[FanFict] Miracle is Everyday (Part 1)

3 years later…

Wo~a Wo~a Wo~a Wo~a
Wo~a Wo~a Wo~a Wo~a

[RYEOWOOK]
You’re so blinding to my eyes
My heart beats if I’m with you
You’re still the only number one for me
I love you

[KYUHYUN]
Come to me just a bit more
I want to hold your hand tight
This song is only for you
I love you forever

[ALL] I need your love love love

[DONGHAE]
I promise you this while looking to your eyes
I’ll keep this feeling to be by your side and love you only

[ALL] Baby need your love love love

“WELCOMEEE… Seouuulll… I’M COMIIIINGGGG…” teriakku keras ketika aku turun dari pesawat Korean Air yang membawaku dari Las Vegas menuju Seoul.

[SUNGMIN]
Your love is just enough for me
Even if I had to lose everything
You’re the only one that I would never let go

[ALL] You’re my everything, my love

Aku bergegas menuju ruang kedatangan untuk mengambil barang dan mengurus visa. Aku menghirup dalam-dalam udara yang terdapat di dalam Incheon Airport.

I’ll start my new life in here.. Yonghwa..bogoshipta..” kataku tersenyum.

[KYUHYUN]
You’re all that I see
The thoughts of you just keep coming
I simply can smile forever

[ALL] You’re my everything, my heart

[RYEOWOOK]
You’re so deep within me
More beautiful than angels
I will love you only


**

Doojoon POV…

“Vanie…saranghae…”

Aku terbangun dari tidurku ketika mimpi itu kembali menghampiriku dan jantungku selalu berdegup kencang ketika mimpi itu datang. Aku mengusap wajahku lalu turun dari kasur.

Perlahan aku berjalan menuju dapur dan mengeluarkan sebotol air dingin dari dalam kulkas lalu segera meneguknya.

Perkataan Ammaku kembali terngiang sebelum aku berangkat ke Seoul.
“Doojoon, map ini berisikan laporan pendonoran yang kau terima.Amma baru saja mendatangi rumah keluarga Mr. Jung untuk menemui tunangannya, ternyata tunangannya sudah berada di Seoul,”

“Arrgghhh…” kataku lalu masuk ke ruang kerja.
Tanganku membuka laci meja kerjaku dan mengeluarkan map biru. Perlahan aku membaca isi dokumen itu.

“Jung Yonghwa..Enganged…” kataku lalu menyandarkan tubuhku. “Apakah Vanie itu nama dari tunangannya Yonghwa?”

Aku menoleh ke ponselku ketika benda itu menyala. Kikwang meneleponku. “Nee~~ Mwo? Kita ada jadwal pemotretan untuk Cloudyeppeo Magazine? Ahh.. Mengenalkan Cloudyeppeo Shopping Central yang baru resmi di buka? Ahhh~~ ownernya baru kembali dari Las Vegas? Nee..”

Aku termenung mendengar perkataan Kikwang. “Las Vegas? Cloudyeppeo? Sepertinya aku sangat familiar dengan Cloudyeppeo,”
End of Doojoon POV…
**

Aku mengacungkan jempol ketika lighting-man menguji coba lighting untuk pemotretan Beast. Perfecto. Aku berjalan menuju decoration and interior crew untuk memeriksa kesempurnaan dekorasi mereka. Excelent.

“Agassi, ada tamu untuk anda,” kata sekretarisku lalu menunjuk sang tamu. Aku tersenyum lalu berjalan menuju mereka.

“Eun Min~~ Hae Mi~~” kataku lalu memeluk mereka.

“Bogoshipo,”



I still have something to tell you
It might be a little late, but these are the words I

never got around to say

The most beautiful moment of my life is…
… When I loved you after meeting you
Now I know that you’re the biggest gift of mylife

“Mianhae,” kata Eun Min mengenggam tanganku.
Aku tersenyum. “Aku baik-baik saja sekarang, Eun Min..”
“Yaa~~ kata Hae Mi lalu tersenyum nakal. “Bagaimana kalau kau tebar pesona dengan Beast? Pengecualian, Yang Yoseob.. He’s taken by me,”

“Yaa~~ Kenapa aku harus tebar pesona? Mereka lah yang harus tebar pesona,”
“Hahahaha.. Vanie Lee.. kau tidak berubah,”
“Tentu saja.. ” kataku lalu meneguk minumanku. “Bagaimana dengan karirmu, Eun Min?”
“Puji Tuhan, beberapa bulan lalu MV pertamaku featuring Super Junior KRY telah dirilis. Minggu besok, aku bakal goodbye-stage di Inkigayo,”
“Ahh.. Chukae… dan kau Hae Mi?” tanyaku menatap matanya.

