[FanFict] Get Married, Am I? (Part 2)

Aku melewatkan hari ini dengan diskusi di Cube. Park Hae Mi dan L.Joe menginginkan pemotretan di Lombok. Alhasil, aku duduk mengantuk di hadapan mereka sambil mendengarkan manajer mereka membeberkan konsep pemotretan. Aku hanya mengangguk dan sesekali menjawab “nee” dan menyunggingkan senyum.

Aku terkaget karena ponselku berbunyi. Mereka semua memandangku segera.
“Ahh..mian..mian,” kataku segera keluar untuk menjawab panggilan itu. “Nee~~ Amor?? Ahh.. aku masih belum tau jam berapa selesainya. Tapi habis ini aku diminta datang ke MBC. Nee~~ kamu juga kah? Hmm.. baiklah… Aku akan menunggumu di sini. Nee~~”

Aku segera kembali ke ruangan sesaat setelah menyudahi pembicaraan dengan Onew di telepon. Aku hanya nyengir kuda ketika Papa Hong menegurku karena tidak men-silent-kan ponselku.

“Mian, Papa,” kataku dengan senyum. “Keputusannya bagaimana?”
“Kita akan lanjutkan di MBC, karena PD-nim WGM kepikiran untuk shooting WGM spesial Lombok,”
“Jjinjja??”
“Nee~~”
“Papa, aku nanti ke MBC bareng Onew ya. Dia menjemputku di sini,”
“Baiklah,”
**

“Jadi…kami akan membuat WGM Spesial, Beautiful Disaster, hanya beberapa episode di WGM Charamore. Kami masih kekurangan 1 pasang lagi,” kata PD-nim memandang kami semua. “Tara-Onew, Hae Mi-L.Joe, Silvana-Niel..”
“Nunmi-Minho,” celetukku.
“Nunmi? Nugu?”
“Ahh…Nunmi,” suara Papa Hong terdengar. “Hyung, Nunmi itu staff baru di Cloudyeppeo Entertainment. Kinerjanya sangat bagus sekali. SM Entertainment mengaku puas atas kerjanya ketika pemotretan KRY beberapa minggu lalu,”
“PD-nim, Nunmi lah yang mengajarkanku bahasa Korea. Akupun telah berjanji untuk membawa Minho ke Indonesia. Jebal,”
“Sebentar, Lee Minho maksudmu, Tara?”
“Bukaaannn…Choi Minho…SHINee,”
“Aku setuju, PD Hyung,” seru Onew lalu tersenyum.
“Okay, kami akan rundingkan dulu. Seminggu lagi akan kami umumkan keputusannya,”
“Baiklah,”

Kami semua menganggukkan kepala ketika PD-nim meninggalkan ruang rapat.
“Tara,” seru Hae Mi terdengar. “Apakah setelah ini kau free?”
“Hmm..sepertinya iya, namun aku mau pergi dengan Onew, Wae?”
“Aku ingin membicarakan lebih lanjut mengenai pemotretan ini. Kebetulan Silvana dan Niel juga setuju,”
“Kalau kau mau pergi dengan mereka, tidak apa-apa, chara. Aku akan menemanimu,”
“Jjinjja?”
“Nee~~”




Onew menganggukkan kepala ketika bertemu dengan Silvana dan Niel.
“Annyeonghaseyo, Onew imnida,”
“Ahh…Silvana imnida dan Niel,”
“Senang bertemu dengan kalian,”
“Kami juga,”

Aku sangat menikmati kencan buta seperti ini. Aku bisa menikmati kebersamaan dengan Onew tidak hanya saat shooting WGM.
“Tara…bagaimana perasaanmu bisa kencan dengan Onew di luar WGM?”
Aku tergagap mendengar pertanyaan dari Niel dan L.Joe.
“Bahagia,” jawab Onew tiba-tiba lalu menampilkan cengiran khasnya. “Aku bahagia bisa bersamanya di luar WGM. Iya kan, chara?”
“Nee~~amor,”
“Waaaa…kalian tetap memanggil “chara” dan “amor”. Romantis sekali,” kata Silvana sambil menikmati makanannya.

Aku dan Onew tertawa mendengar perkataan Silvana.

“Chara,” kata Onew lalu memindahkan sebagian makanannya ke piring kosong. “Buatmu,”
“Kenapa dipindahkan?” tanyaku bingung lalu menerima piring itu dan meletakkannya di depanku.
“Buatmu aja,” kata Onew dengan senyum khasnya.
“Deuuu…dunia milik berdua…yang lain menyewa ya,” goda Niel.
“Anda benar,” sahut Onew cepat.
**

Pagi-pagi sekali aku sudah berada di Incheon bersama Onew untuk menjemput Nunmi. PD-nim setuju untuk menambahkan Nunmi sebagai couple di Beautiful Disaster. Aku heran karena beberapa fans sudah terlihat di sekitaran bandara. Apakah fans ini tidur di bandara, itu yang menjadi pertanyaanku sekarang. Beberapa fans terlihat berjalan mendekati kami lalu dengan malu-malu menunjukkan kameranya.

“Eonnie, Eoppa, boleh foto bareng?”
“Ahh..tentu saja,” kata Onew mengangguk lalu segera pasang pose.
“Gomawo,” katanya lagi lalu mengulurkan sebuah buku lalu tersenyum. “Itu buat kalian,”
Kami menerima buku itu lalu membukanya. Kumpulan foto Charamore, mulai dari episode pertama. Aku benar-benar tersentuh. Akupun segera merengkuhnya dengan erat.
“Kamsahamnida ya,”
“Eonnie, aku boleh tidak berfoto denganmu?”
“Tentu saja boleh asal jangan dijual ya,” godaku. “Nanti teman-temanmu pada naksir aku,”
“Chara…” kata Onew dengan senyum. “Kau sungguh narsis sekali.
“Hehehe,” kataku lalu kembali pasang pose dengan fans itu.
“Maaf ya, kita tidak bisa berlama-lama di sini,” kata Onew mengatupkan tangan. “Orang yang kami tunggu sudah tiba,”
“Nee~~”
“Permisi,” kataku melambaikan tangan pada fans itu lalu berjalan menuju pintu kedatangan. Aku tersenyum ketika menemukan sosok Nunmi.

Beberapa wartawan yang telah mendapatkan bocoran mengenai Nunmi segera mencegat langkah kami dan langsung melayangkan beberapa pertanyaan.

“Nunmi ssi…”
**

“Ahhhh~~” kata Nunmi meregangkan otot ketika sampai di apartmentku. “Gomawo telah menjemputku,”
“Tidak masalah,” kataku lalu menghidangkan pasta kesukaannya. “Makanlah,”
“Waaaaa…” katanya senang. “Sejak kapan kau suka memasak pasta?”
“Bukan aku yang memasaknya. Onew,”
“Yaa~~yaa~~ kau beneran jatuh cinta padanya? Bukan hanya acting?”
“Kenapa kau malah menanyakan ini, ohng?”
“WGM itu…semuanya pake script…”
“Aku mengerti tapi beberapa adegan di WGM kami, ada yang tidak memakai script,”
“Aku tau…aku tau adegan yang mana aja. Adegan kau memeluk Onew dari belakang, itu tidak pake script kan? Terus, adegan Onew membangunkan kau di kereta api, aku rasa tidak ada di script. Tatapannya sangat berbeda, babo,”
“Babo??” sewotku.
“Iya, kau babo, kau tidak tau kapan Onew benar-benar “merasakan”nya. Seandainya Onew beneran jatuh cinta padamu, apa yang akan kau lakukan?”
“Molla,”
“Kau dan Onew…serasi sekali,”
“Terima kasih,”
**

Pagi ini aku masih sangat mengantuk namun tetap aku melangkahkan kaki ke MBC. Inilah tuntutan menjadi salah satu talent yang dipercaya oleh PD-nim. Onew dan Minho sudah berada di sana. Mereka sedang menikmati sarapan dengan segelas susu. Aku langsung mengambil tempat di sebelah Onew dan meletakkan kepalaku ke atas meja.

“Yaa~~Eomma…kok kau lesu begitu?” tegur Minho lalu tertawa. “Appa terlihat semangat,”
“Ahh..Minho…aku capek sekali,” kataku lalu mengangkat kepalaku dan menyandarkannya di bahu Onew. Parfum Onew tercium di hidung dan aku menyukainya. “Yaa~~Minho, apakah aku sudah mengenalkan kau dengan calon istrimu, Nunmi, ohng?”
“Astagaaa..sepertinya eomma sedang terserang amnesia akut. Bukankah kemaren kita sudah saling berkenalan?”
“Ahh..iiyaaa…” kataku lalu melihat Onew yang sedang menatapku. “Amor, ada apa?”
“Ayo buka mulutmu, aaaa..” kata Onew menyuapkan sarapannya padaku.
“Kamsahamnida,” kataku menerima suapan dari Onew dan tersenyum. “Aku mencintaimu, suamiku,”
“Mulaaaaaiiii~~~” sewot Minho dan Nunmi bareng. “Kita

buat adegan sendiri yuk,”
“Baiklah,” kata Nunmi dengan senyum.




“Maafkan saya karena telat,” tukas PD-nim meminta maaf lalu mengulurkan paket makanan. “Permintaan maafku,”
“Ahhh..PD-nim, tidak apa-apa,” kataku lalu menerima paket makanan itu dan membagikannya. “Kamsahamnida, PD-nim,”
“Kamsahamnida,”
“Kita mulai meeting ini 10 menit lagi ya. Silakan menikmati makanannya dulu,”
“Nee~~”

Kami segera menikmati makanan dari PD-nim agar tidak mengantuk ketika rapat berlangsung. PD-nim kembali ke ruang rapat tepat setelah kami membereskan meja dari sisa-sisa makanan.

“Well, kita mulai rapat sekarang,”
“Nee~~”
**

Aku kembali memulai syuting WGM dengan senang hati. Hari ini, aku akan membiasakan diri dengan SHINee karena mereka terpilih sebagai guest-star di WGM Spesial Lombok. Aku akan berekreasi dengan mereka. Betapa menyenangkan karena mereka akan mengajakku ke Waterboom.

Seperti biasa, aku menunggu di depan apartmentku dengan beberapa barang. Aku mendengar suara yang meneriakkan namaku. Aku melihat ke arah sumber suara, betapa kagetnya karena sebuah van yang berisikan SHINee melaju ke arahku.

“Tara eomma…” teriak Key sambil melambaikan tangannya dengan semangat. Aku tersipu malu lalu ikutan melambaikan tangannya.

Mereka segera berloncatan keluar ketika van berhenti dan melakukan dance Replay, namun liriknya diganti jadi “Eomma..neomu yeppeo”.

