[FanFict] Hello Hello Shining Boy (part 1)

Annyeong haseyo..
cloudy here..
i’ve made this FF just for fun you can enjoy my FF without permission but, if you will take out this FF, you MUST don’t claim them as yours.. of course, you must write credit belong to cloudyeppeo Entertainment in cloudyeppeo.wordpress.com, because i REALLY HATE a thief and plagiator
::::::::::

This FF i dedicated for my “bestie”..
::bat in http://www.twitter.com/@wookietis as Park Eun Min::
::vemy in http://www.twitter.com/@vemysuryo as Park Hae Mi::
::::::::::

Tittle: Hello Hello Shining Boy
Cast: Boyfriend, CN Blue, Vanie Lee, Park Hae Mi, Park Eun Min
Cameo: Beast
Disclaimer: Boyfriend belong to Starship Ent., CN Blue belong to FNC Music., Vanie Lee, Park Hae Mi dan Park Eun Min belong to cloudyeppeo Ent., Beast belong to Cube Ent.
::::::::::

Backsound when you read my fanfic:
~~ Girls Day – Cupid (Accoustic Version)
~~ Kylie Minogue – Looking for an angel
~~ Jennifer Lopez – One Love
~~ CN Blue – Love Girl
::::::::::

i’m your cupid My boy i love you

Mobil mewahku membelah jalan raya dengan kecepatan sedang. Jalan raya di pusat Kota Seoul tampak sedikit padat sehingga aku harus sesekali menekan klakson agar kendaraan yang lain tidak menghalangi jalanku. Aku melirik sekilas ke arah jam tanganku ketika di traffic-light.

jjaritaejin gibuningeol
ireon neukkim cheoeumingeol
mabeobe geollin geot gata
neol bol ttaemyeon

“Gosh, semoga aku tidak telat,” gumamku lalu segera memasang head-phone ketika ponselku menyala.

kongdakkongdak seolleneun mam
meoributeo balkkeutji
niga neomu johajingeol
nado mollae

josimseureopge dagagallaeyo
oh! i’m your sweety girl
nal anajwo
josimseureuopge yaegihallaeyo
Oh! i’m your lovely girl
ni pume angin chae

“Nee~~ Hae Mi~ya.. Sekitar 20 menit lagi aku sampai di sana.. Nee~~ Say hi to Eun Min..”

Kecepatan mobilku bertambah setelah aku menyudahi percakapan dengan Hae Mi.

Brrmm…Brrrmmm…




Aku segera masuk ke cafe langganan setelah memastikan mobilku terkunci dengan aman. Aku tersenyum ketika menyadari lagu yang diputar di cafe ini merupakan lagu kesukaanku.

hello hello you shiny boy
kyupiteu hwasari
nae maeume kok deureowa
neoreul bomyeon nan tteollyeowa

Mataku siaga untuk mencari sosok Hae Mi dan Eun Min. Bingo! Aku tersenyum dan melambaikan tangan lalu berjalan ke arah mereka.

“Maaf, aku telat 5 menit,” kataku lalu duduk di hadapan mereka.
“Hu-uhm..” kata Eun Min lalu tersenyum. “It’s okai, dear,”

“Wowww.. Aku tidak menyangka bisa nonton secara live Girls Day,” kata Hae Mi berbinar. Aku segera melihat ke arah panggung.
You’re lucky,” kataku tersenyum lalu memanggil waiter.
“Aku akan bergabung dengan mereka,” kata Hae Mi lalu berdiri dan berjalan menuju panggung.
She’s show time,” kata Eun Min menunjuk panggung.
“Yeah..”

hello hello you shiny boy
dalkomhan useumi
nae maeume ssok deureowa
haru jongil nan tteolyeowa
you got my heart

Aku menikmati live-music yang disajikan sambil membaca satu per satu menu yang tertulis di kitab menu.
“Yaa~~ any recommend for me about this menu?” tanyaku sambil menunjuk kitab menu.

main dishes or just dessert?” jawab Eun Min lalu mengambil kitab menu dari tanganku.
Dessert, please,” jawabku tersenyum.
“Pancake di sini lumayan terkenal. Opera cake juga enak. Which one?”
“Pancake, chocolate pancake, chocolate-mint milkshake,”
“Algesseumnida,”

Aku mengangguk ketika waiter mengambil kitab menu dan berlalu dari hadapanku.

josimseureopge dagagallaeyo
oh! i’m your sweety girl
nal anajwo
josimseureuopge yaegihallaeyo
Oh! i’m your lovely girl
ni pume angin chae

“Suara Hae Mi tidak kalah dibandingkan Girls Day,” kata Eun Min lalu tepuk tangan.
Aku mengangguk dan ikutan tepuk tangan. “Harusnya kau juga ikutan bergabung, Eun Min~ah…”
“Kau mau buat heboh sekampung? Aku saja harus menyamar kalau mau hang-out dengan kalian,”

Aku tersenyum mendengar celotehannya. Tentu saja dia harus menyamar, kalau tidak, bisa dipastikan fans akan mengelilinginya dan mengikuti kemana saja dia pergi. Park Eun Min merupakan singer terkenal Korea yang memiliki fans bernama Silvanatics Galaxy. Sebagai public-figure, Eun Min harus lebih ekstra hati-hati apabila di public area. Sedikit saja dia melakukan “kesalahan”, bisa dipastikan seluruh majalah, tabloid, internet menjadikan berita itu sebagai headline mereka.

