[FanFict] Sugar Rush (part 1)

Annyeong haseyo..
cloudy here..
i’ve made this FF just for fun
you can enjoy my FF without permission
but, if you will take out this FF, you MUST don’t claim them as yours..
of course, you must write credit belong to cloudyeppeo Entertainment in cloudyeppeo.wordpress.com, because i REALLY HATE a thief and plagiator
::::::::::
This FF i dedicated for my “bestie”..
::bat in http://www.twitter.com/@wookietis as Park Eun Min::
::::::::::
Tittle: Sugar Rush
Cast: Yoon Doojon, Vanie Lee, Park Eun Min (Silvana Park), Kim Ryeowook, Son Dongwoon
Other Cast: rest of Beast, Super Junior, Andromeda, Vanessa, Tony Lee, Hyunseung’s parent, Henry Lau, Zhoumi, SHINee
Disclaimer: of course, i don’t have guys cast because Super Junior, SHINee, Henry Lau, Zhoumi belong to SM Ent.; Beast belong to Cube Ent.; girls cast, Andromeda, Vanessa, Tony Lee, and Hyunseung’s parents belong to cloudyeppeo Ent.

Aku membaca ELLE Magazine edisi bulan ini. Silvana Park, model blasteran Australia dan Korea, menjadi covernya. Aku tidak percaya dia akan memulai karier Go Internasional di Seoul. Betapa beruntungnya aku. Aku berharap bisa bertemu dengannya.

Silvana Park, memulai kariernya di dunia modeling. Tubuhnya yang menjulang tinggi dan ekspressi dingin di wajahnya menambah nilai plus di mata desainer yang menginginkan dirinya untuk memakai baju karya mereka. Sukses di dunia modeling, tidak membuat Silvana Park puas, diapun merambah di dunia tarik suara. Dia tidak menyanyikan lagunya sendiri namun me-remake dan meng-aransemen ulang lagu-lagu lama sehingga lebih enak di dengar. Silvana Park disebut-sebut sebagai 2nd Sabrina, sedangkan Sabrina, cewek cantik asal Philliphina, sendiri sudah lama memulai debutnya sebagai penyanyi spesial di bidang akustik. Sungguh aku tidak sabar menunggu debutnya di Seoul sebagai penyanyi.
**

Aku, Kim Ryeowook, dan Yong Junhyung sedang menikmati kerjaan yang sangat ”menyenangkan” bernama tugas kuliah. Betapa ”menyenangkan” karena kami mengerjakan tugas ini 2 hari 2 malam namun belum kunjung selesai.

“Arrrggghhhhh….”kataku lalu telentang dengan lesu. “Mau sampai kapan kita menyelesaikan tugas ini,”
Wookie dan Junhyung meniru apa yang aku lakukan, telentang dengan lesu.

“Aku tidak tau, Vanie. Aku sungguh bosan dengan tugas kuliah ini.. Kepalaku benar-benar pusing.. Belum lagi jadwal manggung KRY yang sangat padat. Berkali-kali Yesung Hyung menanyakan aku lagi dimana.. Ahhh…”Wookie curhat.

“Ahhh..Aku juga.. Yoseob dan Tara sudah marah-marah.. Grrr..grrr…”Junhyung curhat.

Aku tertawa kecil mendengar curhatan mereka. “Masih lebih beruntung aku ya, aku tidak punya pacar, Junhyung…”
“Tapi kau masih punya janji untuk bertemu Heechul Hyung..ha…ri..i..ni…”

“AAAAAA… Mati.. He’ll kill me.. Jam berapa sekarang?”tanyaku cemas.
“Jam 16.15,”jawab Junhyung lalu duduk. “Wae?”
“Oh my,”seruku panik lalu segera membereskan buku-bukuku yang berserakan di atas meja. “Aku ada janji dengannya jam 5 sore,”

Aku segera memasukkan buku-buku tersebut ke dalam tas dan menyambar ponsel serta kunci mobil yang tergeletak angkuh di samping diktat berwarna Hijau yang berjudul Fashion is Passion or Passion is Fashion.

“Maaf, aku tidak bisa makan bareng dengan kalian…”kataku bergegas menuju pintu apartment Wookie.
“Yaa~~ coat-mu ketinggalan,”seru Junhyung lalu melempar coat kesayanganku.
“Thanks,”kataku lalu menutup pintu dan bergegas menuju parkiran mobil.

Ponselku berbunyi ketika aku duduk di depan kemudi dan menutup pintu. Aku merogoh tasku dan terbelalak melihat siapa yang menelepon.
“Nee~ Heechul Oppa…”
“Yaa~~ sudah berapa kali aku bilang, panggil aku dengan Heechul Wanjang-nim.. Kalau kepanjangan, kau cukup memanggilku dengan Heenim”
“Algesseumnida, Heenim..”
“Kau di mana? Aku tidak akan memaafkanmu kalau kau telat menemuiku,”
“Nee~ Wanjang-nim.. Algesseumnida..”

Aku segera melarikan mobilku dengan kecepatan tinggi agar sebelum jam 5 sampai di kantor.
**

Yesung dan Kyuhyun berjalan hilir mudik di ruangan manajer KRY, Park Jungsoo a.k.a Teukie. Manajer mereka hanya melihat dengan heran kelakuan anak didiknya.
“Yaa~~ bisakah kalian duduk untuk beberapa saat? Aku pusing melihat kalian hilir mudik seperti setrikaan. Aku masih mengatur jadwal manggung kalian. Banyak sekali permintaan untuk kalian..”