“Gamsahae…” kataku senang dan bertepuk tangan.
“Eomma…” kata Key yang paling semangat lalu memelukku. “Aku senang sekali karena bisa “main” dengan dirimu,”
“Eomma juga senang,”
“KEYY~~~” sewot Onew lalu menarik Key. “Jangan terlalu lama memeluk Eomma,”
“Appaaa…” kata Key manja. “Nanti Eomma duduk di sebelah Key ya,”
“Eomma nanti duduknya di sebelah aku aja,” kata Taemin dengan senyum lucunya.
“Tidak, nanti Eomma duduk di sebelah aku,” ujar Minho.
“Yaa~~ Hyung, kau tidak boleh ikutan. Nanti Nunmi Noona marah,” goda Taemin.

Hahahaha..
“Nanti Eomma duduk di sebelah Appa saja ya. Biar adil,” kataku menengahi.
“Yaa~~ kalian mau ditinggal?” seru manajer mereka.
“Tidaaakkk..” seru kami semangat lalu naik ke van.

Perjalanan kami serasa menyenangkan. Aku diajarkan permainan yang sering dimainkan oleh orang-orang Korea. Mereka menamakan permainan ini “sambung huruf terakhir”. Lucu sekali namanya. Aku sangat penasaran seperti apa permainannya.

“Eomma,” sahut Key. “Kita akan bermain “sambung huruf terakhir” untuk judul lagu tapi harus disebut penyanyinya juga. Ottae?”
“Aku setuju tapi jangan dalam bahasa Korea ya, aku tidak tau,”
“Apapun untuk Eomma deh,” kata Key lagi lalu tersenyum. “Kita mulai sekarang. Dimulai dari aku lalu ke Taemin, terus Appa dan seterusnya ya,”
“Baiklahhh…” sahut kami setuju.

“What is Love, Exo,”
Taemin tampak berpikir. Dia melihat sekeliling lalu menyengir karena kami semua menunggu jawaban darinya.
“Yaa~~yaa~~ bisa atau tidak, Taemin?” kata Minho tak sabar.
“Sebentar, Hyung,” kata Taemin tampak berpikir.
“Baiklah, aku memutuskan Taemin kalah,” kata Key lalu menjentik hidung Taemin.

“Yaa~~Key Hyung, kau tadi tidak bilang ada hukumannya,” sungut Taemin.
“Hehehe…aku lupa bilang. Kalau ada yang tidak bisa menjawab, akan diberi hukuman. Mulai dari kau lagi, Taemin,”
“Replay SHINee,”
“Yoriwang Suju Happy,”
“Appa…bukan dalam bahasa Korea,” lagi-lagi Key bersuara.
“Yaa~~Key..bisa tidak kau sebentar saja tidak bersuara?” kesal Onew lalu berpikir. “Your Eyes Super Junior,”
“S? Hmmm…” kataku berpikir. “Ahhh…Snowy Wish SNSD,”
“Jonghyun Hyung, giliranmu,”

Minho tertawa karena reaksi Jonghyun yang tengah berpikir itu.
“Sepertinya tidak ada judul lagu yang berawalan H,” kata Jonghyun polos.
“Yaa~~yaa~~” kata Onew. “Bagaimana bisa kau bilang tidak ada lagu yang berawalan H, ohng?”
“Memang tid..ak..Ahhh… Hello SHINee,”
“Oh Yeah MBLAQ,” jawab Minho.

Kami terus bermain. Taemin beberapa kali kalah. Aku bahagia sekali bisa bermain seperti ini. Nanti aku akan coba main dengan teman-teman kantor di Indonesia.

“Marry You,” kata Onew lalu menatapku.
“Yaa~~yaa~~Appa… kau menyebutkan judul lagu apa sekalian melamar Eomma, ohng?” kata Minho tertawa.
Onew hanya tersipu malu mendengar celetukan dari Minho dan tersenyum.
**

“Bagaimana perasaanmu ketika bertemu dengan SHINee dan “main” bareng?” tanya PD-nim.
“Ini kedua kalinya aku “bermain” dengan SHINee dan aku merasakan ada sesuatu yang berbeda. Pertama kali ketemu SHINee waktu pemotretan di New Zealand beberapa tahun lalu. Mereka lebih terlihat dewasa,”
“Jjinjja?”
“Aku benar-benar menyukainya,”
**

Onew POV…
Aku tertawa dan tersipu malu ketika PD nim mengungkit permainan ketika kami berada dalam van.
“Hahaha…apakah aku terlihat seperti melamar?”
“Nee~~”
“Apakah aku harus melamarnya?” tanyaku malu-malu.
“Mwo?”
“Aku menyukainya,” kataku lagi lalu tertawa lepas.
End of Onew POV…
**

“Waaahhhh…akhirnya sampai,” kata kami semua ketika mobil van berhenti. “Ayo kita turuuuunnn~~”
“Chara, hati-hati,” kata Onew lalu mengulurkan tangannya dan membantuku turun.
“Kamsahamnida,” kataku senang.
“Well…apakah yang akan kita lakukan pertama kali?” tanya Key dengan mic kebangsaannya, mic yang pernah dibawanya saat program Yunhanam.
“Sebaiknya kita beli tiket masuk dulu,” usul Minho.
“Kalau begitu, kami akan beli tiket masuk dulu,” kata Key di depan kamera.




“Aku gak mau..yaa~~aku gak mau…” teriakku kencang karena diajak ke rock-tower, perosotan tertinggi di waterboom.
“Eomma…nanti kami pegangin. Yagsok,” kata Key menunjukkin kelingkingnya.
“Kita nanti ambil ban yang berempat, chara,” kata suamiku menenangkanku.
“Tapi…”
“Janji, Eomma…”
“Baiklah,”

Kami berenampun mulai menaiki anak tangga yang jumlahnya ratusan. Alhasil, kami tersengal-sengal ketika sampai di atas.
“Ahhh…akhirnya sampai juga,” kataku lalu terus nempel dengan Onew.
“Selamat siang,” sapa safety-guard yang jaga. “Apakah sudah siap untuk meluncur?”
Aku menggeleng lemah. Tanganku terus digenggam Onew untuk memberikan kekuatan untuk mencoba permainan.

“Eomma…aku dan Minho Hyung pakai ban ini,” kata Taemin lalu mengambil ban untuk 2 orang.
“Eomma..Appa..kami duluan,” kata Minho lalu duduk di ban.

Beberapa saat kemudian terdengar teriakan mereka berdua yang heboh. Akhirnya, sekarang giliran kami yang akan meluncur. Jantungku berdebar kencang ketika duduk di ban.

Ready?”
“Nee~~”

Beberapa saat kemudian terdengarlah teriakan kami dan tentu saja teriakanku yang paling kencang.
**

“Aku tidak mau mencobanya,” kataku lalu duduk di pinggir kolam dengan mengulurkan kaki ke dalam kolam.
“Perosotan yang ini tidak setinggi yang tadi kok, chara,” kata Onew mengusap wajahnya lalu menyiram air ke arahku.
“Yaa~~amor..” kataku membalasnya dan tersenyum. “Aku capek,”
“Ayolah…ayolah,” bujuk Onew lalu mendaratkan tangannya di atas pahaku dan menatapku sambil tersenyum.
“Amooorrr~~” kataku lalu menghela nafas. “Baiklah,”
“Yatta…” kata Onew senang lalu keluar dari kolam dan membantuku berdiri.
“Kamsahamnida,” kataku lalu mengekor di belakangnya.
**

“Yaa~~ ternyata Eomma itu takut akan ketinggian,” sahut Minho sambil membaca sms yang dikirim oleh Papa Hong.
“Jjinjja?” kaget Jonghyun dan Taemin. “Apakah dia marah pada kita?”
“Molla. Aku merasa bersalah tapi ahhh…Eomma cantik sekali ya. Rambut yang biasanya dilepas kini dibentuk plum,” kata Key sambil menopang dagu.
“Iyaa.. Selain cantik, Eomma pintar sekali memasak,”
“Aku pernah menonton WGM mereka episode sehari sebelum perayaan 100 hari pernikahan mereka, Eomma ternyata pintar menari. Benar-benar perfect,” kata Jonghyun.
“Hmmm…Eomma sudah berhasil mencuri hati kita dengan makanan. Bagaimana kalau kita meminta dia untuk menari?”
“Setujuu…” kata Taemin semangat.
“Nah..itu Eomma..mari kita menodong Eomma untuk menari,”
**

Onew POV…
Aku benar-benar sangat menikmati hari ini karna bisa menikmati kencan bersama Tara. Aku sungguh mengagumi dirinya yang dibalut baju renang dengan rambut yang kembali dibentuk plum dengan beberapa anak rambut jatuh di dahinya.

Senyumku terus mengembang di bibirku karena senang sekali. Aku sama sekali tidak merasakan lelah. Kini, aku berjalan beriringan dengannya menuju ke tempat 4 member SHINee yang telah menunggu. Aku tersenyum ketika mereka melambaikan tangan ke arah kami.

“Lama sekali…kami sudah kelaparan,” sungut Key lalu manyun.
“Ini,” kata Tara lalu mengulurkan cemilan yang kami beli pada Key. “Eomma Appa beli buat kalian,”
“Belum cukup untuk meminta maaf, Eomma,” gantian Taemin yang komplain.
Aku hanya melihat keempat anakku komplain pada Eommanya dengan senyum.
“Baiklah kalau belum cukup. Apa yang harus Eomma lakukan?” tanyanya pelan dengan wajah yang menurutku merasa bersalah.

Aku merasa ada yang tidak beres ketika melihat cengiran evil dari keempat anakku.
“Menari. Kami mau Eomma menari,”
“Huhhh?? Menari?” tanyanya kaget.
“Nee~~”
“Tapi…”
“Kalau Eomma tidak mau menari sendiri, Appa yang akan menemani,”
“Mwo?? Yaa~~” kataku protes. “Masa kalian seperti ini dengan orang tua kalian, ohng?”
“Sekali-kali, Appa,” kata Key dengan cengiran khasnya lalu menunjuk ponsel Minho. “Lagu Replay ada di ponsel Minho,”
“Baiklah,” kata Tara lalu berdiri dan tersenyum malu-malu karena beberapa orang telah mengerumuni tempat kami.
“Appa~~kok kau masih duduk?” kata Taemin. “Kau juga berdiri di sebelah Eomma,”
“Arasso,” kesalku lalu berdiri di sebelah Tara.

