[FanFict] Accidentally Mommy

Annyeong haseyo..
cloudy here..
i’ve made this FF just for fun
you can enjoy my FF without permission
but, if you will take out this FF, you MUST don’t claim them as yours..
of course, you must write credit belong to cloudyeppeo Entertainment in cloudyeppeo.wordpress.com, because i REALLY HATE a thief and plagiator
::::::::::

Title: Accidentally Mommy
Cast: Onew, Jung Tara, Niel, L.Joe, Park Hae Mi, Park Eun Min
Cameo: Jung-Ah, Vanie Lee
Disclaimer: Onew belong to SM Ent., Jung Ah belong to Pledis., Niel dan L.Joe belong to TOP Media., Jung Tara, Vanie Lee, Park Hae Mi, Park Eun Min belong to cloudyeppeo Ent.
::::::::::

Coffee-shop…
Cowok tampan itu tidak percaya mendengar perkataan sang kekasih. Mata cowok tampan itu tampak membesar menatap sang pacar.

“Jung-ah~~ Apa..kah…”

“Apa masih kurang jelas, ohng? Aku tidak menginginkan bayi ini, Onew,” kata cewek cantik itu ketus lalu memberikan bayi yang dipegangnya pada cowok tampan dihadapannya. “I’m just playing with you, dear,”

“Jung-ah..kau tega..”

I don’t care about that, honey,” katanya lagi dengan tersenyum sinis. “Well…urusan kita berakhir sudah, jadi, kau jangan mencariku lagi,”

“Jung-ah~~”

“Bye, Onew,”
**

“APA-APAAN INI, ONEW?”
“Eomma~~ jeongmal mianhae… Aku benar-benar minta maaf,” kata Onew pelan dengan kepala menunduk. “Aku bertanggung jawab atas semua ini, Eomma..tapi, aku memohon padamu agar bisa menjaga bayi ini untuk sementara waktu sampai aku mendapat pekerjaan yang mapan,”
“KAUUUU..” maki perempuan yang dipanggil eomma itu. “Sudah Eomma bilang, Jung-ah itu bukan perempuan yang baik untukmu, tapi.. kau malah menentang kami dan membela perempuan itu. Inilah pelajaran yang kau dapat, Onew~ah…”

“Jagi…sudahlah…” kata pria yang duduk disamping wanita itu. “Terima saja bayi ini,”
“Yobo~~”
“Jagiya…ini anugerah dari Tuhan untuk keluarga kita,” kata pria itu lagi dengan senyum bijaknya. “Onew, kau akan memberi nama siapa pada anakmu ini?”
“Appa…kamsahamnida..” kata Onew berusaha tersenyum. “Aku masih belum memikirkan nama bayi ini,”

“Onew…hmm..bagaimana kalau kita menamakan bayi ini dengan Lee Hae Byeol?”
“Eommaaa…” kata Onew histeris lalu memeluk wanita itu dengan erat. “Kamsahamnida,”
**

“Hae Mi…Eomonim itu sepertinya sedang ada masalah,” kataku menunjuk ke seberang jalan.
“Dan kau akan ke sana untuk menolongnya?” tebak Hae Mi lalu menatapku.
“Nee~~” kataku dengan senyum. “Aku kasihan melihatnya,”
“Yaa~~” teriak Hae Mi kencang. “Kalau kau terlambat L.A.G.I, kau akan mendapat hukuman dari Vanie Seonsangnim…”
“Aku akan menyusul..” kataku lalu bergegas menyebrang.
“Taraa..Yaa~~ JUNG TARAAAA~~” teriak Hae Mi kencang yang aku balas dengan lambaian tangan.



“Eomoniiimm~~” kataku lalu menganggukkan kepala. “Annyeonghaseyo,”
“Ahh..annyeonghaseyo..” kata wanita paruh baya itu menatap ke arahku dan menyunggingkan senyum.
“Tara imnida,” kataku sambil menunjukkan name-tag di baju sekolahku,”
“Jung Tara namamu?”
“Nee~~” kataku lalu melihat bayi yang dipegangnya. “Ahhh…tampan sekali anakmu, Eomonim,”
“Anii~~ dia cucuku, Tara,” katanya mengejutkanku.
“Cucu?” kagetku. “Kau masih sangat muda untuk menjadi seorang Halmoni, eommonim.. Ahh,, maafkan atas kelancanganku,”
“Tidak apa-apa, Tara,” katanya menghela nafas lalu mengulurkan botol susu padaku. “Aku sepertinya gagal mendidik anakku…”

Aku melihat ke arahnya. Matanya menitikkan air mata.

“Anakku itu…usianya tidak jauh beda denganmu, Tara…”
“Usiaku tahun ini masuk 19, Eomonim..”
“Berarti anakku satu tahun lebih tua darimu, Tara. Usianya baru 20 tahun…tapi…”
“Eomonimm…Bayi ini pasti akan membawa kebahagiaan bagi keluargamu,” kataku dengan senyum lebar.
“Kau benar…” katanya lalu memasukkan botol susu kosong ke dalam tas. “Lee Hae Byeol…nama bayi ini…benar-benar membawa berkah. Suamiku, puji Tuhan, mendapat jabatan yang sangat bagus di perusahaannya,”

“Wahhh..adik kecil..namamu sungguh hebat. Hae Byeol.. Semoga kau menjadi Bintang yang bersinar terang seperti Matahari di keluarga kecilmu ya,”
“Yaa~~ apakah kau…tidak bersekolah?”
“Hahaha…” kataku garuk-garuk kepala. “Aku pergi sekarang, Eomonim…”
“Hati-hati, anakku,”
“Nee~~ annyeong,” kataku lalu berlari kencang menuju sekolah.
**

“JUNG TARAAAAAA~~~” teriak Vanie Seonsaengnim kencang ketika wajahku muncul di kelas. Aku segera menyunggingkan senyum manisku. “Senyummu tidak mempan untuk mengurangi kekesalanku padamu, Tara,”
“Seonsaeng..mianhae…aku…”
“Apalagi yang akan kau jelaskan padaku? Alasan apa lagi yang akan kau utarakan padaku, ohng?”
“Aku tidak akan membuat alasan atas keterlambatanku, Vanie-ssi,” kataku tertunduk pelan. “Aku siap menerima hukuman darimu,”
“MWO??”kaget Vanie ssi menatapku tidak percaya. “Apa yang sedang kau rencanakan sekarang?”
“Tidak ada, seonsaengnim,” kataku menatap ke arahnya. “Aku hanya ingin meminta maaf,”
“Hahaha… Apakah kepalamu terantuk? Sejak kapan seorang Jung Tara mengucapkan kata maaf,” kata guru cantik itu lagi. Aku hanya menghela nafas. “Ya sudah, kau masuk dan duduk. Kali ini aku memaafkanmu,”
“Kamsahamnida,”
**