“Hyung, Wookie belum membalas sms-ku. Bagaimana ini? Kita kan ada siaran di radionya Shindong Hyung jam 8 malam,”seru Kyuhyun cemas berkali-kali melihat ponselnya.
“Aku percaya Wookie tidak akan mengecewakan kita semua,”kata Teukie dengan senyum malaikatnya.
“Jangan-jangan Wookie lagi pacaran dengan cewek bernama Vanie Lee itu..”sewot Yesung.
“Mana mungkin, Hyung, incest relationship.. Vanie Lee merupakan sepupu Wookie. Kenapa? Kau cemburu kalau Wookie dekat dengan wanita?”

Yesung mengetok kepala Kyuhyun kasar.
“Yaa~~ aku tidak cemburu. Aku tidak mau KRY diduakan oleh sesuatu yang bernama wanita..”
“Yesung, kau tidak boleh bekata seperti itu,”
“Algesseumnida, Hyung,”
**

Aku mendengar penjelasan Heenim dengan seksama agar aku tidak melakukan kesalahan. Aku tidak ingin mengecewakan Heenim. Aku juga tidak mau membuat Heenim malu di depan kliennya hanya dikarenakan kecerobohanku.

“Kau sudah mengerti, Vanie?”tanyanya lalu menampilkan smirk-nya.
“Nee~ Heenim, aku mengerti,”
Heenim mengangguk lalu menatapku dengan lembut. Aku gelagapan ditatap sepert itu.
“Vanie, aku dengar, kau ada tugas kuliah mengenai Design of Passion?”tanyanya mengagetkanku. Tau darimana dia mengenai tugas kuliahku yang sampai sekarang belum selesai.

“Yaa~~ kenapa kau menjadi bengong begitu, Vanie?”
“Ahh..Hhheee.. Heenim, iya, sudah 2 hari 2 malam aku kerjakan bersama kelompokku namun belum kunjung selesai..”
“Besok kau bawa tugasmu ke sini. Aku akan membantumu,”
“Huh?? Jjinjja, Heenim??”kagetku senang.
“Aku tidak akan mengulangi ucapanku. Besok kau bawa tugasmu atau aku akan berubah pikiran,”
“Nee~~Heenim.. Kamsahamnida,”
**

Doojon POV…
Aku kembali melirik ke arah gadis yang sedang berbicara dengan manajerku, Siwon Hyung. Gadis itu memakai topi untuk menutupi wajahnya. Aku penasaran seperti apa wajah gadis itu.

Beberapa saat kemudian, Siwon Hyung dan gadis itu menghampiriku. Gadis itu menganggukkan kepala dan tersenyum ketika manajerku mengenalkan kami berdua. Aku sedikit terperangah melihat wajah gadis bertopi itu. Cantik. Kacamata yang membingkai matanya menambah pesona yang dia miliki.

Aku hanya tersenyum ketika menyadari bahwa diriku sedang menikmati kecantikannya. Aku mengangguk ketika Siwon Hyung memintaku untuk mencoba beberapa baju dari Heedictator Entertainment.

“Vanie, hmm..apakah kau bersedia makan malam denganku?”
“Maaf, Siwon ssi, saya tidak bisa, saya masih harus menemani Heenim malam ini,”
“Jadi kau menolakku?”
“Tentu saja. Aku sudah janji untuk menemani Heenim malam ini,”

“Ternyata gadis ini sudah memiliki pacar. Heenim?? Akan aku cari informasi mengenai dia,”kataku dengan dada bergemuruh.

Aku segera keluar setelah mencoba baju pertama. Gadis itu membuka topinya sehingga aku bisa dengan jelas melihat wajah dan rambutnya. Kembali aku merasakan gemuruh yang tidak bisa dijelaskan, antara sedih, bahagia, senang, bercampur menjadi satu.

“Hyung, bagaimana menurutmu?”tanyaku singkat.
Manajerku melihat ke arahku dan mengacungkan 2 jempolnya. “Kau sangat tampan dengan baju ini. Bagaimana kalau kau mencoba baju kedua, Doojon,”
“Menurut kamu, Vanie, bagaimana?”
“Aku setuju dengan Siwon ssi, Doojon..”
“Berarti aku harus mencoba baju kedua? tanyaku yang dijawab anggukan oleh mereka berdua. “Baiklah,”

Aku kembali masuk ke ruang ganti dan mencoba baju kedua.
End of Doojon POV…
**

Aku memperlambat mobilku ketika melihat seorang gadis yang menurutku mirip Silvana Park tergeletak tak berdaya di pinggir jalan. Hujan yang turun membasahi tubuhnya. Tanpa pikir panjang, aku turun dari mobil dan berjalan ke arahnya. Titik-titik air hujan mulai membasahi tubuh dan rambutku.

Aku terbelalak ketika melihat gadis itu. Gadis itu Silvana Park. Seluruh tubuhnya penuh dengan memar. Kedua lututnya terluka. Beberapa luka sayatan terdapat di wajahnya. Pikiranku hanya satu, DIPERKOSA. Perlahan tanganku menyentuh pipinya. Sentuhan dariku membuat matanya terbuka.

“Tolong aku..”lirihnya dengan senyum miris.
Aku mengangguk dan segera mengangkat tubuhnya dan membopongnya menuju mobilku. Aku menghidupkan mobilku dan segera menuju rumah sakit terdekat.