We would chat
We would stroll
These were the happy moments because it was just two ofus
We are two different persons
But we’re alike
And sometimes people would ask if we aresiblings

“Puji Tuhan..restoranku berjalan lancar.. Aku akan mengajak kalian makan gratis di restoranku, ottae? Syarat dan ketentuan berlaku,”
“Mwo?”
“Nee~~ Kalian berdua harus mengajak pasangan kalau mau makan gratis di sana,”
“Yaa~~” makiku lalu tersenyum.
“Aku percaya..Tuhan pasti memberikan seseorang yang lebih baik dari…Yong..hwa…”

“Ahh.. Eomonim menelponku untuk segera mengenalkan seseorang itu padanya,”
“Eomonim?”
“Nee~~ Amma-nya Yonghwa. Tara juga.. gadis cantik itu sudah marah-marah karena sampai saat ini aku tidak membawa seseorang itu padanya. Tara bahkan akan menjodohkanku dengan sahabat kekasihnya,”

Aku merengut ketika 2 gadis cantik yang duduk di hadapanku tertawa lepas.

“Yaa~~ Menyebalkan..”
“Wae?”
“Huffftt..”
**

Doojoon POV…
Aku berjalan dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan menuju tempat pemotretan. Aku berjalan sambil melihat sekeliling. Kenapa aku merasakan ini? Apakah karena mata dan jantung yang berada di tubuhku milik orang lain? Apakah ini semua ada kaitannya dengan Jung Yonghwa?

“Hyung..” suara Dongwoon terdengar. “Kenapa kau bersikap aneh?”
“Huh? Ahh.. hanya perasaanmu saja,” kataku lalu bergegas masuk ke tempat pemotretan.

“Selamat datang, Beast,” kata seseorang yang menurutku sangat tampan itu. “Saya, Sekretaris Kang,”
“Doojoon, Yoon Doojoon, leader,”
“Ahh.. Sebelumnya kami minta maaf karena Agassi belum bisa menemui kalian karena ada urusan mendadak,”
Aku tampak kecewa karena tidak berhasil bertemu dengan sang owner.
“Pemotretan akan dilaksanakan sebentar lagi, silakan,” kata Sekretaris Kang lagi lalu mengantarkan kami ke sebuah ruangan. “Kalian akan di make-over terlebih dahulu,”
“Nee~~”
End of Doojoon POV…
**

“Yaa~~ kalian merasa sesuatu yang aneh tidak pada Hyung?” kata Yoseob.
“Aneh?” tanya Junhyung yang dijawab anggukan oleh Yoseob. “Anehnya di mana?”
“Ahh.. Aku merasa ada yang ganjil sejak Hyung kembali dari Las Vegas. Apakah Hyung pernah datang ke sini? Sendirian?”
“Ini yang pertama kali Hyung dan Beast datang ke CSC. Yaa~~ bukankah CSC ini baru buka beberapa minggu lalu ya?”
“Dan beberapa minggu lalu jadwal kita di Thailand,”

Kikwang, Dongwoon, dan Hyunseung saling pandang. “Kenapa Hyung tau toilet ada di mana,”
Mereka kembali saling pandang setelah menyadari keganjilan yang terjadi.
“Aku heran, Hyung tau toilet ada di mana padahal Sekretaris Kang belum selesai menjelaskan,”
“Aku mulai merasa ada yang tidak beres sejak pertama kali datang. Doojoon Hyung berkali-kali berhenti dan menatap sekeliling,”
“Aku merasa…” kata Junhyung nimbrung. “Doojoon Hyung familiar dengan tempat ini,”
“Benar,” koor mereka bareng.
**

Aku manggut-manggut mendengar penjelasan Sekretaris tampan Kang.
“Agassi, ini hasil pemotretannya,” aku mengambil amplop coklat tersebut. “Dan ini, proposal Cube Entertainment untuk bekerja sama dengan kita,”

Aku mengambil amplop satunya. “Kerja sama? Proposal?”
“Nee~ Agassi.. Cube Entertainment, terutama Beast, menginginkan kerja sama untuk pembuatan Music Video mereka dan wardrobe,”
“Mwo?”
“Nee~ Agassi.. Mereka menunggu jawaban dari Anda,”
“Ahh.. Arasso.. Kamsahamnida,”
“Ne.. Agassi, saya permisi dulu,” katanya lagi lalu keluar dari ruanganku.

