[FanFict] Hello Hello Shining Boy (part 2)

Ting..Tong..Ting..Tong..

Aku segera menuju pintu depan ketika terdengar bunyi bel berdentang. Aku terbelalak melihat siapa yang menjadi tamuku.

Long time no see, my cloudY,”
“Jung…Yong…Hwa…” kataku lalu bergegas menutup pintu namun kalah cepat darinya.
“Apakah kau tidak mengizinkan aku masuk ke dalam?” tanyanya dan tanpa persetujuanku cowok tampan ini masuk ke dalam apartmentku lalu duduk di sofa.

Aku hanya bisa mengikutinya dari belakang dan menghela nafas ketika dia duduk di sofa. Perasaanku tidak bisa dijelaskan. Aku hanya menatap nanar ke arahnya.

“Apa yang bisa saya bantu, Sajangnim?” tanyaku datar lalu duduk di hadapannya. “Apa yang membuat seorang Presiden Jung mendatangi apartment saya?”

“Aku lapar,” katanya lagi lalu berdiri dan berjalan menuju dapurku. “Duduklah di sana, aku akan memasak sesuatu,”

Aku hanya bisa menatap punggungnya yang sedang berkutat dengan bahan-bahan masakan di dapur. Perlahan aku berdiri dan berjalan ke arahnya. Mataku memanas dan jantungku bergemuruh. Sesak, itulah yang aku rasakan sekarang.

“Kenapa kau kembali, Jung Yonghwa?” tanyaku pelan namun mampu membuat Yonghwa berbalik badan dan menatap ke arahku. “Wae? Yonghwa, wae?”

Air mataku luruh perlahan menyadari luka hati kembali menganga. Aku mundur beberapa langkah ketika Yonghwa berjalan mendekatiku.

“Karena aku mau memperbaiki semuanya, makanya aku kembali..”
“Apakah kau tau, Yonghwa, semuanya tidak akan bisa kembali seperti sediakala.. Perasaanku telah hancur dan kepercayaan kepadamu..”
“Aku tau..makanya aku kembali ke Seoul… Kau mau menerimaku kembali kan?” katanya lalu mencengkram pundakku. “Hmmm…aku tidak terlalu berharap kalau kau mau menerimaku sebagai calon suami… sebagai teman, mungkin?”

“Tsk..begitu mudahnya kau berkata seperti itu, Jung Yonghwa..” kataku lalu memaksa tangannya turun dari pundakku. “Teman?? Huhhh…”
“Tentu saja, dear..aku akan memulai dari teman…”
“Jung Yonghwa…aku telah memiliki seorang kekasih,” kataku berbohong.
“Kekasih? Ohh.. Donghyun? Dia juga sudah mengatakannya kepadaku.. Kalian saling mencintai.. Tapi, semuanya itu bisa berubah, dear,”

“Dongnim mencintaiku?”

“Vanie, aku sudah mengatakan padanya, aku akan bersaing sehat untuk mendapatkanmu…”
“MWO?? Yaa~~ Aku bukan barang taruhan kalian,” makiku lalu bergegas keluar.
**

Aku duduk dalam diam di bawah pohon sakura yang sedang berbunga. Aku menghirup udara malam dalam-dalam dan melepaskannya dengan keras.

“Yaa~~” suara Dongnim terdengar lalu menyerahkan secangkir kopi padaku. “Kenapa kau menghubungiku? Yaa~~ apakah kau tidak tau kalau besok kita harus bangun pagi untuk bekerja, ohng?”
“Presiden Jung ke apartmenku, Dongnim…”
“MWO?”
“Nee.. dan aku tidak tau dari siapa dia mendapatkan alamatku yang baru,” kataku lalu menghela nafas. “Yaa~~ dia bilang, kalau kau mengatakan bahwa kau mencintaiku..”

“Mwo?? Yaa~~ itu bohong…”
“Huhh.. Tentu saja itu bohong.. Mana mungkin seorang Dongnim mencintaiku.. Seleramu kan seperti Jung Tara,” kataku lalu berdiri. “Thanks for your time,”
“Yaa~~ Vanie Lee…”
“Bye..” kataku tersenyum.
**

“Yaa~~ Minhyuk.. Kang Minhyuk…” maki Eun Min kesal. “Kau memberikan alamat itu ke Yonghwa?”
“Noo..Noona…”
“Aku kecewa padamu…” kata Eun Min lalu meninggalkan Minhyuk.
“Noona,” kata Minhyuk lalu berlutut di hadapan Eun Min. “Jeongmal mianhae…”
“Berdirilah,” kata Eun Min memaksa Minhyuk berdiri. “Untuk sementara waktu, kau jangan menghubungiku lagi, Minhyuk, aku kecewa padamu,”
“Noona..”
“Selamat malam…”
**