Hospital…
“Vanie ssie, terima kasih,”
Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal menatap ke arah Silvana Park yang terbaring lemah. “Heehehhee…sama-sama, Silvana ssi,”
“Yaa~”katanya lalu memegang tanganku. “Aku benar-benar berterimakasih padamu, dear. Aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku jika kau tidak menolongku…”

Aku tersenyum dan mengenggam tangannya lalu duduk di kursi. “Aku minta maaf karena dalam pikiranku muncul kata DIPERKOSA…”
“Kau benar. Aku hampir diperkosa oleh orang-orang itu tapi puji Tuhan, aku dilindungi-Nya dan berhasil kabur dari sana…”
“Apakah kau tau..”
Aku melihat gelengan di kepalanya. “Aku tidak tau siapa yang mencelakaiku namun pikiranku hanya tertuju pada orang itu..Chief Director dari majalah Rainbow Secret..”

Aku hanya terbengong-bengong mendengar penuturannya. Bagaimana mungkin dia memiliki musuh di dunianya?

“Vanie, aku benar-benar minta maaf..gara-gara aku, kau harus melayani wawancara dengan paparazzi itu..”
“Never mind.. Ouw ya, Silvana ssi..”
“Hmm..jangan panggil aku dengan ”Silvana ssi”, panggil aku dengan Eun Min.. Silvana Park adalah nama panggungku..
“Hahhh.. Eun Min, aku sudah menghubungi manajermu di Australia, beliau mengatakan akan berangkat ke Seoul 2 hari lagi..”

“Terima kasih banyak, Vanie. Aku berhutang budi padamu. Bagaimana aku bisa membalasnya?”
Aku tersenyum. “Kau cukup menjaga kesehatanmu dan memberikan yang terbaik buat fansmu serta sukses untuk debutmu di Seoul,”
“Baiklah…”
**

Rainbow Secret Office..
Braaakkkk…

“Bagaimana bisa Silvana Park selamat? Vanie Lee, aku akan buat perhitungan padamu. Kalian berdua akan merasakan bagaimana rasanya balas dendam,”kata Chief Director lalu merobek kertas yang berisikan artikel mengenai Silvana Park.

“Jang sajangnim…”

Pria yang dipanggil Jang sajangnim menoleh ke arah pintu masuk. Bibirnya menyunggingkan senyum.
“Ohh..kau..Son Dongwoon..silakan duduk,”
“Terima kasih,”kata pria yang dipanggil Son Dongwoon lalu duduk. “Sepertinya, rencanamu untuk menghancurkan Andromeda Galaxy Association masih gagal. Salah satu talent mereka yang menjadi targetmu berhasil di selamatkan oleh…”
“Kau tidak perlu ikut campur urusanku dengan AGA..”

“Jang Hyunseung.. Tahun 2005, Andromeda, owner AGA, mendepakmu dari perusahaannya karena mengetahui penyelewengan yang kau lakukan…”

BRAAAKKKK..

“Kau tidak perlu ikut campur dalam masalah ini, Son..Dong..woon. Aku pasti berhasil melenyapkan AGA. Aku akan membalas dendam ini..”

“Semoga berhasil, Jang Hyunseung…”Dongwoon berdiri dan keluar dari ruangan.
“Cihhh..Dongwoon, aku akan buat perhitungan denganmu juga.. Grrr… Aku pasti berhasil melenyapkan AGA dan Vanie Lee,”
**

Silvana Park POV…
Aku menangis karena sangat bersyukur atas apa yang Tuhan berikan padaku. Tuhan mengirimkan malaikat kecilnya untuk menolongku. Aku yakin dengan sangat, aku sudah menyebabkan Vanie masuk ke dalam duniaku dan menempatkan dia dalam bahaya.

Aku hanya menatap wajah manisnya yang sedang serius mengerjakan tugas di sofa. Keseriusan yang terpancar di wajahnya mengingatkanku pada saat aku mengerjakan paper sebagai syarat untuk masuk di dunia modeling. Dahinya mengernyit-ngernyit ketika membaca buku tebal bercover hijau itu. Tangan-tangannya dengan cekatan membolak-balik lembaran yang ada di buku tersebut lalu menari-nari di laptop putih bergambar Apple miliknya.

Beberapa saat kemudian, pintu ruanganku dibuka dan muncul 2 orang cowok dan 1 orang cewek. Mereka bertiga melambaikan tangan pada Vanie dan mengangguk padaku.

“Ahh..kalian bertiga sudah datang,”kata Vanie lalu menghampiri tamunya. “Eun Min, maafkan aku karena mengajak sahabatku ke sini, kami mau mengerjakan tugas kuliah,”
“Tidak apa-apa, Vanie,”kataku tersenyum. “Aku malah senang karena ruanganku rame,”
“Ouw ya, aku belum meperkenalkan kalian,”katanya lagi lalu mengajak 3 sahabatnya mendekati ranjangku.

Aku senang sekali mendapatkan teman baru. Tara Jung yang merupakan pacar Yong Junhyung sangat bersahabat. Tara bekerja sebagai junior desainer di JoonDo Entertainment. Yong Junhyung merupakan singer dan aktor terkenal, berada di bawah naungan Joker Entertainment dan yang paling menarik adalah Kim Ryeowook. Aku merasakan ada sesuatu yang terjadi di hatiku ketika bertatapan mata dengannya. Jantungku berdegup ketika mendapatkan senyumannya.

“Aku senang sekali berkenalan dengan kalian,”seruku berusaha setenang mungkin.
“Kami juga,”kata mereka lalu menuju sofa.