Aku membuka amplop coklat berukuran sedang lalu mengeluarkan isinya. Beberapa lembar foto berjatuhan di atas meja. Aku mengambil satu per satu foto tersebut.

“Ahh.. Beast itu terdiri dari 6 orang cowok tampan,” kataku tersenyum lalu meletakkan kembali foto itu dan mengambil lainnya. “Son Dongwoon,”

Aku mengagumi foto Son Dongwoon. Cowok itu sama sekali tidak ada potongan Korea. “Ahh… Yoseob,”

Aku kembali meletakkan foto itu di atas meja dan mulai mencari foto yang bertuliskan Yoseob. “Ini dia, Yang Yoseob… Ahh.. Apakah selera Hae Mi seperti ini? Tidak.. Seleranya berbeda-beda.. Boyfriend aja seleranya seperti Jo Kwangmin. Apa persamaan antara Yang Yoseob dan Jo Kwangmin?”

Aku meletakkan foto Yoseob dan mengambil foto lainnya. Aku terhenyak melihat foto yang aku pegang dan mataku terbelalak ketika menatap matanya. Senyum dan tatapan matanya mengingatkan pada sosok Yonghwa.

“Kenapa ini?” kataku lalu memegang jantungku yang tiba-tiba berdegup kencang.
**

Yoseob kembali memergoki sang leader sedang melamun menghadap jendela sambil memegang dada. Yoseob segera memanggil Kikwang dan Dongwoon.

“Wae?” kata Kikwang berjalan mendekat.
“Lihat,” kata Yoseob sambil menunjuk ke arah Doojoon.

“Apakah yang dipikirkan Hyung sampai harus seperti itu?”
“Aku rasa, telah terjadi sesuatu di Las Vegas,”
“Hmm..apakah ini dampak dari pendonoran yang Hyung terima?” duga Yoseob sambil memandang Kikwang dan Dongwoon.
“Mungkin juga. Kita tidak berhak mencari tau mengenai siapa yang mendonorkan mata dan jantung kepadanya,”
“Benar juga…tapi kita bisa mencari tau mengenai Cloudyeppeo,”
“Bingo,”
**

Aku duduk di ruang tamu sambil menikmati roti bakar buatanku. TV flat dihadapanku sedang menayangkan gossip artis Korea.

“Ahh.. Beast,” kataku lalu mengambil remote dan membesarkan volume.

“Rapper Beast, Yong Junhyung berpacaran dengan salah satu member girl band, Kara, Goo Hara. Rumor ini telah diklarifikasi pihak Cube dan DSP, manajemen artis yang menaungi mereka berdua…”

“Wowww.. Singer ketiga yang berani membuka kisah cintanya setelah Shindong dan Jonghyun,” kataku tersenyum lalu mengambil ponsel.

“Yoboseyo.. Taraaa~~ dongsaeng.. bogoshipo… MWO?? Putus? Klise, dear.. Mian..Mian.. Ahh.. kesibukan kalian yang menjadi penyebab hubungan kalian putus? Bagaimana kalau aku menjodohkanmu denga sekretarisku, Kang Minhyuk. Hhahahaa… Arasso.. Eonnie tau kok.. Wahh.. Chukae.. Akhirnya kau menjadi dokter juga.. Chukae.. Nee~~ Salam buat Amma dan Appa ya… Saranghae,”
**

Minhyuk POV…
Aku menghentikan langkahku ketika melihat sosok Doojoon berdiri di depan pintu masuk. Tingkahnya sangat mencurigakan. Aku kembali meneruskan langkahku ketika dia melihat ke arahku. Aku menyunggingkan senyum.