Eun Min segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah membaca sms dari Vanie.

from: cloudyeppeo Vanie
i need u






Hae Mi segera membereskan barang-barangnya dan keluar dari studio setelah membaca sms dari Vanie.

from: cloudyeppeo Vanie
i need u


**

Aku memandang nanar pemandangan yang terhampar di depanku. Bintang-bintang menerangi malam ini tidak mampu menghilangkan gundah di hati. Aku tersenyum ketika mendengar 2 mobil berdecit dan terdengar suara yang sangat aku kenal.

“Yaa~~ Vanie Lee.. kau tidak berniat untuk bunuh diri kan?” maki Hae Mi lalu memelukku dan mengulurkan makanan.
“Bogoshipo, Vanie,” kata Eun Min juga memelukku.
“Aku merindukan kalian..merindukan…kalian…” kataku lalu menangis dan terduduk.
“Yaa~~ Yaa~~ Vanie Lee…” kata Eun Min ikutan duduk.
“Eun Min..biarkan Vanie menangis dulu,”
“Nee~~,”




15 menit kemudian…
“Well..bagaimana perasaanmu?” tanya Eun Min mengulurkan tissue padaku.
Aku tersenyum menerima uluran tissue tersebut. “Aku sudah bertemu dengannya…”
It’s my fault, Vanie. Aku memberikan alamatmu yang baru pada Minhyuk dan aku tidak menyangka dia memberikan alamatmu padanya,”
Aku menggeleng dan tersenyum. “Tidak, Eun Min, Minhyuk juga mengunjungiku, siapa tau Yonghwa membuntuti dirinya,”

“Eun Min.. ini semua bukan salahmu, kok. Sangat mudah bagi seorang Sajangnim seperti Yonghwa mencari alamat seseorang yang dibutuhkannya. Jadi, jangan merasa bersalah,” tutur Hae Mi lalu mengenggam tangan Eun Min.
“Gomawo,”
Aku dan Hae Mi mengangguk lalu kami bertiga tersenyum.

Ting Tong.. Ting Tong..

Aku merogoh mencari ponselku. Sebuah nomor terpampang di LCD.
“Yoboseyo…Minhyuk? Ahh.. dongsaeng.. ada apa? Hahaha.. Aku bersama dirinya..Baiklah…” kataku lalu menyerahkan ponselku pada Eun Min. “Dia mau meminta maaf padamu, Eun Min. Bicaralah padanya,”
“Nee~” kata Eun Min menerima ponselku lalu berbicara dengan Minhyuk.
**

Donghyun POV…
Aku duduk gelisah di kursi kebangsaanku. Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 namun Vanie masih belum kelihatan di kantor. Aku meremas-remas ponselku sambil berpikir apakah aku harus menelepon dan menanyakan dia di mana.

“Hyung,” kata Jonghyun di depan pintu lalu berjalan ke arahku. “Aku tadi melihat Yonghwa Hyung di apartmentnya Noona…”
“MWO?” kataku berdiri lalu keluar dari ruangan dan bergegas menuju parkiran.

Aku segera menyandarkan tubuhku di dinding ketika melihat mobil Yonghwa berhenti dan Vanie keluar dengan muka yang tidak bisa dijelaskan. Gadis cantik itu terus berjalan tanpa memperdulikan teriakan Yonghwa di belakangnya.

Aku keluar dari persembunyianku setelah Yonghwa berlalu dari sana. Aku berjalan menuju mobil ketika suaranya terdengar.

“Yaa~~ Dongnim.. Dongnim.. Mau kemana?”
“Wae?” tanyaku berbalik badan.
“Aku ikut,” katanya lagi. “Jonghyun, aku pergi dulu..”
“Yaa~~ Yaa~~ Noona.. Hyung.. Aku ikut juga kalau begitu,” kata Jonghyun lalu merebut kunci mobilku. “Naiklah, aku yang akan menyetir,”
End of Donghyun POV…
**

“Hyung.. Yonghwa Hyung… Kenapa kau melakukan ini semua, ohng?” maki Minhyuk di ruangan Yonghwa.
Yonghwa segera melihat ke arahnya dan tersenyum. “Wae?”
“Wae, ohng? Wae?” tanya Minhyuk tidak percaya. “Hyung..Kenapa kau menemui Noona, ohng? Kenapa kau membuntutiku, ohng? Wae? Wae?”