“Start,” kata Minho lalu mengalunlah lagu Replay dari ponselnya.
End of Onew POV…
**

“Ahhh…capeeekkk…” kataku lalu menjatuhkan tubuhku di sofa. “Menyenangkan sekali. Amor, kamsahamnida,” kataku melihat dirinya yang sedang menata sepatuku di tempatnya.
“Chara, 2 hari lagi kan kita akan berangkat ke Indonesia, apakah ada yang harus disiapkan?”
“Peralatan menyelam, kalau kamu mau menyelam. Kacamata hitam dan topi pantai harus disiapkan, amor. Lotion khusus berjemur juga dibawa. Pasti harus membawa baju renang. Aku rasa itu saja yang harus disiapkan,”
“Baiklah,” kata Onew lalu duduk di sebelahku. “Chara, apakah nanti ketika di Lombok, aku akan bertemu dengan orangtuamu dan keluargamu?”

Aku menggeleng lalu tersenyum. “Mereka lagi berada di Singapura. Adik bungsuku minta jalan-jalan ke sana. Sebenarnya, keluargaku tidak tinggal di Lombok, mereka tinggal di Jakarta,”
“Begitu?” tanyanya lagi lalu menatapku. “Kau kan pernah pulang ke Indonesia karena ada pernikahan temanmu yang memintamu untuk jadi fotografernya, apakah kau bertemu dengan orang tuamu?”
“Nee~~dan mereka menanyakan kapankah Onew akan bertemu dengan mereka,”
“Jjinjjaa? Waaaahhhh…aku jadi berdebar nich,” katanya lagi lalu memegang dadanya dan tersenyum. “Aku ingin sekali mengajakmu ke rumahku, chara,”
“Mwoo? Bagaimana respon mereka ketika tau anaknya telah menikah dengan seorang gadis campuran yang sangat cantik?”
“Kau itu sungguh narsis Tara,” kata Onew sambil menarik hidungku dan menatapku lama lalu tersenyum. “Eomma selalu menanyakan kapan aku bisa mengirimkan foto pernikahan kita,”
“Haa??”
**

“Ini jadwal keberangkatan kalian ke Lombok,” kata PD nim menyerahkan kertas pada kami semua. Park Hae Mi dan L.Joe sudah berangkat duluan ke Lombok bersama Nunmi dan Minho. “Berhubung masih belum ada penerbangan yang melayani Korea – Lombok, maka kalian akan transit terlebih dahulu di Jakarta. Namun, kita tidak akan menginap di Jakarta,”
“Nee~~”
“Tara Onew, keberangkatan kalian ditunda 2 hari karena kami shooting di Lombok terlebih dahulu. Jadi, kalian dan SHINee merupakan kloter terakhir yang akan berangkat ke Lombok,”
“Baiklah,” kata kami mengangguk lalu menerima tiket Garuda Indonesia yang diulurkan PD-nim.
“Semoga perjalanan kalian menyenangkan,”
“Kamsahamnida,”
**

Onew POV…
“Indonesia?? Aku senang sekali bisa kembali ke sana. Aku dan SHINee pernah ke Indonesia untuk acara KIFF yang diselenggarakan di Jakarta,”
“Jjinjja?”
“Nee~~ aku akan menambah pengalamanku berada di Indonesia karena aku akan mengunjungi salah satu tempat wisata yang terkenal. Jujur, kebanyakan teman-teman artis merekomendasikan Bali. Kini, gantian aku akan merekomendasikan Lombok pada mereka. Ahh..aku sangat tidak sabar menunggu keberangkatan ke sana,”
“Semoga perjalanan kalian menyenangkan,”
“Nee~~”
End of Onew POV…
**

Aku kaget sekali ketika sampai rumah terlihat beberapa koper tergeletak di lantai. Mataku terbelalak ketika melihat SHINee terlelap di lantai. Aku berjingkat perlahan memasuki rumah pernikahan kami tanpa harus membuat mereka terbangun.
“Bagaimana bisa mereka tertidur dengan tangan sebagai bantal?” kataku pelan lalu segera naik ke atas untuk mengambil bantal.
Aku kembali turun dengan 5 buah bantal. Perlahan aku mendekati Taemin dan mengangkat kepalanya untuk meletakkan bantal.
“Mian,” kataku lalu beralih pada Key yang tergeletak di sebelah Taemin. Aku melakukan hal yang sama seperti pada Taemin.
Aku beralih pada Jonghyun. Aku segera beralih pada Onew yang tertidur di sofa setelah meletakkan bantal di bawah kepalanya. Aku tersenyum melihat selimut menutupi seluruh badannya. Perlahan aku membuka selimutnya dan menyelipkan bantal.

Aku menuju dapur untuk membongkar barang-barang yang dikirim oleh Mamaku setelah memastikan mereka semua nyaman dengan bantal.
“Wahhh..ikan gabus giling,” kataku lalu meletakkan bungkusan itu di freezer. “Wahh…sagu dan tepung terigu,”

Aku tersenyum menemukan surat di sana. Aku duduk di kursi lalu membaca surat itu. Aku tersenyum membaca baris demi baris yang ditulis oleh Mamaku.
“Aku mencintaimu, Mama,” kataku menggunakan bahasa Indonesia. “Hmm…apakah aku buat mpek-mpek saja ya? Yoshh…”

Aku segera menyiapkan 2 buah butir telur, semangkuk minyak goreng, ikan gabus giling, semangkuk tepung terigu. Aku mengambil timbangan untuk menimbang ikan giling itu.
“Hmm…1.5 kg,” kataku lalu berpikir. “Aku akan buat setengah saja, berarti 750 gr. Itu sama dengan 3 mangkok kecil,”

Aku menyiapkan mangkuk sedang sebagai tempat untuk mencampurkan bahan.
“Mangkok pertama,” kataku lalu kembali memasukkan ikan pada mangkok. “Mangkok kedua…yoshh..mangkok ketiga. Berarti airnya 2 mangkok,”




“Yoshh…adonannya sudah jadi,” kataku tersenyum. “Aku tinggal membentuk mpek-mpek lenjer dan kapal selam kecil,”
“Eomma..” suara Key mengagetkanku. Aku menoleh ke arahnya. “Apa yang sedang kau lakukan?”
“Membuat mpek-mpek,” kataku tersenyum lalu kembali berkutat pada adonan itu.
“Apakah aku bisa membantu?” tanyanya lalu mendekat.
“Dengan senang hati,” kataku lalu memintanya mengambil celemek yang tersimpan di bufet lemari.
“Yosh..” katanya lalu mengambil piring. Aku meletakkan adonan di sana. “Apa yang akan aku buat?”
“Seperti ini,” kataku menunjukkan cara padanya. “Bagilah adonan itu menjadi beberapa bagian. Lalu ambil satu bagian lalu kau gulung sampai berubah panjang,”
“Aku mengerti,” katanya semangat lalu membagi adonan yang aku kasih menjadi beberapa bagian.

Aku kembali pada kerjaanku yaitu membuat mpek-mpek kapal selam kecil. Perlahan aku memasukkan telur pada bahan yang telah aku bentuk seperti mangkok. Aku memastikan air yang aku rebus sudah mendidih. Aku segera memasukkan bahan itu ke dalam air rebusan setelah menjadi mpek-mpek kapal selam.

“Bagaimana, Key?” tanyaku melihat hasil karyanya. “Wahh…benar-benar perfect,”
Aku takjub melihat hasil kerjaannya. Ukuran mpek-mpek lenjer yang dia buat sama semua.
“Hehehe…” katanya lalu tersenyum. “Eomma…setelah ini diapain?”
“Kau masukkan ke dalam panci yang sudah aku siapkan di atas kompor,”
“Baiklah,”

Aku sangat menikmati kegiatan memasakku bersama Key. Dia cepat sekali menangkap yang aku ajarkan.
“Eomma, kau sedang apa?” tanyanya sambil sesekali mengaduk rebusan.
“Aku lagi memanaskan cuka,” kataku lalu memintanya mencicipi rasanya.
“Hmm..pedas..dan manis. Enak,” kata Key lagi lalu perlahan mengangkat mpek-mpek yang sudah matang. “Eomma..ini sudah boleh dimakan?”
“Boleh saja,”
“Yosh…” Key segera mengambil garpu dari atas meja.
“Coba makan pake cukanya,” kataku lalu mengulurkan semangkok kecil cuka padanya.
“Aku makan,” katanya lalu memasukkan mpek-mpek ke dalam cuka. “Hmm…enak Eomma..enak…”

Aku tersenyum melihat ekspressi wajahnya.

“Kok sepertinya ada telur ya?”
“Iya..itu namanya mpek-mpek kapal selam kecil,”
“Wahhh…” katanya lalu segera ke ruang depan. “Eomma aku bangunkan mereka dulu,”
**

“Wahhhh…apa ini?” tanya Jonghyun yang telah duduk di kursi sambil menciumi mpek-mpek yang aku hidangkan.
“Mpek-mpek, salah satu makanan Indonesia. Mpek-mpek ini merupakan makanan khas dari Sumatra Selatan,”
“Mirip dumpling,” kata Taemin lalu mencobanya. “Wahh…enaaaakkkk…”
“Iyaa..iyyaa.. mirip dumpling,” kata Onew lalu ikutan mencobanya. “Enaaakkk..chara…enaak… Terima kasih, sayang,”

Aku tersenyum melihat mereka menikmati masakan yang aku buat. Aku sama sekali tidak pernah memasakkan masakan Korea pada mereka karena mereka pasti pernah memakannya jadi aku memutuskan akan mengenalkan mereka makanan khas Indonesia.

“Kalau yang ini hasil karyaku,” bangga Key.
“Benarkah, Eomma? Ini hasil karya Key Hyung?” tanya Taemin tidak percaya.
“Nee, Taemin,” kataku tersenyum.
“Key umma…gomawo, aku akan mencobanya,” kata Taemin.
“Charaaa… aku benar-benar sangat menikmati masakan ini,” kata Onew lalu mengelus-ngelus tanganku.
“Eheemmm…jangan beradegan 21 plus di sini,” komplain Taemin lalu tersenyum.
“Hahahaha…”
**

Hari keberangkatan kami menuju Jakarta telah tiba. Penerbangan menuju Indonesia jam 3 sore namun kami telah berangkat menuju Incheon Airport jam 10 pagi. Benar prediksi Papa Hong, bahwa akan terjadi kemacetan di Seoul. Kami terjebak kemacetan lebih dari 1 jam. Aku segera melihat jam di pergelangan tanganku, menunjukkan jam 11 siang.
“Jangan khawatir, kita tidak akan telat. Kira-kira 45 menit lagi kita akan sampai di Incheon,” kata manajer SHINee.
“Nee~~Oppa…” kataku lalu berusaha menunjukkan wajah tenang.




