[FanFict] Oh My Goddess

Annyeong haseyo..
cloudy here..
i’ve made this FF just for fun
you can enjoy my FF without permission
but, if you will take out this FF, you MUST don’t claim them as yours..
of course, you must write credit belong to cloudyeppeo Entertainment in cloudyeppeo.wordpress.com, because i REALLY HATE a thief and plagiator
::::::::::

Title: Oh My Goddess
Cast: No Min Woo, Jo Twins, Jung Yunho, Jung Tae Ran, Park Eun Min, Park Hae Mi
rest of cast: Lee Sungmin, Victoria
Disclaimer: Minwoo, Jo Twins belong to Starship Ent., Jung Yunho, Lee Sungmin, Victoria belong to SM Ent., Vanie Lee, Park Hae Mi, Park Eun Min belong to Cloudyeppeo Ent.,
::::::::::

Wanita cantik itu menekuri beberapa lembar kertas yang memenuhi meja kerjanya. Wajahnya mendongak ketika seorang laki-laki masuk ke ruang kerjanya dan menyerahkan sebuah amplop berwarna biru.

“Kamsahamnida..” kata wanita cantik itu lalu menerima aplop biru itu dan segera membukanya”
“Lady Raina…” suara laki-laki itu terdengar. “Kabar Agassi baik-baik saja di Korea,”
“Nee~,” jawab wanita cantik itu lalu menunjukkan sebuah foto. “Foto ini menunjukkan anak gadisku dalam keadaan baik-baik saja. Aku kangen padanya,”
“Lady, yang sungguh mengejutkan, Agassi tidak memakai “Jung” di depan nama Tara..”
“Jeongmal?” tanya wanita cantik itu kaget. “Wae?”
“Kami masih belum tau alasan Agassi, Lady,”
“Baiklah..Kabarkan pada suamiku bahwa Vanie baik-baik saja di Korea,”
“Nee~~~,”
**

“Yaa~~ No Min Woo… Kenapa kau diam saja? Ayo kita lanjutkan pesta malam ini,” kata cowok tampan berambut pirang lalu mengulurkan segelas cocktail.
“Anii.. Kalian saja yang berpesta,” tolak Min Woo dengan senyum.
“Kau kenapa sich, Min Woo? Aku sengaja mengadakan pesta ini karena kau berhasil meraih juara di kompetisi dance,” sungut Hae Mi lalu duduk di depan Min Woo. “Apa kau teringat dengan wanita yang hampir kau tabrak itu? Dia sengaja menabrakkan dirinya pada mob..”

“Park Hae Mi…” suara Min Woo tinggi. “Aku tidak suka kau menuduh orang sembarangan. Kejadian itu memang salahku,”
“Geundae, Min Woo~~” kata Hae Mi lagi.
“Sudahlah..aku pulang saja..” kata Min Woo lalu berdiri dan mengambil kunci mobil miliknya. “Mood-ku hilang gara-gara kau, Hae Mi. Kalian saja yang menikmati pestanya,”

“Min Woo~~ Yaa~~ No Min Woo~~” teriak cowok tampan berambut pirang.
“Sudahlah Youngmin, biarkan Min Woo sendiri dulu.. Dia masih merasa bersalah atas kejadian yang menimpanya tadi siang,”
“Tapi Eun Min..wanita itu sengaja menabrakkan dirinya pada mobil Min Woo.. Dasar orang miskin,”
“Park Hae Mi, aku tidak suka kau berbicara seperti itu. Kau kan tidak tau kejadian yang sebenarnya, sebaiknya kau jaga mulutmu,” maki Eun Min tinggi.
**

“APAAA??? Benar apa yang kau katakan, Yunho?”
“Nee~~ Appa..” sahut Yunho menunduk dan mengenggam tangan sang Ibu. “Sungmin mengatakan, tadi siang Tara diserempet sebuah mobil, tapi puji Tuhan, dia tidak apa-apa,”
“Amma harus ke Korea sekarang,”
“Lady Raina.. mohon tenangkan diri anda,” kata butler kepercayaan keluarga Jung dan menyerahkan segelas air putih.

Victoria menerima gelas itu lalu memberikannya pada mertua tersayangnya.
“Amma..minumlah dulu,”
“Gomawo, Vic,”

“Amma, Appa,” suara Victoria terdengar lembut lalu matanya memandang Lady Raina dan Lord Tony bergantian. “Aku dan Yunho Oppa yang akan ke Korea. Kebetulan Yunho Oppa harus menghandle Cloudyeppeo Coorporation,”
“Tapi…”
“Honey,” suara Lord Tony terdengar. “Percayakan Tara pada mereka berdua dan Sungmin. Lee Sungmin, anak kecil itu bisa dipercaya, toh ditangan dia, Cloudyeppeo Coorporation makin sukses,”
“Baiklah,”
**

“MWO??? Oppa dan Eonnie mau datang ke sini? Tapi buat apa, Oppa? Jangan-jangan, kau memberitahu mereka mengenai kecelakaan yang aku alami?” tanyaku yang dijawab anggukan oleh Sungmin. “Oppaaaa.. aku kan sudah bilang…”
“Tara.. lihat buku tabunganmu,” sewot Sungmin Oppa lalu memberikan buku tabunganku. “Kau sama sekali tidak melakukan penarikan,”
“Hubungannya apa, Oppa?” tanyaku bodoh.
“Sepupuku yang pintar.. Aku lama-lama capek ya bicara sama kamu,” kata Sungmin Oppa berdiri lalu menuju kulkas. “Kau itu anak konglomerat, orang tuamu punya kuasa, kenapa kau tidak tuntut saja pelakunya?”