5 years later…

“Yaa~~ Eun Min… aku sekarang sudah berada di Narita, jadwal keberangkatanku jam 1 siang..Arasso… Aku tidak akan terlambat di pernikahannya Hae Mi dan L.Joe.. Kau tenang saja.. Kau cerewet sekali…” kataku menghela nafas lalu melihat sekeliling. “Yaa~~ apa aku harus menjodohkanmu dengan aktor terkenal itu, Ahn Daniel, biar cerewetmu bisa berkurang… Oh Tuhan, Eun Min… Aku tidak akan pulang ke apartmenku.. Aku langsung menuju ke tempat pernikahan.. Nee~~”

“Mommy…” suara seorang anak kecil memaksaku menyunggingkan senyum. Kini, di hadapanku berdiri seorang anak kecil dengan boneka beruang coklatnya sedang melihat ke arahku dengan mata beningnya. “Mommy…”

“Mommy??” tanyaku ulang sambil menunjuk pada diriku. “Sayang, aku bukan Mommy-mu,”

Mata anak itu segera berkaca-kaca mendengar perkataanku. Mati.. Kalau anak itu menangis, seluruh penumpang yang berada di ruang tunggu akan melihat ke arah kami berdua. Aku kembali menyunggingkan senyumku lalu membantunya duduk di sebelahku.

“Mommy…akhirnya aku menemukanmu,” katanya lagi lalu memegang tanganku.

“HAE BYEOL….HAE BYEOL…” suara seseorang memanggil sebuah nama yang sepertinya familiar denganku.
“APPA…” kata anak kecil itu lalu mengangkat boneka beruangnya.
“Hae Byeol~ah..” kata cowok tampan yang dipanggil Appa oleh anak kecil itu. “Kau jangan membuat Appa cemas, sayang,”
“Mianhae,”
“Dan kau…” katanya lalu menunjuk diriku. “Apakah kau yang menculik anakku?”

Mataku membulat mendengar tuduhannya. Apa katanya tadi? Dia menuduhku menculik anaknya?

“Yaa~~ Mister.. tolong berhati-hati ya.. Aku tidak menculik anakmu. Dia sendiri yang datang ke tempatku. Jadi, lebih baik kau tanyakan pada Hae Byeolmu ini,” ketusku.
“Apaa…” kata Hae Byeol dengan menunjukkan wajah sedihnya. “Mommy,”
“MOMMY?? Yaa~~ apakah kau juga meracuni pikiran anakku, ohng?”

“Apa salahku hari ini Tuhan?” kataku menghela nafas lalu menatap bengis ke cowok tampan ini. “DENGAR BAIK-BAIK…AKU TIDAK TAU SIAPA KALIAN DAN KALIAN TIDAK MENGENAL AKU.. JADI, JANGAN ASAL TUDUH SEPERTI INI, MISTER..”

“Para penumpang pesawat Korean Air tujuan Seoul, silakan memasuki ke dalam pesawat”

Aku segera mengangkat tasku lalu bergerak meninggalkan ayah dan anak yang sama-sama tampan itu namun sukses membuat kepalaku sakit.

“Mommy…” teriak Hae Byeol sambil berlari mengejarku. Langkahku tertahan karena tangannya mengenggam tanganku. “Mommy..jangan pergi dari Hae Byeol,”
“Hae Byeol~ah..” kataku menatapnya lalu tersenyum. “Baiklah.. Mommy tidak akan meninggalkanmu, sayang. Ayo,”
“Yaa~~”
“Mister, aku melakukan ini demi anakmu,” kataku pelan lalu berjalan beriringan.
**

“Aku tidak bisa bersama kalian,” kataku pada Onew, nama cowok tampan yang dipanggil Appa oleh Hae Byeol. “Aku dan kau punya kehidupan masing-masing,”
“Tara…” kata Onew lalu melihatku. “Apakah kau tidak bisa melakukannya demi anakku? Hae Byeol… ditelantarkan oleh ibunya 5 tahun yang lalu,”
“Kau telah menceritakan masa lalumu padaku, pada orang yang baru kau kenal 2 jam yang lalu. Tapi, aku tidak bisa, Onew ssi, sekarang aku akan pergi ke acara pernikahan saabatku,”
“Aku akan bersamamu ke sana, Tara,”
“APAAA???”
“Nee~~ Kami berdua akan menemanimu ke acara pernikahan sahabatmu,”



Kedatanganku dengan seorang lelaki tampan dan anak kecil mengundang tatapan menyelidik dari sahabat-sahabatku yang sudah memenuhi tempat acara. Aku hanya bisa tersenyum kecut mendapati serangan mereka.
“Annyeonghaseyo,” kataku membuka suara dan berusaha tersenyum untuk mencairkan suasana.
“KAUUU…JUNG TARAAAA~~” suara Eun Min terdengar keras. “Apakah kau menikah selama di Jepang, ohng?”
“Yaa~~ Park Eun Min,” kataku lalu menarik dirinya menjauhi Onew. “Aku akan menjelaskan semuanya setelah acara ini selesai,”
“Tapi…anak itu sangat tampan, Tara. Kau jatuh cinta padanya, ohng?” kata Eun Min menggodaku.
“Mwo??”
“Apapunlah itu, Tara..semoga kau bahagia bersama mereka ya. Pria yang bersamamu…tampan sekali, hahahaha,”
“Apakah kau berniat menggodanya?”
“Tidak, targetku hanya aktor tampan bernama Ahn Daniel,”
“Bagus,”
**

Onew POV…
Aku tidak habis pikir ketika melihat pemandangan di depanku. Wanita yang sama sekali tidak aku kenal itu kini tengah bermain dengan anak semata wayangku. Siapa dia?

“Yaa~~ Tara…” suaraku memanggil namanya. “Apakah kau tidak berencana untuk tidur, ohng?”

Aku segera meralat ucapanku ketika mendapati tatapan menyelidik darinya.

“Maksudku, kalau kau tidur, aku juga bisa tidur. Aku sudah sangat capek,”
“Ahh…” katanya lalu tersenyum dan segera mengangkat Hae Byeol. “Hae Byeol, ucapkan selamat malam pada Appa,”
“Appa..selamat malam,” kata anakku itu lalu mengecup kedua pipiku. “Hae Byeol sayang Appa,”
“Appa sayang Hae Byeol,”

“Onew ssi, selamat malam,”



Aku duduk tepekur di pinggir kasurku sambil melihat pigura fotoku dengan orangtuaku. Air mataku jatuh secara perlahan.
“Eomma… Onew sudah kembali ke Korea.. Kini.. Hae Byeol sudah memiliki seorang teman..” kataku pada pigura itu. “Eomma Appa..Onew janji, akan membawa seorang istri dan ibu yang baik buat aku dan Hae Byeol,”
End of Onew POV…
**

Aku duduk termenung di pinggir jendela besar di belakang meja kerjaku. Peristiwa kepulanganku ke Korea terus berkeliaran di kepalaku.