“Yaa~~ Vanie Lee, kenapa kau senyum seperti itu?” sungut Eun Min.
“Anii~~”
“Yaa~~ kenapa kau senyum semakin lebar, ohng?”

Hahahahaha..

hello hello you shiny boy
dalkomhan useumi
nae maeume ssok deureowa
haru jongil nan tteolyeowa
you got my heart


**

Yonghwa, Jung Yonghwa, berjalan dengan angkuh menuju pintu keluar. Beberapa mata tertuju padanya. Kacamata keluaran Dolce & Gabbana menghiasi wajah tampannya. Rambut spike burgundy mengkilat ketika diterpa sinar lampu. Kaos V-Neck Giordano melekat dengan bebas di tubuh seksinya. Celana panjang menambah maskulin yang dimilikinya. Perfect-handsome guy.

Cowok tampan itu merogoh kantong celananya dan tersenyum menatap ponsel mewahnya menyala.

“Minhyuk~ah… Ohh.. kau sudah di pintu kedatangan? Baiklah.. I’m watching you, boy,”

Cowok tampan itu melambaikan tangan ke seorang penjemput yang juga tidak kalah tampan, Minhyuk, Kang Minhyuk.

“Hyung~ Welcome back to Korea again,”
“Gomawo. Kau semakin tampan saja,”
Cowok bernama Minhyuk hanya tersenyum malu-malu ketika dibilang “semakin tampan” oleh Yonghwa.
“Ahh.. Hyung..gomawo. Bagaimana Jepang?”
“Baik. Aku merindukan Korea…” kata Yonghwa dengan mata meredup. “…dan dirinya…”

Langkah Minhyuk terhenti dan menatap Hyung-nya dengan bingung. Mata yang biasanya berbinar kini meredup.

“Hyung.. kau masih memikirkan Noona?”
“Tentu saja, Minhyuk..Meskipun aku telah menyakitinya…”
“Arasso,”
**

Cloudyeppeo Hotel and Cafe…
Beberapa staff tampak berdiri di depan pintu masuk menanti sang President. Kesibukan juga terjadi di lobby hotel dan cafe menyiapkan segalanya untuk menyambut owner mereka.

Jo Youngmin, manajer Cloudyeppeo coffee-shop sibuk berbincang dengan beberapa staff di ruang tunggu lobby. Sesekali matanya menatap jam tangan melingkar di pergelangan tangannya.

Kim Donghyun, Lee Jonghyun dan Lee Jungshin, perwakilan dari Cheonsa Kindergarten, anak perusahaan Cloudyeppeo, berjalan menuju pintu depan dan bergabung dengan beberapa staff di sana.

“Sayang sekali, Hyung, Vanie Noona tidak bisa menghadiri moment penting ini,” seru Jonghyun yang disetujui Jungshin.
“Iya, jarang-jarang Jung Yonghwa Sajangnim balik ke Korea. Ahh..kalau ada Noona di sini..”
“Yaa~~ kenapa kalian seperti putus asa begitu? Vanie kan ada rapat dengan staff Cheonsa Kindergarten wilayah Jeju. Apa kalian lupa Cloudyeppeo Charity Night tinggal beberapa bulan lagi?”

Perbincangan mereka terhenti karena mobil yang di tunggu telah sampai. Mereka semua segera membungkukkan badan ketika sang President keluar dari mobil.

“Selamat datang, Sajangnim…” koor mereka bareng lalu menyunggingkan senyum.
“Terima kasih…” Yonghwa memberikan senyum manisnya.
“Yonghwa~~” seru Donghyun lalu maju dan memeluk sang President.
“Yaa~~ Donghyun.. Apa kabar? Yaa~~ Jonghyun..Jungshin.. Senang melihat kalian di sini,”
“Hyuuungg~~ kangeeeennn…”

“President, silakan masuk…”
“Nee~” kata Yonghwa lalu berjalan masuk.
“Hyuuunggg~~~” Youngmin berdiri lalu menyalami Yonghwa dan memberikan pelukan hangat.
“Gomawo.. Aku tidak melihat Kwangmin?”
“Ahh.. Dia masih di klub vocal, Hyung, untuk acara malam ini, aku sudah memastikan dia hadir,”
“Great,”
**

Ting..Tong..You’ve got a message

Aku menoleh ke arah ponselku dan segera membaca pesan singkat tersebut. Mataku terbelalak melihat sang pengirim, Cupid.
“I’m back, my cloudY,”

“Whaaaattt??” teriakku kencang lalu memegang ponselku erat-erat dan mengucek mata untuk memastikan aku tidak salah baca.

Tulisan itu tetap “I’m back, my cloudY” dan pengirimnya “Cupid”. Jantungku bergemuruh kencang setelah membaca pesan singkat tersebut. Mataku memanas, dadaku sesak.

“Jung Yonghwa, kenapa kau kembali? Apa yang ingin kau lakukan di Korea, ohng?” kataku pelan lalu segera menyusut air mata dan berdehem ketika ponsel itu kembali bergetar. Nama DongDong terpampang di LCD.