Aku tersenyum lalu berjalan mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
“Aku baik-baik saja, Oppa. Puji Tuhan, aku tidak mengalami luka serius. Lagipula, aku tidak begitu ingat dengan wajah si pelaku,”
“Kau itu malaikat, Tara,”
**

Park Eun Hae, direktur utama dari perusahaan tekstil terkenal, Byeol Textile Company, mondar-mandir di depan kedua anak perempuannya.
“Appa..kau berjanji besok mengajak kami liburan di Jeju, kenapa tiba-tiba dibatalkan?” sungut Hae Mi.
“Besok..Vice President dari Cloudyeppeo Association tiba di Korea, jadi kita harus menyambutnya..”
“Appaaa…Memangnya siapa dia sich? Menganggu acara liburan kita saja…”

“Hae Mi, siapa dia? Dia itu pemegang saham terbesar di perusahaan kita. Kalau seandainya dia mencabut sahamnya, dalam hitungan 1 detik, kita akan bangkrut. Eun Min, berikan penjelasan padanya,”

“Tidak perlu, aku kecewa padamu, Appa,” maki Hae Mi lalu keluar dari ruang keluarga.
“Appaaa~~” kata Eun Min lembut. “Jangan kau masukkan hati, Hae Mi memang seperti itu,”
**

Min Woo POV…
Aku duduk di perapian dengan sendu. Peristiwa tadi siang masih segar dalam ingatanku. wajah gadis itu memucat karena menahan perih. Darah yang keluar dari lutut gadis itu. Senyum yang masih muncul ketika orang-orang membantunya dan “gwenchana” yang keluar dari bibirnya.

Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan keras. Beban bersalah itu masih menggelayut di hatiku.

“Besok aku akan ke sana lagi untuk mencari tau siapa dia,” kataku lalu berbaring di kasur. Mataku tidak bisa terpejam.

“No Min Woo,” suara Appa mengagetkanku.
Aku segera bangkit dari tidurku dan duduk. “Nee, Appa,”
“Hae Mi mengatakan padaku kalau kau menyerempet seorang wanita miskin. Benar begitu?”
“Miskin? Appa tau dari mana dia miskin? Appa jangan dengar perkataannya Hae Mi,”
“Apapunlah itu, Min Woo. Besok kau antarkan uang ini pada wanita itu dan bilang padanya supaya tidak melaporkan pada polisi. Appa ini seorang pengusaha terkenal Min Woo, kepercayaan dari Cloudyeppeo Association. Kalau mereka mendengar anakku terlibat tabrak lari, apa kata mereka?”

Aku marah mendengar perkataan Appaku. Aku membanting tas yang berisi uang itu ke lantai.
“Aku yang akan bertanggung jawab, Appa. Aku tidak membutuhkan uangmu,”
“Min Woo…berani sekali kau membantah Appa. Aku sudah kecewa karena kau lebih memilih dance daripada kantor. Jangan pula hal ini menambah kekecawaan Appa padamu,”
“Terserahlah,” makiku lalu keluar kamar.
“Min Woo~~ No Min Woo~~”
End of Min Woo POV…
**

“Aku sudah tau yang jadi korban tabrak lari Min Woo kemaren siang,” semangat Hae Mi lalu memberikan kertas yang dibawanya pada Kwangmin, sang kekasih.
Kwangmin mengambil kertas itu dan membacanya. “Tara? Bekerja di Cloud Kindergarten?”
Hae Mi mengangguk lalu senang. “Kita bisa mengancamnya agar tidak melaporkan Min Woo pada polisi. Kalau kita kasih uang pada cewek miskin itu, dia tidak akan bisa macam-macam pada kita,”

Youngmin mengambil kertas itu dari tangan Kwangmin.
“Aku rasa dia tidak seperti yang kau pikirkan Hae Mi. Aku tidak suka kau seperti ini,”
“Yaa~~ Youngmin.. kenapa siey kau itu sama seperti Eun Min. Apa kalian mengenal gadis ini? Pernah berinteraksi dengannya?”
“Park Hae Mi…Kenapa sich kau ini? Kau masih dongkol gara-gara tidak jadi liburan, ohng? Aku tidak mau kau jadi orang yang jahat dengan orang yang tidak kau kenal. Sudah jelas itu salahnya Min Woo, harusnya kita yang meminta maaf padanya..”
“Maaf katamu? Aku harus meminta maaf pada cewek miskin ini? Tsk..tskk.. tidak akan pernah aku lakukan. Arasso?” maki Hae Mi lalu pergi.

“Aku akan meminta Min Woo untuk menemui gadis ini dan meminta maaf padanya,” kata Eun Min pelan pada tunangannya, Youngmin.
“Honey..”
“Hahhh..aku berharap, sesuatu terjadi pada Hae Mi agar dia sadar kalau dunia itu berputar,”
**