“Hae Byeol…” kataku pelan. “Sepertinya aku pernah mendengar namanya sebelum ini…tapi di mana dan kapaaaannnn??” Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal mencari jawaban.

“Agassi…” suara sekretaris memaksaku untuk melihat ke arahnya.
“Nee~~”
“Ini laporan perusahaan selama kau berada di Jepang,”
Aku menerima beberapa map lalu menaruhnya di atas meja. Perlahan tanganku mengambil map yang terletak paling atas.
“Cloudy Kindergarten…” kataku lalu membaca laporannya. “Senang sekali aku melihat perkembangan Cloudy Kindergarten, Kim,”
“Itu berkat usaha yang dilakukan oleh Eun Min sajangnim, Agassi,” kata sekretarisku dengan senyum. “Kita tidak salah memilih orang,”

“Kim…Park Eun Min…benar-benar bisa diandalkan..namun…gadis cantik itu sungguh sangat cerewet,”
“Hahaha…” sekretarisku tertawa mendengar perkataanku. “Agassi…akhir-akhir ini banyak pria yang menanyakan kebenaran berita pernikahanmu di Jepang,”
“MWO??”
“Nee~~ berita itu segera tersebar luas ketika kau datang ke pernikahan Hae Mi Agassi bersama seorang pria tampan dan anak kecil,” kata sekretarisku lagi lalu tersenyum. “Tapi Agassi…jujur, kami semua, seluruh staff Cloudyeppeo Coorporation sangat bahagia mendengar berita pernikahanmu,”
“MWOO?? Yaa~~ KIIIMMM..Neooolll…”
“Agassi..semoga kau bahagia dengan mereka ya,” kata sekretaris Kim dengan senyum. “Aku permisi dulu,”

TILILIT…TILILIT…

“Nee~ Eun Min..”



“Cottooo~~Eun Min…” teriakku melihat wanita cantik berkacamata itu. “Yaa~~ aku tidak bisa membawa Hae Byeol ke kantor..”
“Tapi Tara…masa kau mau menitipkan Hae Byeol di sini sampai kau menjemputnya, ohng? Kasihan Hae Byeol,”
“Eun Min…tolong mengertilah posisiku..Aku ini korban..korban kebodohan laki-laki tampan itu,”
“Onew maksudmu? Hahaha…” Eun Min menertawakan diriku. “Kau tau…Onew itu sangat tampan, babo, masa kau mau menyia-nyiakan dirinya?”
“MWO?? Menyia-nyiakan katamu? Aissshhh…kau ini semakin menyebalkan, Eun Min,” sungutku.
“Tara, dengarkan aku,” kata Eun Min serius. “Hari ini aku ada janji dengan salah satu petinggi distrik Gwangmyeong-si untuk membicarakan rencana perluasan Cloudy Kindergarten di sana,”
“Gwangmyeong-si?”
“Nee~~ kampung halamanmu dan Hae Mi. Apakah kau melupakannya?”
“Tidaakk..” kataku tersenyum kecut. “Aku rasa…ada sesuatu yang akan mengingatkanku mengenai Hae Byeol kalau aku ke sana,”
“Terserahlah. Aku terpaksa mengusirmu sekarang karena petinggi distrik itu telah menelponku,” kata Eun Min lalu berdiri dan meninggalkanku begitu saja.

“Cottooo~~ Yaa~~ Park Eun Min…” teriakku yang tidak digubris oleh wanita cerewet itu.
Aku menghela nafas memandangi punggung sahabatku yang semakin menjauh. Helaan nafasku semakin terdengar ketika terdengar bunyi deru mobil yang semakin mengecil.

Aku tercenung memikirkan apa yang harus dilakukan. Aku tersentak ketika mendengar suara salah satu asistennya.
“Tara sajangnim…” suara sang asisten memanggil namaku. “Hae Byeol sudah di sini,”
“Ahh…” kataku tersenyum ketika wajah anak ganteng itu muncul di hadapanku. “Bagaimana hari ini, sayang?”
“Menyenangkan, Mommy,” kata Hae Byeol dengan mata binarnya. “Hari ini kita mau ke mana, Mommy?”
“Mommy akan mengajakmu bermain di kantor ya,”
“Yeee~~”
**

Aku tersenyum senang ketika Hae Byeol terlelap di salah satu sofa ruanganku. Aku menginstruksikan sekretarisku untuk memindahkannya ke ruangan pribadiku.
“Agassi..Hae Byeol lucu sekali,” kata Kim tersenyum lebar. “Bolehkah aku menjaganya?”
“Yaa~~tugasmu di sini bukan sebagai baby-sitter, Kim, tugasmu sebagai sekretarisku,”
“Aku mengerti, Agassi, tapi sepertinya aku sudah jatuh cinta pada Hae Byeol,”
“Oh Tuhaaann..baiklah..baiklah… Selama aku rapat, tolong kau jaga Hae Byeol,”
“Aku mencintaimu Agassi,”
**

“Mommy..cohahae,” kata Hae Byeol tiba-tiba lalu mencium pipiku. “Mommy…gomawoyo,”
“Saranghae, Hae Byeol,” kataku tersenyum.
“Yaa~~ JUNG TARAA…” suara Onew mengagetkanku. “Apakah kau saat ini sedang berencana mencuri hati anakku, ohng?”
“Mister, jangan salahkan aku kalau hal itu terjadi,” kataku mengerling genit padanya.
“Aishhh…kalian berdua ya…” gemas cowok tampan berkacamata itu. “Aku akan merebut kembali hati anakku, Tara,”
“Terus, kapan kau akan merebut hatiku, Onew?” tanyaku usil lalu tersenyum.
“Mwo??”
“Kidding,”



“Ahhh…senang sekali aku malam ini,” kataku senang lalu mengelus kepala Hae Byeol yang sudah terlelap di pangkuanku. “Onew, kamsahamnida,”
“Sebentar..” katanya lalu melihat ke arahku. “Berani sekali kau memanggilku dengan “Onew”, memangnya umurmu berapa sekarang?”
“Umurku? 25 tahun, wae?”
“Yaa~~kau itu satu tahun lebih muda dariku, jadi jangan memanggilku dengan “Onew”, kau harus memanggilku dengan “Onew Oppa”,”

Aku tersedak mendengar perkataannya.

“Onew Oppa?” tanyaku kaget. “Aku tidak akan memanggilmu dengan itu,”
“Kau…nakal sekali,”
“Biarin..” kataku tersenyum lebar. “Mehrong,”
“MWOO?? Yaa~~ JUNG TARAAAA~~”
**

Onew POV…
Aku membiarkan cowok tampan yang berada di hadapanku mengeluarkan sumpah serapahnya. Ahn Daniel, sahabatku yang sekarang tetap menjadi sahabatku meskipun statusnya kini sebagai Most Famous Actor.