“Nee~~ Donghyun-ssi.. Ohh.. Kau baru saja pulang dari acara makan malam dengan President Jung? Aku sudah di Seoul, Dongnim.. Algesseumnida.. Nee~~”

Aku berdiri dari kursi dan berjalan menuju tempat tidurku. Perlahan aku merebahkan badan dan memejamkan mata. Air mataku menjadi saksi kalau luka hati yang sudah dijahit kembali menganga.
**

“Yaa~~ Yaa~~ Hae Mi.. Hae Mi~ya..” teriak Eun Min memanggil sahabatnya yang sibuk memilih baju.
“Wae??” kata Hae Mi melotot. “Kau mau jadi pusat perhatian, ohng? Lihat saja sekelilingmu..mereka semua sudah memperhatikanmu dari tadi,” omel Hae Mi lalu berjalan mendekati Eun Min. Wae?”
“Itu…” tunjuk Eun Min ke arah cowok tampan yang sedang berjalan melewati lobby mall. “Jung Yonghwa.. Yonghwa is back..”
“Eodi??” kata Hae Mi lalu matanya siaga mengikuti tunjuk Eun Min. Mata kecilnya terbelalak lalu mendesis pelan. “He’s back,”

Eun Min dan Hae Mi sedikit mundur ketika cowok yang mereka maksud berhenti tepat di hadapan mereka sambil tersenyum.

“Park Eun Min dan Park Hae Mi…” kata Yonghwa menyapa 2 gadis cantik itu lalu melepas kacamatanya. “Senang sekali bertemu dengan kalian lagi. Kenapa Vanie tidak bersama kalian?”
“Mwo?? “Kenapa Vanie tidak bersama kalian?” Ckkckkckk.. Jung Yonghwa-ssi..Apakah kau lupa 2 tahun lalu, ohng?” maki Hae Mi lalu tersenyum sinis.

“Yaa~~ Agassi, tolong jaga perkataanmu. Kau sangat tidak pantas berkata demikian terhadap President kami…” keras salah satu staff yang berdiri di belakang Yonghwa.
“Huhh?? Tidak pantas? Harusnya kata-kata tersebut anda tujukan kepada Jung..Yonghwa..Sajangnim,”

“Hae Mi~ya.. Kita harus pergi dari sini,” kata Eun Min menarik Hae Mi paksa lalu menganggukkan kepala.
“Eun Min, sampaikan kepada Vanie, i’m waiting for her,”
“Kalau aku ingat,” kata Eun Min tersenyum bermakna lalu berjalan cepat meninggalkan Yonghwa sambil menarik paksa Hae Mi.

“Yaa~~ Lepaskan..Yaa~~” kata Hae Mi keras. “Harusnya kau mengizinkan aku menampar wajah tampannya, Eun Min,”
“Hae Mi~ya.. Tenang..”
“Tenang, ohng? Dia kembali dan menanyakan soal Vanie setelah apa yang dia lakukan 2 tahun yang lalu dan kau sebagai sahabat Vanie hanya bilang tenang? Eun Min.. ingat.. Vanie sangat terluka.. Apa kau lupa air matanya mengalir di hadapanmu 1 hari sebelum pernikahannya? Kau lupa, Eun Min? Kau lupa?” maki Hae Mi bergetar.

“Aku tidak akan lupa akan itu, Hae Mi. Saat ini aku bingung…” ujar Eun Min pelan lalu berbalik badan meninggalkan Hae Mi. Air mata Eun Min luruh perlahan.
“Yaa~~ Yaa~~ Eun Min.. Park Eun Min…” teriak Hae Mi namun tidak digubris oleh Eun Min.

“Aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu, Hae Mi. Vanie merupakan sahabatku…” lirih Eun Min sambil terus berjalan menjauhi Hae Mi.
**

Hae Mi duduk dengan wajah menekuk di salah satu kursi club vocal. Dadanya naik turun pertanda gadis cantik itu masih emosi. Anggota club vocal lainnya hanya bisa saling pandang. Mereka semua tidak berani menganggu sang ketua.

“Yaa~~” suara seseorang memaksa Hae Mi menampilkan senyum lalu menggeser posisinya. “Wae?”
“Anii..” kata Hae Mi pelan lalu menyusut air matanya. “Gwaenchana,”
“Yaa~~ Park Hae Mi.. Park Hae Mi.. Aku merasakan mendung di sini..sang matahari lagi muram tampaknya…” kata cowok tampan itu lalu duduk di sebelah Hae Mi.
“Jo Kwangmin~~” seru Hae Mi tersenyum lebar. “Gomawo,”
What happen, dear?” tanya Kwangmin serius.
Hae Mi hanya menggeleng lalu tersenyum. “Aku bertemu dengan mantan calon suami sahabatku…”

Hae Mi menceritakan mulai dari awal sampai akhir mengenai Jung Yonghwa. Air matanya menjadi saksi kalau kejadian 2 tahun lalu juga ikut mengoyak hati dan perasaannya.

I’m so sorry to hear that, dear. Apakah saat ini Mr. Y dan Miss. X sudah saling ketemu?”
“Sepertinya belum,”
“Apakah kau berencana memberitau mengenai Mr. Y yang kembali ke Korea pada Miss. X?”
“Aku akan menunggu waktu yang tepat, Kwangmin,”
Excellent,”
**

Donghyun POV…
Aku mendesis pelan membaca pesan singkat yang dikirim oleh sepupuku, Jungmin.
“Tsk.. dasar seenaknya…” makiku lalu melempar ponselku ke atas meja kerja.

Aku meraih kembali benda mewah itu ketika benda itu kembali bergetar. Nama Jungmin terpampang di LCD.
“Yaa~~ apa kau tidak tau kalau aku masih sibuk, ohng? Mwo?? Heii, yang mau menikah itu siapa? Seleraku termasuk elite dan elegan? Tsk..tsk.. Hahh… Ara.. Ara.. Aku akan ke Bridal House setelah pulang kerja.. Nee..”