Min Woo POV…
Aku mencocokkan alamat yang diberikan oleh Eun Min dengan bangunan yang berada di hadapanku.
“Benar, ini dia,” kataku lalu masuk ke dalam. Betapa terkejutnya aku karena Sungmin Hyung berada di sana. Aku mengira-ngira apa yang terjadi sekarang. Apakah Sungmin Hyung kekasih gadis yang aku tabrak. “Hyung,”
“Ahhh..kau Min Woo, ada urusan apa ke sini?” tanya Hyung bingung.
“Hmm..aku…aku..” bingungku lalu terpaku pada lowongan kerja di sini. “Ingin menanyakan lowongan kerja yang ada di sini,”
“Hahh?? Kau ingin bekerja? Apa yang akan dikatakan Appamu?”
“Mohon dirahasiakan dari Appa, Hyung,”
“Baiklah..Kebetulan kau ada di sini, aku bisa tenang menitipkan Tara padamu. Kalau dia bertanya, bilang saja aku kembali ke kantor,” kata Hyung lalu bergegas keluar.
“Hyuung..” kataku lagi. “Kau dan Tara..”
Aku melihat Sungmin Hyung tersenyum. “Tara itu..satu-satunya yang aku miliki sekarang. Aku sangat menyayanginya,”

Aku menelan ludah mendengar perkataannya. Aku tersenyum ketika Hyung melambaikan tangan. Aku duduk dengan bingung sambil memperhatikan sekeliling. Mataku tertumbuk pada sebuah lukisan yang tergantung di dinding. Mataku menyipit. Aku segera berdiri dan berjalan mendekati lukisan itu.

“Cloudyeppeo Association?” desisku pelan. “Apa hubungannya Tara dengan Cloudyeppeo Association?”

Aku berteriak ketika sebuah tangan menyentuh bahuku.

“Yaa~~” kata gadis di depanku sambil memegang sapu. “Kau siapa? Mana Sungmin Oppa?”
“Ahhh..Mian..mian.. Kenalkan namaku Min Woo.. Tadi Hyung berpesan padaku agar bilang padamu kalau dia harus kembali ke kantor,”
“Hyung?” tanyanya curiga.
“Baiklah..Apakah kau bisa menurunkan sapumu dulu?”

Gadis cantik itu tersenyum malu lalu menurunkan sapunya. Aku melirik ke arah dengkulnya. Perban.

“Apa yang kau lihat? Apakah kau baru melihat gadis cantik dengan dengkul yang diperban, ohng?” kata gadis itu lagi lalu mempersilakan aku duduk.
“Kaki..mu..”
“Ahh…ini??? Kemaren aku diserempet sewaktu aku menyeberang,”
“Apa…”
“Kenapa kau memanggil Oppa dengan Hyung? Kau kenal padanya?”
“Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali,” jawabku dengan terus memandang wajahnya.
“Terus, ada urusan apa kau datang ke sini?”

Aku pun menceritakan kedatanganku ke sini dengan gembira. Aku sangat terkesima dengan gadis yang duduk di hadapanku ini. Matanya jernih. Bibirnya merekah merah. Pipinya sedikit agak chubby. Rambut burgundy sedikit ikal menghiasi kepalanya dan membingkai wajahnya. Tak lupa kacamata Levis’s Girl membingkai matanya. Aku menikmati semuanya. Oh My Goddes, you’re so beautiful.
End of Min Woo POV…
**

Butler kepercayaan keluarga Jung sedikit terburu-buru memasuki ruang kerja Lord Tony. Dia segera menganggukkan kepala ketika sang Lord memandanginya.
“Ada apa? Sepertinya kau membawa sesuatu yang harus segera di sampaikan?”
“Nee~~” jawab butler lalu memberikan sebuah map. “Saat ini Agassi bekerja di Cloud Kindergarten, Lord. Map ini berisi laporan keuangan dari rekening Agassi. Anehnya, sama sekali tidak ada penarikan di sana,”
“MWO???” kaget Lord Tony lalu segera membuka map itu dan memahami isinya. “Terus, bagaimana Tara bisa menghidupi dirinya?”

“Barusan Young Lord Sungmin menghubungi saya. Agassi memakai uang gajinya, Lord,”
“Oh My…” respon laki-laki tampan itu. “Hubungi Sungmin, aku ingin bicara padanya,”
“Nee~
**

“Min Woooo~~ Apa yang sedang kau lakukan?” kagetku karena melihat Min Woo basah karena keringat dan tissue bekas berserakan di sekitanrnya.
“Ahh..ini,” katanya lalu segera membuang tissue bekas pakai itu ke tong sampah. “Aku tadi turun naik tangga soalnya bosan,”
“Haahhh??? Bosan?? Kalau kau bosan, kau akan naik turun tangga?” tanyaku yang dijawab anggukan. “Kau ini sangat menarik, Min Woo,”
“Terima kasih,” jawabnya dengan senyum yang efeknya menggetarkan hati. “Ouw ya…tadi, seorang cewek yang bernama Victoria mencarimu di sini,”
“MWO???” kagetku.
“Nee~~ Tara, hmm…ada hubungan apa kau dengan keluarga itu?”
Aku bingung mendengar pertanyaannya.
“Victoria, Sungmin, mereka itu..keluarga Cloudyeppeo Association…”

Aku menghindar tatapan Minwoo. Jantungku berdegup kencang. Aku tidak ingin orang-orang sekitarku mengetahui latar belakangku. Aku tidak ingin orang-orang menerimaku karena latar belakangku.