“Yaa~~ Onew~ah.. Akhirnya kau kembali setelah menghilang tanpa kabar,” kata Niel mengeluarkan amunisinya. “Baca ini,”

Aku menerima surat kabar yang dibawa olehnya. Aku tidak menyangka kehadiranku di pernikahan Park Hae Mi dan L.Joe menjadi berita yang paling dicari di Naver. Berita yang paling hangat, fresh from the oven, di seantero Korea Selatan.

“Kau tau, siapakah Jung Tara itu?”
“Tidak… yang aku tau, dia stranger yang berhasil mencuri hati anakku,”
“Yaa~ babo.. Tara itu…sahabatku,”
“Mwo??” tanyaku kaget. “Aku pikir kau akan berbicara serius, Niel,”
“Tara itu sahabatku, Onew,” kata cowok tampan itu serius lalu menatapku tajam. “Jung Tara…owner Cloudyeppeo Corporation…yang membawahi Cloudy Kindergarten, Cloudyeppeo Resort dan Hotel…”
“Stop..stop.. apa katamu? Dia owner dari CC? Serius?”
“Kalau dia tidak terkenal, berita ini tidak akan menjadi berita yang paling banyak dibicarakan orang, babo,” sungut Niel lalu tersenyum. “Terus, apa yang akan kau lakukan?”

Aku menggeleng lalu menghela nafas. Aku menyandarkan tubuhku ke kursi lalu menerawang.
“Molla, Niel,”
“Aku tidak bisa berkata apa-apa, Onew. Hae Byeol…sepertinya sudah jatuh cinta pada Tara… Aku rasa.. anakmu itu menemukan sosok ibu dari Tara,”
“Molla…”
“Yaa~~ apakah kau pesimis setelah mendengar siapa Tara yang sebenarnya, ohng? Mana Onew yang aku kenal?”
“Onew yang kau kenal telah lenyap ketika masalah itu muncul, Niel,”

“Onew..” kata sahabatku dengan senyum. “Hae Byeol itu anugerah buatmu. Buktinya, kau mendapat pekerjaan yang sangat mapan dengan posisi yang cukup atas kan? Toko daging keluargamu juga berkembang pesat.. Ayahmu juga.. sekarang menjadi penguasa di Gwangmyeong..dan… sekarang.. kau memiliki “hubungan” dengan Tara secara tidak sengaja…yang merupakan keinginan dari setiap pria,”

Aku hanya tertawa mendengar celetukan Niel. Aku diam-diam memuji dirinya yang semakin dewasa.
“Kamsahamnida,” kataku tersenyum. “Aku dengar, kau ada hubungan dengan penanggung jawab dari Cloudy Kindergarten, siapa namanya? Park Eun Min?”

“Yaa~~ kau tau dari mana soal itu?”
“Tara dan Eun Min..bagaikan kucing dan anjing kalau bertemu. Tara selalu mengancam Eun Min kalau kecerewetannya muncul,”
“Mengancam?”
“Tara selalu bilang “apakah aku harus menjodohkanmu dengan aktor terkenal itu, Ahn Daniel, agar cerewetmu berkurang”,”
“Wanita itu…” kata Niel geregetan. “Jjinjja…”
“Itulah daya tariknya, Niel,” kataku tiba-tiba. “Ahh…maksudku…Niel..maksudku…”

“Hahaha… apakah kau mulai menyukainya?” goda Niel.
“Molla,”
End of Onew POV…
**

Aku mendengus mendengar cerita bulan madu Hae Mi yang ke Indonesia.
“Ahhh..aku mengunjungi 2 tempat wisata di Indonesia. Lombok dan Bali.. Oh my gosh… Negara itu benar-benar indah,”
“Lombok?” heranku.
“Nee~~ kami berdua terinspirasi dengan WGM Woojung Couple…” kata Hae Mi berbinar. “Daaaannn…benar-benar indah… Aku jatuh cinta pada Gili Trawangan.. Jjinjja…”
“Aku rasa, Tara akan merencanakan bulan madu dengan Onew Oppa ke sana, Hae Mi,”
“Chamkan…” kata Hae Mi menatapku penuh selidik. “Apakah kau benar telah menikah di Jepang? Hae Byeol, anak tampan itu berumur 5 tahun, sedangkan kau hanya 6 bulan di Jepang..bagaimana bisa…”
“Kau pintar, Hae Mi, tidak seperti wanita bawel ini,” sungutku. “Aku itu tidak menikah dengan siapapun di Jepang…jangankan menikah, pacarpun tidak punya. Accidentally Mommy, bisa dibilang begitu. Aku bertemu dengan mereka ketika kepulanganku ke Korea..”

“Dialah jodohmu, Tara,” kata Hae Mi berbinar.
“Aku bukan sepertimu yang bisa jatuh cinta dengan pria yang duduk di sampingmu ketika di pesawat, Hae Mi. Aku sungguh tidak habis pikir, kau dan L.Joe bisa menikah,”
“Tuhan..punya rencana indah buat manusia, dear,”
“Aku mengerti,” kataku akhirnya lalu meneguk pesananku.

“Tara..” suara Eun Min terdengar. “Ada baiknya kau menonton reality show Hello Baby MBLAQ..agar kau mendapat referensi untuk mengurus Hae Byeol,”
“Ini…” kata Hae Mi mengulurkan sebuah buku padaku.

“Cara-cara mengurus anak untuk wanita karier sepertimu. Kau…mulai belajar membagi waktumu dengan “keluarga”. Aku tau..kau itu workaholic, namun sekarang, kau telah memiliki “keluarga” yang menunggumu,”
“Aku benar-benar mencintai kalian,” kataku memasukkan buku tersebut ke dalam tas. “Kamsahamnida,”
**

Onew..pekerjaannya bertambah satu yaitu meladeni pertanyaan dari paparazzi. Pemilik beberapa peternakan ayam dan owner beberapa restoran ayam goreng itu menjadi berita hangat di seantero Korea Selatan ketika dirinya tertangkap kamera menghadiri pesta pernikahan dengan seorang wanita.

“Onew ssi…apakah benar semua berita itu? Tolong konfirmasinya,”

Cowok tampan itu hanya bisa tersenyum kecut mendapati serangan dari paparazzi yang sudah mengerumuni kantor kecilnya. Beberapa pihak keamanan tampak berusaha keras untuk menahan paparazzi agar tidak mengenai bos mereka.

Accidentally Marriage,” kata Onew dengan senyum khasnya.
“Apa maksud perkataan anda, Onew ssi?”

Pria tampan itu hanya menyisakan senyum sebelum dirinya bergegas menuju mobil pribadinya.

“Yaa~~ Onew ssi..Onew ssi..Onew ssi…”

TINN…TINN…

“Tolong ya…tolong…Onew sajangnim masih ada rapat di luar kota,” kata pihak keamanan berusaha membubarkan kerumunan paparazzi itu supaya mobil bos mereka bisa pergi dengan segera.
**

Onew POV…
Aku kaget karena mendapati Tara telah terduduk dengan manis di depan tivi yang menayangkan sebuah reality show Hello Baby MBLAQ. Aku tersenyum ketika wajahnya melihat padaku.