Bridal House…
Aku mendorong pintu depan dengan perlahan. Mataku mencari sosok yang dimaksud Jungmin, Minwoo, owner Bridal House. Aku berjalan menuju kasir untuk menanyakan apakah aku bisa bertemu dengan sang owner.

“Ohh..Minwoo ssi? Beliau ada di sini. Silakan menunggu,”
“Kamsahamnida,” kataku lalu melihat sekeliling.

Mataku mengagumi bentuk-bentuk wedding invitation yang di desain oleh Bridal House, unik dan elegant. Aku membayangkan kalau namaku dan Vanie akan tercantum di salah satu undangan tersebut.

Aku tertarik pada salah satu undangan yang tertulis BEST CHOICE. Undangan yang bertemakan awan dan coffee sangat menarik dan tentu saja unik. Aku tersenyum melihat nama sang mempelai, Vanie dan Yonghwa.

“Tsk.. Ternyata nama gadis cantik itu dan Presiden Jung pasaran,” kataku tersenyum.
“Donghyun-ssi,”
Aku berbalik badan dan tersenyum ketika seorang cowok tampan muncul dihadapanku.
“Minwoo imnida,” katanya lagi lalu mengulurkan tangan.

“Anda memilih pilihan yang tepat, undangan ini merupakan best seller di sini…”
“Jjinjja??”
“Nee~~ tapi sayang…Pernikahan mereka tidak pernah dan tidak akan menjadi kenyataan, Donghyun-ssi,” kata Minwoo lalu membuka laci dan mengambil undangan tersebut.

“Pengkhianatan…”

Aku menerima undangan itu dan membukanya. Mataku terbelalak membaca nama lengkap mempelai wanita dan pria.
“Vanie Lee.. Jung Yonghwa…” desisku pelan.

“Nee~~ Jung Yonghwa, Presiden dari Cloudyeppeo dan Cheonsa Coorporation…mengkhianati Vanie Lee…”
Aku sama sekali tidak dapat berpikir jernih mendengar cerita di balik undangan Best Seller ini. Jantungku bergemuruh, dadaku sesak. Cemburu, inilah yang sedang aku rasakan.

“..hahh.. dan sekarang, Yonghwa Hyung balik ke Korea untuk mencari Vanie Noona. Well.. Donghyun-ssi, apakah sudah menentukan pilihan?”
Aku tersenyum kecut. “Apakah aku bisa bawa contoh undangan ini? Aku..maksudku, yang akan menikah bukan aku tapi sepupuku…”
“Hahhh.. Betapa beruntungnya gadis yang akan bersanding denganmu.. Kebetulan kita masih ada stock undangannya, sayang untuk dibuang,” kata Minwoo lagi lalu meminta asistennya mengambil undangan yang aku maksud.

“Apakah aku bisa lihat foto mempelai wanita dari undangan ini?”
“Tentu saja, Donghyun-ssi.. Mari ikut saya,”
Aku menganggukkan kepala lalu mengikuti Minwoo. Nafasku tercekat melihat foto mereka. Bingo! Vanie Lee di undangan ini adalah Vanie Lee yang berhasil menaklukkan perasaanku, Vanie Lee yang berhasil membuatku jatuh cinta.

“Donghyun-ssi..”
“Nee??”
“Apakah kau tertarik dengan Vanie Noona?” tanya Minwoo lalu menyerahkan undangannya padaku. “Ahh.. dari wajahmu sudah dipastikan kau tertarik dengannya.. Aku juga sama seperti kau, aku tertarik padanya.. Sayang, Yonghwa Hyung betapa bodoh melepaskan wanita seperti Noona…”
“Ya, kau benar. Jung Yonghwa babochorom. Anyway, aku akan ke sini lagi kalau sepupuku setuju dengan desain undangan ini,”
“Aku akan menunggumu,”
“Nee.. Kamsahamnida,”
“Cheonmaneyo,”

Aku keluar dari Bridal House dengan perasaan yang berkecamuk. Aku terus kepikiran dengan perkataan Minwoo.
“Nee~~ tapi sayang…Pernikahan mereka tidak pernah dan tidak akan menjadi kenyataan, Donghyun-ssi,”

“Pengkhianatan? Apa yang sudah dilakukan Yonghwa sehingga pernikahan mereka dibatalkan?”
End of Donghyun POV…
**

Cloudyeppeo Hotel and Cafe…
Beberapa staff dari Cloudyeppeo maupun Cheonsa sudah berkumpul di ball-room Hotel. Mereka tampak berbincang-bincang menunggu sang President.

“Hyuung.. Supervisormu yang cantik kok belum keliatan?” tanya Youngmin menggoda Donghyun.
“Nee??”

Kwangmin, Jonghyun dan Jungshin hanya tertawa melihat ekspressi polos Donghyun menanggapi perkataan Youngmin.
“Noona..” jelas Youngmin. “Vanie Noona,”
“Ahhh.. Vanie,” kata Donghyun tersenyum. “Sepertinya dia bakal telat,”

“Hyuuungg~~ jangan-jangan kau tidak mengizinkan Noona bertemu kita ya? Kau takut ya kalau Vanie Noona akan berpaling darimu?”