Akhirnya tiba juga van yang kami tumpangi di Incheon. Namun, kami merasa kesulitan memasuki terminal keberangkatan Internasional karena fans SHINee mengerumuni pintu terminal. Beberapa bodyguard bandara tampak menjaga kerumunan itu agar terkendali dan tidak menyebabkan kerusuhan di sana. Teriakan histeris dari Shawol semakin menggila ketika Jonghyun dan Key melangkah masuk menuju pintu terminal.

“KYAAAAA~~~JONGHYUN OPPAAA~~~ KYAAAAA~~~~ SARANGHAE~~SARANGHAE~~~”
“KYAAA~~~~UMMMAAAA~~ KEY UMMAAA~~”

“Saranghae,” balas Jonghyun dan Key lalu melambaikan tangan.

Teriakan kembali membahana ketika Taemin turun dari van dan melangkah masuk ke terminal.
“KYAAA~~~~~”

“Amor…aku takut sekali,” kataku melihat reaksi para fans ketika Taemin melangkah masuk yang dikawal oleh staff.
“Tenanglah,” kata Onew menenangkanku. “Pastikan tanganmu tidak terlepas dari tanganku,”
“Nee~~”

“Tara, Onew, giliran kalian,”
“Nee~~”

Onew pertama kali turun lalu dia membantuku turun. Teriakan makin histeris dan membahana ketika aku turun dari van. Aku hanya tersenyum dan mengeratkan genggaman tanganku.
“Charamore…charamore..charamore…” teriakan mereka makin menggila.
Beberapa wartawan segera mengarahkan kameranya ke arah kami. Aku dan Onew hanya tersenyum. Kami berdua berbalik badan ketika sampai di pintu terminal.
“Kamsahamnida..kamsahamnida..”

“Oppa..eonni…hati-hati di jalan,”
“Nee~~”
**

Sementara itu di Lombok, PD-nim mengadakan rapat dengan Silvaniel, HaeJoe, dan Nunminho.
“Charamore dan SHINee baru saja bertolak dari Seoul. Perkiraan sampai Lombok jam 6 pagi besok hari. Siapa yang akan menjemput mereka?”
“Aku saja, PD-nim,” kata Minho tersenyum. “Silvaniel dan HaeJoe ada pemotretan di Pantai Kuta, berarti Nunmi juga akan ikutan,”
“Tapi kan pemotretannya jam 10, PD-nim,” jawab Niel. “Aku rasa, kita jemput Tara dan SHINee dulu baru mengantarkan kami ke Pantai Kuta. Nanti kita minta driver standby di Pantai Kuta agar bisa mengantarkan mereka ke hotel,”
“Bagaimana? Apakah ada yang tidak setuju dengan usul Niel?”
“Kami setuju,”
“Bagus. Kalau begitu, kalian siap-siap, kita akan shooting di jalan Senggigi sampai Pasar Seni dan menaiki cidomo,”
“Kalau bisa sekalian kita ke coconut cafe,” kata Nunmi. “Kita bisa menikmati sate bulayak sambil menikmati deburan ombak,”
“Asiiiiikkkk….”
**

Aku terbangun ketika guncangan kecil di tubuhku. Wajah Onew tersenyum memandangku.
“Chara…sebentar lagi kita sampai di Lombok,”
“Jjinjja?”
“Nee~~”

Beberapa saat kemudian terasa getaran di dalam pesawat karena pesawat yang kami tumpangi akan mendarat.

“Selamat datang di bandara Internasional Lombok. Waktu menunjukkan pukul 06 pagi, terdapat perbedaan waktu antara Jakarta dan Lombok. Seluruh awak pesawat mengucapkan terima kasih karena terbang bersama Garuda Indonesia Airlines. Semoga kita bisa bertemu pada penerbangan selanjutnya,”

Aku tersenyum lalu segera melepaskan seat-belt. Berhubung kami semua duduk di kelas eksekutif, jadi kami duluan yang keluar dari pesawat. Kami semua langsung menuju pintu keluar karena tidak ada barang yang dibagasikan. Aku dan SHINee tampak kaget karena tampak beberapa fans yang berkumpul di pintu kedatangan sambil membawa spanduk dan meneriakkan nama kami.

Tampak pihak keamanan sedang meng-clear-kan jalan sehingga kami semua aman sampai bus yang menjemput. Aku tersenyum ketika melihat sosok PD-nim, Silvaniel, HaeJoe dan Nunminho berjalan ke arah kami. Aku setengah berlari menghampiri mereka dan segera memeluk Nunmi.
“Akhirnya aku balik kampung,” kataku senang lalu menghirup udara Lombok. “Wahhhh….”

Bus segera meninggalkan bandara ketika kami semua duduk di tempat masing-masing. Aku tidak memperdulikan Onew karena perasaanku kali ini sangat membuncah diakibatkan bisa merasakan kembali suasana Lombok. Aku terus melihat pemandangan dari jendela dan terus tersenyum. Senang sekali aku bisa kembali ke Lombok.
**

Onew POV…
“Aku sedikit kesal sebenarnya karena Tara terus-terusan melihat pemandangan dari jendela. Aku mengerti kalau dia sangat merindukan Lombok tapi aku duduk di sebelahnya. Jadi…setidaknya dia lebih peduli padaku daripada pemandangan itu,”
“Apakah kau cemburu?”
“Tentu saja…aku yang duduk di sebelahnya tidak diperdulikan olehnya,”
End of Onew POV…
**

“Aku tidak bisa mengekspresikan perasaan saat menjejakkan kaki di Lombok. Betapa aku merindukan Lombok,”
“Apakah kau tidak menyadari kalau Onew sedikit kesal karenamu sewaktu di bus?”
“Jjinjja?” tanyaku yang dijawab anggukan oleh PD-nim. “Ahh…amor..aku benar-benar minta maaf karena terlalu asik menikmati pemandangan Lombok,”
**

Akhirnya aku dan Onew menuju Senggigi Beach Hotel and Resort setelah mengantarkan Silvaniel, HaeJoe, Nunminho dan SHINee di pantai Kuta. Suasana di van sangat hening karena Onew masih kesal akan tingkahku ketika di bus. Memang, Onew masih tetap tersenyum namun senyumnya terasa beda. Aku hanya menghela nafas dan duduk dengan diam di sebelahnya. Sedangkan Onew berkutat dengan ipodnya dan memasangkan earphone ke telinganya lalu memejamkan mata. Aku kembali menghela nafas melihat semua itu. Aku ingin menangis rasanya.

“Aku akan meminta maaf padanya,” kataku pelan lalu melihat ke arahnya. “Amor…”
Perlahan aku mencopot earphone-nya dan terus menatap ke arahnya. Matanya terbuka lalu melihat ke arahku.
“Ada apa?” tanyanya.
“Ituuuu…ketika di bus tadi…” kataku takut-takut. “Aku benar-benar tidak tau kalau kau kesal akan tingkahku, amor. Jeongmal mianhae..miaann..”

Aku terus menatapnya dengan hati yang berdebar. Aku menghela nafas karena tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya.

“Baiklah…berarti kau masih marah padaku,” kataku pelan lalu menyandarkan tubuhku ke kursi. Mataku terasa panas namun aku berusaha sekuat mungkin agar air mataku tidak menetes di hadapannya, PD-nim, maupun yang menonton adegan kami.
**

“PD-nim…sewaktu di van tadi, sepertinya Tara ingin menangis,” kata screen-writer ketika mereka beristirahat di kamar.
“Benarkah?”
“Nee~~lihat script ini,” katanya lagi lalu mengulurkan script ke PD-nim. “Adegan di van tadi sebenarnya tidak seperti itu. Apakah…Onew benar-benar kesal? Padahal kan kekesalan Onew hanya acting,”
“Kim ssi…tapi aku suka adegan yang tadi meskipun tidak ada di script,”
“PD-nim…sebenarnya…ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan script,”
“Jjinjja?” kaget PD-nim.
“Nee~~” jawab screen-writer. “Namun, acting mereka bagus sekali. Makanya aku tidak komplain meskipun tidak sesuai. Hmm..apakah..Onew..ada rasa ke Tara?”
“Yaa~~kau ini bagaimana..Mereka harus ada “rasa” satu sama lain agar sempurna,”
“Hyeong..jatuh cinta for real,”
“Mwo?”
**

Aku masih diselimuti sedih. Sejak sampai di hotel sampai waktunya makan malam, Onew sama sekali tidak berbicara padaku. Memang kami menikmati makan malam bersama, namun, sepertinya hati kami tidak menikmatinya.
“Tara…wae geurae?” tanya Silvana bingung melihat wajahku yang mendung.
“Haa?” tanyaku lalu segera menunduk ketika tatapanku bersiborok dengan matanya Onew. “Gwaenchana, Silvana,”
“Appa..kau kenapa?” tanya Taemin lalu menatapku dan Onew bergantian.
“Diamlah…kau berisik sekali,” kata Onew dingin lalu meninggalkan meja makan.

Kami semua saling pandang ketika Onew berdiri dan meninggalkan meja makan. Taemin, Minho, Niel, dan Jonghyun mengikutinya. Aku membiarkan air mataku jatuh tanpa peduli bahwa banyak orang yang akan menonton acara ini. Hatiku benar-benar sakit melihat Onew seperti itu.
**

“PD-nim…apakah kita harus menghentikan shooting hari ini? Adegan ini sama sekali tidak ada di script,” kata screen-writer mengejutkan.
“Benarkah? Aku mau lihat scriptnya,” kata PD-nim lalu mengambil script dan segera membacanya. “Benar…ada apa sebenarnya ini? Panggilkan manajer SHINee dan wakil dari Cube,”
“Nee~~”
**

“Tara..Tara…” ujar Silvana menatapku. “Kau kenapa, sayang?”
“Aku baik-baik saja,” kataku berdiri lalu berjalan menuju PD-nim yang sedang berbicara dengan manajer SHINee dan wakil dari Cube. “PD-nim, aku mohon, aku ingin istirahat sebentar saja,”
“Baiklah..kita akan menunda shootingnya. Silakan,”
“Kamsahamnida, PD-nim,”
**

“Nunmi, apakah kau sudah berbicara dengan Tara?” tanya Hae Mi cemas.
“Aku dan Silvana sudah mencoba menemaninya, namun, Tara ingin sendiri. Ada apa dengannya dan Onew? Apakah ini bagian dari script?”
“Tidak…adegan yang tadi sama sekali tidak ada di script, Nunmi,” jawab Minho yang bergabung dengan mereka lalu menghela nafas. “Kenapa dengan mereka? Memang, tadi Onew Hyung bilang kalau dia kesal dengan Tara Noona tapi masa sampai sekarang,”
“Apakah…hmm…Onew dan Tara…saling mencintai?” kata Hae Mi tiba-tiba.
“Yaa~~Hae Mi..Tara dan Onew memang harus saling mencintai agar tampak sempurna,”
“Maksudku saling mencintai for real,”
“Haa?”
**

“KYAAAAA~~~” teriak Hae Mi kencang ketika menyadari sosok Tara tidak ada di kamar.
“Yaa~~ Hae Mi,” kata L.Joe yang tergopoh-gopoh. “Ada apa?”
“Tara…Tara…tidak ada di kamar,” kata Hae Mi lalu menangis. “Apakah dia…kabur?”
“Kita akan membicarakan ini dengan staff,” bijak L.Joe lalu menatap Hae Mi.
“Benar..” kata Hae Mi menutup pintu kamar lalu beriringan menuju kamar PD-nim.