“Aku telah menyiapkan makanan dan minuman buatmu, Onew,” katanya singkat lalu kembali fokus pada acara tivi itu.
“Yaa~~” kataku lalu mengambil remote dan menekan tombol “off”. “Kenapa kau sudah berada di rumah, ohng?”
“Mulai saat ini, aku berusaha untuk berada di rumah sebelum jam 6 sore,” katanya lagi lalu merebut remote dari tanganku. “Aku sengaja menonton acara ini supaya tau bagaimana cara mengurus anak dengan baik,”

Aku mengambil buku yang tergeletak di atas meja dan meminta penjelasan dari wanita cantik itu.

“Aduuuhhhh… bisa tidak kau membiarkan aku menonton acara ini sampai selesai, ohng? Itu buku yang dibelikan Hae Mi untukku supaya menjadi Accidentally Mommy yang baik,”

“Tapi Tara…” kataku lagi yang memicu tatapan tidak suka darinya. “Buku ini berbahasa Indonesia,”
“Mwo??” kagetnya lalu mengambil buku tersebut dari tanganku dan membukanya dengan kasar. “Demi Tuhan..Apakah Hae Mi berpikir aku mengerti bahasa Indonesia…”
“Tara…”
“Yaa~~Onew.. aku sudah banyak ketinggalan acara ini…” katanya lagi lalu kembali konsentrasi ke acara MBLAQ Hello Baby. “Wahhh…Seungho keren sekali…”

Aku tersedak mendengar perkataannya. Matanya berbinar bahagia, apakah gadis cantik ini jatuh hati pada Seungho. Aku merasakan sesuatu mengaliri perasaanku. Panas. Yaa~~ Aku sedikit tidak suka ketika dia memuji cowok lain di hadapanku.

“Onew…apakah kita perlu bertemu dengan MBLAQ untuk membantu mengurusi Hae Byeol?”
“Aku rasa tidak perlu,” ketusku lalu meninggalkan Tara sendirian.
End of Onew POV…
**

“Yaa~~ Hae Mi…” kataku lalu mengulurkan buku yang diberikannya padaku. “Kau membeli buku berbahasa Indonesia,”
“Masa?” kaget Hae Mi lalu mengambil buku tersebut dan membukanya. Hae Mi hanya meringis dan tersenyum salah tingkah. “Hahaha..jeongmal mianhae, cantik, aku salah mengambil sepertinya,”
Aku terkekeh melihat reaksinya. Aku tersenyum lalu kembali mengambil buku tersebut. “Tidak apa-apa, Hae Mi, aku akan mencoba memahami isi buku ini dengan google translate,”
“Ide yang cemerlang,”



Aku melihat sekeliling toko buku untuk mencari sosok Onew. Aku mendengus tanda tidak suka karena Onew terlambat dari waktu janjian. Aku mencari kesibukan untuk menghilangkan rasa kesal dan bosan yaitu dengan mengelilingi toko buku. Mataku terpaku pada sebuah pamflet yang terletak tidak jauh dari kasir.

How’s to educate a children for career woman?” kataku membaca judul buku tersebut. “Wahhh…aku ikutan ini saja sembari menunggu Onew,”
Akupun ikutan mendaftar untuk menghadiri talk-show mengenai cara mendidik anak. Tanganku terhenti ketika seseorang meneriaki namaku.

“Yaa~~JUNG TARAAA…NEOOOLLLL…”

Aku menoleh ke arah suara. Seraut wajah cantik berkacamata menyambutku dengan senyum yang terbentuk di bibirnya. Aku menyudahi pendaftaran terlebih dahulu sebelum meladeni wanita cantik itu.

“Nuguseyo?” tanyaku pelan. Wanita itu tertawa terbahak-bahak.
“Babo…” katanya lalu menarik tanganku menjauh dari antrian. “Apakah kau tidak mengenalku, ohng?”
“Tidak…” kataku polos lalu terus melihat ke arahnya. Tiba-tiba sebuah wajah melintas di pikiranku. “Ahh..apakah kau.. Vanie Seosaengnim?”
“Ping Pong..” katanya lalu menjentikkan jarinya.
“Seonsaeng…” kataku setengah berteriak. “Kau sangat berubah. Cantik sekali,”
“Gomawo..” katanya lalu menatapku menyelidik. “Yaa~~kenapa kau mengikuti talk-showku, ohng?”
“Mwo??” bingungku.
“Kau itu ya..meskipun telah menjadi wanita karir, tapi kau masih terlihat bodoh di mataku. Apakah kau tidak membaca yang menjadi pembicaranya?”

Aku garuk-garuk kepala lalu segera melihat ke arah pamflet. Mataku membesar ketika mendapati namanya menjadi pembicara sekaligus author dari buku best-seller.

“Ahh…” kataku meringis.
“Kau itu tetap babo, Tara,” katanya lalu mengulurkan sebuah buku. “Ini buatmu, gratis dan kau mendapat bonus?”
“Bonus?”
“Nee~~” katanya lalu membuka halaman pertama. “Selain kau mendapat tanda tanganku, kau juga mendapatkan kiss-markku,”
“Huhhh??”
**

“Mommy…” suara Hae Byeol mengagetkanku. Tatapannya bening sekali. “Mommy,”
“Nee, Hae Byeol,” kataku lalu menutup buku yang sedang aku baca dan segera melihat ke arahnya. “Ada apa?”
“Appa…kok belum pulang? Hae Byeol sudah mengantuk, Mommy,”

Aku tersenyum lalu menggendong anak tampan itu dan mendudukkannya di kasur.
“Mommy akan menemani Hae Byeol tidur ya,”
“Nee..” katanya lalu berbaring di kasur, meletakkan boneka beruang coklatnya.
Aku segera menarik selimut menutupi tubuhnya dan mengecup kedua pipinya. “Selamat malam, sayang,”
“Selamat malam, Mommy,”



Aku melihat ke arah jam dinding, jam menunjukkan pukul 11 malam. Aku heran kenapa Onew belum pulang. Tidak biasanya cowok tampan itu belum berada di rumah. Akupun mengenyahkan pikiran burukku dengan menonton film barat kesukaanku, CSI. Aku segera berdiri untuk melihat siapa yang datang ketika bel berdentang. Mataku membesar ketika melihat Onew yang dipapah sekuriti apartment dalam keadaan mabuk.

“Selamat malam, Tara ssi,” kata sekuriti tersebut lalu membimbing Onew masuk ke dalam.
“Tidurkan saja dia di sofa ini,” kataku menginstruksikan.
“Nee~~” kata sekuriti itu lagi lalu segera pamit.
“Kamsahamnida,” kataku menganggukkan kepala lalu menutup pintu.