Aku terkesiap melihat Vanie memegang tangan Ryeowook dan Ryeowook mengusap kepala Vanie. Ya Tuhan, aku sudah salah. Aku tidak boleh menyakiti Vanie dengan merebut pacarnya.
“Ya Tuhan, maafkan aku…”lirihku perlahan.
“Mwo? Yaa~ Eun Min, kenapa kau minta maaf pada Tuhan?”tanya Vanie, ternyata dia mendengarkan perkataanku.
“Hahahaha..karena aku sudah merepotkanmu,”
“Aisshhh…jjinjja..Aku tidak mau mendengar perkataan itu lagi, Eun Min,”
“Nee.. Arasso,”
End of Silvana Park POV…
**

“Heeniiiimmmm~~~”teriakku kencang lalu tanpa basa basi memeluk dirinya.
“Yaa~~ kau sungguh ti..dak..so..paaann.. Le..pas..kan.. Aku se..sak nafas..”
Aku segera melepaskan pelukanku dan mengulurkan sesuatu. “Buatmu..”
“Kau mau menyogokku?”

Aku tersenyum dan menggeleng. “Ucapan terima kasih, Heenim, untuk tugas kuliahku. Akhirnya aku, Junhyung, dan Wookie lulus dengan nilai terbaik,”
“Wahh..Congrats. Kita harus merayakannya…”
“Aku tidak bisa, aku mau menemui Andromeda, manajer Eun Min…”

“Vanie..kau tau..kau berada dalam bahaya kalau terus berdekatan dengannya,”seru Heenim mengagetkanku. Aku mengangguk dan tersenyum. “Kau sudah tau mengenai masalah Rainbow Secret dan AGA?”tanyanya lagi yang aku jawab anggukan.

“Chief Director Rainbow Secret, tahun 2005, didepak dari posisinya sebagai Vice President AGA..jauh sebelum Silvana Park bergabung. Dia menjadi talent di AGA pada awal tahun 2008. Silvana Park tidak tau mengenai masalah agensinya dengan Chief Director tersebut, Heenim..”

“Tapi dia tau, siapa yang menjadi otak dibalik kejadian ini?”tanya Heenim.
“Iyaaa..Heenim..”

“Hmm…Vanie, sebaiknya kalian lebih berhati-hati..”
“Algeseumnida, Heenim. Aku permisi dulu..”
“Baiklah, besok jangan lupa. Kau harus menemui Yoon Doojon jam 4 sore,”
“Nee~~ Heenim, aku berangkat sekarang,”
“Jalka,”
**

Yoon Doojon POV…
Mataku terbelalak ketika pintu ruangan tempat Eun Min dirawat terbuka dan sosok itu muncul dengan senyum manisnya. Ada hubungan apa antara Vanie dan Eun Min? Kenapa mereka terlihat akrab di mataku.

“Ahh.. Doojon ssi.. Tidak menyangka bertemu denganmu di sini. Baru saja Heenim membicarakanmu,”

“Grr..Heenim lagi..Heenim lagi..”

“Yaa~ kalian sudah saling kenal?”tanya Eun Min padaku.
Aku dan dia sama-sama mengangguk. “Aku bertemu Vanie di agensiku. Kebetulan Vanie merupakan asisten Heenim Hyung, tapi aku tidak tau yang mana orangnya..”
“Ohh..kau bekerja di Heedictator Entertainment, Vanie?”
“Nee.. Heechul Wanjang-nim merupakan atasanku, Eun Min,”

“Mwo? Heenim itu Heechul Hyung? Kim Heechul? Pria paling tampan se-Korea? OMG..OMG..”

“Betapa beruntungnya kau bisa bekerja di sana, Vanie. Oh ya, Vanie, dia yang bernama Andromeda,”kata Eun Min mengenalkan Andromeda dan Vanie.
“Ahh..senang bertemu dengan anda, Andromeda…”
“Aku juga, Vanie, senang bertemu dengan kamu,”

“Ohh Tuhan..jangan-jangan Andromeda bakal menjadi sainganku.. Tiiidaaaakkk…”

“Yaa~~ kenapa dengan wajahmu, Doojon? Apakah kau takut jika aku mendekati Vanie?”tanya Andromeda blak-blakan.
“Huh.. Tentu tidak.. Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? Heheee..”
“Yaa~~ kau juga tidak boleh mendekati Vanie, Andro, dia..dia..sudah punya pacar, Kim Ryeowook,”

“Huhhh..Vanie berpacaran dengan salah satu member KRY?? Oh gossshhh…”

“Hahahaha..Hahahaha..Eun Min..Hufffttt..hhffffttt… Apakah kau mengira aku berpacaran dengannya? Aku tidak mungkin berpacaran dengannya, Wookie itu sepupuku, Eun Min,”

Penjelasan dari Vanie sedikit melegakan hatiku. Setidaknya, sainganku tinggal Andromeda yang sungguh sangat tampan ini.
End of Doojon POV…
**

Suasana restoran Jepang malam ini tidak begitu ramai, hanya ada beberapa pengunjung yang sedang menikmati makan malam mereka. Andromeda dan Jang Hyunseung juga sama seperti mereka, menikmati makan malam di restoran Jepang ini, namun, suasana kelam menyelimuti mereka berdua.