“APAAA??? Tara tidak ada di kamarnya?”
“Nee~~”
“Panggil Onew..dialah yang harus bertanggung jawab untuk masalah ini,”

Beberapa saat kemudian, sosok Onew yang masih mengantuk
an berpakaian tidur menemui PD-nim.
“Nee~~Hyung, ada apa?”
“Ada apa katamu? Gara-gara kau, Tara menghilang. Kau harus mencarinya dan meminta maaf padanya agar shooting bisa kembali berjalan,”
“Kenapa harus aku?” tanya Onew dingin. “Ketika di bus, dia tidak peduli padaku, kenapa aku harus peduli dengannya?”
“LEE JINKI…” kata Jonghyun tinggi. “Apakah kau laki-laki, ohng? Tara itu kan partner kau…”
“Hanya di WGM, Jonghyun,”
“Apakah benar, Tara itu hanya partnermu di WGM, ohng?” tanya Nunmi. “Bukankah kau…benar-benar mencintainya? Iya kan? Kau tidak akan bersikap seperti ini kalau bagimu Tara itu partnermu hanya di WGM,”

Onew terdiam mendengar perkataan pedas Nunmi. Hatinya berdebar kencang. Apakah saat ini perasaan yang sebenarnya pada Tara akan terbongkar.

“Onew,” kini gantian suara manajer mereka terdengar. “Apakah benar kau mencintai Tara?”
Onew tergagap mendengar pertanyaan dari manajernya. Dia melihat sekeliling. Semua yang berada di sana menunggu jawaban darinya.
“Onew, jawab pertanyaanku,”

“Hyeong…” kata Onew pelan lalu menghela nafas. “Benar, aku mencintai Tara…tidak hanya di WGM, tapi juga di kehidupanku. Maka dari itu, aku benar-benar marah padanya karena dia tidak peduli padaku. Saat ini, aku meminta izin padamu, pada SHINee, pada PD-nim dan tentu saja pada Cube Entertainment agar mengizinkan aku dan Tara pacaran,”
“MWOO???”
“Nee~~aku juga akan meminta izin pada Shawol dan tentu saja fansnya Tara,”
“Onew~~”
**

Aku menoleh ketika suara Nunmi terdengar memanggil namaku. Aku tersenyum ketika dirinya duduk di sebelahku.
“Babo,” kata Nunmi dengan senyum.
“Babo??” sewotku. “Kenapa kau sangat menyukai “babo”, ohng?”
“Ahh..” katanya lalu memandang ke arah laut. “Pantas saja kau sangat menyukai laut. Indah sekali bukan?”
“Kenapa kau tau aku ada di sini?”
“Tara Vanika…” kata Nunmi tersenyum. “Aku mengenalmu sudah bertahun-tahun, sayang, meskipun aku baru di Cloudyeppeo,”
“Kau benar, Nunmi,” kataku lalu memandang laut. “Laut dan anginnya bisa mengambil beban di hatiku, Nunmi,”
“Kau mencintainya?”
“Aku sangat mencintainya, Nunmi. Aku sangat mencintai laut,”
“Huhh?? Yaa~~ Jung Tara..kau itu benar-benar Babo ya,” gemas Nunmi. “Aku menanyakan soal Onew,”
“Onew?” tanyaku pelan.
“Nee~~ Onew, ayam gantengmu itu. Kau mencintainya?”
“Tentu saja aku mencintainya agar kami terlihat sempurna di WGM,” kataku berbohong. Sangat menyakitkan membohongi perasaan.

Aku kaget karena Nunmi tertawa mendengar pernyataanku. Gadis cantik itu menatapku dengan senyum yang manis sekali.
“Aku tau kalau kau berbohong, sayang,” katanya lalu berdiri. “Baiklah…saatnya kau kembali ke hotel,”
“Nunmi~ya..” kataku pelan.
“Onew membutuhkanmu,”
**

Aku berjalan menuju ruangan yang dimaksud Nunmi dengan galau. Aku sebenarnya tidak ingin melihat wajah Onew hari ini. Perlahan aku mendorong pintu ruangan itu dan melangkah masuk. Mereka semua sudah duduk dengan tenang di sana. Mereka segera melihat ke arahku. Aku hanya menganggukkan kepala lalu menampilkan senyum simpul.

“Tara…” suara Jung-ssi, wakil dari Papa Hong terdengar ketika aku mau duduk. “Darimana saja?”
Aku melihat ke arahnya. “Maafkan aku, Papa Jung. Aku pasti mengkhawatirkan kalian semua. Aku dari pantai,”
“Pantai?” tanya PD-nim tidak percaya.
“Nee~~ Pantai merupakan tempat kesukaanku ketika ada masalah karena angin dan gelombang laut bisa mengambil masalahku, PD-nim,” kataku menjawabnya lalu duduk di sebelah Key.

“Noona..kau darimana saja?” bisik Key pelan. “Onew Hyung membuat masalah,”

“Baiklah..kita akan memulai pembicaraan penting ini sekarang,”




Aku terbelalak mendengar penuturan Onew tersebut. Apa katanya tadi? Dia mengatakan kalau dirinya menginginkan aku sebagai pacarnya. Apakah aku tidak bermimpi? Apakah benar yang sedang aku dengar ini?

“Tara..” kata Onew pelan. “Aku…benar-benar meminta maaf karena membuat air matamu jatuh. Aku seperti ini karena aku mencintaimu..aku tidak hanya menginginkanmu di WGM tapi juga di kehidupanku,”
“Noona…apakah kau menyukai bahkan mencintai, Hyung?” tanya Key sambil berbisik. “Terimalah dia, Noona,”
“Tara…aku tidak butuh jawaban sekarang, tapi aku mohon, pikirkanlah,” kata Onew lalu meninggalkan ruangan.

Aku berdiri dari duduk lalu segera mengejarnya.
“Amor…”
**

Onew POV…
Aku tidak tau apa yang tengah dialami oleh jantung dan perasaanku. Jantungku berdebar kencang ketika dirinya berdiri di hadapanku. Akupun segera merengkuh tubuhnya dan memeluk dengan erat.
“Amorr..” suaranya terdengar pelan. “Aku benar-benar meminta maaf atas kesalahanku. Aku tidak bermaksud mengacuhkanmu tapi perasaanku saat itu benar-benar sangat senang karena merasakan Lombok lagi,”

Aku melepaskan pelukanku dan menyunggingkan senyum. Tanganku menghapus air matanya dan tanpa permisi aku menyentuh bibirnya. Aku membuktikan cintaku dengan ciuman manis itu.

“Aku mencintaimu, Tara,” kataku dengan senyum. “Aku berharap, kau menemaniku tidak hanya di WGM tetapi juga di kehidupanku,”

Senyumku lebar ketika mendapatkan anggukan dari dirinya. Berati, Tara menyetujui keinginanku. Aku kembali mendaratkan bibirku di bibirnya.

“Kamsahamnida,” kataku sesaat melepaskan ciumanku.
**

“Baiklah…Tara Onew.. aku harap kalian bisa menunjukkan profesionalitas yang kalian punya untuk WGM ini,” ujar manajer SHINee pada kami berdua.
“Nee~~Hyung…”
“Kalian sudah menyatakan kalau real-for-dating, jadi jangan heran kalau nanti ketika sampai di Incheon, bakal banyak fans dan wartawan yang berkerumun di sana,”
“Nee~~” kata kami sambil senyum.
“Ahhh…anak muda zaman sekarang,” kata wakil agensiku sambil geleng-geleng. “Semoga hubungan kalian lancar ya,”
“Amieeenn..”




“Ciyeeee~~~” sorak SHINee, Silvaniel, HaeJoe, dan Nunminho ketika kami memasuki ruangan tempat kami shooting selanjutnya.
“Kita harus mendapat traktiran,” kata Niel semangat.
“Kami setujuuuu~~” seru Minho. “Nunmi…tempat yang enak dan mahal di mana? Kita akan ditraktir ama mereka,”
“Yaa~~yaa~~”
**

Hari ini merupakan hari yang sangat menyenangkan karena kami akan ke Gili Trawangan. Kami tidak perlu berdesak-desakan dengan penumpang lain karena kami akan menggunakan yacht pribadi milik Cloudyeppeo Entertainment. Kami tidak hanya mengunjungi Gili Trawangan akan tetapi juga mengelilingi Gili Air dan Gili Meno.

Perjalanan yang memakan waktu lebih kurang 45 menit itu tidak terasa karena kami sangat menikmatinya. Akhirnya terungkap bahwa Hae Mi dan L.Joe memiliki hubungan khusus sejak 2 tahun yang lalu. Silvana dan Niel juga telah berpacaran bahkan mereka berencana menikah tahun ini. Sedangkan Nunmi dan Minho, mereka saat ini dipertanyakan.