“Tara..”
“Hmm…aku cukup kenal dengan mereka bukan berarti aku ada hubungan yang spesial kan?”
“Lukisan ini,” kata Min Woo menunjukkan lukisan padaku. “Lukisan ini menjadi saksi kau ada hubungan yang spesial dengan mereka. Simbol Cloudyeppeo Association, hanya orang-orang yang spesial yang bisa memegangnya. Taraaa…”

“Dia adikku, No Min Woo,” suara Yunho Oppa terdengar. “Tara, lebih tepatnya Jung Tara, anak perempuan dari Raina Singhania dan Tony Jung. Adik perempuan dari Jung Yunho,”
“Oppaaaa~~” kataku lalu memeluknya. “Bogoshipo,”
“Kau cukup puaskan dengan jawabanku?” tanya Oppa lalu duduk. “Anak ini bandel sekali. Dia tidak mau menyandang “Jung” agar tidak dikuntit oleh paparazzi, Min Woo,”
**

Min Woo POV…
Aku tenganga mendengar perkataan Yunho Hyung. Siapa yang tidak mengenalnya. Jung Yunho, Vice President Cloudyeppeo Association, sangat terkenal akan keuletan kerjanya. Anak pertama dari Tony Jung dan Raina Singhania ini dipercaya untuk menghandle Cloudyeppeo Coorporation yang berada di Korea. Dan ternyata, gadis yang berhasil membuatku jatuh hati itu, adik kandungnya.

“Yaa~~ No Min Woo, kenapa kau kelihatan gelisah, ohng?” tanya Yunho Hyung menatapku.
Aku membalas perkataannya dengan seulas senyum. “Aku benar-benar kaget bisa bertemu denganmu di sini, Hyung, dan sungguh, aku shock mendengarnya. Yaa~~ Tara, kenapa kau merahasiakan semua ini?”

Gadis itu hanya tersenyum menanggapi kesewotanku dan makin mengeratkan pelukan pada Yunho Hyung. Iri sekali aku melihatnya. Ahhh!!

“Aku ingin mereka menerimaku sebagai Tara, bukan Jung Tara, Min Woo. Sekarang, setelah kau mengetahui ini, apakah kau akan tetap menerimaku sebagai Tara?”
“Tentu saja, aku menerimamu apa adanya, Tara,”
“Hei..hei.. apakah kalian berdua pacaran?” skak Yunho Hyung lalu menatap kami berdua gantian. “Pacarankah kalian?”

“Oppa… apa-apaan kau ini,”
“Hyuunggg..”

Hahahaha..
“Polos sekali muka kalian. Apakah kau tau kalau Tara ini suka sekali yang namanya martial art?”
“Nee~ Hyung. Aku sudah beberapa kali menemaninya latihan,”
“Wowww…Tara, sebaiknya kau sedikit mengubah gaya dandananmu,”
“Oppa..
“Hyung, aku suka Tara yang seperti ini,”
End of Min Woo POV…
**

“TOLOOONGGG…TOLOOOONGGG…”
Aku berhenti dan melihat sekeliling untuk mengetahui siapa yang meminta tolong. Aku melihat seorang gadis berlari ke arahku dan di belakangnya terdapat beberapa pria sedang mengejar dirinya.

“TOLOOONGGG….”
Aku menangkap gadis itu dan memintanya berdiri di belakangku.
“Cihhh…lepaskan gadis itu atau kau juga akan berurusan dengan kami, gadis manis,”
Aku melirik ke lambang yang terdapat pada seragamnya, bunga sakura.
“Harusnya aku yang bilang seperti itu,” jawabku pelan. “Kalau kalian berani melangkah sedikit saja, Sakura Export Import, akan bangkrut,”
“Heh, anak kecil, kau tau apa mengenai kami, ohng?”
“Sakura Eksport Import, berada di bawah Cloudyeppeo Association. Bagaimana jika aku memberitahu soal ini pada Vice President mereka, ohng?”
“MWO?? Cloudyeppeo Association? Neol..”
“Pilihan ada di tangan kalian. Menyerang kami atau kembali pada bos kalian,”

Aku tersenyum melihat para pria itu memilih pilihan kedua.
“Ternyata Cloudyeppeo punya kuasa juga,” kataku pelan lalu memapah gadis itu menuju kantorku. “Semua sudah baik-baik saja,”

Gadis itu hanya memandangiku dan mengikuti semua perkataanku.
“Kau itu malaikat, Tara,”
“Hah?? Hei, kau tau darimana namaku?”
“Tidaklah penting aku tau darimana namamu. Aku sangat berterima kasih padamu karena telah menyelamatkanku dari orang-orang itu,”
“No problem,” kataku memberikan handuk basah padanya. “Bersihkan dulu lukamu sebelum diobati,”

Aku masuk ke dalam untuk mengambil kotak obat. Aku segera menemui gadis itu setelah menemukan obat luka dan alkohol.
“Ini sedikit agak pedih ya,” kataku sambil menuangkan alkohol pada kapas lalu mentutulkan kapas itu pada lukanya.
“Ahh..sakit..Taraaa..gomawo..”
“Namamu sapa?” tanyaku.
“Eun Min. Ouw ya, apakah kau mengenal Cloudyeppeo Association?”
AKu tertawa mendengarnya. “Aku hanya menggertak saja,”
“Jeongmal?”
“Nee~~”
**

“APAAAA?? Pelaku tabrak lari itu anaknya Presiden No, butler?” marah Lord Tony. “Apakau kau tidak berbohong?”
“Tentu saja tidak, Lord. Ini buktinya,”
Lord Tony menerima amplop itu dan dengan kasar membukanya. Matanya membesar melihat laporan itu. Tangannya mengepal lalu menggebrak meja.
“Berani sekali dia menyebut Tara dengan “wanita miskin itu”. Aku akan buat perhitungan dengannya. Siapkan tiket ke Korea dan hubungi direksi Cloudyeppeo Coorporation, aku akan ke Korea,”
“Geundae, Lord…”
“Butler, laksanakan segera perintahku,”
“Algesseumnida, Lord. permisi,”

“No Min Min, kau harus bertanggung jawab semuanya. Aku tidak akan memaafkanmu atas kejadian ini,”
**

Betapa menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersama Oppa tercinta. Namun, kesenangan ini tidak berlangsung lama karena seorang gadis yang tidak dikenal mencegat kami dan segera menyiram air padaku. Aku kaget mendapat perlakuan seperti itu. Sungmin dan Yunho Oppa segera menangkap tangan gadis itu ketika ingin menamparku.