“Yaa~~ Youngmin.. Yaa~~”
“Youngmin, aku setuju dengan perkataanmu,” dukung Jonghyun. “Aku dan Jungshin saja sepertinya tidak boleh bermesraan dengan Noona,”

“Aisshhh.. Jeongmal…”

“Annyeonghaseyo…” suara Yonghwa terdengar. “Mian, aku terlambat,”
“No problem, Hyung,” jawab Youngmin lalu menggeser posisinya. “Silakan duduk, Hyung,”
“Gomawo,” kata Yonghwa lalu duduk di sebelah Youngmin. “Well…ceritakan padaku apa saja mengenai kalian,”
“Kalau kita sich tidak ada yang menarik, Hyung, Donghyun Hyung..sudah memiliki pacar,” goda Kwangmin.

“Jjinjja, Donghyun?? Yaa~~inma.. Kenapa kau tidak berbagi padaku?”
“Donghyun Hyung takut kalau kita semua bakal merebut Van…”

Drrtt..Drrttt…

“Camkanmamyo…” kata Donghyun lalu mengambil ponselnya. “Yoboseyo.. Mwoo?? Yaa~~ kita semua sudah berkumpul di ball-room.. Nee.. President Jung? Ohh.. kau mau berbicara padanya? Akan aku berikan teleponmu padanya.. Nee…”

“Nugu?” Yonghwa menatap bingung lalu mengambil alih ponsel Donghyun. “Vanilyeppeo? Yaa~~”
“Hyung, supervisor sekaligus kekasih Donghyun Hyung,” goda Kwangmin.
“Dia mau berbicara padamu, Yonghwa,”
“Yaa~~ lihat wajahnya Donghyun Hyung, sedikit cemas, hahahaha…”
“Ssttt..”

“Annyeonghaseyo, Vanilyeppeo.. Jung Yonghwa imnida…”
**

Yonghwa POV…
Aku sangat berbahagia karena berkumpul kembali dengan sahabat-sahabatku meskipun sebelah hatiku hilang. Aku terus berusaha mencari keberadaan Vanie namun sampai saat ini aku tidak berhasil menemukannya. Aku terus mencoba menghubunginya, namun tidak ada satu teleponku yang diangkatnya. Aku terus mengirimkan pesan, pesan balasan darinya tidak kunjung datang.

Aku tertawa-tawa melihat wajah kepiting rebus Donghyun ketika digoda Kwangmin.

“Kalau kita sich tidak ada yang menarik, Hyung, Donghyun Hyung..sudah memiliki pacar,” goda Kwangmin.

“Jjinjja, Donghyun?? Yaa~~inma.. Kenapa kau tidak berbagi padaku?”
“Donghyun Hyung takut kalau kita semua bakal merebut Van…”

Drrtt..Drrttt…

“Camkanmanyo…” kata Donghyun lalu mengambil ponselnya. “Yoboseyo.. Mwoo?? Yaa~~ kita semua sudah berkumpul di ball-room.. Nee.. President Jung? Ohh.. kau mau berbicara padanya? Akan aku berikan teleponmu padanya.. Nee…”

“Nugu?” tanyaku sambil menatap bingung lalu mengambil alih ponsel Donghyun. “Vanilyeppeo? Yaa~~”
“Hyung, supervisor sekaligus kekasih Donghyun Hyung,” goda Kwangmin.
“Dia mau berbicara padamu, Yonghwa,”
“Yaa~~ lihat wajahnya Donghyun Hyung, sedikit cemas, hahahaha…”
“Ssttt..”

“Annyeonghaseyo, Vanilyeppeo.. Jung Yonghwa imnida…”

Jung…Yong..Hwa?”

Aku tercekat mendengar suara dari seberang. Aku bangkit dari dudukku dan berdiri tegang. Suara ini..sangat aku kenal. Suaranya. Dadaku sesak, bergemuruh. Mataku berkaca-kaca. Penantianku selama ini berbuah hasil.

“Va..nie..” kataku lirih lalu terduduk lemas ketika telepon diputus. Aku mengembalikan ponsel Donghyun dengan tatapan sendu. “Donghyun..Jelaskan padaku mengenai Vanilyeppeo,”

“Yonghwaa.. kau tidak bermaksud merebut Vanie dariku kan?” kata Donghyun tinggi mengagetkanku.
“Cihh.. merebut katamu? Kaulah yang merebut Vanie, bukan aku,”
“Yaa~~ Jung Yonghwa.. Apakah kau lupa kisah 2 tahun yang lalu? Bagaimana kau mencampakkan Vanie 1 hari sebelum hari pernikahan kalian, ohng?”
“Da..ri..mana..”

“Aku mencari tau soal kalian ketika aku menemukan ini..” kata Donghyun lalu memberikan undangan pernikahanku.
“…di Bridal House. Kau tau, undangan ini merupakan undangan terbaik yang pernah di cetak oleh mereka. Owner Bridal House, Minwoo, kau pasti kenal nama itu, menceritakan semuanya dibalik undangan ini. Dan sekarang kau kembali setelah semuanya terjadi,” maki Donghyun tinggi.

“Hyung.. Donghyun Hyung.. Yaa~~” Kwangmin mencoba menenangkan Donghyun.
Aku hanya terdiam tanpa kata. Aku membisu ketika punggung Donghyun semakin menjauh dariku. Aku berdiri lalu mengejar Donghyun.

“Mau apa lagi, ohng?”
“Kita akan bersaing sehat…”
“Aku tidak akan melepaskan Vanie, Yonghwa…”
“Wae?”
“Karena..karena aku mencintainya…”

Aku tergagap mendengar perkataan Donghyun. Apa yang dibilangnya tadi? Dia mencintai Vanie?

