
Dia mengangguk dan tersenyum.
“Dan aku tau juga bahwa kau adalah mantannya, Kibum,”katanya lalu berlalu dari hadapanku.

Aku hanya menatap punggungnya dengan pikiran berkecamuk.
**

“Sebaiknya kau menyelesaikan masalahmu dengan Kibum, Eonnie… Cowok itu sepertinya masih menyimpan rasa bersalahnya.. Eonni, kau jangan membencinya lagi.. Iyaaa.. Aku sungguh kasihan melihat wajahnya.. Aku memohon padamu… ”

“Baiklah, aku tidak akan membencinya lagi dan aku akan memaafkannya. Ouw ya, bagaimana hubunganmu dengan DooPa? Aku dengar darinya kalau kau menangis di depannya. Kenapa?”

“Yaa~~ Jjinjjaaaa.. DooPa? Cowok itu benar-benar menyebalkan.. Apa dia tidak merasa bersalah padaku, ohng?.. Nee.. I love you, Nee-chan,”

Aku merebahkan tubuhku ke kasur dan memejamkan mata. Alangkah kagetnya karena wajah Junhyung tiba-tiba melintas di pikiranku.

“Yaa~~”teriakku lalu terduduk di kasur. “Apa aku punya hutang padanya ya?”

Drrrttt..Drrrtttt…
Aku mengambil ponsel dan melihat siapa yang menelepon. “Kyaaa~~ kenapa orangnya muncul?”

“Hallo… Janji? Aku? Haaa.. Astagaa… Aku janji mau makan siang bersama dengan YongYang.. Mian, hahaha.. aku minta cepat pulang karena ada sedikit urusan yang harus aku benahi.. Kalian dimana? Nee.. Sebentar lagi aku meluncur ke sana.. Terima kasih sudah mengingatkan aku, Junhyung…”
**

Minho POV…
Aku segera menyingkir ketika melihat Tara terburu-buru setelah keluar dari lift.
“Yaa~~ Minho.. Gomawo.. Aku pergi dulu…”serunya lalu buru-buru menuju parkiran mobil.
“Kau mau ke mana?”tanyaku.
“Junhyung…ken..can…”

“Huhhh…Kencan?”tanyaku lalu memandang ke arahnya yang ternyata sudah lenyap. “Tara dan Junhyung, apakah mereka pacaran? Akan aku tanyakan setelah mereka pulang nanti,”

Aku segera masuk lift dan menekan tombol 9. Langkahku terhenti melihat Kibum yang menundukkan kepala di singgasana lantai 9. Perlahan aku mendekatinya.
“Yaa~~Kibum ssi.. Gwenchana,”kataku lalu menyentuh tangannya. Hangat. “Yaa~~ Kibum ssi.. Yaa~~,”

Aku melihat keringat mengucur dengan deras di dahi dan pipinya. Aku segera memegang dahinya. Panas.

“Minho..Minho…tolong aku,”
Tanpa pikir panjang aku membopong badannya dan segera masuk ke dalam lift.
“Bertahanlah, Kibum ssi.. Aku akan membawamu ke rumah sakit,”seruku panik lalu setengah berlari menuju mobilku.




at Rumah Sakit…
Aku berjalan hilir mudik di depan ruangan Kibum, menunggu kedatangan Tara dan Junhyung. Kesekian kalinya aku melihat jam dinding, 30 menit sudah berlalu namun Tara dan Junhyung belum menampakkan batang hidungnya.

“Minho..minho..”suara Tara memanggil namaku. “Bagaimana keadaannya?”
Aku menggeleng. “Dokter yang memeriksanya masih berada di dalam,”
“Buatmu, aku yakin, kau pasti belum makan,”kata Junhyung lalu menyodorkan sebungkus burger.
“Gomawo,”kataku lalu duduk.

Aku hanya melihat 2 orang yang sedang mengintip dari kaca kecil yang terdapat di pintu. Aku menerka-nerka mengenai hubungan mereka. Apa aku yang salah dengar? Aku menepis pikiran tersebut mengingat Kibum lagi sakit. Aku tidak ingin menambah beban mereka berdua.