Minhyuk menatap Yonghwa dengan marah. Tangannya mengepal dan dadanya naik turun. Matanya menyiratkan kemarahan yang sangat.

“Minhyuk~ah..”
“Aku..Kang Minhyuk..Tidak akan pernah menyetujui kau kembali pada Vanie Noona.. ARAAAA~~” maki Minhyuk lalu keluar dari ruangan Yonghwa dan membanting pintunya.

Minhyuk duduk di kursi dengan menahan amarah. Dia berusaha sekuat mungkin untuk menghilangkan kemarahannya. Matanya terpejam dengan tangan tetap mengepal. Perlahan, air matanya turun. Matanya terbuka ketika ponsel mewahnya berbunyi.

“Noona..Nee~~ Algeuseumnida, aku akan menemuimu.. Nee,”
**

“Yaa~~ Kenapa kau harus menyamar seperti ini, ohng? Kau seperti Eun Min, Minhyuk,” kataku lalu tertawa.
“Ahhh…” kata Minhyuk membuka kacamata hitamnya. “Agar tidak ada orang yang mengenaliku, Noona,”
“Araa..” kataku lagi-lagi dengan senyum. “Apakah kau sibuk hari ini?”
“Anii~~ Wae, Noona?” tanya Minhyuk lalu berkutat dengan ponselnya.
Aku hanya melihat apa yang dilakukannya dengan senyum. Dia melepas baterai ponselnya dan membiarkan ponselnya dalam keadaan mati.

“Yaa~~ kenapa kau melepas baterai ponselmu?” tanyaku.
“Tidak apa-apa, Noona,” katanya tersenyum.

“Apakah..kau..Vanie Lee?” sapa seseorang.
Aku melihat ke arah orang itu dan mengangguk. “Nee~~,”
“Ahh..apakah kau lupa padaku, Noona? Minwoo, Bridal House…”
“Ahh.. Minwoo.. tentu saja aku ingat,”
“Noona, kau semakin cantik saja.. sudah lama rasanya aku tidak melihatmu,” kata Minwoo lalu duduk di sebelah Minhyuk.
“Gomawo,”
“Ouw ya, Noona.. Beberapa hari lalu ada seseorang yang sangat menyukai undangan pernikahanmu…”

JDAAARRR…
“Kenapa kau masih menyimpan undangan itu, Minwoo?” tanyaku datar.
“Aku sayang membuangnya, Noona…”
“Yaa~~ kau ke sini hanya ingin membuat Noona mengingat kejadian 2 tahun lalu, ohng?”
“Minhyuk~ahh..”
“Mwo? Kau mengenaliku?”

Aku tertawa melihat Minwoo mengangguk karena pertanyaan Minhyuk.
“Tentu saja..Kau tidak memakai kacamatamu,” kata Minwoo mengambil kacamata hitam yang terletak di meja dan memberikannya pada Minhyuk.
“Ahhh…”
“Sudahlah, Minhyuk.. Lagian, aku sudah bertemu dengannya kok. Seseorang? Nugu?”
“Donghyun-ssi, Noona. Dia bahkan meminta padaku untuk melihat fotomu” kata Minwoo lalu melihat jam di pergelangan tangannya. “Noona, Minhyuk, mianhae aku harus terpaksa pergi sekarang,”

“Nee~~,”

Aku termenung dengan perkataan Minwoo. “Donghyun-ssi, Noona. Dia bahkan meminta padaku untuk melihat fotomu”.
“Donghyun? DONG…NIM??” kataku dengan mata terbelalak.
“Yaa~~ Noona.. Kau belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kau menanyakan apakah aku sibuk,”
“Ahh.. Aku mau kau menemaniku belanja,”
With pleasure, my lady,”
**

Yonghwa stress akut ketika nomor Minhyuk tidak dapat dihubungi.
“Nomor yang ada tuju sedang berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi,”

“Aishhh.. Jjinjja… Kemana bocah ini pergi?” maki Yonghwa lalu kembali menekan nomor Minhyuk.
“Silakan tinggalkan pesan setelah bunyi beep,”

“Yaa~~ Kang Minhyuk.. Eodi? Cepat kembali ke kantor,”