“Cihh..ternyata kau masih ”busuk” seperti dulu Hyunseung,”kata Andromeda lalu menatap tajam ke arah Jang Hyunseung.
“Huh? ”busuk” katamu?”sinis Hyunseung lalu menampilkan senyum jahatnya. “Itulah aku..”
“Aku sudah tau siapa kau sebenarnya..ingat, Hyunseung, kalau sedikit saja kau mencoba menyakiti Silvana dan Vanie, aku tidak akan memaafkanmu. Mereka tidak ada kaitannya dengan masalah kita…”

“Wowww…sejak kapan kau peduli pada wanita, Andro?”
“Dengarkan aku, Hyunseung,”tegas Andromeda lalu menarik kerah baju Hyunseung. “Aku tidak akan memaafkanmu kalau kau menyentuh mereka berdua. ARASSO??”

Hyunseung lagi-lagi tersenyum sinis dan merapikan kerah bajunya. “Aku tidak berjanji, Andromeda yang tampan…”
“Kau..”
Hyunseung hanya tersenyum jahat lalu menatap ke arah Andromeda.
**

Aku terbelalak melihat sosok yang terkapar di lantai ruangan Siwon ssi. Aku mempercepat langkahku untuk menolong sosok itu dan dengan bergetar aku menelepon petugas keamanan.

“Toloong..panggilkan ambulance..Aku menemukan Doojon dalam kondisi penuh darah..Toloooonggg…”




Aku terisak ketika pihak investigasi menginterogasiku. Tubuhku gemetar menyaksikan tubuh Doojon bersimbah darah. Tatapan mataku kosong. Aku tidak konsentrasi untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

“Vanie…”Heenim masuk ke dalam ruangan dan segera memelukku. “Tenanglah..tenanglah.. Aku sudah di sini untuk melindungimu,”
“Aku..aku..bersumpah..Aku…bukan pelakunya..hikkksssss… Heenim..aku bukan pelakunya…”seruku histeris.
“Aku percaya padamu, dear,”
“Vanie ssi, tenang, kami menginterogasimu bukan karena kau tersangka penusukan terhadap Doojon tapi kau saksi dalam kejadian ini…”
“Aku bukan saksi, aku hanyalah yang pertama kali menemukan korban,”kataku pelan.

Aku sungguh takut berada dalam suasana seperti ini, suasananya cukup mencekam bagiku. Pelukan Heenim membuat aku tenang. Aku melihat sosok Siwon ssi di pojokan yang juga sedang diinterogasi. Heenim mengajakku untuk duduk di sofa.

“Heenim..”
“Aku percaya padamu, dear,”
Aku mengangguk lalu menerima mineral water yang diulurkan oleh Chief Investigation.
“Kami percaya padamu, Vanie ssi,”
“Kamsahamnida,”

“Chief, pasien masih belum sadar namun dia terus menyebut nama Vanie,”
Aku terkejut mendengar penuturan salah satu anggota tim investigation. Pria yang dipanggil dengan Chief segera memandangku dan Heenim lalu tersenyum.
“Heechul ssi, apakah kau tidak keberatan kalau menemani Nona Vanie menuju rumah sakit?”
“Tentu saja, aku berada di sini untuk bertanggung jawab atas Vanie, Donghae ssi,”
“Apakah sekarang kau sedang berpacaran dengannya?”
“Yaa~~ bisakah kau tidak menanyakan hal pribadi di suasana seperti ini,”kata Heenim lalu membantuku berdiri dan segera berlalu.
“Heechul, tolong lindungi Vanie, feelingku mengatakan, pelaku dari penusukan ini ada hubungannya dengan kejadian Silvana Park,”

Aku terbelalak mendengar penuturan dari Chief Investigation. Heenim berhenti melangkah dan berbalik badan.
“Rainbow Secret?”tanyanya.
“Aku masih belum bisa memastikan apakah pelakunya dari Rainbow Secret, tapi kemungkinan besar memang mengarah ke sana,”
“Terima kasih, Donghae ssi..”
**

Dongwoon tersenyum sinis tatkala televisi mewahnya menayangkan berita mengenai peristiwa penusukan yang dialami seorang artis dan singer Korea, Yoon Doojon.

“Yoon Doojon ditemukan tergeletak bersimbah darah di ruangan manajernya sekitar pukul 4 sore. Korban ditemukan…”

KLIKK!!

Dongwoon mematikan siaran berita tersebut dan menatap dengan sinis 2 lembar foto, Doojon dan Choi Siwon.
“Kenapa kau masih hidup, Doojon?”kata Dongwoon lalu menancapkan dart ke wajah Doojon dan tersenyum sinis. “Kau merupakan alat untuk melenyapkan Choi Siwon,”
**

“APAAAA????”teriak Eun Min ketika mendengar kabar mengenai penusukan Doojon.
“Tenanglah, kau baru saja keluar dari rumah sakit, Eun Min,”kata Tara menenangkan Eun Min. “Aku baru ditelepon oleh Vanie..”
“Vanie…”lirih Eun Min lalu terduduk.
“Nee~~ Vanie yang menemukan Doojon, terlambat sedikit saja, Doojon pasti meninggal. Vanie sudah berada di rumah sakit bersama Heechul Hyung, jadi kau tenang sajalah,”komen Wookie lalu megulurkan coklat hangat. “Minumlah, agar kau sedikit tenang,”

Eun Min menerima gelas itu dengan lemah. Dia tidak menyangka Doojon, sahabatnya, menjadi korban penusukan yang pelakunya masih belum diketahui dan lagi-lagi Vanie yang menjadi penyelamat. Eun Min merasa takut jika suatu saat hal mengerikan menimpa Vanie.