“Kok bisa sich dokter mengalami sakit?”tanya Tara, a silly question, menurutku.
“Yaa~~ dokter kan juga manusia, babo,”kata Junhyung lalu menowel kepalanya.
“Yaa~~ enak saja kau menowel kepalaku,”sergahnya lalu membalas namun tidak berhasil karena Tara kalah tinggi dibandingkan Junhyung.

“Yaa~~ kalian berdua bisa tenang tidak? Bisa-bisa kita diusir dari sini,”leraiku lalu menarik Tara agar menjauh dari Junhyung.
“Mianhae,”seru mereka berdua lalu duduk tenang mengapitku.
“Kalian berdua…apakah..kalian..ken..can…?”
“HUH??”
End of Minho POV…
**

Eun Min POV…
Pikiranku masih terasa berat mengetahui kenyataan mengenai Dongwoon dan kisah cintanya. Kisah cinta yang sangat tragis menurutku. Dongwoon terlalu banyak menuntut selama berpacaran dengan Jung Tae Ran.

“Ahhh…”kataku lalu memijit-mijit pelipis mata. “Ternyata dulu Tara pernah berpacaran dengan Dongwoon,”

Aku hanya menatap kosong lembaran-lembaran kertas yang berserakan di meja. Aku segera menyimpan kertas-kertas tersebut ketika kepala Dongwoon menyembul dari balik pintu dan berjalan mendekatiku. Dongwoon menatap dingin ke arahku. Aku hanya terdiam dipandang seperti itu.

“Buat apa kau mencari tau soal hubunganku dan Tara?”tanyanya dingin.
“H-H-Honey…Aku tidak bermaksud..a-a-aku hanyaaa…”

“Kau tidak perlu mengetahui bagaimana kisahku dengan Tara, Eun Min..”
“Tapi, honey, aku…aku…”
“Dia selalu berbohong selama berpacaran denganku. PUAS?”katanya tinggi lalu meninggalkanku yang tergugu mendengar perkataannya.
End of Park Eun Min POV…
**

Aku memenuhi undangan Eun Min untuk makan siang bersama. Aku menuju gedung yang dimaksud Eun Min setelah memarkirkan mobil di vallet parking. Mataku melihat sekeliling mencari sosok Eun Min. Gadis yang berstatus mantannya Junhyung itu melambaikan tangannya padaku.

“Maaf, aku telat menemuimu.. Aku diminta menemui Gikwang ssi terlebih dahulu sebelum makan siang,”
“Tidak apa-apa, Tara,”serunya singkat.
Aku merasakan hawa-hawa tidak enak darinya. Aku menanyakan apakah dia sudah memesan makanan hanya untuk basa basi. Aku segera memanggil pelayan setelah menentukan menu apa yang akan menjadi menu makan siangku.

“Beres,”kataku lalu menunggunya untuk berbicara. “Hal apa yang membuatmu mengajakku makan siang?”
“Tara.. Apakah kau selalu berbohong selama berpacaran dengan Dongwoon?”

JDAAAAARRRR…JDAAAARRRR…

Hatiku kembali merasakan perih yang sangat. Kotak hatiku sudah dibongkar dengan paksa oleh gadis cantik ini. Aku menutupi perih itu dengan senyum.

“Kenapa?”tanyanya dengan suara bergetar.
“Apakah penting buatmu?”tanyaku lalu menatap gadis cantik itu dengan dingin. Selera makanku sudah terbang diakibatkan perih di hatiku.
“Penting, karena aku sedang berpacaran dengan Dongwoon sekarang bahkan kami akan menikah…dan kau… sedang berpacaran dengan Junhyung,”katanya dengan suara tinggi.

Aku hanya tersenyum dan menatapnya dengan tenang. “Aku rasa kau tidak perlu berbicara dengan suara tinggi, Eun Min. Aku tidak tuli,”

Gadis itu hanya menghela nafas dan matanya berkaca-kaca karena air mata.