Yonghwa membelalakkan mata ketika mendapati sosok Minhyuk berjalan anggun dengan beberapa kantong belanjaan. Yonghwa berjalan ke arahnya dan berkacak pinggang.
“Yaa~~ Kang Minhyuk…”
“Ahh.. sajangnim… Wae?”
“Wae?” kata Yonghwa kesal. Minhyuk hanya tersenyum manis di hadapannya. “Kau dari mana?”
Shopping,” kata Minhyuk lalu meninggalkan Yonghwa.
“Shop..ping? Yaa~~ Kang Minhyuk.. Kenapa kau mematikan ponselmu?”
“Ahh.. Agar orang-orang tidak mengangguku ketika shopping, sajangnim,”
“MWOO?? Neol..jjinjja…”
“Sajangnim, aku ke ruangan dulu.. Annyeong..”
“MWO?? Annyeong? Tsk…”
**

Cube Entertainment…
Aku menunggu dengan sabar di ruangan manajer Beast meskipun sudah 30 menit berlalu. Aku melihat sekeliling. Seluruh penjuru dinding dipenuhi dengan bingkai-bingkai foto yang berisi gambar Beast. Aku berdiri lalu melihat satu per satu bingkai foto tersebut. Mataku terpaku pada sebuah bingkai foto. Aku terpesona dengan orang yang berada di dalam bingkai foto tersebut.

“Yoon Doojoon, leader,” suara seseorang mengagetkanku. “Jeongmal mianhae, Vanie-ssi, aku terlambat menemuimu,”
Aku menggeleng lalu tersenyum. “Tidak apa-apa, Park-ssi, aku sudah sangat beruntung kau bersedia meluangkan waktumu untukku,”
“Kau terlalu berlebihan, Vanie, duduklah,” katanya lagi lalu mempersilakan aku duduk. “Kau semakin cantik ya,”
“Yaa~~ Park-ssi.. Gomawo,”
“Apa yang bisa aku bantu?” tanyanya lalu mengambil map yang aku ulurkan. “Cloudyeppeo Charity Night?”
“Nee~~ Presiden Jung menginginkan Beast menjadi guest-star di acara ini,”
“Ahhh.. Jung Yonghwa…” katanya lagi. “Camkanman..Dia di Korea sekarang? Bukannya di Jepang?”
Aku mengangguk. “Nee~ dia berada di Korea sekarang, Park-ssi dan…”
“Kau sudah bertemu dengannya?”
“Nee~~,”
“Tskk.. Bocah itu… Tsk..tsk.. Baiklah, aku akan mendiskusikan ini kepada Beast terlebih dahulu. Nanti aku akan menghubungimu lagi,”
“Algeuseumnida.. Gomawo, Park-ssi,”
**

“Yaa~~ Andromedaaa.. Yaa~~” teriak Eun Min kencang. “Kenapa kau menerima proposal dari Cloudyeppeo, ohng?”
“Wae? Mereka menginginkan kau menjadi guest-star di acara mereka…”
“Aku tau, tapi kenapa harus cloudyeppeo, ohng?” kata Eun Min melempar proposal acara tersebut ke atas meja.
“Jadi, kau tidak bersedia?”
“Tentu saja tidak. Aku tidak mau lagi berurusan dengan Cloudyeppeo,”
“Yaa~~ kau kan tunangannya Jo Youngmin, manajer dari Cloudyeppeo Coffee-shop…”
“Itu pengecualian.. Arasso??”
“Ya sudah kalau begitu.. Aku akan menghubungi Vanie kalau agensi kita tidak bersedia menjadi guest-star,”

“Mwo?? Vanie? Vanie Lee?”
“Hu-uhm.. Wae? Kau kenal dengannya? Kau ini.. Merusak kebahagiaanku, padahal aku berniat pedekate dengannya…”
“HUHHH?? Yaa~~ kalau Vanie, aku setuju.. Aku bersedia menjadi guest-star di acara mereka tapi..bukan berarti aku setuju padamu untuk pedekate dengannya,”
“Wae?”
“Wae? Vanie itu sahabatku tau..”
“Ahh.. berarti akan lebih gampang untuk pedekate dengannya, hahahaha…”
“Tskk.. dasar…”
**

“Hahhh…” kataku meregangkan badan. “Yaa~~ Park Hae Mi.. mau sampai jam berapa kau seperti, ohng?”
“Molla…” kata Hae Mi menggeleng.
“Molla? Aisshhh…neol.. wae geurae?”
“Eun Min…Kwangmin…huhuhuhu…”
“Eun Min? Kwangmin?” tanyaku bingung. “Apa ada kaitannya dengan Sungmin, Taemin, Changmin?”