“Hehh~~lepaskan..lepaskan..Aku tidak ada urusan dengan kalian berdua,” kata gadis itu sambil berontak.
Vic Eonnie membantuku untuk mengeringkan wajahku dan mengelap bajuku.
“Gadis miskin ini sengaja menabrakkan dirinya ke mobil Min Woo..agar keluarga Min Woo memberinya uang..”

Aku kaget bukan kepalang mendengar perkataannya. Apa katanya tadi? Min Woo yang menyerempetku? Min Woo? No Min Woo?

“Gadis miskin katamu?” marah Yunho Oppa. “Kau bilang Tara ini gadis miskin? Berani sekali mulutmu berbicara seperti ini. Lancang,”

“Anda yang lancang, Tuan. Anda tidak tau siapa saya? Anda telah melakukan pelecehan seksual pada saya,”

Aku melihat mata Sungmin Oppa mengilat marah. Yunho Oppa juga, namun dirinya berusaha menahan amarah. Victoria Eonnie tersenyum lalu berjalan mendekati gadis itu.
“Anak kecil, kau tau apa akibatnya kau melakukan ini?”

“Cihh..aku tidak takut. Appaku punya kuasa. Appaku dan Appa Min Woo merupakan pengusaha terkenal di Korea. Kalian siapa, ohng? Berani sekali kalian berempat mengancamku,”

“Yaa~~ Park Hae Mi..Park Hae Mi..cepat minta maaf pada mereka,” seorang lelaki setengah tua memaksa gadis itu meminta maaf.
“Minta maaf, Appa? Kau suruh aku meminta maaf pada mereka? Yang benar saja,”
“Park Eun Hae,” suara Yunho Oppa terdengar.
“Yaa~~ anda lancang sekali memanggil Appaku dengan hanya menyebut nama,”
“PARK HAE MI, DIAMLAH KAU,”
“Kami tidak perlu permintaan maaf dari nona kecil ini, Park Eun Hae. Asistenku akan mencabut semua sahamku dari perusahaanmu,”
“Cloudyeppeo Coorporation, akan mencabut semua fasilitas yang ada di perusahaanmu, Park Eun Hae-ssi,”

“Yunho Oppa..Sungmin Oppa…”
“Tara, kau diamlah,” maki Sungmin Oppa marah. “Kelakuan anakmu cukup memalukan, Park Eun Hae,”

Laki-laki tua itu segera membungkuk memohon agar Jung Yunho dan Lee Sungmin menarik ucapannya.

“Kau seharusnya mengajarkan sopan santun pada gadis ini, Park Eun Hae. Rumah yang kau tempati sekarang, itu merupakan fasilitas dari Cloudyeppeo Coorporation. Aku harap, besok, kau dan keluargamu sudah keluar dari rumah itu. Permisi,”

“Vice President, Sungmin Sajangnim, aku mohon,”
“Tony Jung akan mengurus semuanya. Permisi,” kata Yunho Oppa lalu menyeretku dengan kasar.
**

Hae Mi POV…
Aku hanya bisa menunduk. Aku tidak sanggup menegakkan kepala untuk memandang Appa, Amma, dan Eun Min. Saat ini aku berharap untuk mati. Aku tidak sanggup menerima semua ini.

“Park Hae Mi…inikah balasan yang kau beri pada kami? INIKAH BALASANMU?” maki Appa padaku. “Amma…anakmu ini sangat keterlaluan. Aku malu punya anak seperti dia,”

Air mataku jatuh dengan deras mendengar perkataan Appa.
“Hae Mi,” suara Eun Min terdengar. “Harusnya kau bisa tertawa karena berhasil membuat keluarga kita bangkrut seketika. Bukan Tara yang wanita miskin, tapi kau, kau itu yang wanita miskin. Kau tidak tau kan kalau dialah yang menyelamatkanku dari komplotan SEI. Dia juga yang mengobatiku dan dia juga yang mengantarkanku pulang ke rumah. DIA..TARA SANG WANITA MISKIN ITU,”

“Appa..mianhae..”
“Mian katamu? MIAN, HAE Mi? Besok, Appa harus menghadiri rapat direksi CA. Tony Jung, Presiden Komisaris sekaligus ayah dari Tara datang ke Korea untuk membahas masalah ini,” kata Appa tinggi. “Kau itu begitu sombong, Hae Mi, harusnya kau itu seperti Tara. Kau tau, dia tidak mau menyandang marganya agar dia bisa diterima sebagai Tara bukan Jung Tara. Tapi kau, kau selalu mengharapkan orang-orang di sekitarmu menerimamu sebagai Park Hae Mi, anak dari Park Eun Hae,”

“Yobo.. maafkanlah Hae Mi,”
“Chagi..kau tau apa yang dia lakukan tadi, ohng? Dia memaki Vice Presiden CA, dan Presiden CC. Aku sangat malu melihatnya. Hae Mi, tanpa mereka, aku ini bukan siapa-siapa. Merekalah yang membantu Appa sampai Appa bisa mencapai kesuksesan seperti ini, tapi kau…kau merenggutnya tidak sampai 1 detik,”

Aku terus menangis mendengar semua ini. Aku terlalu egois. Aku jahat. Benar yang dikatakan Eun Min, aku ini seseorang yang jahat.