“Minho..” suara manajer SHINee terdengar. “Kalau kau juga ada rasa dengan Nunmi, cepat dikatakan, biar aku sekalian mengadakan konferensi pers di Seoul,”

Kami tertawa mendengar perkataan sang manajer ganteng itu. Biar bagaimanapun, tanggung jawabnya semakin besar ketika artisnya berpacaran.
“Aku merestui hubungan kalian, Charamore,” kata sang manajer disertai senyum. “Aku menginginkan kalian bahagia selamanya,”
“Kamsahamnida, manajer,”

“Chara…aku harap kau tidak tebar pesona dengan bule-bule yang ada di sana,”
“Ahh..tentu saja, amor,” kataku tersenyum.
“Yakin? Kemaren malam saja banyak bule yang mendekatimu dan aku tidak suka,”
“Onew~ya..” kata Silvana dengan senyum. “Itu resikonya kalau berpacaran dengan Tara. Dia kan cukup terkenal di sini,”

Hahahaha..
**

“Baiklah…kalian akan belajar diving,” kata PD-nim menginstruksikan shooting hari ini. “Kita sudah mendatangkan 3 pelatih diving yang memiliki banyak pengalaman,”
“Nee~~”
“Silvaniel dan HaeJoe bakal diajar oleh bapak Restu. SHINee bakal diajar oleh bapak Chandra. Nunminho dan Charamore akan diajar oleh bapak Atmaja,”
“Nee~~”




“Aku tidak sanggup,” kataku megap-megap sambil melepas peralatan menyelam.
“Tara, kau harus mencobanya,” kata pelatih kami lalu kembali memasangkan peralatan menyelam.
“Hmm..begini saja. Aku akan berenang sambil melihat keindahan dasar laut saja. Aku tidak bisa menyelam,”
“Baiklah kalau begitu. Bagaimana dengan kalian bertiga? Mau meneruskan latihan atau berenang saja?”
“Latihannya dilanjutkan, Pak,” jawab Onew semangat lalu menatapku khawatir. “Chara, berenangnya jangan jauh-jauh ya,”
“Nee~~ kan wilayahnya sudah diberi batas oleh Pak Atmaja,” kataku tersenyum. “Semangat, amor,”
“Nee~~”
**

Sementara itu, SHINee malah semangat berfoto ria dengan kostum menyelamnya. Pelatih mereka, Pak Chandra, hanya menatap dengan senyum 3 banci photo yang sedang asik berpose.
“Apakah sudah puas? Bisa kita mulai latihannya?”
“Hmm…apakah kami bisa berfoto di dalam air?” tanya Key dengan puppy-eyes.
“Bisa,” kata Pak Chandra tersenyum. “Apakah kamera kalian anti-air?”
“Iya, Pak,”
“Asiikkk…” kata Key lalu menceburkan diri ke air. “Mari kita latihan, Pak,”
**

Niel dan L.Joe terlihat asik berjemur di bawah sinar matahari. Sedangkan Silvana dan Hae Mi terlihat sibuk memakai peralatan menyelam.
“Yaa~~ Niel, kenapa kau tidak memakai baju selammu, ohng?”
“Fiancee~~ Aku lebih menikmati berjemur daripada menyelam. Kami akan menunggu di sini,”
“Janji, kami tidak akan tebar pesona dengan bule-bule di sini,” L.Joe menambahkan.
“Baiklah..kalau begitu, kami menyelam dulu,”
“Jalka, hati-hati,”




Silvana dan Hae Mi terbelalak melihat kekasih mereka sedang bersenda gurau dengan bule-bule cewek. Kedua gadis cantik itu setengah berlari ke tempat sang pacar.
“Niel..”
“L.Joe…”
“BAGUUUSSSS~~” kata kedua gadis cantik itu lalu menjewer telinga pacar mereka.
“Hmm..sorry..he is my husband,” kata Silvana dengan dingin. “How dare you can flirt with him? And, he is my friend’s husband. We have children,”
“Sayaaaanggg~~sudahlah…” kata Niel berusaha menenangkan Silvana.

Silvanapun mengomeli Niel dengan bahasa Inggris. Cowok tampan bersuara bagus itu hanya bengong melihat sumpah serapah yang keluar dari bibir Silvana.

“Niel, aku menyarankan kau harus belajar bahasa Inggris,” kata L.Joe tersenyum lalu tertawa. “Agar kau bisa mengimbangi calon istrimu,”
“Sepertinya begitu,” kata Niel tersenyum kecut.
**

Malam ini, kembali aku dan SHINee melaksanakan sebuah rapat mendadak. Manajer ganteng SHINee yang memimpin rapat dadakan ini.
“Baiklah…berita real-for-dating kalian telah sampai di telinga Shawol baik di Korea maupun dunia. Berita kalian menjadi on top di Trending Topic WorldWide. Pihak SM dan Cube telah mengklarifikasi berita ini,” kata Manajer ganteng itu lalu menyodorkan ipad miliknya. “Itu suasana ketika SM dan Cube mengklarifikasi berita kalian,”

“Hikss…kami tidak menyangka bahwa Onew Oppa berpacaran dengan Tara Eonnie. Hatiku tidak rela meskipun mereka terlihat serasi. Onew Oppaaaa~~”
“Sekarang giliran Onew yang berpacaran. Terus siapa lagi? Minho? Key? atau Taemin?”
“Chukae, Oppa.. Aku mendukung kalian,”
“Aku akan menunggumu putus dari Tara, Onew,”

“Wahhh…itu komentar para Shawol…” kataku lalu tersenyum.
“Bagaimana??? Itulah beberapa komentar Shawol yang tertangkap. Kalian sudah siap berhadapan dengan mereka?”
“Aku siap,” kata Onew. “Aku akan mempertaruhkan semuanya untuk berhadapan dengan Shawol. Aku percaya, Shawol akan mendukungku sepenuhnya,”
“Leader Onew..kami..semua mendukungmu,” kata SHINee tulus.
“Aku benar-benar mengucapkan terima kasih pada kalian,” kataku.
**

“Aku ada ide,” kataku lalu tersenyum. “Bagaimana kalau kita menyanyikan lagu Narsha eonnie yang judulnya I’m in Love?”
“Aku suka dengan lagu itu,” kata Silvana. “Namun, aku tidak bisa memainkan alat musik,”
“Tenang, aku dan Nunmi yang akan memainkan alat musiknya,” kataku lalu mengeluarkan ponselku. “Aku pernah membawakan lagu itu secara akustik,”

Kami semua mendengarkan lagu I’m in Love yang aku bawakan. Aku sedikit mengaransemen lagu itu. Senyum mengembang di bibirku pertanda aku bangga sekali karena karyaku dinikmati oleh orang lain.

“Wahhh…petikan gitarnya keren sekali. Siapa yang memainkannya?” tanya Haemi.
“Tara,” jawab Nunmi tersenyum. “Sedangkan pianonya, aku yang memainkannya,”
“Jjinjja??”
“Nee~~” jawabku tersenyum dengan lebar. “Itulah pekerjaan sampingan kami ketika lagi tidak ada orderan untuk pemotretan,”
“Hahaha…” kata Nunmi tertawa. “Sungguh menyenangkan,”
“Valentine masih 3 hari lagi, jadi kita masih ada waktu untuk latihan,”
“Setuju…”
**

“Kita sudah menunggu hampir 2 jam, namun, kenapa mereka semua belum muncul?” sungut L.Joe lalu mendaratkan pantatnya di sofa lobby hotel dan melihat sekeliling.
“Onew Hyung dan SHINee sedang pemotretan di Pasar Seni. Apa yang akan kita lakukan, L.Joe?”
“Molla…” kata L.Joe lalu melihat ke luar. “SHINee sudah kembali. Bagaimana kalau kita menanyakan apa yang akan kita lakukan dengan mereka,”
“Ide bagus,” kata Niel lalu berdiri dan berjalan menuju SHINee yang baru saja masuk.




“Yaa~~apakah kau yakin, Key?” tanya Niel yang melihat Key telah duduk di posisi supir cidomo. “Apakah kau bisa membawanya?”
“Kalian tenang saja,” kata Key pede. “Pak supirnya akan duduk di sebelahku. Naiklah,”

Akhirnya, L.Joe, Taemin, Jonghyun, Onew dan Minho naik di belakang. Supir Key segera menyuruh kuda berjalan.
“Key…kau membawa 6 orang ya,” kata Onew khawatir.
“Hyung..kau cerewet sekali..” kata Key kesal. “Aku tidak akan mencelakai kalian,”
“Aku percaya padamu,”

Key memang patut diacungi jempol. Dia berhasil membawa cidomo menuju batu bolong. Mereka semua segera turun dan mengambil selendang yang diberikan oleh penjaga pintu. SHINee, Niel, dan L.Joe menyempatkan diri berpose di pintu gerbang sebelum memulai petualangan mereka di dalam.

Thank you,” kata Key lalu segera masuk untuk menikmati pemandangan yang ada.
“Wahhhh….deburan ombaknya kencang sekali,” kata Jonghyun lalu melompat ke batu yang tersusun dengan indahnya.
“Hyung..hati-hati..nanti bajumu basah,” kata Taemin mengingatkan.

“Waaaahhhhh…” teriak Key mengagumi batu bolong. “Ini yang namanya batu bolong,”
“Mana?” tanya Niel dan L.Joe antusias.
“Ini,” kata Key lalu bersiap masuk ke sana.
“Key, kata petugasnya, batu bolong itu langsung terhubung dengan laut,” kata Onew mengingatkan. “Kalau kau mau berfoto, lebih baik di batu saja. Kau jangan sampai keluar dari batu bolong, nanti kau tidak bisa kembali,”
“Nee~~ Hyung,” kata Key mengangguk.

Ketujuh cowok tampan itupun tampak berpose sebagai kenangan bahwa mereka pernah datang ke batu bolong.

“Wahhh…indah sekali..” kata Niel lalu duduk di batu. “Airnya jernih sekali,”
“Lombok ini memang sangat indah ya,” gumam L.Joe yang duduk di sebelahnya.
**

“Yaa~~amooorrr…maafkan aku.. Kami semua tidak bisa menikmati makan malam dengan kalian.. Amooorr..mengertilah.. Yaa~~ aku tidak berkencan dengan bule kok.. Aku ada urusan,” kataku menghela nafas. “Aku mengerti, amor..”

Aku melihat ke arah Silvana yang tampaknya terlibat ribut dengan Niel di telepon. Begitu juga dengan Hae Mi dan Nunmi.

“Yaa~~ apakah mereka akan surprise dengan kejutan kita ini?” tanyaku lesu.
“Kita harus percaya, Tara. Mereka akan kaget dan memuji kita,” semangat Hae Mi lalu mengambil note lagu dan menyanyikannya.

Diantara kami berempat, suara Hae Mi yang paling bagus. Aku sangat menyukai suaranya. Kenapa dia tidak memanfaatkan anugerah yang diberi Tuhan padanya.

“Baiklah, kita mulai latihan lagi ya,” kataku lalu mengambil gitar dan mulai memetiknya.
“Aku sangat mengagumi petikan gitarmu, Tara,” puji Silvana tulus. “Iri sekali aku padamu,”

Hahaha…
**

“Ahh…semakin menyebalkan saja si Silvana itu,” kata Niel marah. “Selalu saja dia tidak bisa makan malam denganku. Apa yang sedang dilakukan olehnya?”
“Aku juga,” kata Onew duduk di depan Niel sambil manyun. “Kenapa Tara juga tidak bisa makan malam denganku?”
“Grr…Hae Mi…” kesal L.Joe lalu duduk dengan wajah masam. “Apa dia masih marah denganku karena kita tebar pesona dengan bule cewek beberapa hari lalu, Niel?”
“Molla…” jawab Niel. “Minho, kau bagaimana?”