“Yaa~~ Sungmin, Taemin dan Changmin itu artis…”
“Hahaha.. Ada apa dengan Eun Min dan Kwangmin?”
“Ini,” kata Hae Mi lalu menyodorkan sebuah foto. “Mereka kencan, padahal Eun Min sudah bertunangan,”
“Yaa~~” kataku mengetok kepalanya. “Ini bukan Kwangmin..tapi Youngmin.. Kau tidak tau kalau Kwangmin dan Youngmin itu kembar?”
“MWO??” kata Hae Mi.
**

Aku hanya tertawa kecil melihat kebingungan Hae Mi ketika berhadapan dengan Youngmin Kwangmin.
“Jadi…jadi…kalian kembar?”
“Yaa~~ Park Hae Mi…bukankah sudah pernah aku bilang, kalau tunanganku itu kembar,”
“MWO???”
“Park Hae Mi..apakah kau lupa?” kesal Eun Min.
“Hahhh… Aku…lup..pa…”
“Yaa~~ Park Hae Mi…” teriak Eun Min kesal.
“Sudah…sudah… kesalahpahaman ini sudah beres kan,” kataku tersenyum lega.
“Nee~~,”
**

“Mwo??” kagetku mendengar perkataannya Jungshin dan Jonghyun.
“Nee, Noona.. Kami berdua, Minhyuk dan Yonghwa Hyung juga akan menjadi guest-star di acara kita..”
“Yaa~~ berarti aku harus mengubah seluruh daftar acara? Kenapa baru sekarang kalian bilang ke aku, ohng?” marahku.
“Yonghwa Hyung yang punya ide, Noona.. Bukankah kau dulu waktu berpacaran dengannya pernah duet bareng ya?”

“Uhuuk..”

Aku segera memberikan air putih ke Dongnim. “Yaa~~ Dongnim, wae?”
“Anii~ teruskan pembicaraan kalian,” kata Dongnim tersenyum.

“Yaa~~ Lee Jonghyun…” kesalku lalu membuka daftar acara dan menyerahkan padanya. “Aku harus mengubah itu semua, ohng. Ara??”
“Vanie, kau bisa memasukkan mereka di sini, special perform,” kata Dongnim.

Mataku berbinar-binar mendengar penjelasannya. Masalah telah teratasi.

“Dongniiiimmmm~~~” kataku lalu tanpa basa-basi memeluk dirinya. “Gomawo…”
“Yaa~~” katanya berusaha melepaskan pelukanku. “Yaa~~”
Aku melepaskan pelukanku lalu menatap dirinya dan kembali memeluknya. “Gomawo,”

Ting Tong…Ting Tong…

“Yaa~~ Noona.. ponselmu berbunyi,” kata Jonghyun.
“Ahh..” kataku lalu segera mengangkat ponselku. “Yoboseyo… Ahhh… Jigeum? Araso, Park-ssi.. Nee.. Aku akan ke sana sekarang.. Nee…”
“Nugu?”
“Park-ssi.. Ahh.. Mianhae, aku harus segera ke Cube…” kataku lalu bergegas membereskan barang. “Ketemu lagi di kantor ya.. Annyeong…”
**

“Bagaimana, Hyung?” tanya Doojoon penasaran.
“Apanya yang bagaimana? Yaa~~ kenapa kau bisa di ruanganku? Bukankah Beast lagi rehearsal di studio?”
Doojoon hanya menampilkan cengiran lebarnya. “Vanie…”
“Ahh.. Vanie? Dia akan ke sini.. Yaa~~ sekarang kau kembali ke studio,”
“Nee~ Hyung…”

Sang Manajer hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sang leader.

“Apakah kau menyukai Vanie “juga”, Doojoon?”
**

Aku mengatur nafasku ketika sampai di depan pintu ruangan Park-ssi. Perlahan aku mengetok dan segera masuk.
“Vanie..” kata Park-ssi menyambutku hangat.
“Annyeong, Park-ssi.. Maaf aku telat,” kataku lalu duduk di sofa.
“Apakah kau berkenan melihat reherseal Beast?”
“Jjinjja? Aku bisa melihat Beast reherseal? Tentu saja aku bersedia, Park-ssi,”
“Kalau begitu, aku akan mengantarmu ke studio, silakan,”
“Nee~~,”kataku lalu mengikuti Park-ssi.



