[FanFict] Two is Better than One

Annyeong haseyo..
cloudy here..
i’ve made this FF just for fun
you can enjoy my FF without permission
but, if you will take out this FF, you MUST don’t claim them as yours..
of course, you must write credit belong to cloudyeppeo Entertainment in cloudyeppeo.wordpress.com, because i REALLY HATE a thief and plagiator
::::::::::

This FF i dedicated for my “bestie”..
::bat in http://www.twitter.com/@wookietis as Park Eun Min::
::vemy in http://www.twitter.com/@vemysuryo as Park Hae Mi::
::::::::::

Title: Two is Better than One
Cast: Eli (Kim Kyoung Jae a.k.a Ellison Kim), Kevin, AJ, Jung Tara, Park Eun Min, Park Hae Mi
Cameo: Jung Yonghwa, Vanie Lee
Disclaimer: UKISS belong to NH Media., Jung Yonghwa belong to FNC Music., Vanie Lee, Jung Tara, Park Hae Mi, Park Eun Min belong to cloudyeppeo Ent.,
::::::::::

Backsound when you read my fanfic:
~~ Chris Brown – With You (of course Princess Velascoversion too)
~~ Britney Spears – Born to Make You Happy
~~ Tamia – Officially Missing You
~~ Boys Like Girls Ft. Taylor Swift – Two is Better than One (of course Princess Velasco version too)
::::::::::

Cloudyeppeo Cafe and Resto…
Suasana malam minggu di Cafe yang paling terkenal di seluruh Seoul, Cloudyeppeo Cafe and Resto, sungguh meriah. Sang owner, Jung Yonghwa, sedang merayakan hari ulang tahunnya. Senyum selalu mengembang di bibir seksinya. Today is his day, begitulah kira-kira.

Mata indahnya menyapu seluruh ruangan mencari sosok yang sudah lama dinantinya. Sosok yang selama ini selalu menemaninya baik suka maupun duka. Ya, sosok itu merupakan tunangannya, Vanie Lee.

“Kau sungguh bahagia, Hyung,” ujar Eli, sambil memperhatikan seorang gadis yang sedang bercengkrama dengan beberapa temannya.

Yonghwa memandang Eli dengan tatapan bahagia dan senyumnya makin merekah. “Dia diturunkan dari khayangan untukku, Eli. Tuhan sungguh baik padaku,”

Eli tertawa simpul dan tersenyum geli mendengar penuturan sahabatnya. “Yaa~~ Jung Yonghwa Hyung, kau benar-benar dimabuk cinta,”
“Tentu saja, Eli. Hari ini adalah hari spesialku, tapi masih ada yang kurang,”
Eli kaget mendengar penuturan Yonghwa. “Kurang?”
“Ne~ adik angkatku tidak bisa menghadiri pesta ini padahal dia sudah berada di Seoul, dasar bocah,”
“Mungkin dia mau memberikan kejutan buatmu,” kata Eli lalu menoleh ke arah Kevin. “Hyung, it’s show time,”
Yonghwa mengangguk lalu tersenyum ketika Eli meninggalkan dirinya menuju panggung.

Yonghwa merogoh sakunya ketika ponselnya bergetar. Matanya membulat ketika melihat sang caller ID. Segera sumpah serapah keluar ketika dia menjawab panggilan.

“Yaa~~ Jung Tae Ran~~ Neol.. Vanie menunggu daritadi.. Mwo??? Kau benar-benar, Jung Tae Ran… Molla.. Mian?? Ara.. Besok pagi-pagi sekali kau sudah harus berada di apartmentku.. Mengerti?”

Matanya menatap panggung ketika suara Kevin terdengar.
“Yonghwa Hyung, selamat ulang tahun.. Semoga kau dan Vanie Noona terus bersama.. this song dedicated for you, Hyung,”

“Gomawo~~” teriak Yonghwa dan Vanie bersama.

I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought
“Hey, you know, this could be something”
‘Cause everything you do and words you say
You know that it all takes my breath away
And now I’m left with nothing

Tepuk tangan bergemuruh ketika dentingan gitar dari AJ sangat manis terasa. Vocal Kevin dan Eli segera membius tamu yang datang.