Aku menghela nafas melihat kondisi Onew yang tergeletak tak berdaya di sofa. Bajunya acak-acakan. Rambutnya awut-awutan. Pipinya merah pertanda dia banyak mengkonsumsi minuman keras.

Perlahan aku membuka sepatu dan melepaskan kaos kakinya. Akupun membuka jas yang dia pakai lalu menyampirkan ke badan sofa. Tanganku terulur untuk melepaskan dasinya dan melonggarkan kemejanya dengan membuka beberapa buah kancing kemeja.

Aku segera mengangkut semua barang-barangnya dan memasukkan semuanya ke dalam kamarnya. Aku keluar dari kamar dengan selimut dan sebuah bantal. Perlahan sekali aku menaruh bantal itu di bawah kepalanya. Aku segera menutupi tubuhnya dengan selimut.

“Selamat malam, Onew,” kataku lalu masuk ke kamarku dan melanjutkan membaca buku.
**

Onew POV..
Kepalaku terasa berat sekali ketika membuka mata. Aku kaget karena diriku tengah terbaring di sofa. Keningku berkerut ketika menyadari sebuah selimut dan bantal menemaniku tidur.
“Apakah Tara yang melakukan ini semua?” tanyaku pada diriku dan berjalan menuju dapur karena perutku terasa lapar.

Bibirku tersenyum karena mendapati sebuah surat darinya.

“Onew, aku telah menyiapkan gurita pedas dan susu hangat sebagai sarapan pagimu. Maaf, aku terpaksa meninggalkanmu pagi-pagi karena ada urusan keluar kota untuk beberapa hari. Jadi, kau jangan lupa menjemput Hae Byeol di Cloudy Kindergarten.”

“APAA??” kataku lalu memijit-mijit pelipisku. “Dia akan meninggalkanku untuk beberapa hari? Astagaaa…”



“APPAAAA~~~” teriak Hae Byeol ketika dia melihatku berdiri di depan. “Mana Mommy?”
“Mommy ada urusan keluar kota untuk beberapa hari, sayang, jadi Appa yang akan menemanimu,”
“Ahh…” aku kaget melihat wajah kecewanya.
“Hae Byeol tidak suka karena Appa yang akan menemani?”
“Suka..tapi..Mommy…”
“Bagaimana kalau kita pergi ke tempat Mommy?” tanyaku.
“Ooo…”
End of Onew POV…
**

“Agassiiii…” teriak Kim mengagetkanku.
“Yaa~~ Neoll..” kataku kesal lalu mengetok kepalanya gemas. “Ada apa?”
“Kehebohan terjadi, Agassi…” kata sekretarisku dengan nafas tersengal-sengal. “Hae Byeol…Hae Byeol…ada di luar,”
“Mwo???”
“Nee~~ Hae Byeol berada di sini bersama seorang cowok tampan,”




Mataku terbelalak ketika melihat sosok Hae Byeol yang sedang dikerumuni staff Cloudyeppeo Coorporation dan beberapa staff cewek mengagumi Onew.
“Yaa~~” teriakku kencang. “Apa yang sedang terjadi di sini?”
“Mommy…” kata Hae Byeol lalu berlari ke arahku.
Aku memeluk anak tampan itu lalu memandang galak ke arah sang tersangka, Onew, yang hanya bisa memberikan senyum khasnya. “Neo…”
“Jeongmal mianhae, Tara,” katanya lalu berlutut di hadapanku.
“Huwaaa…romantis sekali,” kata staff CC bersorak dan bertepuk tangan. “Agassi…kami menerima Onew ssi sebagai Appa kami,”
“MWOO?? Yaa~~cepat selesaikan pekerjaan kalian,”
“Nee~~ Agassi,”
“KAU..berdirilah..” kataku ketus lalu memandang galak ke arahnya. “Apa-apaan ini?”
“Mommy…” suara Hae Byeol meredam emosiku. “Hae Byeol yang meminta Appa mengantarkan ke tempatmu,”
“Benar…benar…Aku melakukan ini demi anakku, Tara,” kata cowok tampan itu lagi lalu mengakhiri dengan cengiran khasnya.
Aku hanya bisa menghela nafas dan meminta mereka masuk ke kamarku.
**

“Yaa~~” kata Kim mengancam resepsionis hotel. “Nanti kau bilang pada Agassi kalau kamar sudah full booking ya,”
“Eonnie…kalau ketahuan bohong sama Agassi bagaimana? Bisa-bisa pekerjaanku yang dipertaruhkan,”
“Tenang…aku yang akan bertanggung jawab. Kau jangan khawatir,” kata gadis cantik itu tersenyum senang. “Ini kesempatan tiada duanya, Song. Onew ssi mengunjungi Agassi,”
“MWOO??” kaget wanita yang dipanggil Song itu. “Pantas saja para wartawan sudah berkerumun di lobby,”

Kim segera melihat lobby hotel yang terletak di belakangnya. Benar saja. Para wartawan tampak sibuk berbincang satu sama lain.

“Aku harus segera memberi tahu Agassi,” kata Kim lagi lalu menegaskan sang resepsionis. “Pokoknya kau ikuti saja perintahku. Kau mau kan melihat Agassi bahagia?”
“Tentu saja…Aku harap berita pernikahan mereka benar adanya,”
“Makanya itu…”
“Baiklah…baiklah…”
“Gomawo,” kata Kim lagi lalu melesat ke kamar bos mereka.
**

“Soooonggg~~~” omelku di telepon ketika mendapati bahwa kamar sudah full-booking. “Masa sudah penuh semua, ohng?”
“Agassi…jeongmal mianhae…kamar hotel kita sudah penuh semua. Maaf…”
“Baiklah…baiklah… Terima kasih, Song,” kataku pasrah lalu menghela nafas ketika melihat senyum simpul Onew.
“Well..apakah malam ini kita tidur bersama, Tara sayang,”
“Kau tidak perlu senyum-senyum seperti itu, Onew,” sungutku. “Kita memang sekamar tapi bukan seranjang,”
“Taraaa… Kau akan mengeluarkan uang lebih kalau memesan extra-bed,” kata Onew disertai dengan senyuman khas. “Kasur ini kan cukup besar, jadi aku rasa cukup untuk menampung kita bertiga,”
“APAAA???” kagetku. “Aku tidak akan membiarkan kau mencari kesempatan untuk menyentuhku,”

Aku kesal sekali karena Hae Byeol Appa itu tertawa terbahak-bahak.
“Aku tidak akan mencari kesempatan, Tara cantik,” katanya menggodaku. “Kemungkinan besar, keesokan paginya seluruh pakaian kita sudah berserakan di lantai,”
“Yaa~~ Kau benar-benar berpikiran mesum, Onew,” marahku lalu melempar bantal ke arahnya.
“Aku harap kau menyukainya,”
“HUHHH???”
**

Onew POV…
Aku kaget karena para wartawan segera mengerumuni diriku dan Tara ketika menginjakkan kaki di lobby.
“Tara ssi..Onew ssi…bisakah kalian menjelaskan kenapa kalian bisa berada di Jeju..menginap di satu hotel yang sama?”
“Memangnya salah ya?” tanya Tara bodoh. “Hotel ini kan terbuka untuk umum,”
“Tentu saja ini membuat kami penasaran, Tara ssi…” kata seorang wartawan. “Kalian berdua digosipkan telah menikah di Jepang…berarti benar gosip itu?”