Aku mendengar alunan lagu yang sangat indah ketika di depan pintu. Aku menoleh ke arah Park-ssi.
“On Raining days,Vanie,” kata Park-ssi lalu memutar knop pintu. “Silakan masuk,”

Aku mengangguk dan melangkah masuk. Aku benar-benar terpana melihat pemandangan yang ada di depanku, 6 cowok tampan bersuara bagus sedang serius latihan. Aku menikmati semuanya dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan.

[DW] nan geuraedo useobolke neol jabeul su isseottdeon
him-i naegen eobseosseunikka

Aku begitu takjub ketika curahan air bagaikan air hujan mengenai mereka. Ekspresi mereka menambah mellow dan menguatkan arti yang disampaikan oleh lagu tersebut.

Aku segera tepuk tangan ketika performance gratis mereka selesai. Aku menyunggingkan senyum dan menganggukkan kepala ketika mereka berenam menyadari kehadiranku.

“Well, gadis manis nan cantik ini, Vanie Lee, Supervisor dari Cheonsa Kindergarten dan penanggung jawab dari Cloudyeppeo Charity Night,”
“Annyeonghaseyo…” kataku lalu kembali menganggukkan kepala.
“Noona..hmm.. sepertinya aku pernah bertemu denganmu…” kata seorang cowok berambut orange.
“Ahh.. 2 tahun lalu…” kataku pelan.
“Ahh.. benar.. Aku bertemu denganmu, 2 tahun lalu… Apakah kau dan suamimu bahagia?”

Aku tersenyum lalu menggeleng.

“Yaa~~ Hyunseung, kau sungguh tidak sopan,” kata Doojoon.
“Tidak apa-apa, Doojoon-ssi. Hyunseung, pernikahanku tidak menjadi kenyataan,” kataku senyum.
“Ahh.. Mianhae..” kata Hyunseung lalu merengkuhku dan mengajakku duduk.
“Yaa~~ Yaa~~ “kata Park-ssi kaget. “Vanie bisa basah karenamu, Hyunseung, ganti baju dulu,”
“Noona..” kata Hyunseung lalu memegang kedua pipiku. “Kau jangan sampai terpesona pada mereka ya,”
“Yaa~~” kata Park-ssi lalu menarik kerah baju Hyunseung. “Ganti baju dulu,”
“Ne~~ Hyung…”
**

“Yaa~~ Vanie Lee.. Yaa~~” teriak Dongnim di kelas. “Mau kemana? Apa kau tega melihatku seperti ini, ohng?”
Aku tersenyum melihat Dongnim sedang membujuk salah satu siswa di kelas. Aku berjalan ke arahnya lalu duduk untuk menyamakan tinggi dengan bocah tampan itu, Han Ling.

“Han Ling~ah…” kataku mulai membujuk. “Han Ling sayang sama Miss?”
“Sa..yang..hiks..hikss..”
“Ayo ikut, Miss,” kataku lalu menggandeng tangannya. “Dongnim, aku yang akan membujuknya,”
“Nee~~”
**

Donghyun POV…
Aku mengikuti Vanie dan Han Ling dengan diam-diam. Ternyata Vanie membawa Han Ling ke Playfull Doll Town, salah satu ruangan yang penuh boneka yang terletak di lantai 2.

Aku menikmati setiap gerak yang dilakukan oleh Vanie untuk membujuk Han Ling. Aku tersenyum mendapati diriku mulai menyukainya..tidak..mungkin sudah masuk ke tahap mencintai dan takut kehilangan dirinya.

“Hyung,” suara Jungshin mengagetkanku.
“Yaa~~ Kau menakutiku,” kataku gugup.
Jungshin melihatku lalu melihat ke arah Vanie. “Kau mencintainya, Hyung?”
“HUHH??” tanyaku kaget lalu melihat ke arah Jungshin.
Jungshin tersenyum lalu melihatku. “Kau mencintainya, Hyung. Aku melihatnya dari tatap matamu,”

“Yaa~~ Lee Jungshin.. Yaa~~”
“Perjuangkanlah,” kata Jungshin lalu meninggalkanku yang tercenung dengan perkataannya.
End of Donghyun POV…
**

Beberapa bulan kemudian…
Terlihat kesibukan di Grand Exhibition Cloudyeppeo Hotel. Beberapa orang terlihat sibuk mengurusi stage. Beberapa lainnya terlihat sibuk mengatur lampu dan lighting. Beberapa orang juga terlihat sibuk di bagian dekorasi dan interior. Bagian perlengkapan juga sibuk memeriksa barang-barang yang dipergunakan dan memastikan apakah dalam keadaan baik atau tidak.