So maybe it’s true
That I can’t live without you
And maybe two is better than one
But there’s so much time
To figure out the rest of my life
And you’ve already got me coming undone
And I’m thinking two is better than one


**

Suara Princess Velasco memenuhi seantero ruangan kamarku. Penyanyi cewek asal Filifina ini mengaransemen ulang lagu Two is Better than One milik Boys Like Girls. Perasaanku menjadi adem dan rasa deg-deg-deg-an jantungku semakin terasa ketika pikiranku melayang pada kejadian 5 tahun yang lalu. My Precious Moment, aku menamakan moment romantis nan indah itu. Pertukaran pelajar dengan beberapa mahasiswa dari Washington D.C merupakan kejadian yang tidak akan aku lupakan.

“Hai, namaku Ellison Kim, kamu bisa memanggilku Eli,”
“Namaku Jung Tara, Eli, dan kau bisa memanggilku dengan Tara,”
“Senang bertemu denganmu, Tara,”
“Aku juga,”

Pertemuan yang sangat biasa namun menjadi luar biasa ketika virus merah jambu berperan banyak dalam pertemanan kami. Aku menyukai cowok Korea itu namun perasaan itu terus aku pendam sampai dia harus kembali ke Washington D.C setelah masa pertukaran pelajar selesai.

Farewell party memberikan aku ide untuk menyatakan perasaan pada Ellison secara tidak langsung. Aku menyetujui ketika sang ketua panitia memintaku menjadi salah satu pengisi acara.

“Tara, aku dengar dari panitia, kamu akan menyumbangkan sebuah lagu?” tanya Ellison ketika kami berdua sedang menyantap makan siang.
“Iya, semoga suaraku tidak membuat orang-orang yang mendengarnya pada hilang keseimbangan dan jatuh pingsan,”
“Hahahaha.. Kamu itu berlebihan. Suaramu itu bagus banget. Aku suka,”

Aku senyum-senyum gejeh ketika mengingat moment pesta perpisahan itu. Tanganku terulur ke sebuah buku yang tergeletak tak jauh dari lampu tidur. Perlahan aku menyandarkan tubuhku di sandaran kasur dan membuka buku itu. Buku itu merupakan sweet-routine scrapbook kami berdua.

Mataku terpaku pada lembar terakhir dari scrapbook yang aku pegang. Sebuah foto dengan judul two is better than one. Foto itu merupakan foto terakhirku berduaan dengan Ellison Kim. Mataku memanas ketika menyadari perasaanku tidak akan pernah tersampaikan padanya.

Aku mencoba mencarinya di Washington D.C dengan berbekalkan alamat yang dia berikan namun kekecawaan yang aku telan. Dia dan keluarganya sudah pindah ke Seoul. Aku terpaksa kembali ke Indonesia dengan sia-sia

Selang beberapa lama dari kejadian itu, Tuhan menjawab doaku, aku mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Seoul. Apakah Tuhan menginginkan aku dan Ellison bersatu? Semoga itulah rencana Tuhan untukku.
**

Seorang cowok tampan duduk melamun sambil membuka lembar demi lembar buku yang dipegangnya. Senyum sesekali tergambar dari bibir seksinya. Desah nafasnya terdengar ketika matanya terpaku pada foto yang terletak di lembar terakhir, foto itu merupakan last-sweet-memory dirinya dengan cewek yang sedang dipeluknya.

AJ dan Kevin memandang cowok tampan itu dengan penuh tanya. Mereka berdua perlahan berjalan ke arahnya.
“Eli, wae geurae? Apakah dikarenakan ulang tahunnya Yonghwa Hyung?

Perkataan AJ tidak digubris Eli karena dirinya sibuk berkutat dengan buku yang dipegangnya.

Two is better than one?” seru Kevin sambil memelototi buku yang dipegang Eli.
“Yaa~~” kata Eli tinggi lalu segera menutup buku tersebut namun terlambat karena AJ segera mengambil buku itu dan bergerak menjauh dari Eli.
Good Job, AJ,” seru Kevin lalu menyusul AJ.

“Ahhh~~ aku yakin sekali, kau sangat menyukai lagu yang kita bawakan di acaranya Yonghwa Hyung pasti gara-gara gadis yang sedang kau peluk kan?”

Eli mengangguk lesu dengan mata meredup sedih. “Aku kangen padanya. Seluruh memori dengannya kini bermain-main di relung hatiku,”

“Hyung, kenapa kau tidak kembali ke Indonesia, mencari dirinya?”
“Yaa~~ Kevin Woo.. neol babochorom,” kata Eli marah. “Bagaimana mungkin aku ke Indonesia, lagian kejadian terjadi 5 tahun yang lalu…”
“Tapi, Hyung…” kata Kevin pelan. “Kalau kau berjodoh dengannya, Tuhan pasti mempertemukan kalian berdua. Percayalah,”
“Seperti kata Super Junior sunbae, When I first saw you (first saw you) a miracle (a miracle), dan aku percaya itu,”
**

Jam 6 pagi, aku sudah rapi berdiri di depan pintu apartment Yonghwa Hyung. Ya, aku tidak mau memanggilnya dengan Oppa karena tidak cocok untuk dirinya. Tanganku terulur akan memencet bell ketika suaranya mengagetkanku.