“Eun Min, wajahmu pucat. Kenapa?”tanya Junhyung cemas.
“Iya, kau kelihatan pucat,”kata Tara lalu memegang dahi Eun Min.
“Aku takut..aku takut..sesuatu akan menimpa Vanie…”

Junhyung, Wookie, dan Tara saling berpandangan. Air mata Eun Min perlahan turun dan tubuhnya gemetar.

“Aku yang menyebabkan Vanie mengalami ini. Andai saja Vanie tidak menolongku, Doojon dan Vanie tidak perlu mengalami hal ini…”
“Sudahlah, semuanya sudah terjadi, tidak ada gunanya menyesali, Eun Min. Semua akan baik-baik saja, percaya padaku,”kata Wookie lalu mengenggam tangan Eun Min.

“Yaa~~ apakah Doojon memiliki musuh? Bisa saja pelaku penusukan ini tidak ada hubungannya dengan Rainbow Secret,”kata Junhyung tiba-tiba.
Eun Min menatap Junhyung tidak percaya. “Darimana kau tau mengenai Rainbow…”

“Eun Min, agensiku, Joker Entertainment, merupakan anak perusahaan dari AGA..”
“Ohh..Aku hanya tau bahwa AGA memiliki 3 anak perusahaan di Seoul, namun aku tidak tau namanya,”
“Joker Entertainment, tempat Junhyung Yoseob bernaung. 1004 (cheonsa) Association, tempat KRY bernaung dan Choirish Association, tempat Doojon bernaung. Yah, bisa saja kita semua menjadi target selanjutnya…”
“Wookie…”
“Tuhan pasti melindungi kita…”

Drrttt..Drrrttt…
“Sebentar, ponselku bergetar,”kata Wookie lalu mengambil ponselnya. “Vanie yang
menelepon,”
“Jawablah,”kata Eun Min pelan.
“Nee, Honey… Mwo?? Doojon masih belum sadarkan diri? Ohhh..”

“Wookie.. Baru saja pihak investigation menghubungiku.. Rainbow Secret bukan pelaku penusukan.. Hahhh.. Kau lagi bersama Eun Min? Ohh.. tanyakan padanya mengenai Son Dongwoon.. Iyyaaa.. Donghae ssi mengatakan kasus ini ada kaitannya dengan Son Dongwoon.. Nee.. Gomawo..”

“Apa katanya, Wookie?”tanya Eun Min ketika melihat Wookie menyudahi pembicaraan di telepon.
“Pihak investigation mengatakan kasus penusukan ini ada kaitannya dengan Son Dongwoon. Siapa dia? Vanie bilang kalau kau, Eun Min, mengetahui soal Son Dongwoon…”

Eun Min terdiam mendengar penuturan Wookie. Air matanya turun dengan deras ketika mendengar nama Son Dongwoon.
“Wookie, aku akan bertanggung jawab mengenai kasus ini,”

“Yaa~~ kau mau kemana?”kata Junhyung menahan langkah Eun Min.
Perlahan Eun Min melepas tangan Junhyung. “Aku akan menemui Son Dongwoon,”
“Ta..pi.. Yaa~~ Silvana Park,”teriak Wookie.
“Percaya padaku,”
**

DongJu Pubs…
Love is…by Brown Eyed Girls mengalun dengan kencang memenuhi pubs. Beberapa pengunjung yang sudah setengah teler memenuhi dance floor. Mereka meliuk-liukkan tubuh mengikuti irama lagu tersebut. Mereka tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya. Mereka terus menari, menari, dan menari. Lampu warna warni menerangi mereka yang sedang show on kehebatan dalam menari. Botol-botol minuman keras menemani mereka yang sedang menari.

Park Eun Min tidak peduli dengan itu semua. Pikirannya hanya tertuju pada satu orang yang bernama Son Dongwoon, yang ternyata sedang bermesraan dengan beberapa orang cewek murahan.

Dongwoon menyuruh gadis-gadis murahannya pergi ketika menyadari kehadiran Eun Min. Senyum mengembang di bibir seksinya.
“Sayang, silakan duduk,”kata Dongwoon lalu berdiri dan memegang tangan gadis yang sedang menatap bengis ke arahnya.
Eun Min menepis tangannya dengan kasar. “Aku perlu bicara, tapi tidak di sini,”
“Well..sepertinya kau sudah tidak sabar ingin bercinta denganku kan, sayang?”
“Ikut aku,”kata Eun Min lalu menarik tangan Dongwoon kasar.



“Kenapa kau melakukan penusukan itu?”tanya Eun Min setelah berada di luar pub.
Dongwoon memasukkan kedua tangannya pada kantong celana dan mendekatkan wajahnya ke wajah Eun Min.
“Jawab, Son Dongwoon,”kata Eun Min lalu mendorong wajah itu kasar.
“Kau masih tetap sombong, Eun Min,”sengit Dongwoon lalu memegang tangan Eun Min erat. “Dengar..aku akan melenyapkan Choi Siwon..Tentu saja, Vanie Lee juga.. Ara? Aku tidak peduli kalau kau menangis memohon padaku…”

“Kenapa kau melibatkan orang lain, ohng? Kau banci…”
“Heii..kau lupa bahwa kau pernah menikmati kebancianku,”kata Dongwoon lalu mencium paksa Eun Min.