“Aku mencintainya, Yonghwa, mencintai Vanie Lee,”
End of Yonghwa POV…
**

Eun Min POV…
Aku membawa mobilku tanpa arah. Pertemuanku dengan Yonghwa beberapa hari lalu masih berkelebat di pikiranku. Pertengkaranku dengan Hae Mi juga masih berkecamuk. Aku menghentikan mobilku tepat di depan Cloudyeppeo Coffee shop. Mataku menyipit ketika membaca nama coffee-shop.

“CLOUDYEPPEO?” kataku lalu pikiranku terbang pada kejadian 2 tahun yang lalu.

“Cloudyeppeo, Vanie? Kenapa kau memilih nama ini jadi nama wordpressmu?”
“Cupid yang memanggilku,”
“Aishhh..Tau deh yang kasmaran,”

Hahahaha…

“Jangan-jangan coffee-shop ini juga milik Yonghwa,” kataku lalu menekan beberapa nomor.
Tanganku berhenti menekan nomor ketika melihat seseorang yang mirip Youngmin keluar dari coffee-shop. Otakku mengirimkan sinyal agar aku mengejar cowok berambut pirang tadi. Aku keluar dari mobil dan memanggil nama cowok tampan itu dengan keras.

“Jo Youngmin.. Yaa~~ Jo Youngmin…”

Cowok itu berhenti dan berbalik badan. Matanya menyipit dan bibirnya tersenyum. Dia berjalan ke arahku dengan senyuman itu.

“Eun Min…” katanya lalu tanpa basa-basi memelukku.
Aku gelagapan mendapat pelukannya..di public area. Aku sudah tidak berpikir bagaimana paparazzi melihat ini dan menjadikan berita ini sebagai headline mereka.
“Bogoshipo..” katanya lagi lalu menatap mesra.
“Gomawo,” kataku tersenyum. “Cloudyeppeo ini…”

Youngmin mengikuti tunjukku dan tersenyum.
“Ahh.. Ini?? Salah satu anak perusahaan dari Cloudyeppeo dan Cheonsa Coorporation dan aku merupakan manajer dari Cloudyeppeo Coffee-shop…”
“MWOO???”
“Wae?? Berita tadi membuatmu shock?

Aku mengangguk lemas. Ternyata manajer coffee-shop ini adalah Jo Youngmin, cowok yang telah bertunangan denganku. Kemana aja aku selama ini? Usia pertunangan kami sudah hampir 2 bulan tapi aku baru mengetahui soal ini sekarang?

“Yaa~~ My fiancee.. Wae? Aku berencana mengabarkan berita gembira ini setelah kau pulang dari Paris, dear..”
“It’s okai.. Tapi kenapa Cloudyeppeo?” kataku lalu mengikutinya masuk ke dalam coffee-shop.
“Well.. Cloudyeppeo merupakan panggilan sayang sang Presiden kepada kekasihnya dulu.. my cloudY, begitulah sang Presiden C3…”
“Presiden C3 itu…”
“Jung Yonghwa..dia kembali ke Korea untuk kembali pada Noona, Vanie Noona…”
“MWOOO??? Yaa~~” marahku. “Bilang sama Jung Yonghwa kalau usahanya akan sia-sia…”
“My fiancee~~ tenang, sayang.. Kenapa kau jadi marah-marah?”
“Kenapa? Karena Vanie adalah sahabatku.. dan aku sudah bertemu dengan Yonghwa beberapa hari lalu.. Aku benci dengannya…”

“Aku tau usahanya akan sia-sia, sayang…” kata Youngmin mengenggam tanganku dan memintaku duduk.
“Huhh???”
“Noona berpacaran dengan Donghyun Hyung kan??”
“MWO??”
“Nee..Hyung sendiri yang bilang kalau dia mencintai Noona…”

Kepalaku pusing mendadak. Apalagi ini. Rahasia apa lagi yang tidak aku ketahui dari orang-orang yang aku sayang. Vanie berpacaran dengan BigBoss-nya? Oh gosh..

“Eun Min~ah.. Kau masih marah?” tanya Youngmin lalu merengkuhku.
“Tentu saja.. Banyak sekali rahasia yang tidak aku ketahui,”
“Apakah kau sudah tau kalau sahabatmu, Hae Mi…”
“Menyukai bahkan mencintai kembaranmu?”
“Mwo? Bukannya Kwangmin yang mencintai Hae Mi?”
“Arggghhhh…” teriakku kencang. “Semakin rumit. Lebih baik kita hentikan pembicaraan ini,”
“Wae?”

Aku menggeleng lalu merebahkan kepalaku ke pundak kekasihku. Sudah lama aku tidak merasakan seperti ini. Aku sangat beruntung bisa memiliki Jo Youngmin.

Dear, i really love you,” bisik Youngmin mesra lalu mengecup pipiku.
Love you too,” balasku.
End of Eun Min POV…
**

Ponselku menyala. Cheonsa meneleponku. Aku segera menjawab panggilan itu.
“Yoboseyo.. Nee~~ Ahh.. Uhm-ssi.. Mwo?? Dongnim masih di kantor?? MWOOO??? Yaa~~ Memangnya aku ini siapanya dia, ohng? Yaa~~ Uhm-ssi.. Yaa~~”

Aku memandang ponselku yang telah mati. “Goshhh… Aku harus menjemput sang Dongnim?? Uhm-ssi..neol.. jjinjja… aissshhhh…” kataku lalu berdiri dan mengganti baju lalu mengambil kunci mobil.