“Yaa~~”
“Hyuuunggg~~” kataku berbalik badan lalu mengulurkan kotak gede padanya dan mengeluarkan jurus ampuh, senyuman. “Saengil chukahanda,”
“Masuklah,” kata Hyung mengambil kadoku dan mempersilakan aku masuk. “Kau itu, Tara, dongsaeng yang nakal, ketika Oppanya,,,”
“Ralat.. Hyung, bukan Oppa…”
“Araa..” dongkol Yonghwa Hyung meletakkan kadonya ke atas meja lalu tangannya mengambil sebuah gelas dan mengulurkannya padaku.
Aku menerima gelas itu dengan senyum. “Mianhae, Hyung.. Jeongmal mianhae,”
“Huffftttt…” kata Yonghwa Hyung lalu memandangku dengan detail. “Aku baru menyadari kalau kau itu cantik…”

Aku mendelik mendengar perkataannya. Bagaimana bisa dia baru menyadari sekarang kalau aku cantik padahal kami berdua telah hidup bersama lebih kurang 5 tahun.

“Yaa~~ Yonghwa Hyung, apakah matamu perlu dipakaikan kacamata kuda, ohng? Kenapa kau baru menyadari kalau aku ini sangat cantik sekarang?”

Hahahahha..
Aku sangat dongkol mendengar tawanya. Aku segera membuang muka ketika senyumnya tergambar di bibirnya.

“Jeongmal mianhae, dongsaeng tersayangku…” katanya lalu duduk di sebelahku. “Sebentar lagi, aku akan menikah dengan Vanie dan…”
“Kau khawatir aku akan menangis tersedu-sedu, Hyung?” tanyaku jenaka. “Itu tidak akan terjadi,”
“Tskk.. Bukan itu yang aku khawatirkan, sweetheart. Aku tidak tega meninggalkanmu sendirian di Seoul,”

Aku mendelik mendengar perkataannya. Apa katanya tadi? Dia tidak tega meninggalkanku sendirian.. S.E.N.D.I.R.I.A.N?? Apa dia tidak menganggap keberadaan Eun Min dan Hae Mi di kehidupanku?

“Hyung.. Kau tidak perlu khawatir, aku masih memiliki Eun Min dan Hae Mi. Percayakan aku pada mereka,”
“Ahh.. Kalau begini, aku jadi tenang..” katanya lalu berdiri dan menuju pintu ketika bel berdentang.

“Yaa~~ Jung Tara.. Neoll~~ “teriak Vanie Eonnie kencang setelah pintu terbuka lalu setengah berlari ke arahku.
Aku segera menghindar ketika kedua tangannya akan mendarat di kedua pipiku. Namun, usahaku sia-sia. Tangannya lebih cepat dibanding usahaku. Aku hanya bisa meringis ketika pipiku menjadi korban keganasan tangan halusnya.

“Eonnie..eonnie.. mian, jeongmal mianhae…” kataku meringis.
“Tara…neol…” katanya galak lalu melepaskan tangannya dari pipiku. “Kenapa kau tidak datang tadi malam, ohng? Anak nakal,”

Aku hanya tertawa simpul melihat eonnie tersayangku sewot.

“Eonnie, kau jangan marah-marah seperti ini, nanti cepat tua,” kataku menggodanya. “Well, aku tidak bisa datang karena aku ada sedikit masalah di bandara…”
“Begitu?”
“Nee~~ masa aku bohong ama kalian? Memang, jam 6 aku sudah berada di Seoul, tapi masih di bandara, tsskk..menyebalkan sekali kalau aku mengingat hal itu,”

“Bagaimana liburanmu di Indonesia?”
“Menyenangkan, Hyung.. Aku akhirnya bisa kembali lagi ke negara itu setelah hengkang dari sana, hehe..”
“Tara..” suara Vanie Eonnie terdengar lalu menatapku. “Kau ini, mau sampai kapan kau memanggil Yonghwa dengan Hyung?”

Hahaha..