“Yo~” sapaku. “Ada yang bisa saya bantu, Doojoon-ssi?”
“Tidak…Kebetulan aku lewat, makanya aku mampir. Apa aku bisa bertemu dengan Agassi kalian?”
“Ahh.. Agassi? Tunggu sebentar,” kataku lalu mengeluarkan ponsel dan mulai menekan nomor ponsel Noona. “Noona… Kau ada di mana? Doojoon-ssi mau bertemu.. Ohh… Nee~~ Akan aku sampaikan padanya,”

“Doojoon-ssi, jeongmal mianhae, Agassi lagi berada di Cube Entertainment..”
“MWO??”
“Nee~ dia lagi di agensimu,”
“Kalau begitu, aku akan menyusul ke sana. Gomawo,” kata Doojoon-ssi lalu masuk mobil.

Aku hanya menatap bingung mobilnya yang semakin menjauh

“Wahh.. kecepatan mobilnya berapa km/jam ya?” tanyaku pada diriku sendiri lalu masuk ke dalam.
End of Minhyuk POV…
**

Doojoon berlari dengan kencang memasuki agensinya setelah mobilnya aman di parkiran. Kepalanya melihat sekeliling ketika dirinya sampai di lobby utama.

“Dia tidak ada di sini,” katanya lagi lalu segera menuju lift. Dia menekan dengan kasar tombol lift lalu kepalanya mendongak melihat lift sedang berada di lantai berapa.

Damn…” katanya lalu berlari ke arah tangga darurat.

Dia berlari, berlari, dan terus berlari melewati setiap anak tangga. Nafasnya tersengal ketika sampai di lantai yang dimaksud. Dia berjalan cepat menuju ruangan manajernya dan membuka kasar pintu ruangannya.

Seluruh member Beast dan manajernya terkejut melihat sosok Doojoon yang berkeringat dengan nafas terengah-engah.

“Mana gadis itu?” tanya Doojoon kasar. “Mana dia?”
“Yaa~~ Doojoon..”
“Cloudyeppeo…” kata Doojoon lirih.
“Ahh.. Maksudmu ownernya? Baru saja keluar dari sini.. Aku pikir kau berpapasan deng…”

Doojoon segera berlalu dari sana dengan kasar. Dia kembali berlari untuk mengejar sang owner. Sang manajer keluar untuk melihat sosok Doojoon namun sang leader sudah tidak lagi berada di sana.

“Hahh..” kata Park-ssi lalu menghela nafas. “Apa yang terjadi? Jangan bilang dia ada kisah dengan gadis cantik tadi,”
Yoseob menggeleng lalu menceritakan semua keanehan yang dirasakan olehnya.
“Hyung, bisakah kau mencari tau mengenai Cloudyeppeo? Aku rasa, Doojoon Hyung merasa familiar dengan Cloudyeppeo,”
“Familiar? Bukankah kunjungan kalian kemaren merupakan yang pertama..”
“Nee~~ Tapi…”
“Sudahlah…”
**

Aku menikmati makan malamku dengan bahagia. Menghabiskan malam bersama sahabat merupakan pilihan yang tepat ketika tidak memiliki seseorang yang mencintai dan kita cintai.

“Vanie, Hae Mi… Mulai besok sampai 1 bulan ke depan, aku tidak bisa menemani kalian.. Aku ada show Sweet Galaxycious di England terus Las Vegas,”
“Las Vegas?” tanyaku pelan.
“Nee~~ sekalian aku mengunjungi makam Yonghwa, Vanie,”
“Ahhh.. Gomawo,” kataku tersenyum. “Kau bisa menghubungi Tara, adiknya,”
Eun Min mengangguk. “Aku pasti akan menghubungi gadis genit itu,”

Aku dan Hae Mi tertawa mendengar Tara dipanggil “gadis genit” oleh idolanya. Tara, Jung Tara, mengidolakan Eun Min meskipun statusku saat itu adalah calon kakak iparnya.

“Yaa~~ kalau didengar olehnya, status Eonnie idola akan dicabut secara paksa…” kata Hae Mi lalu tersenyum sumringah dan melambaikan tangan.

Aku dan Eun Min segera melihat kemana arah lambaian tangannya. Yang Yoseob dan Son Dongwoon berjalan ke arah meja kami lalu tanpa basa basi bergabung.

“Hai, Vanie Lee,” kataku sambil mengulurkan tangan dan tersenyum.
“Yang Yoseob,”
“Son Dongwoon,”
“Yaa~~ apakah kalian tidak mengenal gadis cantik ini?” tanya Eun Min menggodaku.