“Eun Min, kau benar, aku selalu berbohong selama berpacaran dengannya. Dongwoon terlalu banyak menuntut dariku. Dia melarangku untuk melakukan semua kesenangan dan hobiku. Dia menuntut aku agar menjadi pacar yang PERFECT, Eun Min.. Aku sangat sakit hati padanya karena dia mengatakan bahwa keluargaku tidak punya harga diri karena mereka berkutat di dunia entertainment…”kataku lalu menghembuskan nafas. “Jjaahh.. mungkin kau tidak percaya, tapi..itulah kenyataannya,”

“Ta..”

“Aku pergi darinya karena capek.. Aku tidak bisa terus berbohong.. Aku mengorbankan kebahagiaanku demi dia, tapi apa, setelah dia tau semua itu, dia malah membenciku, semua pengorbananku untuknya menjadi sia-sia,”kataku pelan lalu menghapus air mataku yang menitik.

“Tara…”

“Eun Min, kau hanya membuang waktumu untuk mengetahui masa lalu kami,”kataku lalu berdiri.

“Taraaa.. Aku belum selesai,”
“Aku yang sudah selesai, Eun Min.. Maaf, aku tidak bisa menemanimu makan siang,”
“Tara…”

“Eun Min, wanita terhormat sepertimu sebaiknya jangan terlalu dekat denganku kalau tidak mau dianggap tidak punya harga diri olehnya,”
“Bagiku kau adalah wanita hebat…”
“Hebat? Hebat karena menjadikan kebohongan sebagai landasan kisah cintaku? Cihhh…”

“Tara, bukan itu maksudku. Aku benar-benar kagum padamu karena kau benar-benar menyanyanginya. Tara, aku tidak akan takut apabila dianggap tidak punya harga diri karena dekat denganmu,”
Aku hanya tersenyum sinis mendengar penuturannya. “Kau masih mau dekat denganku setelah mengetahui semua ini?”
Gadis manis itu hanya mengangguk lalu tersenyum.

“Tara, aku tidak takut. Ingat, aku pernah dekat dengan seorang entertainer, Tara. Aku dulu pernah berpacaran dengan Junhyung..”
Lagi-lagi aku tersenyum sinis padanya. “Dulu..Ingat Eun Min, kau D.U.L.U pernah berpacaran dengan Junhyung…”

Dia hanya terdiam mendengar penuturanku.
“Jeongmal mianhae, Tara.. Maafkan aku..”

Aku mengangguk lalu segera meninggalkannya.
**

Junhyung POV…
Aku selalu berdebar-debar bila berdekatan dengannya. Aku merasa ada sesuatu yang hilang bila dia tidak berada di dekatku. Aku merasakan wajahku menghangat ketika dia menyentuh tanganku. Aku selalu merasa ada yang kurang jika satu hari saja aku tidak melihat wajahnya. Apa yang sedang aku rasakan? Apakah ini cinta?

Seperti saat ini. Aku tidak bisa berkonsentrasi di rapat ini karena ada dirinya. Aku sama sekali tidak bisa menatap matanya lama-lama. Aku takut tidak bisa menahan diri apabila terlalu lama menatap dirinya. Gadis manis ini, apakah tidak menyadari kalau dirinya virus? Apakah gadis manis ini tidak merasa bersalah setelah menjangkitiku dengan virusnya.

“Junhyung.. Yaa~~ apakah kau mendengar penjelasan dari Tara?”tanya managerku, Gikwang ssi.
“Huh???”kagetku lalu bergantian menatap managerku dan Tara.
“Demi Tuhan, Junhyung, aku sudah menjelaskan panjang lebar mengenai bajumu namun kau tidak mendengarkannya sama sekali?”sewotnya.

Aku tersenyum melihat ekspressi kesal dari wajahnya yang menurutku menambah pesona yang dimilikinya.

“Grrr..bocaaaaahhhh…”teriaknya lalu memainkan tangannya di pipiku.
Tanpa pikir panjang aku memegang tangannya dan menariknya ke pelukanku dan tanpa tidak disengaja bibirku menyentuh bibirnya. Aku merasakan debaran aneh yang semakin memenuhi jantungku.