“Sampai aku siap memanggilnya dengan Oppa, Eonnie,”
**

Eli POV…
Inilah spot terbaikku. Duduk di pinggir jendela sambil menikmati secangkir kopi hangat dan sepotong roti. Aku bisa menikmati moment yang ada di balik jendela yang terpampang di hadapanku.

Pagi ini, aku sangat menikmati sebuah momen yang menurutku tidak bisa dilewatkan begitu saja. Moment yang sukses membuat mataku tidak berkedip.

Gadis itu duduk di taman kampus yang letaknya berseberangan dengan kafetaria. Sambil menghirup harumnya kopi dan lezatnya rasa dari kopi tersebut, aku menikmati setiap jengkal wajahnya. Rambut setengah ikalnya dibiarkan tergerai indah. Wajah ovalnya terlihat cantik ketika kacamata nangkring di sana. Secangkir kopi dan beberapa tumpuk buku menghiasi mejanya. Ahhh…aku ingin menjadi gadis yang duduk di hadapannya. Aku bisa menikmati senyum manisnya itu.

“Yaa~~ Yaa~~ Eli Hyung… Yaa~~” suara Kevin menganggu kegiatanku pagi ini.
Aku menoleh kesal ke arahnya dan segera mempersilakan dia duduk.

You late,” kataku sedikit tinggi.
i know, Hyung,” jawab Kevin dengan senyum. “Mian. AJ memintaku untuk menemaninya ke rumah sakit,”
“Dia sakit?”
“Bukan, teman kecilnya masuk rumah sakit, Park Hae Mi…”
“Ahhh..Park Hae Mi, aku kenal sama dia. Dialah gadis pertama AJ yang dikenalkan padaku. Aku berharap, AJ dan gadis itu bersama,”
“Hyung, apakah kau menyukai gadis yang di sana itu?” kata Kevin menohokku lalu melihat ke arah gadis itu.

Aku hanya tertawa menanggapi celotehan Kevin.

“Aku tidak melarang kau menyukai gadis itu, tapi aku mohon dengan sangat jangan gadis yang duduk di hadapan gadis yang berkacamata itu, she’s taken by me, Hyung,”
“Oh my…kalian semua sudah memiliki seseorang, sedangkan aku?”
two is better than one,” kata Kevin dengan senyum. “Lupakan gadis Indonesiamu dan buka hatimu untuk gadis itu,”
“Aku butuh bantuanmu, Kevin, kenalkan aku dengan gadis berkacamata itu…”
“Hyuuungggg, terima kasih… Akhirnya aku ada alasan untuk mendekati Park Eun Min… Tapi, bagaimana dengan gadis Indonesiamu?,”
She’s my miracle, Kevin, and i know i’ll meet her then i’ll say i really love her,”
“MWO? You’re a cute playboy,”

Hahaha…
End of Eli POV…
**

Aku menopang dagu menunggu Park Eun Min di depan studionya. Aku janjian bertemu dengannya jam 10 siang, namun, sudah 1 jam lebih aku menunggunya di sini, gadis cantik itu belum menunjukkan batang hidungnya.

Aku mengeluarkan ponselku lalu segera menulis pesan singkat pada Hae Mi kalau kami berdua telat menjenguknya. Aku tersenyum ketika mendapati “It’s okai” sebagai jawaban pesanku.

“Taraaaa~~,” suara Eun Min terdengar ceria memanggil namaku.
Aku mendengus melihat ke arahnya. Mataku menyipit ketika seorang cowok yang tidak aku ketahui namanya berjalan di sebelah Eun Min. Aku membalas senyumnya ketika unknown man memberikan seulas senyum manis padaku.

“Taraaa~~ jeongmal mianhae… Aku baru bisa keluar studio sekarang,”
“Masih belum 2 jam kok aku menunggumu,” kataku jenaka menggodanya. “Aku sepertinya belum mengenal unknown man ini deh,”
“Ahh..lupaaa… Namanya Kevin, Kevin Woo, best-partner di grup vocal. Kevin, dia ini sahabatku yang paling bawel, yang suka mengomel dengan bahasa Indonesia, Jung Tara,”
“Senang berkenalan denganmu, Kevin,” kataku mengulurkan tangan.
“Aku juga, Tara, senang berkenalan denganmu,”

“Kevin, maaf, aku tidak bisa berlama-lama di sini, karena aku dan Tara mau menjenguk temanku yang sedang dirawat,”
“Ahh?? Baiklah kalau begitu, salam buat temanmu. Hati-hati,”
“Nee~~”
**