Aku setengah berlari memasuki kantor. Aku melihat ruangan Dongnim masih menyala. Aku menghela nafas lalu berjalan mendekati ruangan tersebut. Perlahan aku mengetok ruangan tersebut dan segera membuka pintu. Mataku terbelalak melihat beberapa botol wine berdiri angkuh di meja kerjanya. Keadaannya Dongnim sukses buat aku menganga. Rambutnya berantakan. Suit yang menjadi andalannya sudah tergelatak di lantai. Kemeja yang melekat di tubuhnya sudah tidak beraturan.

“Yaa~~ Dongnim.. Yaa~~” kataku lalu membereskan botol-botol wine tersebut.
“Vanie~~” kata Dongnim lalu memegang pergelangan tanganku. “Temani aku minum,”
“MWO?? Yaa~~ Dongnim.. Kau sudah mabuk,”
“Hahaha…” kata Dongnim lalu berdiri. Badannya sudah sempoyongan. “Vanie.. Kau cantik sekali…”

Aku hanya memandangnya dengan datar. Orang mabuk pasti bicaranya ngelantur. Sejak kapan seorang Dongnim bisa memuji. Aku segera menarik tubuhnya ketika tangannya membentur dinding.

“Yaa~~ duduk diam di sini selama aku membereskan mejamu,” kataku lalu memaksa dia duduk di sofa.
Aku menghela nafas melihat dirinya yang sudah terlelap di sofa. Botol-botol wine yang masih berisi aku kembalikan di mini-bar. Aku segera mengelap meja kerjanya lalu mengambil suit dan menggantungkannya di gantungan. Aku kembali menghela nafas lalu berjalan mendekati sofa. Aku berjongkok agar bisa melihat dirinya. Perlahan tanganku terulur untuk merapikan rambut-rambutnya yang jatuh di wajahnya. Tiba-tiba saja jantungku bergemuruh ketika tanganku menyentuh pipinya, hidungnya, bibirnya. Aku segera menarik tanganku dan berdiri.

“Vanie..mau kan kau menemaniku di sini?” tanyanya lalu membuka mata perlahan. “Aku tidak mau pulang ke apartmentku,”
“Baiklah. Aku akan menemanimu di sini, Dongnim,” kataku lalu duduk di sebelahnya.
“Gomawo,” katanya lalu merebahkan kepalanya di pahaku.
“Yaa~~ kau mau mencari kesempatan, ohng?” makiku tanpa bisa berbuat apa-apa.
“Please…”
“Sekali ini saja, Dongnim,”
**

Minhyuk tersenyum puas menerima amplop berwarna coklat dari seorang spy yang disewanya.
“Kamsahamnida,” seru Minhyuk lalu menyerahkan sebuah amplop putih yang berisi uang.
“Minhyuk-ssi, kamsahamnida,”
“Nee~~” kata Minhyuk lalu segera menuju ruangan Yonghwa. “Sajangnim…ini berkas yang anda minta,”
“Jjinjja??” kata Yonghwa tersenyum lalu mengambil amplop coklat itu dan membukanya. “You’re the best, Minhyuk,”

Minhyuk hanya tersenyum melihat Yonghwa berkonsentrasi pada isi amplop coklat.

“My cloudY,” kata Yonghwa miris lalu menunjukkan salah satu foto ke Minhyuk. “Dia cantikkan?”
Minhyuk mengangguk dan tersenyum. “Ne~ sajangnim.. Vanie Noona sangat cantik,”
“Minhyuk,” seru Yonghwa lagi ketika melihat Minhyuk berbalik badan.
“Nee~ sajangnim,”
“Gomawoyo,”
“Algesseumnida, sajangnim,”

Yonghwa tersenyum ketika Minhyuk menganggukkan kepala dan keluar dari ruangannya. Yonghwa kembali berkonsentrasi pada isi amplop coklat dan terus mengagumi foto-foto yang berserakan di atas meja kerjanya.

“Cheonsa Kindergarten…” kata Yonghwa sambil senyum. “Aku akan menemukanmu, my cloudy,”
**

Tilililit…Tilililit…
“Hmmm…” kataku lalu mencari-cari sumber suara dengan mata tertutup.

Tilililit…Tilililit…
“Arrggghhhh… Mana ini ponselku,” makiku lalu membuka mata dan terbelalak ketika menyadari posisi Dongnim tidak berubah.

“Yaa~~ Yaa~~ Dongnim.. Dongnim.. Bangun,” kataku lalu dengan kasar menarik pahaku sehingga kepala Dongnim menyentuh sofa.

Aku meregangkan otot-ototku yang kaku ketika suara Dongnim terdengar.

“Yaa~~ Apa yang kau lakukan di sini, ohng?”
“MWO?? Apakah kau lupa apa yang terjadi tadi malam, DONG…NIM..? Aisshhh.. Jjinjjaaa…” makiku lalu mengambil tasku dan bergegas keluar dari ruangannya.
“Yaa~~ Yaa~~ Vanie.. Sebentar.. Yaa~~”

Aku tidak menggubris teriakannya. Aku terus berjalan sambil mendengus kesal. Tangannya menahan lenganku ketika aku akan membuka pintu mobil.