“Yaa~~”teriak Yoseob lalu mengetok kepalaku. “Hyung, kau bikin iri saja,”
Tara buru-buru menjauhkan wajahnya dan segera bersikap seakan tidak terjadi apa-apa. Aku hanya memegang jantungku yang debarannya semakin kencang. Aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi.

“Yaa~~ Junhyung, aku tidak akan mengulang penjelasana ini. Jadi, dengarkan baik-baik,”katanya lalu tersenyum.

Diesssshhhh..

“Tara, sebaiknya hentikan sementara. Kita tunggu sampai Junhyung kembali normal,”kata managerku menghentikan Tara.
“Aku baik-baik saja.. Teruskan,”kataku pelan.
“Beneran kamu baik-baik saja? Mukamu saja memerah,”katanya lalu kembali menyentuh kedua pipiku.

Grr.. Cewek ini.. Selalu saja berhasil membuat debaran aneh di jantung dan hatiku.
End of Junhyung POV…
**

Lagi-lagi aku harus menemui Ambassador Jang karena sang Desainer harus menemui Super Junior KRY untuk membicarakan kostum yang akan digunakan pada saat KRY Concert. Kalau saja aku tidak berpikir nama baik DooPa dan JoonDo Entertainment, aku tidak akan menjejakkan kaki ke sarang cowok tampan namun mata keranjang ini.

Aku kembali terdampar di ruangan sang Ambassador dan lagi-lagi aku harus menunggunya karena beliau masih ada urusan.

“Grr.. Aku melakukan ini demi DooPa.. Dia harus mentraktirku selama seminggu penuh,”sewotku lalu berkeliling di dalam ruangan sambil melihat foto-foto yang tergantung di dinding.

“Waaahhh.. Choi Siwon pernah jadi Ambassador juga ternyata.. Betapa beruntungnya aku bisa bekerja sama dengan beliau,”kataku sambil melihat foto Choi Siwon. Aku berpindah ke foto berikutnya. Dahiku mengernyit melihat foto tersebut. “Kyaaa~~ Kim Heechul.. Perasaanku dia bukan Ambassador, kenapa fotonya ada di sini?”

“Justice of Supreme Court…”sebuah suara mengagetkanku. Aku segera menoleh ke arah suara itu. Lagi-lagi cowok itu. “Silakan duduk, Tara,”

Aku mengangguk lalu kembali ke sofa dan duduk. Melihat wajahnya seakan melihat wajah Eun Min yang menangis.

“Ambassador Jang..”
“Maaf, beliau tidak bisa menemuimu, jadi aku yang akan menggantikannya…”
“Ohh.. Kalau begitu, nanti saja setelah Ambassador Jang..”
“Kenapa? Kenapa kau tidak mau bertatap muka denganku?”tanyanya sambil menatapku.

Aku hanya diam menahan gejolak amarah yang tiba-tiba saja melanda diriku.
“Tara, aku mengetahui kalau pacarku menemuimu…”
“Dan aku semakin membencimu…”kataku dingin, sedingin tatapan yang aku hadiahkan padanya.

Aku melihat cowok tampan ini menghela nafas.

“Dongwoon, aku membencimu saat ini, namun, setelah melihat wajah Eun Min yang menangis, kebencianku terkikis sedikit demi sedikit. Aku akan membereskan masalah ini sebelum menjadi larut. Kau tau, aku sungguh sangat sakit hati mendengar ketika kau mengatakan “Tara selalu berbohong ketika berpacaran denganku”. Apa kau tau kenapa aku berbuat demikian, ohng? Aku hanya ingin menjadi pacar yang perfect buatmu, tapi apa yang kau lakukan setelah mengetahui semuanya? Kau membenciku, Dongwoon.. Apakah kau tau bahwa ada luka yang sampai sekarang masih menganga? Aku tidak bermaksud membalas dendam padamu karena aku seorang wanita yang berhati lembut, aku hanya ingin meminta maaf, Dongwoon,”

“Taraaaa..”katanya lalu mengenggam tanganku namun aku menepisnya dengan sopan.