“AJ Hyung, scrapbook punya Eli Hyung di mana ya?” tanya Kevin disela-sela sibuk membongkar lemari buku yang ada di studio mereka.
“Kenapa kau tiba-tiba menanyakan buku itu, ohng? Yaa~~ yaa~~ apa yang kau buat, Kevin? Ruangan ini jadi berantakan,” kata AJ sedikit keras.
“Tenang..aku akan mengembalikan seperti semula. Aku butuh buku itu, AJ,”
“Kenapa kau tidak menanyakan langsung padanya?”
“Benar juga,” ceria Kevin lalu mengambil ponselnya dan menekan nomor Eli. “Hyuunggg~~~”




Eli bingung melihat Kevin yang bersemangat membuka scrapbook miliknya. Eli dan AJ hanya saling pandang melihat apa yang dilakukan Kevin.
“Hyung,” kata Kevin lalu menunjuk ke salah satu foto yang ada. “Dia…”
“Haa?? Apanya yang dia?” tanya Eli bingung.
“Dia, gadis yang bersama Eun Min, yang beberapa hari lalu kau amati dari balik jendela kafetaria, Hyung,”

Mata Eli berbinar mendengar perkataan Kevin.
“Ceritakan padaku,”
**

“Apaaa??? Kau tidak bisa menemaniku menjenguk Hae Mi? Yaa~~ Park Eun Min.. Neol… Arasso.. Gwenchana.. Yee~~” kataku menyudahi perbincangan dengan Eun Min di telepon.




Aku mendorong pelan pintu ruangan Hae Mi dan segera menyunggingkan senyum ketika 2 orang cowok sudah berada di sana.

“Annyeong Hae Mi..” kataku lalu menyerahkan sebungkus buah jeruk padanya. “Mian, Eun Min tidak bisa ikut, dia masih ada jadwal latihan untuk pentas musikal pertamanya,”
“Ahh..tidak apa-apa, Tara. Ouw ya, pasti kau belum kenal dengan mereka kan?” kata Hae Mi dengan senyum yang aku jawab dengan gelengan. “Kenalkan, yang ini namanya AJ, teman kecilku, dan yang satunya, namanya Eli,”
“Eli?” kagetku. “Ohh..oppss..maaf,”
“Tidak apa-apa,” kata cowok bernama Eli itu dengan senyum.
“Nahh, cewek bawel nan cerewet ini namanya Tara, Jung Tara. Dia ini sering mengomel dengan bahasa Indonesia, mentang-mentang lama tinggal di sana,”

“Indonesia?” kata Eli tercekat. “Kau lupa padaku, Tara?”

Aku, AJ, dan Hae Mi kaget mendengar perkataannya. Aku sama sekali tidak pernah bertemu dengannya sebelum ini, bagaimana bisa dia melontarkan pertanyaan seperti itu.

“Tara..finally i found you,” katanya lagi lalu memelukku. “Aku menemukanmu, dear,”

Aku bengong mendapat perlakuan seperti itu. Tapi kenapa aku pernah merasakan pelukan ini. Hangat. Aku mendongak mencari matanya untuk mencari sesuatu yang aku butuhkan, penjelasan.

“Ellison?” lirihku pelan. Dia mengangguk. “ELIIIIII….”

Aku membalas pelukannya dengan erat. Tanpa terasa air mataku mengalir. Air mata bahagia. Akhirnya aku menemukan dirinya. Tuhan sangat baik padaku.

“Taraaaa…two is better than one,” kata Eli lalu mengecupku dengan lembut.

“Yaa~~yaa~~” kata Kevin lalu mengetok kepala kami berdua dengan gemas. “Kalian berdua ingin membuat kami semua iri ya?”

“Haa??” aku dan Eli melihat ke arah mereka. Eun Min dan Kevin sudah berada di ruangan Hae Mi dan melotot ke arah kami berdua.

“Kalian berdua boleh melanjutkan hal yang tadi kok..asal jangan di sini,” sungut AJ.

“Hae Mi, menurutmu two is better than one itu bagus tidak?” tanya AJ malu-malu.
“Bagus kok. Kenapa?” jawab Hae Mi bingung.
“Kalau gitu, kamu mau kan sama aku?”
“HAAA???”

Aku ngakak melihat ekspressi AJ mengutarakan perasaannya pada Hae Mi.

“Tentu saja aku mau, AJ,”
“Jeongmal?” tanya AJ yang mendapat anggukan dari Hae Mi. “Thank you,”

“Kau bagaimana, Kevin?”
two is better than one,” jawab Kevin dan Eun Min bareng.

Hahahaha…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s