Minho menggeleng lalu mengedikkan bahu. “Nunmi juga tidak bisa makan malam denganku,”
“Hyung…bagaimana kalau kita makan malam sendiri saja? Daripada bete ditinggal istri kalian,” kata Taemin.
“Setuju…”
“Aku dikasi tau ada restoran Korea di dekat sini, bagaimana kalau kita mencoba makan malam di sana?”
“Boleh juga,”
**

Terdengar ketokan di pintu kamar. Aku meletakkan baju yang sedang dipegang lalu segera membukanya. Wajah Onew muncul di hadapanku. Aku tersenyum melihat dirinya dan segera memeluknya.

“Kangen sekali padamu,” kataku lalu memintanya masuk.
“Demi Tuhan, chara,” kata Onew melihat kamarku. “Apa yang sedang kau lakukan?”
“Memilih baju untuk dinner nanti malam,” kataku tersenyum lalu duduk di sebelahnya. “Sepertinya makin tampan suamiku ini,”

“Haha…” katanya lalu menciumku. “Apa kau sudah membaca artikel tentang WGM Spesial Lombok? Banyak yang iri akan liburan kita ini, chara,”
“Jjinjja?” tanyaku antusias.
“Nee~~ Yang paling heboh adalah artikel mengenai Key membawa cidomo ke batu bolong beberapa hari lalu,”
Aku tertawa mendengarnya. Aku membaca artikel yang dimaksud. Kami semua tidak menyangka Key berhasil membawa cidomo itu dengan selamat.
“Aku yakin, Key akan menjadi sangat terkenal kalau dia transform menjadi supir cidomo,” kataku tersenyum. “Anak kita itu ada-ada saja,”
“Chara…besok kita akan pulang ke Seoul…” katanya menatapku khawatir. “Apakah kau sudah siap?”

Aku menatap ke arahnya dalam. “Aku siap. Kau jangan khawatir. Aku siap, amor. Kau cukup mengenggam erat tanganku untuk memberikan kekuatan,”
“Aku akan melakukan apa saja untukmu, chara,” katanya lalu berdiri dan mengambil sebuah baju yang menurutku sangat indah itu. “Aku akan memakai baju yang warnanya senada dengan ini, chara. Kau terlihat seksi dan cantik dengan gaun ini,”
“Baiklah..aku akan memakai gaun ini,”
“Je t’aime,”
**

Onew POV…
Aku tidak percaya mendengar perkataan Tara. Dia sudah duluan menuju restoran yang disewa crew WGM.
“Yaa~~” teriakku kesal. “Apa-apaan kau ini, chara? Aku tidak akan memarahimu karena aku tidak ingin mengacaukan suasana malam ini,”

“Hyung, wae?”
“Eommamu membuat kesal diriku,” omelku lalu menatap Minho. Cowok tampan itu sepertinya mengalami hal yang sama sepertiku.
“Hyuunggg~~Nunmi udah duluan,” kesal Minho lalu duduk di sebelahku.
“Aku rasa ada sesuatu dengan mereka,” kataku menatapnya. “Kita akan menanyakan pada Niel dan L.Joe, kalau mereka mengalami hal yang sama seperti kita, berarti benar, para istri kita itu merahasiakan sesuatu,”
“Hyung, itu Niel dan L.Joe,”
“Ayo kita tanya mereka,”
End of Onew
**

Aku tersenyum dan melambaikan tangan ketika melihat para rombongan pangeran tampan memasuki restoran yang sudah disewa crew WGM. Aku berjalan mendekati Onew dan menyunggingkan senyum.
“Amorr…Happy Valentine Day,” kataku lalu menyodorkan sekotak coklat gede padanya.
“Gomawo, chara,” katanya lalu mencium pipiku dan tersenyum.

Aku melihat Nunmi melakukan hal yang sama pada Minho. Silvana dan Hae Mi juga melakukan seperti yang aku lakukan. Senyum manis menyertai acara kami malam ini.

“Chara…apakah kau merahasiakan sesuatu?” selidik Onew lalu menatapku tajam.
“Ani..” jawabku disertai senyum misterius.
“Chara…apakah kau akan membuat kejutan seperti beberapa bulan lalu? Kau akan menarikan Replay,”
“Amor, bagaimana mungkin aku akan menarikan Replay dengan gaun seperti ini,” godaku lalu mengerling genit. “Ra-ha-si-a,”
“Charaaa…”
**

Onew POV…
Mataku terbelalak ketika menyaksikan “istri” tercintaku berdiri lalu berjalan menuju stage yang sudah disiapkan. Mulutku ternganga ketika Tara mengambil gitar lalu duduk di sebelah Silvana.

“Hyung, apakah kau mengetahui kalau Noona bisa bermain gitar?” tanya Minho berbisik padaku.
“Apakah kau mengetahui kalau Nunmi bisa memainkan piano?” balasku.
“Tidak,”
“Aku juga tidak tau,”

“Onew…apakah kau mendapat bocoran mengenai kejutan ini?” tanya Niel penasaran.
“Sama sekali tidak, Niel. Apa yang akan mereka lakukan di sana?” jawabku.
“Molla,” jawab Niel lalu senyum-senyum gejeh.
“Sebaiknya kita nikmati saja apa yang akan dilakukan oleh Beautiful Disaster,” kata Key bijak. “Disaster apa lagi yang akan dibuat oleh mereka,”

Aku tersenyum gejeh ketika mendengar suara Tara mengucapkan “saranghae” kepadaku.

“Kami akan menampilkan sweet-disaster untuk para pangeran tampan di sana,” kata Silvana dengan senyum. “Tara, Nunmi…let’s play it,”

Aku sangat terpesona melihat Tara memetik gitar itu dengan cute. Dentingan gitar cute itu menambah suasana menjadi romantis.


to be honest from the
first time we met
saying i like you
was not easy for me to do

Rasa cintaku makin besar ketika mendengar suara Tara menyanyikan bait pertama. Dia sepertinya mengungkapkan perasaannya.

if i don’t approach you first
i was afraid of losing you
i wrote letters and prepare
small gifts for you

Suara Silvana dan Hae Mi yang renyah membuat wajah kedua pangeran mereka memerah dan senyum mengembang di bibir Niel dan L.Joe. Aku tersenyum melihat Niel mengambil mawar lalu memberikan pada Silvana.

if my love for you
goes any deeper
it would only hurt me more
its true my mind is full of fear

Hahaha…lagi-lagi Tara menyanyikan part yang sangat mengena. Benar, aku merasakan seperti itu. Aku merasa ketakutan ketika rasa cintaku makin besar padanya. Pandanganku beralih pada Nunmi yang tampak santai memainkan piano. Benar-benar menakjubkan. Ini benar-benar “disaster” untukku.

i pray with all my heart
the person that i’m hoping for
i believe that person is you
i’m in love
i fall in love

Kami semua bertepuk tangan ketika mereka selesai membawakan lagu I’m in Love. Aku yakin, para pangeran tampan sedang tertimpa sebuah sweet-disaster di hati mereka.
End of Onew POV…
**

“Ottae?” tanyaku sambil meletakkan kepalaku di pundaknya Onew.
“Aku berhasil tertimpa “sweey-disaster”-mu, chara,” kata Onew mengenggam tanganku. “Benar-benar daebak. Kau ini…lagi-lagi kau merahasiakan kepiawaianmu memetik gitar dariku,”
“Ahh…” kataku mengangkat kepalaku lalu menatapnya. Tanganku memegang pipinya dengan gemas. “Aku kan berniat memberikan kejutan padamu, amor,”
“Aku punya ide,” katanya tiba-tiba. “Bagaimana kalau kita kolaborasi? Pihak MBC meminta kita menampilkan sesuatu di acara mereka, Music Core,”
“Huhh???”
“Nee~~ Ottae?”
“Aku akan pikirkan lagi,”
**

Akhirnya kami semua kembali ke Seoul setelah berlibur lebih kurang 7 hari di Lombok. Pesawat Garuda yang membawa kami dari Indonesia akhirnya mendarat dengan indah di landasan udara Incheon. Aku dan Onew langsung menuju pintu keluar setelah selesai mengurus barang-barang bawaan. Benar saja…para wartawan sudah mengerumuni pintu keluar. Pihak keamanan bandara tampak kewalahan mengamankan situasi. Ternyata, para shawol dan charamore shipper juga berkumpul di sana.

Onew membuktikan janjinya. Dia terus mengenggam tanganku. Genggaman tangan Onew memberikan kekuatan pada diriku. Aku dan Onew hanya tersenyum mendengar pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka.

I’m in love with her,” jawab Onew disertai senyum khasnya. “She’s my everything,”
“Maaf ya…” kata manajer SHINee lalu menyeret kami menjauh dari sana. “Kami akan melakukan konferensi-pers untuk menjelaskan semuanya. Jadi, saya minta, beri jalan untuk mereka,”
**

Aku menghela nafas lega ketika konferensi-pers berjalan dengan lancar, tanpa hambatan. Aku benar-benar merasa lega ketika para shawol merestui Oppa mereka berpacaran denganku. Aku tersenyum ketika sosok Yesung dan Eunhyuk Oppa berdiri di depanku.

“Yaa~~yaa~~ apakah kau penyusup?” tanya Eunhyuk Oppa jenaka. “Kenapa Cube bisa berada di SM, ohng?”
“Oppa~~” kataku lalu tersenyum padanya. “Sebentar lagi aku akan memasuki SM,”
“Kami tidak akan terima,” kata Yesung Oppa usil. “Sebelum kau menyanyikan lagu I’m in Love untukku,”
“Mwo??” kagetku. “Oppa..lagu itu hanya buat Onew,”

“Tara…” suara Onew mengagetkanku. “Yaa~~ Kenapa 2 makhluk ajaib ini berada di sini?”
“Onew…saat ini sedang terjadi sesuatu yang sangat dahsyat di sini,” kata Eunhyuk Oppa serius. “Tara,,,akan menyanyikan lagu I’m in Love untuk Yesung Hyung,”
“Yaa~~” kagetku lalu memukul lengan pria tampan yang merupakan dance-machine di Super Junior itu. “Oppa, kau jangan “menganggu” kami ya,”

“Tara-ku yang cantik..aku akan disulap jadi ayam kalau berani “menganggu” kalian,” kata Eunhyuk Oppa lagi. “Ouw ya, semoga sukses ya kolaborasi kalian di Music Core,”
“Kamsahamnida, Oppa,” kataku lalu mengangguk dan tersenyum.
**

WGM Charamore merupakan WGM yang memiliki episode paling sedikit yaitu 40 episode ditambah dengan WGM Spesial Lombok 5 episode, jadi total semua 45 episode. Betapa menyenangkan bisa bekerja sama dengan pihak MBC dan tentu saja semua artis yang terlibat dalam pembuatan WGM Charamore.