“Dongwoon~ah.. Aku berharap kau tidak akan mengulangi kesalahan yang sama pada Eun Min.. Berubahlah demi dia.. Kau jangan terlalu banyak menuntut darinya jika kau tidak bisa menjadi yang dia mau.. Kau akan terlihat egois apabila kau melakukannya,”

“Aku meminta maaf mewakili Eun Min, tidak seharusnya…”
“Aku harap kau menjelaskan perkaatanmu yang “Tara selalu berbohong ketika berpacaran denganku”. Aku tidak ingin kalian berdua merusak hubunganku dengan Junhyung. Aku sungguh mencintainya,”kataku bergetar dengan menunjukkan -kembali- cincin *bohongan* yang tersemat di jari manisku.
“Baiklah, aku akan melakukannya,”
“Terima kasih. Well, sesi curhat sudah selesai, aku akan menjelaskan kepadamu mengenai pakaian ini,”
“Baiklah,”
**

Aku berjalan-jalan menuju pusat perbelanjaan di pusat kota Seoul setelah menyelesaikan beberapa pekerjaanku di kantor. Aku menikmati kesendirianku. Damai, tentram mengelilingiku sore ini meskipun suasana sibuk tergambar di sekitarku. Aku melirik jam yang tanganku.

Rush hour,”seruku lalu kembali menikmati setiap kegiatan yang berada di depanku.

Aku tersenyum. Rasa hangat menyelimutiku tatkala menikmati itu semua. Aku mampir di salah satu toko yang menjual makanan. Aku menikmati ttokpokki tersebut dengan perlahan agar kenikmatan yang terdapat di dalamnya bisa masuk ke tubuhku. Aku meninggalkan toko tersebut setelah mengeluarkan beberapa lembar uang. Aku kembali tersenyum melihat sepasang kekasih yang sedang konsentrasi untuk mengambil boneka beruang.

Sepanjang jalan yang aku lewati, banyak sekali toko-toko dadakan yang menjual pernak-pernik Valentine. Aku kembali tersenyum ketika melihat pasangan lain yang sedang berdebat coklat mana yang akan di beli. Keasikanku sedikit terganggu ketika aku menabrak atau ditabrak oleh seseorang. Mataku terbelalak melihat sosok yang menjulang tinggi di hadapanku.

“Ambassador Jang..”seruku tertahan.

Bagaimana mungkin seorang Ambassador bisa berpenampilan seperti ini. Rambut blondenya sudah berubah warna menjadi burgundy. Rambut yang semula lurus kini berubah menjadi keriting. Baju yang dipakainya..sama sekali tidak menunjukkan bahwa kalau dia ini seorang Ambassador. Mata tajamnya dibingkai oleh kacamata yang menambah pesonanya.

Aku menerima uluran tangannya sewaktu membantuku berdiri. Lagi-Lagi aku tidak mau menatap lama-lama dirinya agar diriku terselamatkan dari listrik cinta miliknya.
“Terima kasih,”
Dia hanya mengangguk lalu menampilkan senyum manisnya.

“Apakah kau bersedia menerima secangkir kopi hangat dariku?”tanyanya lembut yang diakhiri dengan senyum manis. “Aku tidak akan melakukan hal-hal yang membuatmu mengkhianati kekasihmu,”

Aku mengangguk menerima ajakannya.
**

Langkahku terhenti ketika pintu lift terbuka di lantai 9. Minho, Kibum, dan Junhyung beserta Yoseob duduk di singgasana Gu. Aku menghadiahi mereka senyum manis lalu bergabung.

“Aku…aku mau meminta maaf pada Minho dan Tara..”

Aku dan Minho segera saling pandang dan melihat ke arah Kibum.