“Lepaskan…”
“Tidak, aku tidak akan melepasmu, Vanie,”
“Yaa~~ Dongnim.. Lep…” kataku terhenti karena Dongnim menarikku ke pelukannya. “Yaa~~ Aigooo.. Yaa~~”
“Saranghae,” bisiknya lalu melepas pelukannya. “Well, kau boleh pergi sekarang,”
“Mwo??” marahku. “Neol..jjinjja, aisshhh…”
“Vanie…” katanya lalu mengetok kaca mobilku.
Aku melengos kesal ketika membuka kaca mobilku. “Apa lagi? Apakah kau mau aku terlambat sampai ke kantor, ohng?”
“Hahaha… Hati-hati di jalan,”
“Kau juga,” kataku lalu menganggukkan kepala dan menghidupkan mesin mobil. “Jalka,”
**

Yonghwa POV…
Aku tersenyum mendapati gedung yang dimaksud hanya berjarak beberapa centimeter dariku. Perlahan aku memarkirkan mobilku tidak jauh dari pintu depan. Mataku menyipit melihat 2 buah mobil yang sudah terparkir di depanku.

“Sepertinya mereka sudah tiba di kantor,” kataku lalu melihat jam tangan. “Baru jam 9 pagi,”

Aku mengurungkan niat untuk turun ketika melihat 2 orang yang sangat aku kenal, Donghyun dan Vanie, sepertinya bertengkar dan Donghyun menarik Vanie ke pelukannya. Jantungku menjadi tidak karuan melihat senyuman berarti dari Donghyun. Aku makin tidak bisa berpikir jernih ketika Donghyun tertawa lepas seperti itu.

Aku segera menghafal plat mobil Vanie ketika mobil mewah tersebut melewati mobilku.
End of Yonghwa POV…
**

“MWO?? Yaa~~ Sajangnim… Pemilik Hyundai di Korea Selatan itu tidak hanya Noona seorang,” kata Minhyuk stress lalu tangannya sibuk menari-nari di keyboard komputer. “Yaa~~ Sajangnim…”

“Aku mau kau mencari di mana dia tinggal…”

“Sajangnim, kenapa kau tidak menanyakan langsung pada Donghyun Hyung.. Sajangniiimmm.. Arasso.. Nee~~” kata Minhyuk menutup telpon dan berdecak kesal.

“Aishh…Jjinjja… Hyung, kau selalu merepotkanku dengan hal-hal seperti ini,” kata Minhyuk lagi lalu matanya terpaku pada layar. “Cankanmam.. Apa aku bertanya pada Eun Min Noona saja ya?”

Minhyuk mengambil ponselnya dan segera mengetik nomor yang sudah dia kenal. Senyumnya mengembang ketika suara yang dikenalnya terdengar di seberang.

“Nee~ Noona…”
**

(L.O.V.E GIRL) Hold my hand and Fly (L.O.V.E GIRL) Trust me and Fly high
(L.O.V.E BOY) Yes, we can fly to the sky (L.O.V.E BOY) I want to take you there baby

Tell you Tell you, I’ll tell you about love. Tell you Tell you, I love you.
Love you Love you, hold my hand. Kiss you Kiss you, I love you forever

“Hahaha.. Noona.. Kau sungguh berbeda.. Tsk…” kata Minhyuk lalu tertawa melihat penyamaran yang dilakukan Eun Min. Rambut blonde sebahu menghiasi kepalanya. Kacamata membingkai matanya. Short-pants biru plus Ball-tee putih dan high-heels biru menambah kecantikan Eun Min.

“Yaa~~” kata Eun Min lalu mengetok kepala Minhyuk. “Aisshh.. dangshin.. Jjinjja…”
“Mianhae, Noona..” kata Minhyuk meneguk pesanannya. “Kau tetap cantik kok,”
“Tentu saja aku cantik. Apa yang bisa aku bantu?”

Like a music you play for me, like a sweet hum you sing for me,
each minute, each second becomes so precious. I want to hear it everyday, I love, love, love you.

I want you oh my love. Please love only me. Because even when other loves change, I love you.
Oh my love, my small heart that pictured you. I’ll always hug only you

“Noona..jeongmal mianhae… Aku…aku…kangen Vanie Noona,”
“Mwo??? Kangen?” tanya Eun Min yang dijawab anggukan oleh Minhyuk. “Aishhh… Kau kan bisa mendatangi kantornya, di Cheonsa Kindergarten..”

“Arasso..tapi..Donghyun Hyung…”
“Argghh..Kau takut dia bakal salah paham?” tanya Eun Min lagi.
“Nee, Noona..”
“So??”
“Al..alamat Noona…”
“MWO?? Kau tidak tau dimana dia tinggal?? Yaa~~ Kang Minhyuk…” maki Eun Min kesal. “Bagaimana bisa kau tidak tau dimana dia tinggal, ohng? Kau kan dongsaengnya,”
“Vanie Noona…pindah setelah kejadian itu…dan dia tidak memberitahu alamatnya yang baru,”
“Ahh..mianhae… Aku lupa…” kata Eun Min lagi lalu mengambil kertas dan menuliskan sesuatu. “Alamat apartmentnya,”

Minhyuk menerima kertas berisi alamat itu dengan sumringah.
“Gomawo, Noona,”
“Nee..cheonmaneyo,”
**

Ting..Tong..Ting..Tong..
Aku segera menuju pintu depan ketika terdengar bunyi bel berdentang. Aku terbelalak melihat siapa yang menjadi tamuku.

Long time no see, my cloudY,”
“Jung…Yong…Hwa…”

Advertisements

One thought on “[FanFict] Hello Hello Shining Boy (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s