Episode kali ini adalah mempersiapkan wedding-party. Key, menunjuk dirinya sendiri sebagai desainer karena selera fashionnya sangat baik. Oleh karena itulah, aku sudah berada di dorm SHINee.

“Noona…kali ini aku yang akan menjadi desainer kalian,” celetuk Key pede lalu duduk di hadapanku dan mengambil script yang sudah disediakan.
Aku tersenyum melihat dirinya yang terhanyut pada script itu.
**

“HYUUUUNGGG~~~ Apakah kau melihat kamera polaroid-ku?” kata Key histeris lalu mengangkat bantal-bantal sofa. “Yaa~~ Hyung, kau berdiri dulu,”

Aku tersenyum melihat Key stress mencari kamera polaroidnya. Hilir mudik dia mencari barang kesayangannya. Kamar-ruang tamu-kamar-ruang tamu. Namun, barang yang dicarinya belum ketemu. Cowok tampan itu akhirnya terduduk sendu di sofa dengan keringat mengucur.

“Yaa~~apakah kalian melihat kameraku?” kembali suara Key terdengar dan berdiri lalu beranjak ke kamar.
“Yaa~~Key..” kataku memanggilnya. “Terakhir kau gunakan kamera itu di mana?”

Key berhenti melangkah dan berbalik badan melihatku. Aku yakin 100 persen, banci kamera itu tengah berpikir keras.
“Ahh…kamar mandi, Noona,”

“Huhhh?? Kamar mandi?? Demi Tuhan, Key,”
“Hehehe…” kata Key cengengesan lalu segera menuju kamar mandi.
**

Aku membaca artikel mengenai upacara pernikahan yang dilaksanakan oleh Woojung couple di Lombok. Aku tersenyum bangga akhirnya Lombok sudah dilirik oleh Korea. Berarti tidak sia-sia usahaku memperkenalkan Lombok pada Korea.

“Yaa~~Noona…” suara Key menganggu kesenanganku membaca artikel. Akupun menjauhkan mataku dari netbook dan memandang ke arahnya. “Kenapa kalian tidak melangsungkan pernikahan di Lombok? Seperti Woojung couple?”

“Kami??” tanyaku balik lalu tersenyum. “Aku dan Onew sepakat untuk melangsungkan pernikahan di sini saja. Aku ingin sekali mengunjungi Jeju,”
“Jeju-do?” tanyanya antusias. “Jeju is romantic island, Noona,”
Really?”
“Nee~~” kata Key lalu mengangkat ponsel mewahnya. “Nee?? Ahhh..Jaejin..Aku lagi di dormnya Tara Noona, wae?? Ohh… baiklah..aku akan ke sana sekarang.. Nee~~”

Aku melihat Key memasukkan barang-barang yang berserakan ke dalam tasnya.
“Noona…aku terpaksa pergi sekarang, Jaejin meneleponku,”
“Ahh..” kataku sedikit kecewa karena orang yang berjanji untuk bergosip kini harus meninggalkanku sendirian. “Baiklah, Key, tidak apa-apa,”
“Bye, Noona..”
“Bye~~”
**

“MWOOO???” kagetku mendengar pernyataan Onew. “Foto pernikahan kita akan dipasang di toko orang-tuamu? Amor…”
“Charaa..tadi Eommaku menelepon, dia mengingatkanku agar membawa foto pernikahan kita dan dipasang di sana,” kata Onew tersenyum. “Jangan khawatir, chara,”
“Amorr…”
“Dan…” katanya berdiri lalu berjalan menuju kulkas. “Kita akan berbulan madu di kampung halamanku,”

Aku ternganga mendengar perkataannya. Kami akan bulan madu di kampung halamannya? di Gwangmyeong-si?

“Chara..” katanya menyadarkanku dari lamunan dan menyerahkan segelas susu padaku. “Orang tuaku juga akan mengadakan sedikit acara untuk pernikahan kita,”
“MWO??”
“Entahlah…” katanya santai lalu menyandarkan punggungnya ke sofa dan menatapku. “Apa karena aku anak satu-satunya ya?”
“Amorr..pernikahan kita ini kan hanya fake-wedding, terusss…”
“Chara, ini semua memang fake tapi cintaku padamu itu real,”
“Arasso,” kataku akhirnya.
**

Aku hanya bisa tersenyum memandangi tubuhku yang dibalut hanbok untuk pernikahan. Aku sama sekali tidak mengenali siapa yang sedang tersenyum dengan manis ini. Aku benar-benar terlihat sempurna.

“Tara…” suara Haemi mengejutkanku. “Kyaaa~~ kau sangat cantik sekali. Sekarang kau benar-benar terlihat seperti wanita Korea sepenuhnya,”
“Kamsahamnida,” kataku tersipu lalu mengangguk ketika beberapa wartawan ingin mengabadikan diriku.
“Ppali wa,” kata Eun Min tiba-tiba lalu menarik tanganku. “Aku sudah tidak sabar melihat proses upacara tradisional kalian,”



“Kalian seperti putri dan raja,” kata PD-nim memuji hasil foto kami berdua.
“Kamsahamnida,” kataku malu-malu lalu melihat hasil foto tersebut. Aku benar-benar terpana. Aku dan Onew seperti pemain di Princess Hours.
“Noona, bagaimana? Keren kan?” suara Key terdengar bangga.
“Aku benar-benar menyukainya, Key,” kataku lalu memeluk tulus pada Key. “Kamsahamnida,”
“Ahhh..” kata Key garuk-garuk kepalanya. “Ini masih awal Noona. Aku masih punya 2 konsep lagi untuk kalian,”
“Jjinjja???”
“Kado pernikahan dari aku dan SHINee,”
**

Onew POV…
Aku terlonjak kaget mendengar teriakan Tara. Aku melihat ke arahnya yang sedang melotot ke arah teaser Taemin yang topless.
“Amoooorrr.. apa-apaan ini? Yadong?” tanyanya histeris sambil nunjuk-nunjuk laptopku.
“Yadong?” tanyaku bingung lalu melihat ke arahnya. “Apanya yang yadong?”
“Yaa~~ apanya yang yadong,” katanya meniru ucapanku. Aku tertawa melihat dirinya yang stress ini.
“Charaa…” kataku sambil tersenyum. “Ini bukan yadong, sayang. Ini Taemin,”
“Taemin?” kagetnya. “Taemin sapa? Amoorrr…ini sama sekali tidak pantas diliat oleh anak-anak yang belum berumur 17 tahun,”

Aku tertawa lebar mendengar penuturan polosnya.

“Ini Taemin..Lee Taemin.. magnae…”
“MWOOOO??? Taemin?? T.A.E.M.I.N?” kagetnya lalu terduduk lemas. “Kenapa dia berfoto ala yadong seperti ini?”
“Ini teaser comeback SHINee, sayang,” kataku lalu duduk di sebelahnya dan tersenyum mendapati tatapan menyelidik darinya.
“Apakah teaser-mu seperti Taemin?”
Secret,” kataku lalu menjauh darinya.
“Yaa~~ amoorr…” teriaknya kencang lalu mengikutiku.
End of Onew POV…
**

Jantungku berdebar kencang sepanjang perjalanan menuju kampung halaman Onew. Kali ini jantungku berdebar dengan sangat kencang, lebih kencang pada saat awal bertemu Onew.
“Kita akan sampai sekitaran 30 menit lagi, chara,” kata Onew menatapku.
“Bisakah kau lebih memperlambat mobilmu, amor?”
“Mwo?” kagetnya. “Chara, kita bisa ditabrak kalau membawa mobil lebih lambat dari ini,”
“Ahhhh..” kataku meringis lalu berusaha tersenyum.



“Inilah rumahku,” kata Onew lalu mengemudikan mobil memasuki pelataran rumahnya. Aku berusaha menenangkan jantungku dengan senyum. “Ayo kita turun,”
“Nee~~” kataku lalu turun dari mobil.
Seketika itu juga aku membeku karena kedua orangtua Onew telah berdiri di depan pintu untuk menyambut kami. Senyum hangat mereka memberikan sedikit ketenangan padaku.

“Amma..Appa..” kata Onew lalu memeluk mereka berdua dan mencium pipi sang Amma. “Kenalkan, dia ini menantu kalian, Jung Tara,”
“Annyeonghaseyo..Eom..Eomm..eonim..” kataku gugup lalu menyalami wanita paruh baya itu namun masih menyisakan kecantikannya.
Wanita itu tertawa melihat kegugupanku. “Kau bisa memanggilku dengan “Eomma”, Tara,”
“Ahh..Eomma…” kataku meringis malu lalu beralih ke pria tampan di sebelahnya.
“Kau harus memanggilku dengan sebutan Appa, Tara,”
“Ahh..annyeonghaseyo, Appa,”
“Annyeonghaseyo..” kata mereka sumringah.
“Onew, apakah kau membawa foto pernikahan kalian?” tanya Eomma segera lalu mengerling padaku.
“Bawa, Eomma,” kata Onew tersenyum. “Kami membawa 2 buah,”
“Bagus,”
“Tara, kau masuk duluan saja,” kata Onew tiba-tiba. “Aku mau mengambil foto pernikahan kita dulu,”
“Nee~~”
“Ayo anakku…kita masuk,”
“Nee~~”
**

“Wahhh…Onew Eomma…mereka serasi sekali,” komentar pembeli ketika membeli daging di toko Onew. “Kau pasti senang sekali mendapatkan menantu seperti Tara,”
Aku hanya tersipu mendengarnya. Saat ini, aku berada di toko daging Onew untuk membantu Eommanya.
“Aku senang sekali…karena aku memiliki teman untuk membicarakan hal-hal yang berbau perempuan,”

“Oleh karena itu, Onew Eomma sepertinya mulai melupakanku,” kata Appa lalu tertawa.
“Yaa~~Yobo..inilah perasaan seorang Eomma ketika mendapatkan seorang menantu perempuan. Bahagia sekali,”

“Onew..kau pasti bahagia ya bisa mendapatkan gadis seperti Tara,”
“Eomonim, aku bahagia kalau Eommaku bahagia. Berarti, aku sukses dong karena berhasil menemukan “teman” untuk Eommaku,”
“Masih belum, Onew,” kata Appa tiba-tiba. “Dia belum menunjukkan kepiawaiannya menarikan Replay dan memainkan gitar di hadapan kami,”
“Huh???”

Hahahaha…
**

Advertisements

2 thoughts on “[FanFict] Get Married, Am I? (Part 2)

  1. @KEI
    annyeong Kei.. makasi banyak udh mampir ke “restaurant”-ku yah..
    did you enjoy our “menu”?
    hohoho..

    tidak ada part 3-nya..
    ini FF trpanjang yg prnah aq buat lol

    mnurutmu bagus ga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s