“Maaf ya…” kata Kim berusaha membubarkan para wartawan. “Mereka berdua masih ada urusan…”
“Kim…sudahlah,” kata Tara lagi lalu tersenyum. “Aku benar-benar mengucapkan banyak terima kasih pada kalian yang sudah meluangkan waktu untuk bertemu denganku. Aku menganggap semua berita yang kalian tulis itu sebuah doa buat kehidupanku dan Onew ke depannya. Doakan saja yang terbaik,”

“Tara…”

Aku kaget ketika tangannya mengenggam tanganku.
I’m an accidentally Mommy for his son,” katanya lagi lalu tersenyum ke arahku. Aku membalas senyuman itu.
“Dan aku berharap, Tara menjadi Mommy buat anakku. Aku tidak keberatan untuk menikahi dirinya,”
“Sudah ya…” kata Tara lagi. “Kami berdua mau mengajak Hae Byeol mengelilingi Jeju. Annyeong…”
End of Onew POV..
**

“GILAAAA…” kata Eun Min teriak ketika membaca headline dari sebuah surat kabar. “Apa yang sedang direncanakan oleh mereka berdua?”

Ahn Daniel, atau lebih sering dipanggil Niel, hanya tersenyum melihat respon yang keluar dari gadis cantik itu.

“Yaa~~apa yang sedang direncanakan oleh sahabatmu itu, Niel?”
“Mungkin sama yang aku rencanakan,” kata Niel dengan senyum manis.
“Apa…apa..kau juga merencanakan untuk menikahi Tara?”
“HAAAA???” tanya cowok itu lalu tertawa. “Aku dan Onew memiliki rencana yang sama..yaitu ingin menikahi wanita yang kami cintai,”
“Sebentar…” kata Eun Min galak. “Onew mencintai Tara?”

“Baboo…kenapa kau malah mengkhawatirkan dua orang aneh itu, ohng?” kesal Niel. “Kenapa kau tidak khawatir dengan cowok tampan yang sedang duduk di hadapanmu?”
“Maksudnya?”
“Eun Min…aku…telah memiliki sebuah rencana untuk menikahi seseorang yang sangat aku cintai…” kata Niel gemetaran. “Dan…seseorang itu adalah…kau,”
“Haaa???”
“Menikahlah denganku,”
**

TING..TONG..You got a message

Aku meraih ponselku untuk membaca pesan tersebut. Mataku terbelalak mendapati Eun Min yang menjadi sang pengirim pesan tersebut.

TING..TONG..Onew..1 message received

Aku melihat, cowok tampan itu meraih ponselnya dan matanya terbelalak. Aku kembali fokus pada ponselku dan segera membaca pesan dari sahabatku.

“MWOOOO??” teriakku yang bersamaan dengan teriakan Onew.
“Tara…apakah kau mendapat sms dari Eun Min?” tanya Onew yang aku jawab dengan mengangguk. “Demi Tuhan,, aku \mendapat dari Niel dan mengabarkan bahwa…”

“MEREKA AKAN MENIKAH DALAM WAKTU DEKAT INI?” teriak kami bareng. “TERUS…BAGAIMANA DENGAN KITA?”

Hahahaha…
**

Wanita paruh baya itu hanya tersenyum membaca headline dari sebuah surat kabar. Mata tuanya berbinar bahagia pertanda dia sangat bahagia membaca berita tersebut.
“Ahhh…jagi..apa yang membuat senyummu merekah seperti itu?” tanya suaminya lalu duduk di samping wanita itu.
“Baca ini, yobo,” kata wanita itu lalu memberikan surat kabar itu. “Onew…”
“Ahh..ini..” kata suami wanita itu juga tersenyum. “Aku rasa, Tara ini memang ditakdirkan buat Onew,”
“Yobo…aku merasa sangat familiar dengan namanya.. Tara… dimana dan kapan aku pernah mengenal nama itu?”
“Hah?? Kau pernah mengenal namanya? Tara?” tanya suaminya lalu tersenyum. “Yaa~~ masa kau lupa…Tara.. dia pemiliki Cloudy Kindergarten yang akan buka cabang di distrik kita, jagi…”
“Tidak Yobo…perasaanku mengatakan, aku pernah mengenal nama Tara jauh sebelum ini,”
“Baiklah…Kau akan bertemu dengan pemilik nama Tara 2 minggu lagi, jagi,”
“Dan aku tidak sabar menunggunya,”
**

Onew POV…
Aku benar-benar menikmati perjalanan menuju Seoul karena saat ini Tara ikut bersamaku dan Hae Byeol. Aku sangat berterima kasih pada Kim, sekretaris yang sangat mengerti situasi.

“Onew…” suaranya mengagetkanku. “Terima kasih sudah menemaniku di Jeju,”
“Ahh…aku juga..Hae Byeol juga,” kataku lalu tersenyum.

Aku ingin sekali mengajaknya bertemu dengan orang tuaku hari ini. Aku ingin mereka mengenal Tara terlebih dahulu sebelum aku menikahinya. Ya, aku ingin sekali menikahinya.

“Tara…” kataku lagi lalu menepikan mobilku. “Hmm…aku ingin sekali mengajakmu ke Gwangmyeong…”
“Gwangmyeong??” histerisnya lalu matanya berbinar. “Aku setuju…aku setuju…”
“Haa???”
“Gwangmyeong..kau tadi mengajakku ke sana kan?” tanyanya yang aku jawab dengan anggukan. “Kok kau malah kaget begitu?”
“Tara…dengarkan aku…” kataku lalu memegang pundaknya. “Aku mengajakmu ke Gwangmyeong karena…karena ingin kau bertemu orang tuaku,”
“Mwo??”
“Nee~~”
“Jangan khawatir..aku bersedia kok,” jawabnya yang membuat aku tersenyum lega. “Aku sudah lama tidak mengunjungi daerah itu,”
“Kau??”
“Aku berasal dari sana juga, Onew,” jawabnya yang membuat aku tertohok. “Aku harap bisa bertemu dengan Eomonim itu. Eomonim yang selalu duduk di taman bungan dengan cucunya. Aku sayang sekali dengannya,”

“Eomonim yang selalu duduk di taman bunga dengan cucunya?” pikirku dalam hati. Apakah yang dia maksud itu ibuku.