Aku tersenyum melihat gelengan yang tercipta dari Yoseob dan Dongwoon.
“Tentu saja mereka tidak mengenalku secara waktu mereka pemotretan di Cloudyeppeo Shopping Central beberapa hari yang lalu aku tidak bisa menemui mereka,”
“MWO?? Kau sang owner CSC yang kemaren lusa menemui Park Hyung?” tanya Yoseob yang aku jawab anggukan. “Jjinjja? Wahhh…kau cantik sekali…pantas saja Doojoon Hyung rela tersengal-sengal dan berkeringat mengejarmu…”

“Ciyeeeee…” goda Hae Mi. “Ternyata, Hyungmu sudah terpikat dengan kecantikan sahabatku,”
“Kau juga cantik, Hae Mi,” kata Yoseob malu-malu.
“Yaa~~ Park Hae Mi,” kataku lalu melotot ke arahnya.

“Biarkan dia melanjutkan ceritanya,”
“Eheeemmmm…yang penasaraaannn…” kata Hae Mi lagi lalu segera mempersilakan Yoseob melanjutkan ceritanya.

Aku, Hae Mi dan Eun Min menjadi pendengar setia untuk 2 cowok tampan itu. Aku hanya bengong mendengar keseluruhan cerita ari Yoseob dan Dongwoon.

“Doojoon-ssi merasa familiar dengan CSC?” kata Eun Min lalu melihatku dengan mata menggoda. “Apakah kau ada kisah dengannya sebelum kau bersama Yonghwa, Vanie?”
“Yaa~~ aku tidak pernah mengenal pria sebelum bertunangan dengan Yonghwa…”
“Ohh.. Kau sudah bertunangan?” kata Dongwoon.
“Nee~~ tapi pertunangan kami tidak akan lanjut ke pernikahan karena Yonghwa…” kataku berhenti sejenak untuk menarik nafas. “Yonghwa sudah meninggal 3 tahun lalu akibat kecelakaan di Las Vegas,”

“MWO??”
“Ahh..maafkan aku karena menceritakan hal pribadi ini kepada kalian,”
“Tidak apa-apa, sejak malam ini dan seterusnya, kau adalah teman kami,”
“Yaa~~ Son Dongwoon, berarti kami berdua tidak bisa menjadi teman?” sungut Eun Min.
“Lebih dari teman buatku,” kata Dongwoon dengan senyum.
“Dan kau Hae Mi, aku berharap kita bisa lebih dari teman,”
**

Doojoon POV…
Lagi-lagi aku terbangun karena mimpi yang sama. Aku tidak habis pikir kenapa ini semua bisa terjadi padaku. Perlahan aku turun dan duduk di kursi dan menghubungkan laptopku dengan koneksi internet. Aku mengetikkan alamat twitter dan beberapa saat kemudian home-page twitterku terbuka. Perlahan aku mengarahkan pointer ke tulisan “Mentions”. Aku tersenyum membaca mention-mention dari Beauty yang memenuhi mentionku. Aku kembali ke timeline setelah membaca mention. Aku terus meng-scrool down timelineku dan akhirnya menemukan twitpic update dari Yoseob.

Mataku segera terbuka dan kantukku hilang ketika membaca twitan foto yang diupdate oleh Yoseob.

“Is she Yeppeo? Of course, she is cloudyeppeo,”

“Mwo?? Cloudyeppeo?” kataku lalu segera meng-klik foto tersebut. Foto itu ternyata foto Yoseob, Dongwoon dan seorang gadis yang selalu mampir di mimpi dan mungkin sudah masuk di kehidupanku.

She’s her,” kataku pelan lalu merasakan jantungku berdegup kencang.
End of Doojoon POV…
**

Yoseob dan Dongwoon semangat bercerita mengenai pertemuannya dengan sang owner Cloudyeppeo di hadapan member Beast lain.