Aku juga terlihat sibuk hilir mudik antara main room – artist room – main room. Aku memastikan semuanya terpasang dengan sempurna. Para staff dan crew segera membungkukkan badan ketika Presiden Jung, Dongnim dan Jo Youngmin datang.

“Selamat siang Sajangnim, Dongnim dan Youngmin,” kataku lalu membungkukkan badan lalu tersenyum.
“Berapa persen persiapannya, Vanie?” tanya Jung Sajangnim.
Aku menyerahkan laporan progress persiapan untuk acara besok.
“Bagus, semuanya sudah 70%,” katanya lagi lalu disertai dengan senyum. Aku membalas senyum itu. “Persiapan guest-star bagaimana?”

“Seluruh guest-star akan mengadakan rehersal hari ini, Sajangnim, jam 7 malam,”
“Baiklah, aku pasti bisa,”
“Berhubung saya tidak bisa hadir di rehersal nanti malam, yang bertanggung jawab untuk sementara saya serahkan pada Dongnim dan Youngmin,”
“Jadi, kau tidak bisa datang?”
“Tidak, Jung Sajangnim.. Ahhh, saya harus kembali ke artist room. Permisi,”
**

Hari H…
Acara demi acara berjalan dengan sukses. Aku menghembuskan nafas lega karena berhasil membuat acara sebesar ini tanpa cela. Aku mengucapkan syukur kepada Tuhan karena campur tangan-Nya lah yang membuat acara sebesar Cloudyeppeo Charity Night berjalan sukses.

“Buatmu…” kata Dongnim mengulurkan minuman.
Aku menerima minuman itu dengan sumringah. “Kamsahamnida,”
“Chukae..Kau sukses menjadi penanggung jawab acara ini. Kau tau, kenapa Beast mau jadi pengisi acara ini?” tanyanya yang aku jawab gelengan. “Karena kau..bukan karena Yonghwa,”
“Mwo?”
“Nee~ Mari kita duduk, Beast akan perform sebentar lagi,” kata Dongnim lalu mengenggam tanganku.

DAG..DIG..DUG..

“Yaa~~ kau kemana aja, ohng?” tanya Hae Mi ketika aku duduk di sebelahnya. “Pacaran ya?”
“Yaa~~” kataku lalu fokus ke panggung.

Alunan On Rainy Days mengalun. Beast, 6 cowok tampan beraksi. Semua tamu segera tepuk tangan ketika suara Doojoon terdengar. Aku kembali terpesona. Aku menjadikan diriku sebagai fans nomor 1 bagi Beast. Aku tersenyum ketika mendengar suara batukan Junhyung dan mulai nge-rap. Betapa soft dan gentle. Aku tersenyum gejeh karena menyadari aku jatuh cinta pada Beast, idola seluruh dunia.

Aku segera teriak ketika aksi curahan air dimulai.
“Kyaaaa~~~”
“Yaa~~” kata Hae Mi memanggilku. “Vanie.. Yaa~~”
“Ahh…Sorry…” kataku malu-malu lalu duduk perlahan.

Tepuk tangan kembali terdengar ketika mereka selesai menampilkan On Rainy Days. Aku segera berdiri dan meninggalkan bangkuku.

“Yaa~~ mau ke mana?”
“Beast, aku mau meminta maaf,”
“Baguslah kau menyadari kesalahanmu,” kata Hae Mi dengan senyuman.
“Nee~”




“Jeongmal mianhae,” kataku menunduk. “Aku benar-benar terpesona dengan aksi curahan air itu.. DAEBAAAAKKK,”
Seluruh member Beast tertawa mendengar perkataanku.
“Tidak masalah.. Kami benar-benar merasa tersanjung, Vanie, tidak usah terlalu dipikirkan,” seru Junhyung sambil mengeringkan rambutnya.
“Kami, Beast, benar-benar merasa terhormat karena diundang di acara sebesar ini,” kata Doojoon lalu mengulurkan tangan.
Aku menyambut uluran tangannya. “Aku harap kalian bisa hadir di acara makan malam setelah acara ini,”
“Tentu saja, Vanie Lee,”
“Kamsahamnida.. Aku harus kembali,”
“Nee~~”
“Permisi,” kataku lalu bergegas kembali ke ruangan.

Benar saja, Jung sajangnim show-time. Langkahku terhenti ketika lampu ruangan dimatikan dan hanya ada 2 lampu sorot yang menyala. Lampu sorot pertama diarahkan pada panggung dan lampu sorot satunya diarahkan padaku.