“Aku sudah menyakiti Nun Mi.. Akulah yang menyebabkan Nun Mi lari ke Jepang.. Aku…”

“Kibum~ahh.. Tidak perlu kau meminta maaf.. Nobody’s perfect,”seru Minho lalu tersenyum.
“Buat apa siey kau minta maaf, bagiku tidak masalah.. Aku tidak membencimu, Kibum,”kataku yang disetujui Minho.
“Aku sudah tau semuanya soal kau dan Nun Mi. Aku juga tidak masalah kalau kau berpacaran dengan Min Rin,”

“Haaa.. Min Rin? Yang mana ya?”tanyaku tolol.
“Yaa~~ Babo.. Apakah kau tidak ingat dengan cewek yang datang waktu kita bertiga menjenguk Kibum?”
“Hahh.. Yang rambut keriting plus kacamata itu? Kibum, kau pacaran dengan Ahjumma?”

Pletaaaakkk.. Kepalaku kembali menjadi sasaran Junhyung.

“Yaa~~ Kau ini benar-benar menggemaskan ya, Tara.. Kalau yang kau maksud itu, kau salah besar.. Ahjumma itu salah satu pekerja di laboratoriumnya Kibum..”

“Ohh.. Aku ingat..”
“Ingaaattt??”
“He’eh.. Min Rin itu gadis yang berambut lurus sebahu, yang memakai kardigan waktu menjenguk Kibum? Yang membawakan apel dan jeruk kan?”
“Bingo.. Dia itu..mantanku..”
Changing partner,”seruku tersenyum. “Yaa~~ Kibum, Eonnieku juga sudah memaafkanmu, jadi kau tenang saja.. Kita bisa berteman..”

“Kita? Kau dan Junhyung tidak bisa berteman, karena..kalian berdua pernah ciuman di hadapanku dan Gikwang Hyung,”seru Yoseob sambil tersenyum usil.

GLEKKK!!! GLEKK!!!

“Yaa~~kalian berpacaran?”tanya Kibum dan Minho bareng.
“Hmm..sudah waktunya aku istirahat,”seruku dan Junhyung bareng lalu menuju kamar masing-masing.
“Yaa~~…”
**

Min Rin dan Minho duduk berhadapan di salah satu cafe yang terletak tidak jauh dari DongTae apartment. Mereka datang ke cafe bukan untuk menikmati suasana romantis malam minggu namun untuk menyelesaikan masalah mereka berdua.

“Aku sudah menemukannya, Min Rin, gadis yang selama ini aku cari,”
Min Rin mengangguk dan tersenyum. “Aku turut bahagia mendengarnya, Minho..”
“Aku harap kau sudah menemukan penggantiku..”
“Aku sudah menemukannya, namun, aku takut suatu saat nanti hal yang sama kembali terjadi padaku..”
Long distance relationship?”tanya Minho yang dijawab anggukan Min Rin. “Yaa~~ kau jangan takut untuk memulai LDR, Min Rin. Kau tidak akan mengetahui apakah kau mampu menjalaninya atau tidak sebelum kau mencobanya..”

“Aku..takut..Kibum ssi itu professorku..”
“Jabatan tidak menjadi masalah. Kau dan dia berada di dunia yang sama, science world.. Kau pasti bisa…”
“Apakah kau yakin?”
“Yakin,”
I’ll try to confess my feeling to him,”
“Fighting,”
**

14 February in Cube Entertainment…
Salah satu ruangan di sulap menjadi tempat pesta untuk merayakan kembalinya Junhyung dan Yoseob ke panggung. Aku dan DooPa turut ikut hadir untuk merayakan dan meramaikan acara tersebut. Pesta ini hanya dihadiri oleh staff Cube, sahabat-sahabat terdekat dari duo YongYang. Eun Min dan Dongwoon juga turut hadir dalam pesta kecil ini.

Ting..Ting…

Gikwang ssi memberikan tanda agar tamu melihat ke arah panggung.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para tamu yang hadir untuk merayakan pesta ini. Aku benar-benar bersyukur bisa merealisasikan mimpi duo YongYang..”

“Hyuuung.. Junseob..”sewot Yoseob tiba-tiba.

Hahahaha…

“Bagiku, YongYang nama yang bagus,”celetuk Yesung usil.

Gikwang ssi pun melanjutkan sambutannya setelah dicela oleh makhluk usil yang bernama Yoseob dan Yesung. Aku melihat ke arah DooPa ketika dia membisikkan sesuatu.