“Appa..aku akan meminta maaf pada mereka..”
“Maaf? Apakah kau tadi tidak mendengar perkataan Vice Presiden dan Sungmin Sajangnim, ohng? Mereka tidak perlu permintaan maaf darimu. Cloudyeppeo Association, tidak akan memaafkan orang yang telah menyakiti keluarga mereka. Apalagi yang kau sakiti itu anak dari Presiden Komisaris mereka, pimpinan tertinggi. Besar juga nyalimu,”

“Appa..aku akan meminta maaf pada Tara, gadis itu kan baik hati. Kita bisa memanfaatkan Tara…”

PLAKKKK!!!
“PARK HAE MI, MASUK KE KAMAR DAN BERESKAN BARANG-BARANGMU. AKU MALU PUNYA ANAK SEPERTIMU,”
End of Hae Mi POV…
**

“APAAA??? Korban tabrak lari itu anak dari Presiden Komisaris Cloudyeppeo Association? Jeongmal?” kaget Kwangmin dan Youngmin.
“Nee~~ Keluargaku diusir dari rumah ini,” jawab Eun Min pelan. “Ini semua gara-gara Hae Mi,”
“Kalian diusir? Jahat sekali mereka,”
“Jo Kwangmin..ketika kau lagi jalan dengan keluargamu, tiba-tiba ada orang yang tidak dikenal menyiram kau dengan air di tengah keramaian, apa yang akan kau lakukan?”
“Aku pasti marah besar pada orang itu, Eun Min,”
“Itu yang dilakukan Hae Mi pada Tara. Dia menyiram air ke Tara saat gadis baik hati itu sedang jalan dengan keluarganya. Parahnya, air itu juga mengenai Vice Presiden, yang juga Oppanya Tara. Hae Mi juga sempat memaki Yunho-ssi dan Sungmin-ssi,”

“MWO?? Itu fatal sekali, Eun Min. Apa yang dilakukan Hae Mi sangat jahat. Apa yang akan dilakukan oleh Appamu?”
“Appa berusaha membujuk Tony Jung…”
“Kalian tau, Tony Jung itu orang yang sangat keras. Dia akan melakukan apa saja untuk melindungi kedua anaknya,” sahut Kwangmin pelan.
“Nasib keluarga Min Woo bakal sama seperti keluargamu, Eun Min. Aku dengar, Tony Jung akan melakukan rapat direksi di sini perihal tabrak lari yang dilakukan Min Woo pada anaknya,”
**

Rapat direksi sedang berlangsung dengan tegang di ruang serbaguna CC. Seluruh mitra kerja CC dan beberapa staff CC hanya bisa menundukkan kepala. Rapat direksi ini merupakan persidangan yang akan dilakukan oleh Tony Jung pada Byeol Textile Company dan Noel Company.

Rapat direksi ini berlangsung tertutup. Tidak ada satupun wartawan yang diizinkan masuk. Tatapan tajam dari Tony Jung menyapu seluruh ruangan. Kiri kanan Tony Jung terlihat Lee Sungmin dan Jung Yunho sedang menatap tajam pada Presiden Park dan Presiden No.

“Apa yang anakmu lakukan sangat memalukan, Presiden Park,” suara Tony Jung terdengar. “Apakah anakku tidak cukup membantu anakmu dari kejaran komplotan Sakura Eksport Import, ohng? Masih kurang ya pertolongan dari anakku? Dia yang mengobati anakmu, dia juga yang mengantarkan anakmu ke rumah,”

Matanya beralih pada Presiden No.
“Dan kau, Presiden No…Aku sama sekali tidak percaya apa yang aku dengar. Anakmu mau bertanggung jawab atas ketidaksengajaan itu tapi kau malah menyuruh anakmu memberikan uang pada “gadis miskin itu”. How dare you can tell like that, ohng? Nama gadis yang menjadi korban tabrak lari itu Jung Tara, Presiden No, bukan gadis miskin itu,”
**

Aku berlari sekencang-kencangnya menuju ruang serbaguna CC. Aku membawa simbol Cloudyeppeo Association untuk pengampunan pada Presiden Park dan Presiden No.

Pihak keamanan segera mencegah ketika aku akan memasuki ruang serbaguna itu.
“Agassi.. anda tidak bisa memasuki ruangan ini,”
Aku terpaksa memakai martial artku untuk melumpuhkan mereka semua.
“Jeongmal mianhae,” kataku lalu segera mendobrak pintu ruangan itu. “APPAAAA…”

Tony Jung dan seluruh yang menghadiri rapat direksi ini termasuk keluarga dari Presiden Park dan Presiden No segera melihat ke arahku. Beberapa asisten Appa berusaha mencegahku.
“Biarkan aku atau kalian akan aku lumpuhkan dengan martial art?” ancamku lalu segera berjalan ke arah Tony Jung. “Appa…aku akan menggunakan ini untuk memberikan pengampunan pada mereka,”

“JUNG TARA…kau keterlaluan,” kata Appa lalu merebut simbol itu dan melemparkannya. “Aku tidak menerima permohonanmu, keluarlah dari sini,”