Aku bisa merasakan seluruh tatap mata mengarah secara bergantian ke arahku dan panggung. Aku terdiam di tempat tanpa bisa berbuat apa-apa. Sorot mata Yonghwa terpaku padaku. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyum simpul.

Alunan musik mulai terdengar. Aku tidak bisa menjelaskan mengenai apa yang aku rasa sekarang.

I don’t know how to live without you.
I don’t know how to breath in life.
tell myself I’d stop everyday knowing that I won’t

Because of you Because of you.
It’s the truth I don’t know how to sleep without you.

I don’t know how to fix my heart.
tell myself I’d stop everyday knowing that I won’t
even if I did I don’t know, If I’d try
Do I wanna believe you think the same

I am missing you.
And I want you believe same love as me.
I am missing you You’ve given me your one last Adios, but
why do I still wanna believe.
I don’t know I’m missing you in good time, Don’t say goodbye

I don’t know how to smile without you.
I don’t know how to wait for you.
tell myself I’d stop everyday knowing that I won’t.
Even if all the things were true, If I’d try.
Do I wanna believe you think the same

I am missing you.
And I want you believe same love as me.
I am missing You you’ve given me your one last Adios, but

why do I still wanna believe.
I don’t know I’m missing you in good time, Don’t say good bye.
I don’t wanna say good bye I don’t wanna say good bye I don’t wanna tell a lie for love I’ll be your love.
Now I wanna believe you think the same

Air mataku jatuh perlahan melihat ekspresi Yonghwa. Kejadian 2 tahun lalu sesekali berkelebat sehingga menambah sesak yang aku rasa.

I’m missing you.
And I want you to come and give me your love.
I’m missing you You’ve given me your one last Adios, but now I believe your true mind.
Now I know I’m missing you whole time, Don’t say good bye

Source :
English translation shared by glennpaulo@CNBLUEsoompi thread

Tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan ketika mereka selesai menyanyikan lagu itu. Aku menghapus air mataku bertepatan dengan lampu ruangan dinyalakan.

“Saranghae,” kata Yonghwa dari atas panggung lalu membungkukkan badan dan menyunggingkan senyum.

Aku langsung duduk tanpa membalas perkataan Yonghwa. Pikiranku berkecamuk tidak karuan. Suara Eun Min menenangkanku.

’cause i wanna look down now
i wanna get deeper
can you let me in?
to show me places
to be my keeper
i’m waiting for my Seraphim

oh, i’m looking for an angel
for an angel
looking for an angel
yeah i’m looking for angel
for an angel
looking for an angel

my heart is ready
my mind is open
my body’s aching
i wait for you

‘cauese i wanna rise up now
don’t wanna be bound
reach up to the sky
into the distance
and the future
is waiting for me in your eyes

“Lagu yang tepat buat kau, Vanie, pintar sekali dia,” goda Hae Mi.
Aku tersenyum mendengarnya.
“Aku rasa, aku tau siapa yang menjadi angel-mu..”
“Nugu?” tanyaku dengan senyum.
“Cowok yang sedang tersenyum ke arahmu,” kata Hae Mi lalu menunjuk ke arah Dongnim. “Donghyun, Kim Donghyun,”
“Yaa~~” kataku histeris karena Hae Mi melambaikan tangan padanya.
“Dia mencintaimu, Vanie…” kata Hae Mi menatap lurus ke mataku. “I’m serious,”
**

“Aku rasa, hubungan kita ini tidak bisa lebih dari sekedar teman, Vanie,” kata Yonghwa dengan senyum sedihnya.
Aku juga tersenyum menahan sedihku. “Mianhae…”
“Ahh.. Kau jangan berkata seperti itu. Aku kan sudah bilang, waktu aku mengunjungi apartmentmu, aku akan memulainya dengan teman…dan seterusnya akan menjadi teman, Vanie…”
“Ya, kita tetap akan berteman, Yonghwa, gomawo,”
“Kau dan Donghyun…hmm..terlihat serasi sekali. Maafkan aku karena menjadikanmu tontotan tamu yang hadir waktu acara kemaren,”

“Hahahaha.. no problem, Yonghwa,” kataku tersenyum. “Aku dan Donghyun? Yaa~~ serasi?”
“Nee~~ serasi sekali. Cepatlah kau jadian dengannya..”
“Hahahaha..” kataku tertawa garing.
**

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s