[FanFict] Miracle is Everyday (Prologue)

Annyeong haseyo..
cloudy here..
i’ve made this FF just for fun
you can enjoy my FF without permission
but, if you will take out this FF, you MUST don’t claim them as yours..
of course, you must write credit belong to cloudyeppeo Entertainment in cloudyeppeo.wordpress.com, because i REALLY HATE a thief and plagiator
::::::::::

This FF i dedicated for my “bestie”..
::bat in http://www.twitter.com/@wookietis as Park Eun Min::
::vemy in http://www.twitter.com/@vemysuryo as Park Hae Mi::
::::::::::

Tittle: Everyday is Miracle (Prologue)
Cast: Beast, Vanie Lee, Park Hae Mi, Park Eun Min
Cameo: Jung Yonghwa, Jung Tara, Kang Minhyuk
Disclaimer: Jung Yonghwa dan Kang Minhyuk belong to FNC Music., Vanie Lee, Park Hae Mi, Jung Tara dan Park Eun Min belong and rest cast to cloudyeppeo Ent., Beast belong to Cube Entertainment.
::::::::::

Backsound when you read my fanfic:
~~ Jung Il Woo – Scarecrow
~~ Super Junior – Angel
~~ UKISS – Kiss Me
::::::::::

Sirine ambulance dan polisi meraung-raung memecah langit kelam Las Vegas. Tim Forensik berusaha mengeluarkan korban kecelakaan ketika Police Investigation Las Vegas mendatangi lokasi kecelakaan.

“Selamat malam, sir, korban kecelakaan bernama Jung Yonghwa, kebangsaan Korea Selatan, baru 6 bulan menjadi warga negara Las Vegas,” kata Captain Horatio, ke Detective Grissom.
“Captain Horatio, korban berhasil dikeluarkan,”
“Segera bawa ke Las Vegas International Hospital,”
“Roger, sir,”
**

Terjadi ledakan di salah satu pusat perbelanjaan Las Vegas. Beberapa pengunjung dinyatakan tewas di tempat, namun, ada satu orang yang berteriak lirih meminta pertolongan di bawah reruntuhan.

“Help me.. Anyone.. Please help me,”

“Captain Greg, ada korban di bawah reruntuhan yang berteriak minta tolong,”
“Siapkan alat berat untuk mengangkat reruntuhan tersebut. Tim Forensik, bersiaga untuk segera menarik korban ketika reruntuhan berhasil di angkat,”
“Roger,”
**

Kringg…kringg…
Aku tergopoh-gopoh mengangkat telepon ketika benda itu berbunyi. Jung Tara, calon adik iparku berdiri di sampingku.
“Selamat malam,”
“Apa benar ini kediaman Mr. Jung Yonghwa?”
“Benar, saya tunangannya, Vanie Lee…”
“Ms. Vanie, tunangan anda mengalami kecelakaan di depan Tangiers…”

Aku jatuh terduduk mendengar perkataan orang yang meneleponku. Jung Tara mengambil alih telepon tersebut dan segera memelukku.

“Eonni…Oppa…Oppa…”
“TIDAAAAAAKKKK… TIDAAAAAKKKKK,” histerisku.



Las Vegas International Hospital…
Aku sesenggukkan ketika berada di kamar jenazah. Yonghwa terbaring kaku di sana. Aku tidak bisa berpikir jernih. Air mata menjadi saksi bahwa kepergian Yonghwa selamanya sangat menyakitkan. Hari pernikahan kami hanya tinggal menghitung bulan tapi Yonghwa meninggalkanku sendirian di Las Vegas.

“Eonnie,” Tara menangis lalu memelukku. “Ikhlaskan Oppa, Eonnie…”
Aku menggeleng kuat. Air mataku terus mengalir kencang menyaksikan tubuh Yonghwa yang akan dikremasi.

“Vanie…” suara Amma dan Appa terdengar.
Aku menoleh ke mereka dan jatuh terduduk. “Dia telah pergi, Amma.. Yonghwa telah pergi,”
“Vanie…” kata Amma memelukku. “Ikhlaskan dia, nak, ikhlaskan,”
“Vanie…” kata Appa juga memelukku. “Ikhlas,”
“YONGHWAAAAA~~~”
**

Pemakaman…

I try to feel you at the tip of my fingers
But Every single time I always forget that I can’t touch you
Do you know? there’s a room in my heart
You live there, There’s no place for others
Now even the memories are lost, even the warmth is gone~

Aku hanya diam mengikuti upacara pemakaman Yonghwa. Air mataku terus mengalir selama upacara berlangsung.