“Appa…aku mohon..”kataku lalu berlutut. “Ampunilah mereka…”
“Park Eun Hae dan No Min Min, lihat apa yang dilakukan oleh anakku? Padahal dia sudah disakiti oleh keluarga kalian, tapi dia rela berlutut untuk meminta pengampunan buat kalian? Ajarkanlah keluargamu untuk lebih sopan santun, terutama kau, Eun Hae, ajarilah Park Hae Mi agar tidak sombong dan lebih bersikap sopan santun pada orang lain,”

Aku berdiri lalu merebut mikropon di depannya Yunho Oppa. “Mungkin pertanyaan seluruh staff direksi terjawab hari ini. Aku, Jung Tara, anak perempuan dari Tony Jung. Aku, yang sehari-harinya bekerja di Cloud Kindergarten, merupakan adik dari Jung Yunho. Aku sengaja tidak memakai margaku agar semua orang bisa menerimaku sebagai Tara, gadis biasa. Presiden No, aku memang gadis miskin, karena kekayaan ini merupakan titipan Tuhan pada keluarga Jung. Presiden Park, aku lah yang menyelamatkan anakmu, Park Eun Min, dari kejaran komplotan SEI, tapi inikah balasan yang kalian berikan? Kalau tau ini balasan dari kalian, lebih baik aku membiarkan anakmu mati di tangan SEI,”

Aku mengambil nafas lalu terdiam karena mataku tertumbuk pada sosok Min Woo. Cowok itu hanya bisa tersenyum masam menatapku.

“Hari ini, aku menggunakan simbol CA untuk memberikan pengampunan pada kalian bukan berarti aku sudah memaafkan kesalahan yang diperbuat oleh anak kalian. Aku tidak ingin, keluarga kalian menderita akibat dari kesalahan ini. Aku berharap, apabila kalian dapat pengampunan dari Tony Jung, bisa mengajarkan sopan santun dan tanggung jawab pada anak kalian,”

Aku menatap ke Tony Jung. “Appa…bagaimana kalau kau berada di posisi mereka? Aku mohon Appa, berilah pengampunan pada mereka,”

Air mataku mengalir ketika mengucapkan itu. Aku melihat Appa melihat bergantian pada Yunho dan Sungmin Oppa dan menarik napas dalam-dalam ketika melihat ke arahku.

“Jebal, Appa, Jebal,”
“Butler, bawa Agassi keluar dari sini,” kata Yunho Oppa.
“Aku mau di sini, Oppa. Jangan paksa aku atau butler akan merasakan kekuatan martial artsku,”
“Aku menyesal mengajarimu martial art, Tara,”
“Sudahlah, kau duduk di sebelah Victoria,” dingin Yunho Oppa.
“Nee~~” kataku lalu duduk di sebelah Vic Eonnie. Vic Eonnie segera memelukku.
“Appa pasti mengabulkan permintaanmu, sayang. Dia sangat menyayangimu,”

“Baiklah, aku sudah memutuskan, aku, Tony Jung, akan mengampuni kalian berdua…”

Air mataku jatuh dengan deras mendengar perkataan Appa. Aku bahagia sekali mendengarnya.

“Aku mengampuni kalian berdua dengan sebuah syarat. Kalian berdua pasti mengetahui Cloud Kindergarten kan?”

“Presideeenn..Kamsahamnida. Nee~~ kami tau,” jawab Presiden No dan Park sambil menyusut air matanya.

“Aku meminta anak kalian membantu di sana, mengembangkan sekolah itu agar bisa buka cabang di seluruh Seoul. Tapi, selama 6 bulan, anak kalian tidak akan digaji. Bagaimana?”

“Presiden Jung…” suara Hae Mi terdengar. “Aku akan melakukan apa saja untuk memperbaiki kesalahanku,”
“Aku akan pegang janjimu, Park Hae Mi,” kata Appaku dengan senyum. “Baiklah, saya akhiri rapat direksi siang ini. Saya berharap, ini semua bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Sopan santun dan tanggung jawab, itu poin penting bagiku. Aku tidak akan mengampuni seseorang apabila orang itu “menganggu” anak dan keluargaku. Permisi dan selamat siang,”

Aku segera berdiri dan memeluk Appa ketika beliau melewatiku.
“Appa…” kataku terisak. “Jeongmal gomawo, Appa, gomawo,”
Yunho dan Sungmin Oppa mengelus kepalaku dengan sayang.
“Sepertinya Presiden kita sangat menyayangi anak bandel ini,” goda Sungmin Oppa.
“Aku juga sangat menyayangimu, anak kecil yang tampan,” balas Appa menggoda Sungmin Oppa. “Tara, malam ini, kau harus mengikuti makan malam dengan direksi,”
“Appa…”
“Yaa~~ sudah saatnya kau menunjukkan jati dirimu sebagai anak dari Tony Jung. Arasso?”
“Nee~ Algeusseumnida, Presiden,” kataku tersenyum lalu memberi hormat padanya.
“Appa pergi dulu, masih ada urusan yang harus diselesaikan. Yunho, Sungmin, kalian harus ikut,”
“Nee~~ Presiden,”
“Bagaimana dengan kau, Victoria?”
“Sepertinya aku akan meninggalkan Tara dengan pria tampan ini, Presiden. Aku akan ikut dengan kalian,”

Aku melambaikan tangan ketika orang tersayangku berjalan keluar dari ruangan ini yang diikuti oleh seluruh staff direksi.