Plakkk!! Plakkk!!
“DENGAR, SON DONGWOON…AKU..TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU JIKA KAU MENYENTUH VANIE, CHOI SIWON MAUPUN DOOJON..”
“Aku juga tidak pernah memaafkan mereka bertiga, wanita sombong,”
“Son Dongwoooonnnn… Yaa~~”teriak Eun Min lalu mengejar cowok tampan itu dan menahan langkahnya.
“Mau apa lagi, Eun Min?”tanya Dongwoon dingin. “Apakah kau belum puas dengan penjelasanku? Aku akan melenyapkan mereka bertiga agar kau mati karena menderita..”

“Dong…woon.. Aku mohon, jangan libatkan Doojon dan Vanie.. Aku mohon..”
“Baiklah, aku tidak akan melenyapkan Vanie..karena Jang Hyunseung yang akan melenyapkannya. Aku cukup berbaik hati kan?”kata Dongwoon lalu mengeluarkan saputangan dan mengulurkan pada Eun Min. “Hapuslah air matamu.. Keluarkanlah saat kehancuran Andromeda Galaxy Association, dear,”
**

Aku masih berada di dalam kelas ketika rumah sakit memberiku sebuah kabar bahagia. Mereka mengabarkan kalau Doojon telah sadarkan diri.
“AAAAA.. Jjinjja?”teriakku kencang sehingga menjadi pusat perhatian.
“Vanie babo,”bisik Junhyung dan Wookie bareng.

“Yaa~~”kata Eunhyuk Gyeosa-nim menunjuk diriku. “Apa-apaan kau ini?”

Aku hanya meringis gejeh lalu membereskan buku-buku dan permisi untuk keluar dari ruangan.
“Yaa~~ Vanie Lee…Neol..”
“Gyeosa-nim..Jeongmal mianhae…Aku harus ke rumah sakit, dia telah sadarkan diri,”
“Dia?”
“Gyeosa-nim,”suara Junhyung terdengar. “Kekasihnya,”
“Haa..kekasihmu rupanya.. Baiklah..”
“Kamsahamnida, Gyeosa-nim..”kataku lalu keluar ruangan dan segera berlari menuju parkiran mobil.




Doojon’s Private Suite…
Aku menganggukkan kepala ketika memasuki ruangannya Doojon. Beberapa orang sudah berada di sana mendahuluiku.
“Yo..”sapaku pede.
“Yo..”katanya lalu tersenyum.
“Apakah kau dicegat oleh wartawan di luar sana?”tanya Siwon ssi lalu tersenyum.
“Tentu saja. Paparazzi seperti harimau yang mengaum ketika aku berjalan ke rumah sakit…”
“Mian,”
“Ahh..gwenchana, Doojon..”kataku lalu duduk di samping Siwon ssi. “Bagaimana keadaanmu sekarang?”
“Berkat kau, aku akhirnya bisa membuka mata, meskipun lukaku masih terasa nyeri,”
“Ahhh.. kau sadar berkat campur tangan Tuhan, Doojon, bukan berkat aku,”kataku malu-malu.

“Benar,”kata Siwon ssi. “Kau malaikat yang diutus Tuhan untuk menyembuhkan Doojon,”
“Aduhh..kalian berdua jangan seperti ini, aku kan jadi malu,”
You’re my sugar rush, Vanie.. You’re the sweetest thing i ever tasted,”
“Thanks,”kataku tersenyum.
**

2 weeks later…
“Dan, lagi-lagi kau menjadi headline majalah, Vanie,”kata Wookie lalu mengulurkan majalah.
Aku menerima majalah itu dan membaca artikel yang ditunjuknya. “Choirish Association terlalu melebih-lebihkan,”

Aku mengembalikan majalah tersebut pada pemiliknya dan menghela nafas berat. “Sejujurnya aku takut. Aku hanya ingin hidup tenang di Seoul, bukan hidup yang seperti ini,”
“Vanieee…”kata Junhyung memelukku. “Kita bersama-sama menghadapi masalah ini. Bukan hanya kau, bisa saja kami juga akan mengalami hal itu..”
“Yaa..Jangan berkata seperti itu. Aku tidak akan sanggup menerima kenyataan apabila kalian berdua beserta Tara jadi korban kejahatan Son Dongwoon dan Rainbow Secret…”
“Mian,”

Aku berdiri mengambil ponselku ketika benda itu bergetar. Eun Min yang menelepon.
“Vanieeee.. Kangen.. Kau lagi apa? Ohhh.. Aku mengundangmu beserta ketiga sahabatmu untuk menghadiri launching single-ku.. Hahahhaaa… Jangan begitu, Vanie.. Aku kan jadi malu.. Saturn Cafe jam 7 malam…”

“Saturn Cafe? Baiklah.. Apakah kau mulai menyukai Wookie? Hahahahahhaaaa… Okei, kami akan datang ke sana,”
“Kenapa kalian menyebut-nyebut namaku?”kata Wookie dengan muka memerah.

Hahahhahaaa…

“Yaa~~ apa kata Yesung Hyung kalau dia mengetahui kau ada perasaan ke Silvana Park?”
“Yaa~~ kau tau darimana kalau aku menyukai Eun Min..”elak Wookie.