“Eomonim itu selalu membawakan aku daging…karena aku sangat menyukai daging, Onew,” katanya dengan berbinar. “Aku benar-benar kangen dengannya,”
“Daging??”
“Nee~~ Eomonim itu sepertinya punya toko daging. Aku sudah menganggap Eomonim itu seperti Eommaku sendiri,”

Aku tergagap mendengar ceritanya. Eomonim yang dia maksud adalah ibuku. Ya, aku yakin sempurna. Dia dan ibuku sudah saling mengenal. Berarti, gadis yang selalu membuat ibuku ceria itu adalah gadis yang telah masuk ke dalam hatiku ini. Gadis yang saat ini tengah memangku Hae Byeol. Tara. Gadis itu.
End of Onew POV…
**

“Yoboseyo,” kataku menjawab teleponku. “Ahh….Kim..ada apa kau meneleponku? Ohh… aku lagi bersama Onew dan Hae Byeol mau menuju Gwangmyeong.. Kenapa? Hahhh?? Aku harus balik ke kantor segera? Kim..aku sudah berjanji pada Onew… Baiklah…baiklah…”

“Apakah kau diminta balik ke kantor?” tanya Onew sedikit kecewa.
“Aku benar-benar tidak bermaksud membatalkan janjiku, Onew, tapi…”
“Tidak apa-apa, Tara,” katanya dengan senyum. “Kita bisa ke sana lain waktu,”
“Sebentar,” kataku lalu membuka agendaku. “Kita ke sana tanggal 23 karena aku ada rapat dengan petinggi distrik Gwangmyeong,”
“HAHHH???” kagetku. “Apa aku tidak salah dengar?”
“Ini baca,” kataku mengulurkan agenda padanya. “Itu tulisan Kim untuk mengingatkanku agar tidak lupa,”
“Apakah kau mengenal petinggi distrik Gwangmyeong?” tanyanya segera.
“Tidak..”
“TARAAA…DIA ITU APPAKU…”
“Hahhh???”
**

“Kehidupan ini sangat rumit sekali, Hae Mi,” kata Eun Min tersenyum. “Banyak sekali misteri di dalamnya,”
“Apa yang ingin kau smapaikan, ohng? Aku ini tidak bisa mencerna omongan yang berbelit-belit,”
“Kau dan Tara sama saja sepertinya,”
“Apakah kau sudah memberitahu pernikahanmu padanya?”
“Tentu saja,” jawab Eun Min lalu menikmati pesanannya. “Ternyata, Niel itu merupakan sahabat Tara. Petinggi distrik Gwangmyeong ternyata Appanya Onew,”
“Hahh??” kaget Hae Mi. “Kalau mengenai Niel itu sudah jadi rahasia masyarakat, aku pikir kau sudah tau. Petinggi distrik Gwangmyeong… Apakah Tara sudah tau?”
“Aku rasa dia sudah tau soal itu, Hae Mi,” Eun Min menyandarkan punggungnya lalu tersenyum. “Aku tidak habis pikir dengan mereka berdua. Beberapa hari lalu mereka kepergok sedang berada di Jeju. Aku tau mengenai Tara..Onew?? Aku rasa dia menyusul Tara ke sana,”

Hae Mi mengangguk menanggapi omongan sahabatnya.
“Kau tau…aku berharap, Tara dan Onew beneran jadi. Aku kasihan dengan Hae Byeol..”
“Aku juga, Hae Mi, Hae Byeol..masih memerlukan figur seorang ibu,”
**

Aku membalas uluran tangan petinggi distrik Gwangmyeong yang diiringi dengan senyum.
“Aku benar-benar berterima kasih karena mendapat kesempatan bertemu dengan anda, Lee Sajangnim,”
“Aku yang harus mengucapkan itu, Tara ssi, aku tidak menyangka sebuah perusahaan raksasa di Seoul mau bekerja sama dengan kami,”

Kamipun melanjutkan pertemuan ini dengan rapat untuk membicarakan kelanjutan pembangunan Cloudy Kindergarten cabang Gwangmyeong. Benar-benar menyenangkan. Lee sajangnim merupakan sosok yang hangat, welcome, dan memiliki pengetahuan yang sangat luas. Aku sangat mengagumi sosoknya. Aku tersenyum karena mendapati diriku melamunkan dirinya yang akan menjadi calon mertuaku.

“Babo,” kataku pelan lalu tersenyum.
“Tara ssi..ada apa?”
“Ahh..tidak… Maaf,”



“Semoga kerja sama kita ini berjalan lancar, Lee sajangnim,” kataku mengulurkan tangan.
“Aku berharap begitu,” katanya membalas uluran tanganku. “Tara, aku ingin berbicara sesuatu denganmu,”
“Ahh..baiklah,” kataku lalu mengikutinya masuk ke ruangannya.
“Masuklah,”
“Kamsahamnida, sajangnim,”
“Mulai saat ini, kau harus memanggilku dengan “appa”, Tara,”
“APPAAA???”
“Apakah kau keberatan?”
“Ahh…apa maksudnya ya?” tanyaku bodoh.

“Jagiya, keluarlah,”
Aku tersentak ketika melihat sosok yang dipanggil Jagiya oleh Lee sajangnim.
“Eommonim…” teriakku lalu segera memeluknya. “Aku benar-benar bahagia bisa bertemu denganmu lagi,”
“Tara…ternyata benar…kau Tara yang nakal itu,”
“Hahaha…aku sekarang tidak nakal, Eommonim…”
“Kau masih nakal, Tara,” suara Onew mengagetkanku. “Kau nakal karena telah mencuri hatiku,”
“Hahhh???
**

“Waahhhh…Eun Min cantik sekali,” kataku memujinya. “Omedetto,”
“Kau kapan menikah dengannya?” tanya Eun Min menggodaku.
“Hahaha…secepatnya,” jawabku tersenyum. “Hae Byeol…ayo salam dengan Ahjumma…”

“Yaa~~ JUNG TARAAAA~~~ AHJUMMA KATAMUUUUU?????”

Hahahaha…
**

Advertisements

2 thoughts on “[FanFict] Accidentally Mommy

  1. dumzzzz
    akhirnya bisa comment XD
    buset deehhhh mendadak punya anak lol
    tapi Tara baik sekaliiiii walopun Hae Byeol bukan anak kandung dia
    dan aku ga kebayang onew jadi appa
    mana awalnya gara2 ditinggalin wanita tidak bertanggung jawab
    *biasanya juga yg ada pria yg ngga bertanggung jawab* lol
    auoooo ada aku sama Niel
    couple kapal pecah hahaha
    ditunggu next story ya sayyyy

    • finally…
      thx for your visit, bat
      always gejeh dah FFku

      hahahaa…
      couple kapal pecah?
      itu couple gejeh..
      kurang panjang siey ceritanya…gg jelas gmana kelanjutan Silvaniel couple dan HaeJo couple 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s