“Jung Tara ssi,”
Aku berbalik badan. Sosok Presiden Park berdiri di depanku dan segera berlutut. Refleks aku membungkuk untuk mencegahnya.
“Presiden Park, apa yang kau lakukan? Berdirilah,”
Air mata keluar dari mata tuanya.
“Kamsahamnida…Kamsahamnida,”
“Presiden Park…aku melakukan apa yang harus aku lakukan. Jadi kau tidak perlu seperti ini. Kau harus membuktikan bahwa kau berhasil mendidik kedua anakmu. Kau dan Presiden No, merupakan orang kepercayaan Tony Jung, makanya Appa seperti ini,”

“Tara ssi…” suara istrinya terdengar. “Kau benar-benar berhati malaikat. Aku malu dengan keluarga kalian,”
“Eomonim…Kamsahamnida,”

“Tara…” kali ini suara Eun Min terdengar. “Bolehkan aku memelukmu?”
“Tentu saja,” kataku lalu membalas pelukannya. Gadis cantik ini segera menangis.
“Tara..aku malu sekali atas perbuatan adikku padamu. Aku rasa, ini pelajaran yang harus dia terima,”
Aku melepas pelukannya dan menyungginkan senyuman.

“Gwenchana, Eun Min,”

“Apakah kali ini tiba giliranku?” tanya Min Woo pelan.
“Tentu saja,” kataku lalu menggandeng tangannya. “Aku permisi dulu,”




Aku duduk berdua dengannya di kafetaria yang terletak di lantai basement. Aku menatap cowok tampan ini sambil senyum. Betapa tampannya cowok ini.
“Tara,” suaranya terdengar lalu melihat ke arahku. Refleks aku membuang tatapanku ke arah lain. “Terima kasih karena kau menyelamatkan keluargaku,”
“Lupakan itu, Min Woo,” kataku lalu mencomot kentang goreng. “Benar, aku sudah melupakan kejadian itu kok,”
“Jjinjja?” tanyanya yang aku jawab dengan anggukan. “Gomawo, my goddess,”
“MWO?? My Goddess??”
“Nee~~ You’re my goddess, Tara, and i love you,”
“Haaa???”
I love you,”
**

6 bulan kemudian…
Aku, Eun Min, Hae Mi dan Min Woo sedang membahas opening ceremony Cloud Kindergarten untuk wilayah Jeju. Tawa, muka serius, dan debat mewarnai rapat kecil kami. Jeju Cloud Kindergarten, merupakan cabang kedua yang berhasil kami hasilkan setelah Mokpo Cloud Kindergarten.

“Pengisi acaranya sudah aku tetapkan,” sahut Eun Min. “Niel dan L.Joe Teen Top, Dongwoon Beast, Wook..Yaa~~ Taraaaa…”
Aku mengambil kertas yang dipegangnya. Mataku terbelalak melihat list pengisi acara. Semuanya adalah idolanya.
“Yaa~~ Park Eun Min…dengan apa kita bayar mereka, ohng? Bayaran untuk mereka sangat mahal,”
“Appaku yang akan membantu, Tara…”
“Niel dan L.Joe, Dongwoon, Wookie, Kevin, Key…Oh My, Eun Min,” kataku lalu menatap dirinya. “This is for you, right?”
“Baiklah, Jung Tara-ssi, aku akan menambahkan idolamu. Hangeng, Nickhun, Doojoon, Yonghwa, Yesung, Chunji, Youngsaeng…”
“Stop..stoop…” kata Hae Mi sewot. “Kalian berdua ini ya. Kau, Eun Min, alasanmu apa menulis semua idolamu sebagai pengisi acara kita? Kau kan sudah menikah dengan Youngmin…”

Eun Min hanya meringis malu lalu tersenyum gejeh. “Meskipun aku sudah menikah dengan Youngmin, aku sangat mengidolakan mereka, hehehe,”
“Sungguh kasihan si Youngmin,” sahut Min Woo lalu tersenyum.
“Sudahlah, jangan membahas pernikahanku, nanti kalian bertiga timbul rasa iri,”

“Baiklah…kita lanjutkan membahas ini. Mengenai pengisi acara, kita skip dulu,” sahut Hae Mi kesal.
“Tidak bisa begitu..” omel Eun Min.

Aku dan Min Woo hanya menonton pertengakaran dua kakak beradik yang sama-sama keras kepala itu. Park Eun Min dan Park Hae Mi, meskipun keras kepala namun mereka saling menyayangi dan melindungi.




“Aku lapar,” kata Eun Min setelah puas bersitegang dengan Hae Mi.
“Satu jam lebih kalian berdebat soal pengisi acara kita nanti,” sambung Min Woo.
“Baiklah, kita makan dulu,” kata Hae Mi membereskan kertas-kertas yang berserakan.
“Yaa~~ kalau kita makan sekarang, bagaimana dengan Jo Twins yang sedang menunggu hasil rapat, ohng?”
“OMG, aku lupa kalau mereka masih menunggu hasil rapat ini. Kita lanjutkan dulu rapat ini baru makan,”

Sementara itu di Jeju…
Jo Twins sibuk maen games karena kelamaan menunggu hasil rapat. Handphone dan laptop mereka biarkan begitu saja.
“Yaa~~ Kwangmin, apa sebaiknya kita menanyakan hasil rapatnya?”
“Nanti saja. Tara tadi mengabariku kalau Hae Mi dan Eun Min sedang ribut membahas pengisi acara kita nanti,”
“Oh My…” shock Youngmin. “Kalau begitu, kita maen games saja dulu,”
Let’s go,”

FIN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s