“Vanie Noona…Neomu yeppeo.. Pantas saja dia memberi nama Shopping Central-nya dengan Cloudyeppeo,”
“Nama yang unik karena huruf Y-nya besar…”
“Masa siey?” kata Junhyung lalu mengambil kantong belanjaan dari cloudyeppeo. “Benar.. cloudYeppeo,”
“Y itu…inisial dari tunangannya yang sudah meninggal 3 tahun lalu di Las Vegas,”

Doojoon yang sedari diam mencerna cerita dari Yoseob dan Dongwoon akhirnya bersuara.
“Las Vegas? 3 tahun lalu?”
“Ne~ bertepatan dengan kecelakaan yang kau alami, Hyung,” kata Yoseob pelan. “Maaf, aku jadi mengingatkanmu dengan kejadian itu,”
“Tidak apa-apa,” kata Doojoon lagi lalu tersenyum lirih.

“Yaa~~ Y itu…”
“Yo…”
“Yonghwa, Jung Yonghwa,” kata Doojoon cepat lalu berdiri dan keluar.

“Aku rasa, ada hubungannya antara cloudYeppeo, Vanie Noona, dan Yonghwa dengan sikap Hyung yang aneh akhir-akhir ini,”
“Apakah donor mata dan jantung yang Hyung terima dari Yonghwa?” kata Junhyung lalu terdiam.
**

Aku berjalan perlahan ketika menyadari ada seseorang berdiri di sana. Kenapa orang itu tau tempat persembunyianku ketika aku sedang rindu pada Yonghwa. Orang itu berbalik badan ketika menyadari kehadiranku.

“Aku sudah menunggumu dari tadi, vanie,” kata orang itu lalu berjalan mendekat.

Mataku terbelalak ketika melihat wajah orang itu yang ternyata cowok sangat tampan yang memiliki tatapan yang sama dengan tunanganku, Yonghwa.

“Akhirnya kita bertemu juga,” kata cowok itu lagi lalu tersenyum dan menatapku.
“Yong..hwa,” lirihku pelan.
“Yonghwa? Siapa itu? Namaku Doojoon, Yoon Doojoon,”

Aku mundur beberapa langkah dan berbalik badan. Aku tidak tau kenapa reaksiku seperti ini. Rasanya aku ingin menangis dan berlari memeluk cowok tampan itu.

“Darimana kau tau tempat ini?” tanyaku lalu kembali menatap dirinya. “Tempat ini..hanya aku dan Yonghwa yang tau.. Kenapa kau bisa berada di sini?”
“Aku juga tidak tau.. Perasaanku mengatakan, aku sangat familiar dengan tempat ini, Vanie,”
“Dan…darimana kau mengetahui namaku?”

“Siapa yang tidak tau nama seorang gadis cantik sepertimu? Semua orang pasti mengetahui namamu. Bukan hal sulit mencari sesuatu yang berhubungan denganmu,”
“Kau pasti mencari tau melalui Kang Minhyuk, kan?”

Aku kesal sekali melihat cowok yang bernama Doojoon ini. Dia selalu tersenyum dan tersenyum. Bisa-bisa aku mabuk senyumannya.

“Sekretaris Kang maksudmu?” tanyanya yang aku jawab anggukan. “Ahh.. Sekretaris tampan itu rupanya. Aku tidak pernah mencari tau tentang dirimu melalui dia. Perasaanku yang menuntunku untuk menemuimu di sini. Jantungku yang mengatakan semuanya,”
“Bagaimana bisa jantungmu menuntunmu ke tempat ini? Tidak ada yang mengetahui tempat ini selain aku dan Yonghwa,”

“Kemarilah,” katanya lalu mengenggam tanganku. “Vanie, kalau kau merindukan Yonghwa, kau bisa melihatnya pada diriku,”
“Tidak bisa, kau dan Yonghwa berbeda, meskipun kalian berdua memiliki mata yang sama,”
“Hahahha… Kau ini sungguh lucu, aku menyukainya, dan aku berharap..kita bisa dekat satu sama lain, Vanie,”
**

Advertisements

One thought on “[FanFict] Miracle is Everyday (Part 1)

  1. *pingsan*
    apakah aku akan berakhir dengan dongwoon atau wookie?
    wkwkwkwkw
    aku ngakak di bagian kwangmin
    *vemy masi ilang diculik kwangmin* lols

    ceritanya bikin dag dig dug
    sempat nyangka cerita teroris gara2 prologue
    tp aku senang ujung2nya banyak romance hohoho

    fighting doojoon!!
    moga2 vanie bisa membuka hatinya untukmuuu~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s