“Akhirnya kau melihat ketampanan yang dimiliki Gikwang..”
“Yaa~~untuk apa kau mengatakan hal ini?”
“Agar kau siap hati jika kembali bekerja sama dengannya,”
“DooPaaaa..”
“Ahh..aku lupa, kau kan sudah memiliki Junhyung,”

Aku hanya memonyongkan bibir mendengar penuturannya.

“Sudah berapa kali aku lihat mata Junhyung melihat ke arah kita..”
“DooPa, hentikan ocehanmu,”sewotku.
“Haha.. tapi kau kan sudah merasakan ciuman darinya,”
“Yaa~~”teriakku agak kencang sehingga membuat semua mata tamu melihat ke arahku. “Hehehehe.. jeongmal mianhae, Gikwang ssi, silakan lanjutkan,”

“Baiklah… Kita akan menyaksikan penampilan spesial dari duo YongYang.. Give them your claps,”

Seluruh tamu tepuk tangan dan bersorak riuh ketika dua cowok tampan naik ke atas panggung. Alunan piano yang dimainkan oleh Gikwang ssi menambah semarak suasana pesta. Tiba-tiba saja jantungku berdebar ketika tatapanku bersiborok dengan Junhyung. Aku hanya memberikan seulas senyum untuknya.

[YOSEOB] The one thing that I want to tell you the most
Always, we always singing just for you
Thank you, the one who’s always been protecting us by our side
[YOSEOB] You [JUNHYUNG] You
[YOSEOB] You [JUNHYUNG] It’s you
[YOSEOB] Thank you [JUNHYUNG] Thank you
[YOSEOB] For you

“Sepertinya Junhyung sangat mencintai Tara. Beberapa kali matanya melirik ke arah Tara,”seru Eun Min ke Dongwoon.
“Aku harap, Tara berbahagia bersama Junhyung,”

[JUNHYUNG] Even if I find myself exhausted, as long as I’m with you
[YOSEOB & JUNHYUNG] It’s alright, it’s alright
[JUNHYUNG] Even if we’re being separated far away, if we can feel each other
[YOSEOB & JUNHYUNG] It’s all good it’s all good
[JUNHYUNG] Even if I find myself exhausted, as long as I’m with you
[YOSEOB & JUNHYUNG] So fly so fly
[JUNHYUNG] If your heart in front of me right now is true
[YOSEOB & JUNHYUNG] Thank you, thank you

“Yaa~~ ini lagu sepertinya di-dedicated untukmu, Tara,”bisik DooPa padaku.
Aku hanya tersenyum simpul. “Apakah kau tidak mendengar lirik awalnya, ohng? “Just thank you everybody, thanks to ma fans“.. Jjinjja.. Fans, DooPa.. Fans,”

DooPa hanya tertawa mendengar penuturanku.

“Aku sudah menobatkan kau sebagai my 1st fans, Tara,”ucap Junhyung tiba-tiba.
“HUHHH??”
“Yess.. i got you, Tara.. Aku tau kau sudah lama nge-fans padaku…”
“Hahhhh???
“Terima kasih kau sudah menjadi fans-ku yang pertama.. I love you,”seru Junhyung lalu menarikku ke pelukannya.
“Huhhh??”

“Gikwang, Junhyung ingin menyanyikan sebuah lagu untuk Tara,”teriak DooPa.
“Jjinjja, Doojon?”
“Ne~~”
“Junhyung, silakan naik ke atas panggung,”

Aku memandang kesal ke arah makhluk yang merupakan atasanku. Aku tidak tau apa saja yang terdapat di dalam pikirannya. Makhluk bernama Yoon Doojon tersebut hanya terkekeh melihat tatapan membunuh dariku dan segera bertepuk tangan ketika Junhyung kembali ke panggung.
“DooPa, kau akan merasakan pembalasanku,”bisikku.

“Aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk Tara,”

When I see your face, there’s not a thing that I would change
Cause you’re amazing, just the way you are
And when you smile, the whole world stops and stares for a while
Because girl you’re amazing, just the way you are
The way you are, the way you are
Girl you’re amazing, just the way you are

When I see your face, there’s not a thing that I would change
Cause you’re amazing, just the way you are
And when you smile, the whole world stops and stares for a while
Cause girl you’re amazing, just the way you are. Yeah


“Ihhiiiyyyyy…”seru para tamu segera melihat ke arahku yang sudah disinari oleh lampu sorot.
Sumpah, aku butuh tempat untuk menyembunyikan wajahku yang memerah. Jantungku berdebar kencang. Keringat segera mengucur dengan derasnya.

“Tara..itulah isi hatiku yang sebenarnya. Maukah kau menerimaku?”
“Huhhh???”
**

Advertisements

6 thoughts on “Sunshine After The Rain (I’m Yours) (part. 2)

  1. dumzz aku smpe baca part 1 lagi
    huahahaha
    soalnya udh agak2 lupa sama characternya

    tp nth kenapa aku malah mimisan bayangin si HYUN SEUNG!
    gyaahahaha
    *ditendang dongwoon dan wookie*
    abisnya dia genit benerrrr dan aku lgsg kebayang2 si Hyun Seung beneran kayak begitu lolol

    btw si dongwoon makin misterius dot com
    penasaraannn
    ada hidden agenda apa dia???
    pake acara bohong segala
    *geplak dongwoon*
    gara2 die si Tara ama Eun Min jadi saling ga enak TT

    JunHyung sama Tara wooowwwww
    lama2 jd couple favoritku mereka
    wkwkwkw

    ditunggu kelanjutannya dumz
    dengan psychotic dongwoon :DD
    btw jgn lupa berkunjung ke ff saya hoho

    • baaaaatttt…
      *hugs*
      hahahahhaa..
      makasi banyak udh mampir ke sini dan komen2
      hheee…

      tp nth kenapa aku malah mimisan bayangin si HYUN SEUNG!
      gyaahahaha
      *ditendang dongwoon dan wookie*
      abisnya dia genit benerrrr dan aku lgsg kebayang2 si Hyun Seung beneran kayak begitu lolol

      cocok ga siey klo karakter hyunseung aq bwt sperti itu?
      huhahha..
      playboy mode:on
      XD~

      siiiiaaappp..
      ntar aq mampir ke livejournalmu, say

      -cloudy-

  2. onnieeee~~~
    aq bc nih

    huwaaa Hyunseung jd playboy? wow!!
    Tara ketemu ama Dongwoon lg T.T
    mn mrk masih musuhan gt
    untung mrk bs baikan

    Doojoon disini baek bgt ya
    oppa yg sayang ama adeknya
    tp usil ga ketulungan
    hahaha

    kyaaa masa Tara kena kiss Junhyung ga sengaja?
    aq jg mau onn TT__TT

    akhirnya smua mslh bs terselesaikan dgn baik
    Kibum uda ga ngerasa bersalah lg
    Minho jg uda baikan ama Minrin

    dan Junhyung, kembali membuat ulah
    pake nyanyiin buat Tara
    idih, bikin ngiri

    onnie~~ buat lg FFnya ya ^^

    • nissssiiiiaaaa…
      makasi udh mampir, baca, dan komen ya
      hahahahha…

      Doojoon disini baek bgt ya
      oppa yg sayang ama adeknya
      tp usil ga ketulungan
      hahaha

      huwaaa…
      doojon emang baik banget di sini
      makanya author cinta ama dy
      *loh(?)*

      dan Junhyung, kembali membuat ulah
      pake nyanyiin buat Tara
      idih, bikin ngiri

      huahahahhaa…
      couple fave-ku dah, Tara dan Junhyung
      nyahahahahahha…

      onnie~~ buat lg FFnya ya ^^

      dgn snang hati, nis
      hhheeee…

      -cloudy-

  3. cloudy,,,mianhe aq baru sempet mampir ke sini.

    akhirnya aku mendapatkan min ho walaupun ke pengen dpt kibum juga. kekekeke,,,,
    maruk.com

    untung wookie tak di masukkan juga. kalo gg terjadilah cinta segi4 antara kami. :))

    bikin lagi yaak…
    bogoshipeyo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s