Aku hanya tersenyum melihat ekspressi Wookie yang malu-malu ketika digoda Junhyung. Aku berdoa dalam hati semoga kedua sahabat tercintaku tidak menjadi korban kejahatan Son Dongwoon dan Rainbow Secret.
**

I get a high whenever you’re around
Sweeping from my head to my toes
I gotta get my feet back on the ground

cuz you make me go out of my way
crossing the line making my say what I have in mind

You make me so excited
And I don’t wanna fight it
I start to blush
You are my Sugar Rush
Ain’t nothing better baby
Is it for real or maybe?
I start to blush
You are my Sugar Rush

Aku menikmati lagu Sugar Rush yang diaransemen ulang oleh Eun Min. Sangat mengasikkan dan lembut di telinga. Ekspresi manis yang terpancar dari wajahnya membuat tamu undangan terhanyut pada lagu tersebut dan senyum-senyum gejeh termasuk Kim Ryeowook. Aku juga ikutan tersenyum ketika melihat wajah Eun Min dan Wookie memerah satu sama lain.

“Aku berharap kamu nyanyiin lagu itu buatku, Vanie,”bisik Doojon yang berhasil membuat jantungku berdebar.
“Eheeemmm..”goda Tara dan Junhyung.
**

Dongwoon POV…
Aku melangkah masuk ke dalan Saturn Cafe. Suasananya sangat meriah. Aku kangen suara ini. Aku kangen wajah gadis yang sedang menyanyi di atas panggung. Aku kangen senyumnya. Aku menuju tempat duduk dalam diam. Aku merasa bebas karena tidak satupun dari mereka mengenaliku kecuali gadis yang sedang duduk di sebelah Doojon, ya gadis itu Vanie Lee. Aku melihat dari sudut mataku kalau Vanie Lee melihat ke arahku sekilas dan tampak berpikir.

“Kau tidak akan mengenaliku, Vanie, karena kita tidak pernah bertemu,”bisikku lalu duduk.

I got a sweet and fine taste for you
It might me too obvious but
I can’t help my self from what I do

cuz you make me go out of my way
crossing the line
making my say what I have in mind

“Suaranya merdu sekali,”lirihku dan terus menatap ke arah panggung.
Aku menikmati semuanya. Keasikanku terganggu ketika satu cowok yang sangat aku kenal, Kim Ryeowook ditarik oleh Eun Min ke atas panggung. Dadaku panas melihat itu semua.

“Yaa~~ Vanie, Doojon, ayo naik ke panggung,”

Mataku melihat ke arah tempat duduk Vanie Lee. Gadis itupun memenuhi ajakan Eun Min untuk naik ke atas panggung. Aku terguncang ketika tangan Eun Min dipegang oleh cowok brengsek itu. Perlahan aku mengeluarkan pistol dari balik jas yang aku pakai dan segera aku arahkan pada cowok brengsek dan…

DORRRR!!!

“Vaaaannnnieeeeee…..”

BRUKKHH…BRUUKKKHHHH…

Aku terpaku di tempat ketika menyadari Vanie tergeletak di panggung. Peluruku yang seharusnya aku tujukan untuk Kim Ryeowook, malah mengenai Vanie. Aku segera melarikan diri ketika beberapa orang melihat ke arahku. Aku melihat Doojon dan Siwon mengejarku.

“Yaa~~ Son Dongwoon..Son Dongwoon,”
End of Dongwoon POV…
**

Aku segera mendorong Wookie ketika seseorang mengarahkan pistol ke arahnya.

DORRR!!!

“Vaaaannnnieeeeee…..”

Peluru tersebut mengenai perutku. Aku merasakan panas ketika ditembus peluru dan pandanganku kunang-kunang lalu dalam hitungan detik tubuhku ambruk ke lantai panggung. Aku sudah tidak merasakan apa-apa, hanya gelap yang aku lihat.

BRUKKHH…BRUUKKKHHHH…
**

Advertisements

2 thoughts on “[FanFict] Sugar Rush (part 1)

  1. dumzzz
    this is daebak!!!
    daku lg demen baca2 yg suspense2 gini
    lg bljr nulis yg model2 begini soalnya
    hahaha

    omoo
    character dongwoon bener2 bikin gw klepek2
    antara cinta dan benci
    pasti dia ganteng banget as an assassin
    tp characternya sumpah nyebelin abisss
    minta ditendang
    dan aku gembira edan ada wookie XDD
    eunmin sama wookie ajaaa hihihi
    *sok ngatur*

    tp emang yah si dongwoon sarap
    ga pake mikir lgsg ngasal maen tembak and tusuk aja
    akhirnya org lain yg jd korban
    dan Hyun Seung jd org jahat
    pasti sexy *sarap*

    segera post lanjutannya sebelum daku gila krn penasaran
    huahahaha

    PS: spt biasa ada couple ajaib Doojon Vanie :D:D

    • sayaaaanggg..
      makasi banyak ya udh mampir, baca dan komen
      hahahahaa…

      “pasti dia ganteng banget as an assassin
      tp characternya sumpah nyebelin abisss
      minta ditendang
      dan aku gembira edan ada wookie XDD”

      ngoookkkk…
      iyyaaa dong.. dongwoon gitu loh
      /kabooooorrrrr…

      “eunmin sama wookie ajaaa hihihi
      *sok ngatur*”

      hahahahaa..
      ehemm..eheemmm..
      qt liat aja ya..eun min ama sapa
      hahahahahaaa…

      mnurutmu gmana, bat?
      dapet gak sense kriminalnya?
      hhhheeeee…

      “PS: spt biasa ada couple ajaib Doojon Vanie 😀 :D”


      pasti dunk..
      klo aq yg bikin, pasti ada DooVan Couple.. hohoho…

      -cloudy-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s