I’m a scarecrow fending for myself.
My heart without you, I’am such a sad scarecrow
I keep swaying in the harsh wind, even if my body scatters apart
Someday, if you’d come to me, I want to embrace you with my arms wide open
I’ll wait for you

Everyday is Miracle… Kita tidak tau kapan Tuhan mengambil anaknya.. Hari ini, anak terbaik Tuhan telah meninggalkan kita….”

Aku menangis sesenggukan mendengar perkataan Pendeta. Aku masih belum bisa menerima kalau Yonghwa telah pergi meninggalkanku selamanya. Pelukan Tara dan genggaman Amma menguatkanku. Aku tidak mau menyalahkan Tuhan karena Dia pasti memberikan sesuatu yang indah di balik ini semua. Aku berusaha mengikhlaskan kepergian Yonghwa tapi…air mata yang mengatakan semuanya.

“Ameeenn…” kataku pelan lalu duduk dan mengusap-ngusap makam Yonghwa. “Honey, inikah yang terbaik buat kita? Inikah rencana Tuhan buat kita? Honey…”

“Vanie, mari kita pulang, sayang. Yonghwa pasti sudah tenang di sisi-Nya,” kata Amma Yonghwa dengan senyum.
“Eomonim…”
“Eonnie, mari kita pulang,” kata Tara dengan senyum lalu mengenggam tanganku.
“Ne~” kataku pelan lalu berdiri. “Honey, aku pulang dulu,”



I try to send your voice away
it keeps buzzing in my ears and makes me think of you again
The time with you cannot flowing, even if I try to block it

Aku segera masuk ke dalam mobilku sesampainya di rumah dan membawa mobilku menuju lokasi kejadian. Aku turun sambil membawa bunga mawar. Hatiku kembali sesak melihat lokasi kejadian.

I’m a scarecrow fending for myself.
My heart without you, I’am such a sad scarecrow
I keep swaying in the harsh wind, even if my body scatters apart
Someday, if you’d come to me, I want to embrace you with my arms wide open
I’ll wait for you

Bangkai mobil Yonghwa masih di sana. Darah masih berceceran di sana. Aku berjalan perlahan melewati police-line dan terduduk di sana lalu meletakkan bunga mawar.

“Yonghwa… Yonghwa…” kataku mulai terisak. “I love you forever,”
**

Sementara itu di Seoul, member Beast, seluruh staff Cube Entertainment menangis ketika melihat berita mengenai ledakan di Las Vegas. Yoon Doojoon, leader Beast, menjadi salah satu korban yang masih dipertanyakan keadaannya. Doojoon dikabarkan selamat dalam keadaan luka parah. Puing-puing reruntuhan mengenai mata dan menusuk jantungnya.

Beauty, sebutan fans Beast, berkumpul di halaman depan Cube Entertainment dengan memakai baju hitam-hitam tanda berduka. Mereka semua berdoa demi keselamatan sang leader yang sedang berjuang di Las Vegas.
**

“Mr. Doojoon akan menerima donor mata dan jantung dari keluarga Jung,” kata dokter Catherine menyerahkan map.
“Jung Yonghwa… Enganged?”
“Yup, tapi tunangan dari Mr. Jung Yonghwa tidak mengetahui mengenai hal ini. Ini pesan terakhir dari Mr. Jung sebelum dia meninggal,”

“Dokter Catherine, biarlah tubuhku mati selamanya asal kenanganku dengan Vanie tetap hidup meskipun itu di tubuh orang lain. Mata dan jantungku, akan kudonorkan kepada yang membutuhkan untuk menjaga kenanganku bersama Vanie. Tolong, rahasiakan ini dari Vanie,”

“Ahh..Mulia sekali Mr. Jung.. Apakah aku bisa melihat tunangannnya dan mengucapkan terima kasih?”
“Sayang sekali, keluarga Mr. Jung sudah pulang karena mereka sedang melakukan upacara pemakaman,”
“Aku akan menemuinya dan mengucapkan terima kasih meskipun waktunya bukan sekarang,”
**

Doojoon POV…
Perlahan aku membuka mata setelah perban terlepas. Aku kaget karena bayangan seorang gadis yang tidak aku kenal muncul secara tiba-tiba. Aku tersenyum ketika melihat sosok Amma, Appa berada di ruanganku.
“Amma..Appa…”
“Doojoon..puji Tuhan.. Terima kasih,” kata Amma memelukku.
“Mr. Doojoon, bagaimana perasaanmu?” tanya dokter Catherine.
“Aku bahagia sekali, dokter. Tuhan masih sayang padaku. Aku satu-satunya korban yang selamat dari ledakan di Las Vegas Shopping Central,” kataku dengan senyum.
“Puji Tuhan, Mr. Doojoon. Laporan mengenai pendonor mata dan jantung sudah aku serahkan kepada orang tua anda,”
“Terima kasih,”
End of Doojoon POV…
**

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s